Prediksi Lebaran 2026 Versi Muhammadiyah dan Pemerintah, Ini Jadwal Sidang Isbat

6 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 semakin dekat. Namun, seperti tahun-tahun sebelumnya, terdapat perbedaan prediksi Lebaran 2026 tanggal perayaan antara organisasi Islam Muhammadiyah dengan pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) dan Nahdlatul Ulama (NU).

Penentuan awal bulan Hijriah, termasuk 1 Syawal, memang selalu menjadi topik menarik yang melibatkan perhitungan astronomi (hisab) dan pengamatan hilal (rukyat). Muhammadiyah telah menetapkan tanggal Lebaran lebih awal berdasarkan metode hisab, sementara pemerintah dan NU menunggu hasil sidang isbat yang menggabungkan kedua metode tersebut.

Dinamika ini menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi keagamaan di Indonesia, yang selalu mengedepankan musyawarah dan toleransi. Kepastian tanggal Lebaran 2026 sangat dinantikan, tidak hanya untuk persiapan ibadah, tetapi juga untuk merencanakan agenda silaturahmi dan mudik ke kampung halaman.

Artikel Liputan6.com ini akan mengulas prediksi tanggal Lebaran 2026 dari berbagai pihak, metode penetapannya, serta jadwal penting yang perlu diketahui umat Islam di Indonesia, Senin (16/3/2026).

Perbedaan Prediksi Lebaran 2026: Muhammadiyah vs. Pemerintah

Prediksi Lebaran 2026 menunjukkan adanya potensi perbedaan tanggal antara Muhammadiyah dan pemerintah, yang didukung oleh Nahdlatul Ulama (NU), BRIN, dan BMKG. Muhammadiyah, melalui Pimpinan Pusatnya, telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah akan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Penetapan ini didasarkan pada metode hisab hakiki wujudul hilal, yaitu perhitungan astronomis yang mengacu pada prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Maklumat resmi Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 yang dirilis pada 22 September 2025 di Yogyakarta secara resmi menetapkan tanggal tersebut.

Di sisi lain, sebagian besar lembaga seperti pemerintah (Kemenag), NU, BRIN, dan BMKG memprediksi 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Prediksi ini didasarkan pada perhitungan astronomi (hisab) dan kriteria visibilitas hilal yang digunakan pemerintah dan NU.

Kalender Hijriah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama juga memperkirakan Idul Fitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) juga merilis data perhitungan awal yang mengindikasikan Idul Fitri 2026 berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Perbedaan prediksi tanggal Lebaran ini disebabkan oleh disparitas kriteria penentuan hilal. Muhammadiyah menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang berprinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia, di mana awal bulan Hijriah adalah pada hari yang sama di seluruh muka bumi jika parameter astronomis telah terpenuhi di salah satu kawasan bumi.

Sementara itu, pemerintah dan NU menggunakan kriteria hisab Imkanur Rukyat Neo-MABIMS. Kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) menetapkan visibilitas hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat.

Mekanisme Sidang Isbat Kemenag untuk Penetapan Lebaran 2026

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Agama (Kemenag), menentukan awal bulan Hijriah, termasuk 1 Syawal, melalui mekanisme sidang isbat. Sidang isbat ini menggabungkan dua metode utama: hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal secara langsung). Hasil perhitungan posisi bulan akan dipadukan dengan laporan pengamatan hilal dari berbagai daerah di Indonesia sebelum pemerintah mengumumkan keputusan resmi.

Kemenag telah menjadwalkan sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 H pada Kamis, 19 Maret 2026, mulai pukul 16.00 WIB. Sidang ini biasanya digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kemenag memastikan bahwa persiapan sidang isbat telah dilakukan secara matang sesuai prosedur. Sidang ini akan melibatkan perwakilan organisasi masyarakat Islam, para ahli astronomi, dan instansi terkait untuk mencapai keputusan bersama.

Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, menyatakan bahwa secara astronomi, pada saat Maghrib 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara, posisi hilal diperkirakan belum memenuhi kriteria MABIMS. Ketinggian hilal di Indonesia pada sore hari Kamis, 19 Maret 2026, diprediksi berkisar 0°53′ hingga 3°07′ dan elongasi 4°32′ hingga 5°24′.

Karena posisi hilal pada 19 Maret 2026 diperkirakan belum memenuhi syarat minimal 3 derajat ketinggian dan 6,4 derajat elongasi, maka secara astronomis hilal mustahil untuk dirukyat (dilihat) sesuai kriteria MABIMS. Jika hilal tidak memenuhi kriteria MABIMS, pemerintah diprediksi akan mengambil langkah istikmal (menggenapkan bulan puasa menjadi 30 hari), sehingga 1 Syawal akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Libur Panjang dan Persiapan Mudik Jelang Idul Fitri 2026

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, antusiasme masyarakat untuk merayakan Lebaran dan melakukan perjalanan mudik semakin meningkat. Kepastian tanggal Lebaran 2026 menjadi informasi krusial bagi banyak keluarga untuk merencanakan perjalanan pulang kampung dan berbagai agenda silaturahmi. Tradisi mudik yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari Lebaran di Indonesia, mendorong masyarakat untuk mulai memantau jadwal libur dan cuti bersama jauh-jauh hari.

Liburan Lebaran 2026 berpotensi menjadi libur panjang yang menguntungkan. Pemerintah sendiri sudah menetapkan sejumlah tanggal merah dan cuti bersama yang bertepatan dengan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Libur Lebaran ini mencakup tanggal merah nasional, cuti bersama, dan berdekatan dengan perayaan Hari Suci Nyepi.

Meskipun berbagai perkiraan telah disampaikan mengenai prediksi Lebaran 2026, keputusan formal perayaan nasional Idul Fitri di Indonesia tetap mengacu dan menunggu hasil prosesi resmi Sidang Isbat Kementerian Agama pada penghujung Ramadan.

Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan saling menghormati perbedaan yang mungkin terjadi. Dengan perencanaan yang matang dan informasi yang akurat, diharapkan perayaan Idul Fitri 2026 dapat berjalan lancar, penuh kebahagiaan, dan mempererat tali silaturahmi antar keluarga.

FAQ

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 akan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) dan Nahdlatul Ulama (NU) memprediksi 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Mengapa ada perbedaan prediksi tanggal Lebaran 2026?

Perbedaan prediksi terjadi karena disparitas kriteria penentuan hilal antara Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah dan kriteria hisab Imkanur Rukyat Neo-MABIMS yang digunakan pemerintah dan NU.

Kapan sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 H akan dilaksanakan?

Kementerian Agama (Kemenag) menjadwalkan sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 H pada Kamis, 19 Maret 2026, mulai pukul 16.00 WIB, di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kemenag, Jakarta.

Apa itu kriteria MABIMS dalam penentuan hilal?

Kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) menetapkan visibilitas hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat sebagai acuan penentuan awal bulan Hijriah.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |