Pengertian Desil Bansos, Tujuan, dan Cara Mengeceknya yang Penting Diketahui

2 days ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia terus berupaya memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan. Salah satu instrumen penting dalam upaya ini adalah sistem Desil Bansos. Sistem ini menjadi kunci untuk mengidentifikasi kelompok masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi mereka.

Melalui pemahaman yang komprehensif tentang Desil Bansos, masyarakat dapat mengetahui bagaimana bantuan dialokasikan dan bagaimana mereka dapat memeriksa status kelayakan mereka. Ini adalah langkah krusial dalam menciptakan transparansi dan akuntabilitas dalam program perlindungan sosial di Indonesia.

Artikel ini akan mengupas tuntas pengertian desil bansos, tujuan utama penerapannya, klasifikasi kelompok masyarakat dalam sistem desil, hingga panduan lengkap cara mengecek kategori desil untuk memastikan Anda mendapatkan informasi yang akurat dan relevan.

Memahami Pengertian dan Klasifikasi Desil Bansos

Desil adalah sebuah metode pengelompokan masyarakat yang membagi populasi menjadi sepuluh bagian berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi. Pengelompokan ini dimulai dari kelompok yang paling tidak mampu hingga yang paling sejahtera, dan berfungsi sebagai acuan pemerintah dalam menentukan prioritas penerima berbagai program bantuan sosial (bansos) serta perlindungan sosial. Data desil ini bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola oleh Kementerian Sosial (Kemensos) dan data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Secara umum, pembagian desil dikategorikan sebagai berikut:

  • Desil 1 (Sangat Miskin/Miskin Ekstrem): Kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi paling rendah, seringkali tidak memiliki pekerjaan stabil, pendapatan tidak menentu, dan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Mereka menjadi prioritas utama dalam hampir seluruh program bansos.
  • Desil 2 (Miskin): Masyarakat dengan pendapatan rendah dan sangat rentan terhadap perubahan ekonomi, mudah terdampak kenaikan harga, serta tidak memiliki tabungan atau cadangan ekonomi.
  • Desil 3 (Hampir Miskin): Kelompok yang tidak termasuk miskin ekstrem, namun rawan jatuh miskin jika terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK), kenaikan harga kebutuhan pokok, atau gangguan ekonomi lainnya.
  • Desil 4 (Rentan Miskin): Kondisi ekonomi relatif stabil, namun tetap rentan jika terjadi bencana, sakit berat, atau penurunan pendapatan mendadak. Mereka masih masuk kategori layak menerima bansos dalam kondisi tertentu.
  • Desil 5 (Pas-pasan/Mendekati Kategori Menengah): Kelompok ini berada pada batas aman ekonomi, memiliki pekerjaan tetap dan penghasilan mencukupi namun mepet kebutuhan. Mereka berpeluang mendapatkan beberapa jenis bantuan tertentu.
  • Desil 6-10 (Menengah ke Atas/Mampu): Kelompok masyarakat yang sudah dianggap cukup sejahtera, memiliki pendapatan stabil, dan tergolong aman dari risiko kemiskinan. Umumnya tidak menjadi prioritas penerima bansos reguler.

Penetapan desil sepenuhnya mengikuti data kondisi ekonomi rumah tangga yang tercatat dalam sistem DTSEN dan tidak bisa diubah secara manual. Data desil bersifat dinamis dan dapat berubah melalui pembaharuan yang dilakukan setiap tiga bulan sekali, memastikan data selalu relevan dengan kondisi terkini.

Tujuan dan Manfaat Sistem Desil dalam Penyaluran Bansos

Tujuan utama dari penggunaan sistem desil dalam penyaluran bansos adalah untuk memastikan bahwa bantuan tersebut benar-benar tepat sasaran dan diterima oleh kelompok masyarakat yang paling membutuhkan. Sistem ini dirancang untuk mengatasi masalah klasik dalam penyaluran bantuan, seperti inclusion error (orang yang tidak berhak menerima bansos) dan exclusion error (orang yang berhak justru tidak menerima bansos).

