Rice Cooker Bau Apek Meski Sering Dicuci? Ini 5 Penyebab Tersembunyi dan Cara Mengatasinya

1 week ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Rice cooker adalah perangkat dapur esensial yang memudahkan kita memasak nasi setiap hari. Namun, seringkali kita dihadapkan pada masalah yang menjengkelkan: rice cooker mengeluarkan bau apek, tengik, atau asam, meskipun sudah rutin dicuci setelah setiap pemakaian.

Situasi ini bukan hanya mengganggu nafsu makan, tetapi juga membuat nasi yang dimasak terasa kurang layak dikonsumsi dan berpotensi mengganggu kesehatan keluarga.

Masalahnya bukan pada seberapa sering Anda mencuci rice cooker, melainkan pada seberapa tuntas proses pembersihannya. Bakteri dan jamur sangat cerdik, mereka bisa bersembunyi di celah-celah yang tidak terjangkau, di balik karet penutup, di sekitar elemen pemanas, atau bahkan di bagian tutup rice cooker yang bisa dilepas pasang.

Sisa air nasi, uap lembap, dan kerak yang menempel di bagian dalam rice cooker bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur jika tidak dibersihkan secara menyeluruh.

Berikut faktor-faktor penyebab rice cooker bau sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (6/1/2026).

Hanya Membersihkan Bagian Luar

Banyak pengguna rice cooker hanya fokus membersihkan panci bagian dalam (inner pot) setelah digunakan, tetapi mengabaikan komponen lain seperti tutup, katup uap, dan bodi bagian dalam tempat uap mengembun. Uap nasi setiap hari menempel pada tutup rice cooker, membawa sisa pati dan air yang lama-kelamaan dapat berubah menjadi bau tidak sedap jika tidak dibersihkan. Sisa pati dan minyak dari uap yang menempel di area ini dapat membusuk dan menjadi sarang bakteri dan jamur.

Untuk mengatasi masalah rice cooker bau apek, pembersihan harus dilakukan secara menyeluruh pada semua bagian rice cooker. Bagian bawah panci juga perlu dicuci karena sering terkena cipratan air dan uap yang mengandung sisa pati nasi. Jika dibiarkan, sisa tersebut bisa menimbulkan bau tidak sedap saat rice cooker dipanaskan kembali.

Lepas Semua Komponen

Pastikan rice cooker dalam keadaan dingin dan cabut kabel listrik dari stopkontak. Pisahkan semua bagian yang bisa dilepas, seperti panci, tutup (jika bisa dilepas), katup uap/ventilasi, dan wadah penampung uap air di belakang.

Cuci Setiap Bagian

 Gunakan air sabun hangat dan spons lembut untuk mencuci panci dan tutup rice cooker. Bersihkan semua sisa nasi dan kerak yang menempel. Untuk kerak membandel, bisa dibantu dengan baking soda atau cairan pencuci piring khusus. Jika tutup tidak bisa dilepas, lap bagian dalamnya dengan kain bersih yang dibasahi air hangat. Bersihkan katup uap secara rutin setelah digunakan; jika bisa dilepas, cuci dengan sabun dan air mengalir.

Bilas dan Keringkan Maksimal

Bilas panci dan tutup dengan air bersih. Pastikan tidak ada sabun tersisa dan keringkan sempurna sebelum dipasang kembali. Rice cooker yang masih lembap menjadi lingkungan ideal bagi bakteri penyebab bau.

Penampung Uap Lembab

Wadah kecil di belakang atau samping rice cooker yang menampung uap air dari proses memasak sering terlupakan. Genangan air kotor ini, jika dibiarkan mengendap, bisa menjadi sarang ideal untuk bakteri dan jamur, yang merupakan sumber bau apek utama. Penampungan yang kotor dapat membuat nasi jadi berbau tidak enak.

Pembersihan rutin pada penampung uap air sangat penting untuk mencegah bau tak sedap dan masalah nasi cepat basi.

  • Kosongkan Setiap Hari: Buang air dari penampung uap segera setelah rice cooker selesai digunakan.
  • Cuci Berkala: Lepas wadahnya dan cuci dengan sabun setidaknya seminggu sekali, gosok bagian dasarnya. Pastikan tidak ada sisa nasi atau kotoran yang tertinggal.
  • Keringkan Total: Bilas dengan air bersih dan keringkan wadah penampung uap air. Pastikan wadah dan tempat duduknya di bodi rice cooker benar-benar kering sebelum dipasang.

Fungsi 'Keep Warm' yang Jadi Bumerang

Membiarkan nasi dalam mode keep warm terlalu lama (lebih dari 12 jam) bukan hanya mengeringkan nasi, tetapi juga memicu fermentasi ringan dan pertumbuhan bakteri di sisa lembap nasi, yang aromanya menyerap ke panci dan plastik. Nasi yang dibiarkan berjam-jam dalam rice cooker berisiko mengalami fermentasi mikro yang menghasilkan bau dan lendir. Suhu hangat yang konstan menciptakan lingkungan ideal bagi mikroorganisme untuk berkembang biak, sehingga menghasilkan bau tidak sedap.

Penggunaan mode keep warm yang bijak dapat mencegah nasi cepat basi dan rice cooker berbau.

Batasi Waktu Warm

Nasi di rice cooker aman dikonsumsi maksimal 11-12 jam jika mode keep warm tetap menyala. Sebaiknya, gunakan mode keep warm maksimal 4-6 jam. Jika lebih lama, lebih baik pindahkan nasi ke wadah kedap udara dan simpan di kulkas.

Cabut Listrik

Jika nasi sudah habis atau tidak ingin dihangatkan, segera cabut kabel rice cooker. Ini juga membantu mencegah nasi cepat basi.

Bersihkan Sisa Nasi

Segera bersihkan kerak atau butiran nasi yang menempel di dasar panci setelah mode warm panjang.

Material Plastik pada Tutup yang 'Menyerap' Bau

Bagian dalam tutup yang terbuat dari plastik atau silikon memiliki pori-pori mikro yang dapat menyerap dan mengunci aroma nasi, bumbu, atau bau busuk dari kelembaban. Mencuci biasa mungkin tidak cukup untuk mengeluarkan bau yang sudah terperangkap.

Untuk menghilangkan bau membandel yang terserap pada material plastik, diperlukan metode pembersihan yang lebih agresif namun aman.

Dekontaminasi dengan Baking Soda

Baking soda efektif untuk menyerap bau tidak sedap. Buat pasta baking soda dan air, oleskan pada permukaan plastik bagian dalam tutup, diamkan selama beberapa menit, kemudian bilas dengan air bersih.

Sterilisasi dengan Uap Cuka/Lemon

Cuka dan lemon dikenal memiliki sifat antibakteri dan dapat membantu menghilangkan aroma tidak sedap. Campurkan air perasan lemon atau cuka dengan air dengan perbandingan 1:3. Tuangkan larutan tersebut ke dalam panci rice cooker, nyalakan rice cooker pada mode "cook" hingga larutan mendidih. Setelah mendidih, matikan rice cooker dan biarkan larutan cuka/lemon terendam di dalam panci selama 15-30 menit. Buang larutan dan bilas panci dengan air bersih.

Jemur di Bawah Sinar Matahari

Setelah dicuci, jemur bagian tutup di tempat terbuka. Sinar UV matahari membantu menetralisir bau dan bakteri.

Kualitas Beras dan Air Memengaruhi Dasar Aroma

Beras yang sudah lama disimpan, berjamur, atau kurang berkualitas dapat meninggalkan aroma tengik saat dimasak. Beras yang terlalu lama disimpan akan mudah menyerap kelembapan dan menyebabkan perubahan warna saat dimasak. Air yang digunakan juga bisa mengandung mineral atau kontaminan yang memicu bau tidak sedap, yang kemudian menetap di rice cooker.

Memilih bahan baku yang baik dan proses persiapan yang benar adalah langkah awal untuk nasi yang harum.

Pilih dan Cuci Beras dengan Baik

Gunakan beras segar dan berkualitas baik. Cuci beras hingga air bilasan jernih untuk menghilangkan debu, kotoran, dan pati penyebab bau. Pencucian yang baik mengurangi sisa pati berlebih yang bisa membuat nasi cepat lembek dan basi.

Gunakan Air Bersih

Selalu gunakan air bersih dan segar saat memasak nasi. Hindari menggunakan air yang telah duduk lama di dalam rice cooker atau air yang terkontaminasi. Air yang digunakan sebaiknya air bersih dan matang untuk mencegah kontaminasi bakteri.

Lakukan "Reset" Aroma

Setelah penyebab 1-4 ditangani, masak air putih bersih hingga mendidih di rice cooker (tanpa nasi) untuk membersihkan sisa aroma terakhir. Anda juga bisa merebus air dengan 1-2 lembar daun pandan yang sudah diremas di dalam panci rice cooker untuk menghilangkan bau.

FAQ

Q: Rice cooker saya selalu saya cuci setelah pakai, tapi masih bau apek. Apa yang salah?

A: Kemungkinan besar, Anda hanya mencuci bagian panci dalamnya saja. Penyebab rice cooker bau apek meski sering dicuci biasanya terletak pada bagian yang tidak terlihat seperti penampung uap air di belakang, lipatan karet pada tutup, atau permukaan dalam tutup yang lembap dan tidak pernah dibersihkan tuntas. Bau berasal dari bakteri atau jamur yang tumbuh di area lembap tersebut.

Q: Bagaimana cara membersihkan penampung uap air di belakang rice cooker yang sulit dilepas?

A: Jika tidak bisa dilepas, gunakan cotton bud atau sikat kecil yang dicelupkan ke dalam larutan cuka dan air (1:1). Masukkan dengan hati-hati ke dalam celah penampung, putar-putar untuk menggosok kotoran. Kemudian, gunakan kapas atau tisu kering untuk menyerap air kotor dan kelembaban yang tersisa. Pastikan area tersebut benar-benar kering.

Q: Apakah aman menggunakan pemutih pakaian (bleach) untuk menghilangkan bau apek pada rice cooker?

A: Tidak disarankan. Bahan kimia keras seperti bleach berisiko tertinggal dan mengontaminasi makanan, serta dapat merusak material plastik atau lapisan anti lengket pada panci. Gunakan bahan alami seperti cuka dapur, baking soda, atau lemon yang lebih aman dan efektif menetralisir bau.

Q: Berapa lama sebaiknya nasi dibiarkan dalam mode keep warm?

A: Untuk mencegah bau apek dan nasi basi, sebaiknya tidak lebih dari 4-6 jam. Nasi di rice cooker aman dikonsumsi maksimal 11-12 jam jika mode keep warm tetap menyala. Lebih dari itu, nasi mulai kehilangan tekstur, berkurang kesegarannya, dan meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri yang bisa menyebabkan bau menetap pada rice cooker.

Q: Setelah dibersihkan tuntas, bagaimana cara menyimpan rice cooker yang benar agar tidak lembap?

A: Setelah semua bagian dicuci dan dibilas, keringkan dengan lap bersih lalu biarkan terbuka (tutup jangan dipasang) selama beberapa jam atau semalaman di tempat dengan sirkulasi udara baik. Jangan langsung ditutup dan disimpan dalam lemari saat masih ada rasa lembap. Pastikan penampung uap juga dalam keadaan kering dan kosong.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |