Prediksi Tren Warna 2026, Didominasi Hijau dan Evolusi Nuansa Hangat

1 day ago 10

Liputan6.com, Jakarta Memasuki pertengahan dekade, dunia desain kembali bergerak dinamis menyambut perubahan tren visual yang akan membentuk berbagai industri—mulai dari fashion, interior, branding, hingga digital. Warna, sebagai elemen paling emosional dalam desain, menjadi indikator kuat tentang ke mana arah estetika global akan berkembang.

Prediksi tren warna 2026 banyak dibahas oleh para pakar sejak akhir musim panas 2025, terutama setelah kemunculan berbagai rilis warna tahunan dari brand cat dan lembaga peramalan tren. Publik kini menantikan satu momen besar: pengumuman resmi Pantone mengenai Color of the Year 2026.

Menurut laporan Forbes berjudul “Designers Say They’ve Cracked Pantone’s 2026 Color Of The Year Pick”, industri peramalan warna telah merilis serangkaian kandidat kuat untuk mengisi panggung utama tahun 2026. Sejumlah desainer dunia yang diwawancarai oleh Forbes tampaknya menemukan pola yang cukup konsisten. Mereka melihat adanya pergeseran menuju warna hangat, nuansa natural, dan sentuhan hijau yang kaya karakter, sebuah kelanjutan dari dominasi warna-warna organik yang menguat pada 2025. Berikut ulasan Liputan6.com, Kamis (27/11/2025).

1. Hijau sebagai Kandidat Terkuat

Mayoritas desainer sepakat bahwa warna yang paling berpotensi menjadi Color of the Year adalah hijau, dalam beragam gradasinya. Menurut Forbes, pilihan ini selaras dengan semakin populernya nuansa hijau pada 2025, yang dianggap mencerminkan kebutuhan manusia akan ketenangan, kedekatan dengan alam, serta kesan keseimbangan.

Beberapa brand besar sudah memberi sinyal kuat:

  • Behr – Hidden Gem (N430-6A): jade smoky yang elegan
  • Valspar – Warm Eucalyptus: hijau earthy yang menenangkan
  • WGSN & Coloro – Transformative Teal: perpaduan biru dan hijau akuatik
  • Dunn-Edwards – Midnight Garden: hijau gelap, muted, dan dewasa

Para desainer juga mengingat bahwa prediksi mereka mengenai warna cokelat untuk 2025 (Mocha Mousse) terbukti akurat—menambah kepercayaan diri mereka untuk tahun ini.

2. Olive dan Sage: Hijau yang Menjadi Netral Baru

Dalam dunia fashion, olive green menjadi bintang utama. Monica Wahla dari JD Williams menyebut bahwa olive tengah berevolusi menjadi “netral baru” berkat fleksibilitas dan kedalaman warnanya. Sejumlah selebritas seperti Gigi dan Bella Hadid hingga Amal Clooney juga terlihat mengenakan warna ini, memperkuat posisinya di tren global.

Sementara itu, sage green tetap mempertahankan popularitasnya, terutama di dunia bridesmaid dresses. Tona yang lembut, natural, dan mudah dipadukan membuat sage menjadi pilihan aman yang tetap elegan.

3. Emerald Green dan Kembalinya Nuansa Botanical

Branding specialist Tatiana Dumitru memperkirakan emerald green sebagai kandidat kuat untuk tren warna 2026. Forbes mencatat pernyataannya bahwa warna-warna botanical dan tekstur organik tengah kembali menjadi kebutuhan visual, mencerminkan dorongan manusia menuju keaslian dan kedamaian.

Emerald dianggap sebagai warna yang “penyembuh”, modern, dan tetap ageless—sebuah kombinasi yang jarang dimiliki oleh warna lain.

4. Prediksi Warna Kuning-Hijau: Chartreuse dan Yellow-Green

Beberapa desainer melihat arah yang lebih berani. Hannah Zachry memprediksi chartreuse hangat akan menjadi pilihan karena energinya yang cerah namun tetap memiliki kesan hangat. Warna ini semakin sering muncul dalam brand identity, iklan, ilustrasi, hingga fashion.

Mark Jackson-Weaver sependapat, dengan kandidat Pantone 584 C—yellow-green bernuansa earthy yang membangkitkan atmosfer 1970-an, namun dalam versi lebih lembut dan modern.

5. Hijau Kebiruan dan Turquoise Lembut

Beberapa desainer percaya Pantone akan memilih warna hijau dengan sentuhan biru. Lauren Saab melihat deep cool green dengan hint biru sebagai warna yang mencerminkan kemewahan tanpa berlebihan. Tren fashion juga mendukungnya, terutama pada coat, tas kulit, dan gaun malam.

Meredith Randall memprediksi Opal Blue, sejenis turquoise minty yang lembut, sebagai pilihan yang mewakili kebutuhan global akan kehangatan, harapan, dan kenyamanan visual.

Christine Jahan bahkan lebih yakin bahwa keluarga biru akan muncul sebagai kandidat, terutama Vista Blue, karena sifatnya yang aktif namun tetap menenangkan.

Ke Mana Arah Tren Warna 2026?

Melihat rangkaian prediksi tersebut, tren warna 2026 tampaknya akan berada di sekitar spektrum hijau—mulai dari olive, sage, emerald, hingga teal dan chartreuse. Nuansa ini menggambarkan pergeseran global menuju keseimbangan emosional, kesadaran ekologis, serta kebutuhan akan desain yang menenangkan namun tetap segar dan modern. Sementara biru lembut tetap menjadi kandidat cadangan yang kuat, tidak dapat dipungkiri bahwa 2026 akan menjadi tahun ketika hijau mengambil peran sebagai warna paling serbaguna dan penuh makna.

FAQ Seputar Tren Warna 2026

1. Mengapa hijau diprediksi menjadi warna utama 2026?

Karena hijau mencerminkan ketenangan, koneksi dengan alam, dan kebutuhan emosional global akan stabilitas. Data Forbes menunjukkan banyak desainer sepakat pada arah ini.

2. Apa saja gradasi hijau yang diprediksi populer?

Olive, sage, emerald, transformative teal, midnight garden, hingga chartreuse.

3. Apakah biru juga berpeluang menjadi warna tahun 2026?

Ya. Beberapa desainer menyebut Opal Blue dan Vista Blue sebagai kandidat kuat berkat sifatnya yang menenangkan namun tetap hidup.

4. Dalam industri mana tren warna 2026 paling terasa?

Fashion, interior, branding, desain digital, iklan, dan produk konsumsi. Warna adalah bahasa visual yang lintas industri.

5. Apakah tren warna 2026 cocok untuk gaya minimalis?

Sangat cocok. Banyak ragam hijau memiliki nuansa natural, grounding, dan mudah dipadukan dalam palet minimalis.

Sumber Rujukan

  • Forbes.com — Designers Say They’ve Cracked Pantone’s 2026 Color Of The Year Pick
Read Entire Article
Photos | Hot Viral |