Opportunity adalah Peluang atau Kesempatan, Pahami Pengertian dan Contohnya

5 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta Istilah opportunity kerap muncul dalam dunia bisnis, ekonomi, hingga pengembangan diri. Secara sederhana, opportunity adalah peluang atau kesempatan yang datang dari sebuah situasi tertentu.

Peluang ini bisa lahir dari perubahan pasar, teknologi, kebijakan, maupun kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi. Kemampuan menangkapnya sering kali menjadi pembeda antara mereka yang maju dan yang tertinggal.

Dalam kajian strategi, opportunity adalah salah satu dari empat elemen analisis SWOT yang wajib dipahami pelaku usaha. Memahaminya membantu seseorang mengambil keputusan yang lebih tepat dan terarah.

Menurut Entrepreneur, peluang bisnis muncul ketika seseorang mampu mengidentifikasi kebutuhan atau celah di pasar yang dapat dikembangkan menjadi produk atau layanan bernilai. Di Amerika Serikat, penawaran yang dikategorikan sebagai business opportunity juga diatur oleh Federal Trade Commission melalui Business Opportunity Rule untuk melindungi calon pembeli dari praktik penipuan dalam penjualan peluang usaha.

Opportunity adalah: Memahami Arti dan Konsepnya

Secara bahasa, opportunity adalah kata dalam bahasa Inggris yang berarti peluang atau kesempatan. Kata ini paling sering dipakai dalam konteks usaha, ekonomi, dan manajemen. Dalam kerangka strategi bisnis, opportunity adalah satu dari empat komponen SWOT, yaitu Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman). Ia mewakili faktor positif dari lingkungan luar yang dapat dimanfaatkan sebuah organisasi untuk berkembang.

Dalam dunia usaha, peluang muncul ketika ada kebutuhan atau keinginan pasar yang belum terpenuhi, sering kali akibat kelangkaan sebuah produk. Menariknya, sebuah peluang bisnis sebenarnya tidak berdiri sendiri di luar sana. Peluang baru benar-benar bernilai jika ada individu atau organisasi yang memiliki kemampuan, sumber daya, serta pengetahuan awal untuk mengenali dan memanfaatkannya. Artinya, dua orang bisa melihat situasi yang sama, tetapi hanya satu yang menyadari adanya peluang di dalamnya.

Dalam kewirausahaan dikenal dua alasan orang memulai usaha. Ada wirausahawan opportunity, yaitu individu yang memutuskan berwirausaha karena minat pribadi dan kemampuannya membaca peluang bisnis. Sebaliknya, wirausahawan necessity memilih berwirausaha karena kondisi terdesak. Kemampuan membaca peluang inilah yang menjadi salah satu ciri-ciri seorang wirausahawan yang sukses.

Perlu dibedakan pula antara opportunity dan chance. Chance lebih dekat pada keberuntungan atau kebetulan, sedangkan opportunity umumnya menuntut kesiapan, analisis, dan kepekaan melihat potensi. Karena itu, opportunity adalah kunci untuk berkembang, baik dalam skala pribadi maupun perusahaan. Dengan mengenalinya lebih awal, seseorang bisa menyusun langkah menangkap berbagai contoh peluang usaha yang menjanjikan sebelum kompetitor melakukannya.

Pengertian Opportunity Menurut Para Ahli

Untuk memahami konsep ini lebih dalam, ada baiknya menengok bagaimana para ahli mendefinisikan opportunity. Definisi mereka menegaskan bahwa peluang selalu berkaitan dengan perubahan, kreativitas, dan keberanian bertindak. Berikut sejumlah pandangan tokoh yang relevan.

  1. Peter Drucker - Bapak manajemen modern ini memandang peluang sebagai inti dari inovasi dan kewirausahaan. Dalam bukunya Innovation and Entrepreneurship, ia menuliskan, "Wirausahawan selalu mencari perubahan, menanggapinya, dan memanfaatkannya sebagai sebuah peluang."
  2. Howard Stevenson - Guru besar Harvard ini menekankan bahwa peluang lebih utama daripada sumber daya yang dimiliki. Howard Stevenson, dikutip dari Slideshare, menyatakan, "Kewirausahaan adalah upaya mengejar peluang tanpa dibatasi oleh sumber daya yang saat ini dikuasai."
  3. Shane dan Venkataraman - Keduanya menempatkan peluang sebagai jantung studi kewirausahaan dan menggambarkannya sebagai situasi ketika barang, jasa, atau metode baru dapat diperkenalkan lalu dijual di atas biaya produksinya. Shane dan Venkataraman, sebagaimana dimuat dalam European Journal of Business and Management Research, menjelaskan, "Kewirausahaan melibatkan pertautan dua fenomena: hadirnya peluang yang menguntungkan dan hadirnya individu yang berjiwa usaha."
  4. Thomas W. Zimmerer - Menurut Thomas W. Zimmerer, kewirausahaan merupakan penerapan kreativitas dan inovasi untuk memecahkan masalah serta memanfaatkan peluang yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, peluang dapat dikenali melalui kemampuan seseorang melihat masalah sebagai kesempatan untuk menciptakan nilai.
  5. Robbins dan Coulter - Kewirausahaan adalah proses ketika individu atau kelompok menggunakan usaha yang terorganisasi untuk mengejar peluang dan menciptakan nilai melalui inovasi. Fokus mereka lebih pada proses kewirausahaan daripada memberikan definisi khusus mengenai opportunity.
  6. Joseph Schumpeter - Bagi Schumpeter, wirausahawan adalah inovator yang mengeksploitasi perubahan melalui proses creative destruction, sehingga peluang lahir dari keberanian melakukan sesuatu yang baru.

Jenis Opportunity: Ditemukan atau Diciptakan

Dalam literatur kewirausahaan, ada perdebatan menarik tentang asal-usul sebuah peluang. Sebagian ahli meyakini peluang bersifat objektif dan sudah ada di luar sana, sementara sebagian lain menilai peluang justru diciptakan oleh pelaku usaha. Dua sudut pandang ini melahirkan konsep discovery dan creation.

Pada pandangan discovery, peluang dianggap muncul akibat perubahan eksternal, seperti pergeseran teknologi, selera pasar, atau regulasi. Peluang seolah menunggu untuk ditemukan oleh wirausahawan yang jeli dan waspada. Ekonom seperti Israel Kirzner serta Shane dan Venkataraman menjadi pendukung utama cara pandang ini.

Sebaliknya, pandangan creation yang diusung Alvarez dan Barney menilai peluang tidak selalu ada sebelumnya. Peluang justru terbentuk melalui tindakan, imajinasi, dan keputusan wirausahawan itu sendiri. Dengan kata lain, peluang kadang ditemukan, kadang pula sengaja dibangun dari nol.

Peneliti lain, seperti Dimov, menambahkan bahwa mengenali peluang merupakan sebuah proses belajar yang berkembang seiring pengalaman. Peluang pun tidak harus berupa terobosan besar; ia bisa berupa ide lama dengan pendekatan baru atau kombinasi gagasan yang sudah ada. Pemahaman ini penting agar kita tidak sekadar menunggu ilham besar, melainkan aktif mengasah kepekaan terhadap setiap ide peluang bisnis di sekitar.

Ciri-Ciri dan Sumber Munculnya Opportunity

Tidak semua situasi bisa disebut peluang. Ada ciri tertentu yang menandai bahwa sebuah keadaan layak dikategorikan sebagai opportunity. Berikut ciri-cirinya.

  1. Bersifat eksternal. Peluang berasal dari faktor luar yang tidak sepenuhnya bisa dikendalikan pelaku usaha, berbeda dengan kekuatan (strength) yang sifatnya internal.
  2. Berdampak positif. Jika dimanfaatkan dengan tepat, peluang membawa dampak baik seperti kenaikan penjualan, penghematan biaya, atau peningkatan reputasi.
  3. Berbasis tren. Peluang kerap lahir dari tren pasar, perkembangan teknologi, atau perubahan regulasi.
  4. Tepat waktu. Peluang yang baik biasanya hadir pada momen yang pas dan memiliki jangka waktu tertentu untuk ditangkap.
  5. Menciptakan nilai. Peluang sejati selalu bertumpu pada produk atau jasa yang menambah nilai bagi konsumen, bukan sekadar ide kosong.

Lalu, dari mana peluang biasanya berasal? Peter Drucker dalam gagasannya tentang inovasi sistematis menyebut ada tujuh sumber peluang inovatif, mulai dari kejadian tak terduga, ketimpangan, kebutuhan proses, perubahan industri dan pasar, perubahan demografi, perubahan persepsi, hingga munculnya pengetahuan baru. Mengutip Harvard Business School, secara praktis ada tiga cara utama mengenali peluang, yaitu mengamati tren, memecahkan sebuah masalah, dan menemukan celah di pasar. Pendekatan lain yang populer adalah teori jobs to be done dari Clayton Christensen, yang menyebut bahwa konsumen sejatinya menyewa sebuah produk untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu dalam hidup mereka.

Kepekaan semacam ini erat kaitannya dengan ciri-ciri wirausaha yang mampu melihat peluang di segala kondisi, sekaligus keberanian yang menjadi bagian dari pengertian wirausaha menurut para ahli.

Opportunity dalam Analisis SWOT dan Opportunity Cost

Dalam praktik strategi, opportunity paling dikenal sebagai unsur O pada analisis SWOT. Bersama ancaman (threat), peluang termasuk faktor eksternal, sedangkan kekuatan dan weakness atau kelemahan merupakan faktor internal. Analisis ini pertama kali dikembangkan Albert Humphrey di Stanford Research Institute pada era 1960-an. Dengan memetakan peluang secara jujur, perusahaan bisa merumuskan langkah untuk memaksimalkan kekuatan sekaligus meredam ancaman. Anda dapat mendalami penerapannya melalui pembahasan yang dimaksud dengan analisis SWOT, SWOT sebagai perencanaan strategis, contoh analisis SWOT pada usaha nyata, hingga pemetaan faktor eksternal dan internal.

Selain berarti peluang, istilah opportunity juga melekat pada konsep opportunity cost atau biaya peluang. Keduanya berbeda: opportunity berarti kesempatan yang bisa diraih, sedangkan opportunity cost adalah nilai dari pilihan terbaik yang harus dikorbankan ketika kita memilih satu opsi. Konsep ini muncul karena sumber daya - uang, waktu, maupun tenaga - selalu terbatas.

Sebagaimana dilaporkan SmartAsset, istilah ini pertama kali dicetuskan ekonom asal Austria, Friedrich von Wieser, pada akhir abad ke-19. Secara umum, biaya peluang dihitung dengan membandingkan hasil dari pilihan yang tidak diambil dengan hasil dari pilihan yang dipilih.

Contohnya, ketika seseorang memiliki dana terbatas lalu memilih membeli ponsel baru alih-alih mengikuti kursus, biaya peluangnya adalah manfaat kursus yang tidak jadi ia ambil. Dalam bisnis, memahami biaya peluang membantu pemilik usaha memilih prioritas yang paling menguntungkan. Untuk gambaran lebih teknis, Anda bisa menyimak pembahasan opportunity cost dan cara menghitungnya maupun ciri biaya peluang secara lengkap. Prinsip ini diringkas dengan indah oleh ekonom N. Gregory Mankiw dalam buku Principles of Economics. Ia menuliskan,

"Biaya dari sesuatu adalah apa yang kamu korbankan untuk mendapatkannya."

Pada akhirnya, kepekaan terhadap opportunity mendorong kita mengeksplorasi berbagai bentuk peluang usaha nyata. Peluang bisa berupa peluang bisnis yang menguntungkan bagi pemula, peluang usaha rumahan beromzet harian, hingga usaha minim risiko saat daya beli melemah. Bahkan dengan modal terbatas, banyak ide bisnis yang cepat balik modal dapat dijalankan asalkan pelakunya jeli membaca situasi.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Opportunity

Apa arti opportunity dalam bahasa Indonesia?

Opportunity adalah kata bahasa Inggris yang berarti peluang atau kesempatan. Istilah ini banyak dipakai di bidang bisnis dan ekonomi untuk menyebut situasi menguntungkan yang bisa dimanfaatkan seseorang atau perusahaan untuk berkembang.

Apa saja contoh opportunity dalam analisis SWOT?

Contoh opportunity dalam SWOT antara lain meningkatnya tren gaya hidup sehat, perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, bertambahnya pengguna internet, kebijakan pemerintah yang mendukung UMKM, hingga lemahnya persaingan di segmen pasar tertentu. Semuanya merupakan faktor eksternal yang berpotensi mendorong pertumbuhan usaha.

Apa perbedaan opportunity dan opportunity cost?

Opportunity adalah peluang atau kesempatan yang bisa diraih, sedangkan opportunity cost adalah biaya peluang, yakni nilai dari pilihan terbaik yang dikorbankan ketika seseorang memilih satu opsi di antara beberapa alternatif. Singkatnya, opportunity berbicara tentang kesempatan, sementara opportunity cost berbicara tentang apa yang hilang akibat sebuah keputusan.

Dengan memahami bahwa opportunity adalah peluang bernilai yang menuntut kepekaan sekaligus kesiapan, siapa pun dapat mengambil keputusan yang lebih matang. Baik dalam merancang strategi SWOT, menghitung biaya peluang, maupun memulai usaha, kuncinya sama: kenali peluang lebih awal, lalu bertindak sebelum kesempatan itu berlalu.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |