Terkuak! 12 Penyebab Bau Apek di Rumah yang Bukan dari Sampah dan Cara Mengatasinya

22 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Bau apek yang membandel di rumah seringkali menimbulkan frustrasi, bahkan setelah sampah dibuang bersih. Aroma tidak sedap ini bukan sekadar gangguan, melainkan pertanda adanya masalah yang lebih dalam, terutama terkait kelembaban berlebih yang menjadi pemicu utama.

Mengabaikan bau apek dapat berisiko bagi kesehatan penghuni, memicu alergi, gangguan pernapasan, dan bahkan merusak struktur rumah.

Artikel Liputan6.com ini akan membongkar sumber-sumber tersembunyi penyebab bau apek di rumah yang bukan dari sampah, mulai dari jamur hingga masalah struktural. Dengan memahami akar masalahnya, Anda dapat mengambil tindakan tepat untuk mengatasinya dan menjaga rumah tetap segar serta sehat.

Jamur di Balik Dinding atau Langit-langit

Jamur merupakan penyebab paling umum dari bau apek di rumah, seringkali tercium seperti tanah basah, kertas lembap, atau bau ruang bawah tanah. Bau ini berasal dari senyawa organik volatil mikroba (MVOCs) yang dilepaskan saat jamur tumbuh. Jamur dapat tumbuh di berbagai lokasi tersembunyi seperti balik dinding, di loteng, ruang bawah tanah, ruang merangkak, atau di bawah lantai jika ada kelembaban.

Penyebab utama pertumbuhan jamur seringkali adalah kebocoran pipa yang tidak terdeteksi, rembesan atap, atau kondensasi pada pipa yang menyebabkan air meresap ke material bangunan. Material seperti drywall, insulasi, atau kayu yang basah menciptakan lingkungan ideal bagi jamur untuk berkembang biak.

Untuk mengatasinya, periksa area yang rentan seperti kamar mandi, dapur, gudang, dan ruang cuci untuk menemukan pertumbuhan jamur, termasuk noda kelembaban atau perubahan warna gelap. Area jamur yang kecil bisa dibersihkan dengan campuran cuka putih atau larutan air dan baking soda. Namun, jika infestasi jamur luas (lebih dari 1 meter persegi), disarankan untuk menghubungi profesional remediasi jamur.

Ventilasi Buruk di Kamar Mandi dan Dapur

Area dengan kelembaban tinggi dan udara yang stagnan, seperti kamar mandi dan dapur, merupakan lingkungan ideal bagi jamur dan lumut untuk berkembang biak. Udara lembap dari aktivitas mandi atau memasak yang terjebak tanpa sirkulasi memadai dapat menyebabkan penumpukan kelembaban.

Kondisi ini menciptakan sarang bagi jamur dan lumut pada nat keramik, sealant silikon, atau di dalam lemari. Kelembaban tinggi di dalam ruangan, apalagi saat musim hujan, dapat menyebabkan bau apek, terutama di area yang jarang terkena sinar matahari atau memiliki ventilasi yang buruk.

Solusinya adalah meningkatkan sirkulasi udara dengan membuka jendela secara rutin dan menggunakan exhaust fan saat serta setelah menggunakan ruangan lembap. Biarkan pintu terbuka setelah mandi untuk membantu pengeringan dan bersihkan kerak jamur di sela-sela keramik secara berkala.

Ruangan Lembap seperti Gudang dan Ruang Bawah Tanah

Ruangan seperti ruang bawah tanah atau gudang seringkali memiliki sirkulasi udara yang minim dan kelembaban tanah yang tinggi, menjadikannya tempat yang rentan terhadap bau apek. Kelembaban berlebih ini memerangkap bau dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan jamur dan lumut.

Kelembaban tinggi di area yang jarang terkena sinar matahari atau memiliki ventilasi buruk dapat menyebabkan bau apek yang persisten. Jamur bahkan dapat berkembang di tempat yang tidak terduga, seperti di dalam lemari, jika kondisi kelembaban mendukung.

Untuk mengatasi masalah ini, gunakan dehumidifier secara rutin untuk mengurangi kelembaban di udara. Tingkat kelembaban relatif yang ideal di rumah adalah antara 40% hingga 60%, sehingga penggunaan dehumidifier sangat dianjurkan jika kelembaban di atas 50%. Pastikan juga ada ventilasi yang memadai.

Pipa atau P-Trap Kering

P-trap adalah pipa berbentuk U di bawah wastafel dan saluran air yang menahan air untuk mencegah gas selokan masuk ke rumah. Jika saluran air jarang digunakan, misalnya di kamar mandi tamu, air di P-trap dapat menguap seiring waktu.

Penguapan ini memungkinkan gas selokan yang berbau busuk masuk ke dalam rumah, menimbulkan aroma tidak sedap. Terutama setelah hujan deras, volume air yang tinggi dapat menyebabkan perubahan tekanan dalam pipa pembuangan, memungkinkan gas buangan naik kembali ke pipa rumah.

Solusinya adalah menuangkan setengah gelas air ke semua saluran yang jarang dipakai setiap minggu untuk mengisi kembali P-trap. Untuk pencegahan jangka panjang saat bepergian, tuangkan satu atau dua sendok makan minyak mineral ke dalam saluran untuk memperlambat penguapan air.

Saluran Tersumbat atau Kotor

Penumpukan kotoran di saluran air dapat menjadi sarang bakteri dan jamur yang menyebabkan bau tidak sedap. Rambut, sabun, sisa makanan, dan kotoran lainnya yang menumpuk di saluran wastafel, shower, atau mesin pencuci piring dapat membusuk dan menimbulkan bau.

Pipa ventilasi yang tersumbat oleh kotoran atau sarang hewan juga menghambat keluarnya gas, sehingga terperangkap di dalam rumah. Floor drain yang kering karena jebakan air (water trap) yang tidak berfungsi juga menjadi pemicu bau apek.

Bersihkan saluran secara berkala menggunakan campuran soda kue dan cuka yang dilarutkan dengan air panas. Gunakan saringan saluran untuk mencegah penumpukan rambut dan sisa makanan.

Kebocoran Pipa yang Tak Terlihat

Kebocoran pipa yang lambat dan tidak terlihat dapat menyebabkan kerusakan signifikan dan bau apek yang persisten. Pipa yang bocor di dalam dinding atau di bawah lantai dapat secara perlahan membasahi material bangunan, menyebabkan pembusukan dan bau yang terus-menerus.

Tanda-tanda kebocoran pipa termasuk noda lembap atau perubahan warna pada dinding/langit-langit, suara air menetes, penurunan tekanan air, dan peningkatan tagihan air yang tidak wajar. Kerusakan pada struktur bangunan seperti atap, dinding, atau pipa yang bocor merupakan penyebab serius masuknya air hujan ke dalam rumah.

Monitor tagihan air Anda untuk lonjakan yang tidak terduga dan periksa area di bawah wastafel atau dekat toilet untuk tanda-tanda kelembaban. Jika Anda mencurigai adanya kebocoran, segera hubungi tukang ledeng profesional untuk perbaikan struktural yang tepat waktu.

Filter AC yang Kotor dan Ductwork Berdebu

Sistem HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning) yang tidak terawat dapat menyebarkan bau apek ke seluruh rumah. Filter AC yang kotor atau penumpukan kelembaban/bakteri di dalam saluran udara (ductwork) dapat menjadi tempat berkembang biaknya jamur dan bakteri.

Udara yang bersirkulasi melalui sistem ini kemudian membawa bau apek ke seluruh rumah, mengurangi kualitas udara dalam ruangan. Pembersihan ducting AC secara rutin penting untuk menjaga kualitas udara dan efisiensi sistem.

Ganti filter AC secara rutin, idealnya setiap 1-3 bulan. Pertimbangkan untuk membersihkan saluran udara (duct cleaning) oleh profesional setiap 3-5 tahun untuk memastikan sistem berfungsi optimal dan bebas dari kontaminan.

Baki Kondensasi AC yang Kotor atau Mampet

Baki kondensasi pada unit AC berfungsi menampung air yang dihasilkan dari proses pendinginan. Jika saluran pembuangan baki kondensasi tersumbat, air akan tergenang dan menjadi masalah.

Air yang stagnan ini menjadi tempat berkembang biak yang sempurna bagi jamur dan lumut, menghasilkan bau apek yang tidak sedap. Kondisi ini sering terjadi jika perawatan AC diabaikan.

Periksa dan bersihkan baki kondensasi serta saluran pembuangannya secara berkala, terutama saat musim hujan atau sebelum penggunaan AC yang intensif. Ini akan mencegah penumpukan air dan pertumbuhan mikroorganisme penyebab bau.

Karpet, Sofa, dan Tirai yang Lembab

Bahan-bahan berpori seperti karpet, pelapis furnitur, dan tirai dapat menyerap kelembaban dan bau seiring waktu, terutama di lingkungan yang lembap. Tumpahan cairan, kelembaban udara yang tinggi, atau noda yang tidak dibersihkan tuntas dapat meresap ke dalam serat kain dan menyebabkan pertumbuhan mikroba.

Pakaian kotor yang dibiarkan menumpuk juga dapat menyebabkan bau apek karena bakteri pada kain. Material-material ini bisa menjadi perangkap bau apek jika tidak dikeringkan atau dibersihkan dengan benar, menyebabkan ruangan terasa pengap.

Vacuum karpet secara rutin dan bersihkan noda segera setelah terjadi. Untuk bau yang membandel, pertimbangkan untuk menyewa jasa pembersih karpet/pelapis profesional atau gunakan baking soda untuk menyerap bau sebelum divacuum. Pastikan untuk mengeringkan barang-barang yang menyimpan kelembaban dengan benar.

Kasur dan Bantal yang Dipenuhi Keringat

Kasur dan bantal dapat menjadi sumber bau apek karena menyerap kelembaban tubuh. Keringat, sel kulit mati, dan kelembaban tubuh yang terserap menciptakan lingkungan yang disukai tungau debu dan bakteri.

Kondisi lembap ini, terutama saat musim hujan, dapat memperparah masalah bau apek pada kasur dan bantal. Lingkungan yang hangat dan lembap adalah tempat ideal bagi mikroorganisme untuk berkembang biak.

Jemur kasur dan bantal secara berkala di bawah sinar matahari. Gunakan pelindung kasur (mattress protector) yang bisa dicuci dan taburkan baking soda di atas kasur, diamkan beberapa jam, lalu vacuum untuk menyerap bau.

Hewan Pengerat Mati di Langit-langit atau Dinding

Bau busuk yang sangat kuat dan spesifik bisa berasal dari bangkai hewan yang tidak terdeteksi. Tikus, tupai, atau hewan pengerat lainnya yang mati di dalam dinding, loteng, atau ruang merangkak dapat menghasilkan bau busuk yang menyengat dan menyebar ke seluruh area.

Bau ini biasanya memuncak lalu perlahan menghilang dalam beberapa minggu seiring proses dekomposisi. Namun, selama periode tersebut, bau dapat sangat mengganggu dan tidak menyenangkan.

Jika bangkai dapat diakses, gunakan alat pelindung diri (PPE) dan buang dengan hati-hati. Jika tidak dapat diakses, gunakan penyerap bau kuat seperti arang aktif atau bubuk kopi di area sumber bau dan tunggu proses dekomposisi selesai.

Furnitur atau Karpet Baru

Beberapa barang baru seperti furnitur atau karpet dapat melepaskan bau yang oleh sebagian orang dianggap apek atau tidak sedap. Furnitur baru, karpet, atau bahan bangunan lainnya dapat melepaskan senyawa organik volatil (VOCs) yang menghasilkan bau "kimia" atau "baru".

VOCs ini dapat berdampak pada kualitas udara dalam ruangan dan berpotensi berbahaya bagi kesehatan jika terhirup dalam jangka panjang. Contoh VOCs berbahaya termasuk formaldehida, benzena, dan toluena.

Solusinya adalah ventilasi ruangan secara maksimal dengan membuka jendela lebar-lebar selama beberapa hari pertama setelah membeli barang baru. Gunakan air purifier dengan filter karbon aktif untuk membantu menyerap VOCs dan meningkatkan kualitas udara.

Bau apek yang bukan dari sampah adalah alarm alami rumah Anda yang tidak boleh diabaikan. Dengan mengidentifikasi sumbernya, yang seringkali berkaitan dengan kelembaban, dan mengambil tindakan tepat, Anda bukan hanya menghilangkan bau tetapi juga melindungi kesehatan keluarga dan keutuhan bangunan rumah. Mulailah dari pemeriksaan sederhana di area-area rawan yang telah disebutkan.

FAQ

Q: Apa bedanya bau apek dari jamur dan bau apek dari saluran air?

A: Bau jamur cenderung seperti tanah basah, kertas lembap, atau bau ruang bawah tanah. Sementara itu, bau dari saluran air atau selokan lebih menusuk, seperti sulfur atau kotoran.

Q: Kapan saya harus menghubungi profesional untuk bau apek?

A: Anda harus segera menghubungi profesional jika menemukan area jamur yang luas (lebih dari 1 meter persegi), mencurigai kebocoran pipa di dalam dinding, bau tidak hilang setelah solusi dasar dicoba, atau ada bau gas/amis yang mengindikasikan bahaya.

Q: Apakah pengharum ruangan atau diffuser bisa menyelesaikan masalah bau apek?

A: Tidak. Produk-produk tersebut hanya menutupi bau, bukan menghilangkan sumbernya. Sumber masalah seperti kelembaban dan jamur akan terus berkembang dan berpotensi membahayakan kesehatan serta struktur rumah.

Q: Bagaimana cara membedakan bau apek biasa dengan bau yang berbahaya?

A: Waspada terhadap bau telur busuk/belerang yang bisa menjadi tanda kebocoran gas alam, dan bau amis/menusuk tajam yang mengindikasikan kabel listrik terbakar atau mengalami overheating.

Q: Bisakah tanaman hias menyebabkan bau apek?

A: Ya, bisa, jika media tanamnya terlalu sering disiram sehingga selalu basah dan berjamur. Pastikan pot memiliki drainase yang baik dan hindari penyiraman berlebihan.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |