Liputan6.com, Jakarta - Penyebab aroma parfum tidak tahan lama di kulit kering sering kali disalahartikan sebagai tanda bahwa kualitas parfum yang digunakan kurang baik. Padahal, daya tahan parfum tidak hanya ditentukan oleh konsentrasi wewangian, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi kulit, cara pemakaian, hingga penyimpanan botol parfum.
Kulit yang cenderung kering memiliki kadar air dan minyak alami yang lebih sedikit dibandingkan kulit normal atau berminyak. Kondisi tersebut membuat molekul parfum lebih sulit menempel sehingga aromanya menguap lebih cepat. Tidak heran jika dua orang yang memakai parfum yang sama bisa merasakan ketahanan aroma yang berbeda.
Berbagai ahli parfum dan media kecantikan, seperti British Vogue, Harper's Bazaar, serta Style Rave, menjelaskan bahwa kebiasaan sehari-hari juga berperan besar terhadap performa sebuah parfum. Memahami penyebabnya akan membantu Anda menikmati aroma favorit lebih lama tanpa harus terus-menerus menyemprot ulang. Berikut ulasan Liputan6.com, Rabu (5/8/2026).
1. Kulit tidak menggunakan pelembap sebelum memakai parfum
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5510179/original/071883200_1771821788-11713.jpg)
Perbesar
Inilah penyebab aroma parfum tidak tahan lama di kulit kering yang paling sering terjadi. Banyak orang langsung menyemprotkan parfum setelah mandi tanpa memberikan pelembap terlebih dahulu.
Menurut Style Rave, minyak parfum membutuhkan kelembapan dan lipid pada kulit agar dapat melekat lebih baik. Menggunakan body lotion tanpa aroma atau pelembap beberapa menit sebelum memakai parfum akan membantu membentuk lapisan emolien yang membuat aroma bertahan lebih lama.
Pelembap juga membantu mengurangi penguapan minyak parfum sehingga proses perkembangan aroma dari top notes hingga base notes berlangsung sebagaimana dirancang oleh pembuat parfum.
2. Menggosok pergelangan tangan setelah menyemprot parfum
Kebiasaan menggosok kedua pergelangan tangan setelah memakai parfum ternyata justru memperpendek daya tahan aroma. Francis Kurkdjian mengatakan kepada British Vogue bahwa gesekan tersebut menghasilkan panas yang memicu enzim alami kulit bekerja lebih aktif.
Panas dari gesekan dapat mengubah perkembangan aroma parfum, terutama pada top notes dan middle notes. Aroma segar yang seharusnya berkembang perlahan justru menghilang lebih cepat.
Cara yang lebih tepat adalah menyemprotkan parfum pada titik nadi, lalu membiarkannya mengering secara alami tanpa disentuh.
3. Memilih jenis parfum dengan konsentrasi minyak yang rendah
Tidak semua parfum memang dirancang untuk bertahan sepanjang hari. Eau de Toilette (EDT) umumnya memiliki konsentrasi minyak parfum lebih rendah dibandingkan Eau de Parfum (EDP) atau Parfum.
Harper's Bazaar menjelaskan bahwa EDP mengandung minyak parfum sekitar 20–30 persen sehingga memiliki ketahanan aroma yang lebih baik, terutama bagi pemilik kulit kering.
Jika Anda sering merasa parfum cepat hilang, pertimbangkan memilih EDP atau parfum dengan konsentrasi minyak yang lebih tinggi agar aromanya bertahan lebih lama.
4. Terlalu banyak menggunakan parfum
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5175191/original/081028400_1742976899-Menggunakan_Parfum.jpg)
Perbesar
Banyak orang mengira menyemprot parfum lebih banyak akan membuat wanginya bertahan lebih lama. Faktanya, kebiasaan ini hanya meningkatkan intensitas aroma pada awal pemakaian.
Menurut Style Rave, ketahanan parfum lebih dipengaruhi oleh struktur molekul base notes seperti amber, kayu, resin, atau musk daripada jumlah semprotan yang digunakan.
Menyemprot secara berlebihan juga meningkatkan risiko mengalami olfactory fatigue atau nose blind, yaitu kondisi ketika hidung tidak lagi menyadari aroma yang sebenarnya masih tercium oleh orang lain.
5. Salah memilih titik aplikasi parfum
Lokasi penyemprotan parfum turut menentukan performanya. Francis Kurkdjian menyarankan agar parfum diaplikasikan pada area yang terbuka dan memiliki titik nadi, seperti leher, pergelangan tangan, atau lipatan siku.
Bagian tubuh tersebut memiliki suhu sedikit lebih hangat sehingga membantu penyebaran aroma secara bertahap. Sebaliknya, menyemprot parfum pada area yang tertutup pakaian membuat difusi aroma menjadi kurang optimal.
Dalam cuaca yang sangat panas, parfum bahkan lebih disarankan disemprotkan secara ringan pada rambut atau syal karena keringat dapat mempercepat kerusakan molekul aroma di kulit.
6. Menyimpan parfum di tempat yang salah
Banyak orang menyimpan parfum di kamar mandi karena dianggap praktis. Padahal, kelembapan tinggi, perubahan suhu, dan paparan uap air justru mempercepat oksidasi bahan parfum.
Menurut British Vogue, parfum sangat sensitif terhadap perubahan temperatur. Panas, sinar matahari, serta kelembapan dapat mengubah komposisi kimia bahan alami sehingga aroma menjadi berbeda dari aslinya.
Tempat terbaik untuk menyimpan parfum adalah ruangan yang sejuk, kering, jauh dari cahaya matahari langsung, bahkan tetap berada di dalam kotak kemasannya.
7. Menggunakan parfum yang sudah terlalu lama dibuka
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5416412/original/034423500_1763450658-pexels-mart-production-8450539.jpg)
Perbesar
Oksigen merupakan salah satu musuh utama parfum. Setelah botol sering dibuka dan isinya mulai berkurang, semakin banyak udara yang masuk ke dalam kemasan.
Francis Kurkdjian menjelaskan bahwa oksigen perlahan menguraikan molekul parfum sehingga kualitas aromanya ikut berubah. Itulah sebabnya parfum yang sudah bertahun-tahun disimpan sering kali tidak lagi memiliki ketahanan seperti saat pertama kali dibeli.
Jika memiliki koleksi parfum yang jarang dipakai, ukuran botol kecil biasanya lebih ideal karena dapat dihabiskan sebelum kualitasnya menurun.
8. Salah menilai performa parfum
Tidak semua parfum yang terasa "hilang" benar-benar sudah lenyap. Menurut Style Rave, hidung manusia memiliki kemampuan beradaptasi terhadap aroma yang terus-menerus tercium. Fenomena ini disebut olfactory fatigue.
Setelah beberapa jam, Anda mungkin tidak lagi mencium parfum sendiri, padahal orang di sekitar masih bisa menghirup aromanya. Karena itu, jangan terburu-buru menambah semprotan hanya karena merasa wanginya telah hilang.
Memberikan waktu bagi parfum untuk berkembang dari top notes menuju base notes akan membantu Anda memahami karakter aroma secara lebih utuh.
Mengapa Kulit Kering Membuat Aroma Parfum Cepat Hilang?
Salah satu penyebab utama parfum cepat memudar adalah minimnya kelembapan pada permukaan kulit. Menurut penjelasan Francis Kurkdjian, perfumer asal Prancis yang dikutip oleh British Vogue, parfum tidak dapat bertahan lama pada kulit yang kering karena molekul wewangian membutuhkan lapisan minyak alami agar dapat menempel lebih lama.
Kulit yang terhidrasi akan membentuk lapisan pelindung tipis sehingga minyak esensial dalam parfum menguap secara perlahan. Sebaliknya, kulit kering membuat parfum lebih cepat terserap sekaligus lebih cepat menguap ke udara. Akibatnya, aroma yang semula kuat hanya bertahan beberapa jam.
Harper's Bazaar juga menjelaskan bahwa kondisi ini semakin terasa saat cuaca dingin atau musim hujan. Suhu yang lebih rendah membuat kadar kelembapan kulit menurun sehingga parfum kehilangan media terbaik untuk mempertahankan aromanya.
Cara Membuat Parfum Lebih Tahan Lama pada Kulit Kering
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5194240/original/090976600_1745293309-Pastikan_Botol_Parfum_Tertutup_Rapat.jpg)
Perbesar
Mengatasi penyebab aroma parfum tidak tahan lama di kulit kering sebenarnya tidak sulit jika dilakukan secara konsisten. Langkah pertama adalah menjaga kelembapan kulit menggunakan body lotion tanpa aroma atau pelembap yang tidak mengganggu karakter parfum.
Pilih parfum dengan konsentrasi minyak lebih tinggi seperti Eau de Parfum apabila menginginkan ketahanan lebih lama. Selain itu, aplikasikan parfum pada titik nadi tanpa menggosoknya agar komposisi aroma tetap utuh.
Perhatikan pula cara penyimpanan parfum. Simpan di tempat yang sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya matahari agar kualitas minyak aromatik tidak cepat menurun. Dengan teknik yang tepat, Anda tidak perlu menyemprot parfum berkali-kali hanya untuk mempertahankan aromanya sepanjang hari.
Pertanyaan Seputar Penggunaan Parfum
1. Apakah kulit berminyak membuat parfum lebih awet?
Ya. Kulit berminyak memiliki lebih banyak lipid alami sehingga molekul parfum dapat menempel lebih lama dibandingkan kulit yang sangat kering.
2. Apakah body lotion harus memiliki aroma yang sama dengan parfum?
Tidak harus. Body lotion tanpa pewangi justru lebih direkomendasikan agar tidak mengubah karakter aroma parfum.
3. Mengapa parfum masih tercium orang lain tetapi saya tidak menciumnya?
Hal ini disebabkan oleh olfactory fatigue atau nose blind, yaitu kondisi ketika hidung sudah beradaptasi dengan aroma yang dipakai sendiri.
4. Apakah parfum boleh disimpan di kamar mandi?
Tidak disarankan. Uap air, kelembapan, dan perubahan suhu dapat mempercepat oksidasi sehingga kualitas parfum menurun.
5. Berapa titik semprotan parfum yang ideal?
Umumnya dua hingga empat semprotan pada titik nadi seperti leher, pergelangan tangan, atau lipatan siku sudah cukup untuk penggunaan sehari-hari.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316457/original/048946300_1785928872-cc075959-de5d-45fc-8e85-8f4e8710690e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5235847/original/008548600_1748436881-horny-short-haired-lady-glasses-with-red-lipstick-is-emotionally-exulting-while-sitting-working-place-with-laptop-croissant.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6097917/original/015948300_1778984183-memuat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316412/original/047092600_1785926699-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3459186/original/027332200_1621386353-brooke-cagle-g1Kr4Ozfoac-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5562440/original/009422100_1776829501-Vacuum_Cleaner.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316313/original/095012900_1785921528-b30dbe10-a032-4335-bc53-3a814b11602f.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3966868/original/027591300_1647571642-pexels-mentatdgt-2559055.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316295/original/044827800_1785921212-wadah_lilin_2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5243581/original/080215700_1749108542-side-view-businesswoman-outdoors-city-with-copy-space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288574/original/012209100_1783326234-Gemini_Generated_Image_wrugbuwrugbuwrug.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316233/original/029386300_1785918528-b37b8433-a14f-48f3-920a-fa3b01b60108.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316300/original/017120000_1785921359-Karnaval_17_Agustus.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316273/original/048062900_1785920252-e1a03ce7-e0ab-4395-94b6-737282ac4931jl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9294398/original/071443000_1783834281-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9313067/original/043710700_1785575800-vitaly-gariev-NNFACGKyzZw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316262/original/083289200_1785918974-7546747f-81db-42f3-a673-664794778021.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316221/original/032166700_1785918172-bdf93799-8c2d-4313-8d7f-f7a630fac34e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316211/original/052581100_1785917728-Lomba_Membawa_Gelas_Berisi_Air.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316140/original/095160300_1785915348-11b9a9f1-fbcf-4fa5-a763-c7b3915b0381.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552830/original/094815200_1775832773-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551751/original/092211600_1775740607-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557096/original/065659700_1776318001-Gambar_Rumah_Sederhana_6x9_di_Kampung_Dekat_Sawah_yang_Jadi_Tren_Desain_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6707818/original/004530300_1779526004-1779525648.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449723/original/039403000_1766112570-Advertorial-Aplikasi_Alpha_Inv_Des25-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550117/original/093812400_1775637545-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558460/original/066569600_1776419680-HL_mangga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560536/original/020239000_1776672350-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7026414/original/064378700_1779801039-Gemini_Generated_Image_bb1cq2bb1cq2bb1c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559831/original/019905700_1776645721-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566397/original/034900000_1777180569-Desain_Rumah_50_Juta_dengan_Ventilasi_Silang_Alami_Model_Teras_Ganda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5705844/original/009190100_1778588694-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551685/original/058687600_1775734917-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552513/original/006756700_1775811347-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5554504/original/042133400_1776073478-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552216/original/002387500_1775803995-0L5A8532.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551523/original/057354900_1775728085-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552479/original/037494000_1775810228-unnamed__21_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559169/original/005017800_1776523941-1.jpg)