Manfaat sistem desil sangat beragam, baik bagi masyarakat maupun pemerintah. Sistem ini menjadi penentu kelayakan utama bagi penerima bantuan sosial, membantu pemerintah memprioritaskan penyaluran kepada kelompok paling rentan, yaitu Desil 1 hingga Desil 4. Selain itu, desil juga menjadi dasar bagi berbagai program perlindungan sosial penting seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau Program Sembako, Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK), dan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI).

Tidak hanya itu, transparansi data menjadi lebih baik dengan adanya sistem desil, sehingga mengurangi kesalahan data dan meningkatkan akuntabilitas. Di beberapa daerah, data desil bahkan dimanfaatkan sebagai salah satu syarat jalur afirmasi pendidikan, seperti KIP Kuliah, dengan memprioritaskan siswa dari Desil 1 hingga Desil 5. Ini menunjukkan betapa krusialnya sistem desil dalam mendukung berbagai kebijakan kesejahteraan sosial dan pendidikan di Indonesia.

Panduan Lengkap Mengecek Kategori Desil Bansos

Masyarakat memiliki beberapa opsi untuk mengecek kategori desil serta status penerimaan bansos mereka. Pengecekan ini penting untuk memastikan bahwa data yang tercatat akurat dan sesuai dengan kondisi terkini keluarga.

Berikut adalah cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengecek kategori desil bansos:

  1. Melalui Situs Resmi Cek Bansos Kemensos (Online): Kunjungi situs cekbansos.kemensos.go.id. Isi informasi domisili (Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa/Kelurahan) dan nama lengkap sesuai KTP. Masukkan kode verifikasi (Captcha) dan klik "Cari Data". Jika NIK tercatat, sistem akan menampilkan data bantuan sosial yang diterima, termasuk progres pencairan dan klasifikasi desil.
  2. Melalui Aplikasi "Cek Bansos" (Online): Unduh aplikasi "Cek Bansos" dari Google Play Store atau App Store. Buat akun baru atau login dengan NIK, nomor KK, foto KTP, dan swafoto. Setelah akun aktif, masuk ke menu "Profil" untuk melihat kategori desil atau gunakan menu "Cek Bansos" dengan melengkapi data wilayah.
  3. Melalui Kantor Desa/Kelurahan atau Dinas Sosial (Offline): Kunjungi kantor desa/kelurahan atau dinas sosial setempat dengan membawa KTP dan Kartu Keluarga (KK) asli. Sampaikan permintaan untuk mengecek peringkat desil kepada operator desa atau petugas SIKS-NG. Petugas akan memeriksa data melalui sistem yang terhubung dengan database DTSEN. Pengecekan desil secara spesifik (angka 1-10) umumnya hanya bisa diakses oleh Operator SIKS-NG.
  4. Melalui Layanan Call Center Resmi: Hubungi nomor resmi call center Kemensos atau BPS. Sampaikan NIK KTP dan data keluarga Anda. Petugas akan memberikan informasi mengenai desil, jenis bansos, dan jadwal pencairan.

Sangat penting bagi masyarakat untuk selalu memperbarui data kependudukan di Dukcapil jika ada perubahan kondisi keluarga. Selain itu, aktif mengikuti kegiatan pemutakhiran data yang dilakukan pemerintah daerah dan melapor ke kelurahan/desa jika kondisi ekonomi keluarga berubah akan membantu menjaga akurasi data desil.

Pertanyaan Umum Seputar Topik

1. Apa itu Desil Bansos?

Desil Bansos adalah sistem pengelompokan masyarakat menjadi 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi, dari sangat miskin hingga mampu, yang digunakan pemerintah sebagai acuan prioritas penerima bantuan sosial dan perlindungan sosial.

2. Apa tujuan utama penggunaan sistem desil dalam penyaluran bansos?

Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bantuan tepat sasaran kepada kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan, meminimalkan kesalahan penyaluran (inclusion dan exclusion error), serta menjadi dasar bagi berbagai program perlindungan sosial.

3. Bagaimana cara mengecek kategori desil bansos saya?

Anda dapat mengeceknya melalui situs resmi Cek Bansos Kemensos (cekbansos.kemensos.go.id), aplikasi "Cek Bansos", mendatangi kantor desa/kelurahan atau Dinas Sosial setempat, atau menghubungi layanan call center resmi Kemensos atau BPS.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |