Tahun Baru Hijriah 2026 Jatuh pada 16 Juni, Ini Detail Penetapannya

5 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Tahun baru Hijriah 2026 menjadi momen penting yang akan disambut umat Muslim di seluruh Indonesia. Pergantian tahun dalam kalender Islam ini tidak hanya menandai datangnya 1 Muharram 1448 H, tetapi juga menjadi waktu untuk refleksi diri serta meningkatkan kualitas ibadah.

Selain itu, tahun baru Hijriah 2026 telah ditetapkan sebagai hari libur nasional oleh pemerintah. Berdasarkan keputusan resmi, peringatan 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026, sehingga masyarakat memiliki kesempatan untuk merencanakan berbagai kegiatan keagamaan maupun kebersamaan dengan keluarga.

Dengan datangnya tahun baru Hijriah 2026, umat Muslim diharapkan dapat memanfaatkannya sebagai momentum untuk memperbaiki diri. Perayaan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi serta menumbuhkan semangat baru dalam menjalani kehidupan yang lebih baik.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang kapan tahun baru Hijriah 2026, Selasa (17/3/2026).

Penetapan Tanggal dan Hari Libur Nasional

Tanggal 1 Muharram 1448 Hijriah yang bertepatan dengan 16 Juni 2026 telah resmi ditetapkan sebagai hari libur nasional di Indonesia. Penetapan ini memberikan kepastian bagi masyarakat untuk menyambut tahun baru Islam dengan lebih terencana, baik untuk kegiatan ibadah maupun kebersamaan bersama keluarga.

Keputusan tersebut merupakan hasil Keputusan Bersama tiga menteri, yaitu Kementerian Agama Republik Indonesia, Kementerian Ketenagakerjaan, serta Kementerian PAN-RB. Kebijakan ini menjadi pedoman bagi instansi pemerintah maupun swasta dalam mengatur jadwal kerja, libur nasional, dan cuti bersama.

Dengan adanya penetapan ini, masyarakat dapat mempersiapkan diri menyambut tahun baru Hijriah 2026 dengan lebih khidmat. Momen ini juga bisa dimanfaatkan untuk beribadah, melakukan refleksi diri, serta mempererat hubungan dengan keluarga dan sesama.

Memahami Kalender Hijriah: Sistem dan Perbedaan

Kalender Hijriah atau kalender Islam memiliki sistem perhitungan yang berbeda dengan kalender Masehi. Jika kalender Masehi didasarkan pada peredaran matahari, kalender Hijriah menggunakan peredaran bulan sebagai acuan utama dalam menentukan tanggal.

Perhitungan kalender Hijriah dimulai dari peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah. Selain itu, jumlah hari dalam satu tahun Hijriah berkisar antara 354 hingga 355 hari, lebih sedikit dibandingkan kalender Masehi yang memiliki 365 atau 366 hari.

Meski sama-sama terdiri dari 12 bulan, perbedaan jumlah hari tersebut menyebabkan tanggal dalam kalender Hijriah terus bergeser sekitar 10–11 hari lebih awal setiap tahunnya dalam kalender Masehi. Hal inilah yang membuat waktu pelaksanaan ibadah seperti Ramadhan dan Idul Fitri selalu berubah setiap tahun.

Bulan-Bulan Suci dan Penentuan Awal Bulan

Kalender Hijriah terdiri dari dua belas bulan, yaitu Muharram, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Syaban, Ramadan, Syawal, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah.

Muharram sebagai bulan pertama menjadi penanda dimulainya tahun baru Hijriah 2026 sekaligus memiliki nilai historis dan spiritual yang penting bagi umat Muslim.

Berikut penjelasan lebih lengkap terkait bulan-bulan dalam kalender Hijriah:

1. Daftar bulan dalam kalender Hijriah

Kalender Islam memiliki 12 bulan yang tersusun secara sistematis dan digunakan sebagai acuan utama dalam menentukan waktu-waktu ibadah, seperti puasa Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Setiap bulan memiliki makna serta keutamaan tersendiri dalam kehidupan umat Muslim.

2. Bulan-bulan suci dalam Islam

Empat bulan yang dimuliakan adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan-bulan ini, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, menjauhi perbuatan buruk, serta menjaga kedamaian karena memiliki nilai keistimewaan yang lebih tinggi dibanding bulan lainnya.

3. Penentuan awal bulan Hijriah

Awal bulan dalam kalender Hijriah ditentukan melalui rukyatul hilal, yaitu pengamatan langsung terhadap munculnya bulan sabit setelah matahari terbenam. Metode ini menjadi dasar dalam menetapkan awal bulan baru, terutama untuk menentukan waktu-waktu penting dalam Islam.

4. Bersifat dinamis dan bisa berubah

Karena bergantung pada penampakan hilal, tanggal dalam kalender Hijriah tidak bersifat tetap seperti kalender Masehi. Oleh sebab itu, penentuan tanggal sering kali masih berupa perkiraan hingga dilakukan pengamatan resmi, sehingga memungkinkan terjadinya perbedaan dalam penetapannya.

Libur Nasional di Bulan Juni 2026

Tahun 2026 akan dihiasi dengan total 17 hari libur nasional yang tersebar di berbagai bulan sepanjang tahun. Libur ini mencakup peringatan hari besar keagamaan serta momen penting kenegaraan, sehingga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk beristirahat sejenak dari aktivitas, sekaligus berkumpul bersama keluarga dan orang terdekat.

Kehadiran hari libur nasional juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan positif, seperti berlibur, mengikuti acara keagamaan, hingga melakukan refleksi diri. Dengan perencanaan yang tepat, momen libur ini bisa menjadi waktu berkualitas yang memberikan manfaat secara fisik maupun emosional.

Khusus pada bulan Juni 2026, terdapat dua hari libur nasional yang memiliki makna penting, baik dari sisi sejarah maupun keagamaan, yaitu:

  • 1 Juni 2026 (Senin): Hari Lahir Pancasila
  • 16 Juni 2026 (Selasa): 1 Muharram / Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Q & A Seputar Topik

Kapan Tahun Baru Hijriah 2026 diperingati?

Tahun Baru Hijriah 2026 atau 1 Muharram 1448 H akan diperingati pada hari Selasa, 16 Juni 2026.

Apakah Tahun Baru Hijriah 2026 merupakan hari libur nasional?

Ya, Tahun Baru Hijriah 2026 (1 Muharram 1448 H) telah ditetapkan sebagai hari libur nasional di Indonesia berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Apa perbedaan utama kalender Hijriah dengan kalender Masehi?

Perbedaan utama adalah kalender Hijriah didasarkan pada fase bulan (lunar), sedangkan kalender Masehi didasarkan pada pergerakan matahari (solar). Tahun Hijriah juga lebih pendek, sekitar 354-355 hari.

Bagaimana cara menentukan awal bulan dalam kalender Hijriah?

Awal setiap bulan dalam kalender Hijriah secara resmi dimulai ketika bulan baru (hilal) terlihat pada akhir bulan sebelumnya, melalui metode rukyatul hilal.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |