Liputan6.com, Jakarta - Menanam kangkung di botol bekas menjadi solusi praktis bagi masyarakat yang ingin memenuhi kebutuhan sayur harian tanpa harus memiliki lahan luas. Metode ini semakin diminati karena mudah dilakukan, hemat biaya, dan cocok diterapkan di lingkungan perkotaan. Selain itu, kangkung termasuk tanaman yang cepat tumbuh dan relatif mudah dirawat.
Pemanfaatan botol bekas juga sejalan dengan gaya hidup ramah lingkungan yang kini semakin digalakkan. Dengan mendaur ulang botol plastik, limbah rumah tangga dapat dikurangi sekaligus memberi manfaat ekonomi dan kesehatan. Aktivitas berkebun sederhana ini pun bisa menjadi kegiatan positif untuk seluruh anggota keluarga.
Meski terlihat mudah, menanam kangkung di botol bekas tetap memerlukan teknik yang tepat agar hasilnya maksimal. Tanpa perawatan dan pengaturan yang benar, tanaman bisa tumbuh kurus, daunnya kecil, bahkan mudah layu. Oleh karena itu, penting memahami trik dasar agar kangkung tumbuh subur dan lebat.
Berikut langkah-langkah praktis dan efektif menanam kangkung di botol bekas, Selasa (6/1/2026). Setiap trik disusun secara sistematis agar mudah dipahami dan langsung bisa dipraktikkan di rumah.
1. Memilih Botol Bekas yang Tepat agar Akar Tumbuh Optimal
Pemilihan botol bekas menjadi langkah awal yang sangat menentukan keberhasilan menanam kangkung. Botol plastik berukuran 1,5 liter atau lebih disarankan karena mampu menampung media tanam dan akar dengan baik. Botol yang terlalu kecil berisiko membuat pertumbuhan akar terhambat.
Sebelum digunakan, botol perlu dibersihkan dari sisa minuman atau kotoran yang menempel. Langkah ini penting untuk mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri yang bisa merusak tanaman. Selain itu, botol sebaiknya dipotong dan dilubangi dengan rapi agar sirkulasi udara dan air berjalan lancar.
Penempatan lubang di bagian bawah botol berfungsi sebagai saluran drainase. Air yang berlebih dapat keluar sehingga media tanam tidak becek. Kondisi ini membantu akar kangkung tumbuh sehat dan tidak mudah membusuk.
2. Menggunakan Media Tanam Gembur agar Kangkung Cepat Subur
Media tanam yang baik berperan besar dalam mendukung pertumbuhan daun kangkung. Campuran tanah, kompos, dan sekam padi dapat digunakan untuk menghasilkan tekstur yang gembur. Media yang terlalu padat akan menyulitkan akar menyerap nutrisi.
Kompos memberikan unsur hara penting yang dibutuhkan kangkung sejak awal pertumbuhan. Sementara itu, sekam padi membantu menjaga kelembapan sekaligus memperbaiki aerasi tanah. Perpaduan ini membuat media tanam tetap ringan dan tidak mudah memadat.
Sebelum digunakan, media tanam sebaiknya diaduk hingga tercampur merata. Langkah ini memastikan nutrisi tersebar secara seimbang. Dengan media yang tepat, pertumbuhan daun kangkung akan terlihat lebih cepat dan merata.
3. Menanam Benih dengan Jarak Ideal agar Daun Tidak Kurus
Penanaman benih kangkung perlu memperhatikan jarak agar tanaman tidak saling berebut nutrisi. Benih sebaiknya ditebar secara merata dengan jarak yang cukup longgar. Penanaman yang terlalu rapat dapat menyebabkan daun tumbuh kecil dan tipis.
Setelah benih ditebar, tutup tipis dengan media tanam agar tidak mudah hanyut saat disiram. Penutupan tidak perlu terlalu tebal agar benih tetap mendapat oksigen yang cukup. Dalam beberapa hari, tunas kangkung biasanya mulai muncul ke permukaan.
Saat tanaman mulai tumbuh, lakukan penjarangan jika terlihat terlalu padat. Bibit yang terlalu berdekatan dapat dipindahkan ke botol lain. Dengan jarak tanam yang ideal, daun kangkung akan tumbuh lebih lebar dan sehat.
4. Menempatkan Botol di Lokasi yang Mendapat Sinar Matahari Cukup
Kangkung membutuhkan sinar matahari untuk mendukung proses fotosintesis. Botol bekas sebaiknya diletakkan di area yang mendapat sinar matahari pagi hingga siang. Paparan cahaya yang cukup membantu daun tumbuh hijau dan segar.
Namun, paparan sinar matahari berlebihan juga perlu dihindari. Terik yang terlalu panas dapat membuat tanaman cepat layu, terutama pada siang hari. Jika perlu, botol dapat dipindahkan ke tempat yang lebih teduh saat suhu terlalu tinggi.
Penempatan yang tepat akan menjaga keseimbangan antara cahaya dan kelembapan. Dengan kondisi lingkungan yang ideal, pertumbuhan kangkung menjadi lebih stabil. Daun pun tumbuh lebat tanpa mudah menguning.
5. Menyiram Secara Teratur Tanpa Membuat Media Terlalu Basah
Penyiraman merupakan faktor penting dalam menanam kangkung di botol bekas. Media tanam harus dijaga tetap lembap, tetapi tidak sampai tergenang air. Penyiraman dapat dilakukan satu hingga dua kali sehari tergantung kondisi cuaca.
Gunakan air bersih dan siram secara perlahan agar media tidak tergerus. Penyiraman yang terlalu deras bisa merusak struktur tanah dan akar muda. Oleh karena itu, semprotan halus lebih dianjurkan.
Dengan pola penyiraman yang tepat, akar dapat menyerap air dan nutrisi secara optimal. Tanaman pun tumbuh segar dan tidak mudah layu. Daun kangkung akan terlihat lebih tebal dan renyah saat dipanen.
6. Memberi Pupuk Alami agar Pertumbuhan Daun Lebih Maksimal
Pemberian pupuk tambahan diperlukan untuk mendukung pertumbuhan kangkung yang cepat. Pupuk organik cair dari sisa dapur atau kompos cair dapat digunakan secara rutin. Pemupukan sebaiknya dilakukan seminggu sekali dengan dosis ringan.
Pupuk alami membantu menambah unsur hara tanpa merusak media tanam. Selain itu, penggunaan pupuk organik lebih aman untuk konsumsi keluarga. Tanaman pun tumbuh sehat tanpa residu bahan kimia.
Aplikasi pupuk sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Waktu ini membantu tanaman menyerap nutrisi dengan lebih baik. Dengan pemupukan yang teratur, daun kangkung akan tumbuh lebih lebat dan hijau.
7. Memanen dengan Cara yang Tepat agar Kangkung Bisa Tumbuh Kembali
Kangkung dapat mulai dipanen sekitar 20–25 hari setelah tanam. Panen sebaiknya dilakukan dengan memotong batang bagian atas menggunakan gunting tajam. Sisakan bagian bawah batang agar tanaman bisa tumbuh kembali.
Teknik panen ini memungkinkan kangkung dipanen berulang kali. Setelah panen pertama, tanaman akan mengeluarkan tunas baru dalam beberapa hari. Dengan perawatan yang baik, panen berikutnya bisa dilakukan secara rutin.
Panen secara bertahap juga menjaga kualitas daun tetap muda dan segar. Kangkung hasil panen rumahan lebih sehat karena bebas pestisida. Hal ini menjadikannya pilihan ideal untuk konsumsi harian keluarga.
Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan
1. Apakah kangkung bisa ditanam tanpa tanah di botol bekas?
Bisa, kangkung dapat ditanam dengan metode hidroponik sederhana menggunakan air dan nutrisi, meski hasilnya berbeda dengan media tanah.
2. Berapa lama kangkung di botol bekas bisa dipanen?
Kangkung umumnya bisa dipanen dalam waktu 20 hingga 25 hari setelah tanam, tergantung perawatan dan kondisi lingkungan.
3. Apakah botol bekas harus dilubangi?
Ya, lubang diperlukan agar air tidak menggenang dan akar tidak membusuk.
4. Apakah kangkung bisa dipanen berkali-kali?
Bisa, asalkan panen dilakukan dengan memotong batang atas dan menyisakan bagian bawah tanaman.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4198302/original/043556500_1666264639-shutterstock_1512654956.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423420/original/003871000_1764061981-Menggoreng.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465281/original/051871800_1767763718-Pakan_Ternak_Alternatif.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464591/original/053798500_1767695765-kamar_mandi_lembab_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465907/original/015748300_1767779912-Detergen.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458199/original/012280200_1767074008-Kebun_Sayur_dari_Botol_Bekas_yang_Cocok_untuk_Hiasan_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465794/original/008294800_1767776622-model4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3211959/original/094472000_1597727288-wastafel.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5228947/original/067300900_1747900323-f94905fe-9af1-49af-95d4-5d5d894ed04b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465756/original/034701800_1767775650-rumah_subsidi_pagar_rendah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465684/original/063900500_1767773775-noda_kunyit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466016/original/064324600_1767790256-KEbun_Sayur_di_Talang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465666/original/079938300_1767773449-Pagar_Besi_Rel_Atas.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465623/original/068657700_1767772650-ilustrasi1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460479/original/070294400_1767252745-gambar5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4856857/original/046820500_1717773693-20240606_125556.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465613/original/047853100_1767772190-cincin_hadian_pernikahan_3a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460826/original/050398800_1767322846-Ide_jualan_camilan_di_bulan_Ramadhan__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465865/original/093041000_1767778449-wastafel_dapur.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344958/original/029872800_1757497950-hl1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354601/original/013523100_1758259145-ChatGPT_Image_Sep_19__2025__12_08_54_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5333184/original/050501600_1756610400-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354530/original/059277200_1758256607-Gemini_Generated_Image_5vkn9p5vkn9p5vkn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354654/original/036226500_1758261026-Gemini_Generated_Image_9notrf9notrf9not.jpg)