Liputan6.com, Jakarta - Indonesia kembali menjadi sorotan dunia karena peringatan terbaru dari BMKG terkait potensi gempa megathrust yang bisa mengguncang wilayah selatan Jawa dan barat Sumatra. Peringatan ini bukan tanpa alasan — berdasarkan kajian geologi dan sejarah, sejumlah segmen subduksi di bawah perairan Indonesia telah lama tidak aktif dan menyimpan energi tektonik dalam jumlah besar. Fenomena ini disebut seismic gap, dan para ahli menilai potensi pelepasan energinya dapat menimbulkan gempa berkekuatan besar hingga lebih dari magnitudo 9 disertai tsunami dahsyat.
Namun, peringatan ini bukan ramalan bencana yang pasti terjadi dalam waktu dekat. BMKG menegaskan bahwa tidak ada teknologi di dunia yang mampu memprediksi waktu, lokasi, dan kekuatan gempa secara tepat. Pesan utama dari peringatan ini adalah mendorong masyarakat untuk memahami risiko, mempersiapkan diri, dan meningkatkan kesiapsiagaan. Sebab, di negara dengan aktivitas tektonik seintens Indonesia, gempa bukan lagi pertanyaan “jika terjadi”, melainkan “kapan dan seberapa siap kita menghadapinya.”
Apa Itu Gempa Megathrust?
Gempa megathrust adalah jenis gempa bumi paling kuat di dunia, terjadi di zona subduksi — daerah di mana dua lempeng tektonik bertemu dan saling menekan. Di Indonesia, hal ini terjadi karena pertemuan Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia. Tekanan yang terus menumpuk selama ratusan tahun akan dilepaskan secara tiba-tiba dalam bentuk gempa besar dengan energi luar biasa. Itulah sebabnya gempa megathrust sering kali disertai tsunami besar.
Proses terjadinya gempa megathrust tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, karena sebagian besar aktivitasnya terjadi di dasar laut. Namun, dampaknya bisa menjalar ke daratan dan memicu gelombang laut yang sangat besar. Fenomena ini pernah tercatat dalam sejarah modern — seperti gempa dan tsunami Aceh 2004 (M9,1), Jepang 2011 (M9,0), dan Chile 2010 (M8,8) — semuanya berawal dari aktivitas megathrust di zona subduksi.
Istilah megathrust sendiri menggambarkan dorongan raksasa antara dua lempeng yang saling mengunci. Saat gaya gesek tak lagi mampu menahan tekanan, terjadi patahan besar yang melepaskan energi setara ribuan bom atom. Dalam hitungan detik, guncangan kuat ini bisa menjalar ratusan kilometer dan menimbulkan tsunami dengan kecepatan mencapai 800 km/jam menuju daratan.
Karena itulah, BMKG menekankan pentingnya pemahaman publik terhadap gempa megathrust. Memahami bahwa fenomena ini bersifat alami — dan tidak bisa dicegah — membantu masyarakat beralih dari rasa takut menjadi kesiapan. Dengan mitigasi yang baik, korban dan kerugian dapat diminimalkan meski bencana besar terjadi.
14 Zona Megathrust di Indonesia
Berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024, terdapat 14 zona megathrust aktif di wilayah nusantara:
- Aceh–Andaman — dengan potensi magnitudo 9,2
- Nias–Simelue — potensi 8,7
- Batu — potensi 7,8
- Mentawai–Siberut — potensi 8,9
- Mentawai–Pagai — potensi 8,9
- Enggano — potensi 8,9
- Jawa (umum) — potensi 9,1
- Jawa Barat — potensi 8,9
- Jawa Timur — potensi 8,9
- Sumba — potensi 8,9
- Sulawesi Utara — potensi 8,5
- Palung Cotabato — potensi 8,3
- Filipina Selatan — potensi 8,2
- Filipina Tengah — potensi 8,1
Peta ini menunjukkan bahwa Indonesia dikelilingi oleh cincin api (Ring of Fire) yang menjadikannya salah satu wilayah paling rawan gempa di dunia. Zona-zona ini menjadi fokus penelitian BMKG dan para ahli geologi dalam upaya memperbarui peta risiko dan sistem peringatan dini nasional.
Kenapa BMKG Sering Mengingatkan Megathrust?
Peringatan BMKG bukan bentuk kepanikan, melainkan hasil kajian ilmiah yang mendalam. Lembaga ini mencatat bahwa beberapa segmen megathrust, terutama di selatan Jawa dan barat Sumatra, sudah lama tidak mengalami gempa besar. Kondisi ini dikenal sebagai seismic gap — wilayah “diam” yang berpotensi menyimpan energi besar dan bisa melepaskannya kapan saja.
BMKG juga menyoroti bahwa wilayah pesisir seperti Jawa, Bali, dan Sumatra bagian barat merupakan daerah padat penduduk dengan aktivitas ekonomi tinggi. Jika terjadi gempa besar dan tsunami, dampaknya tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menghantam infrastruktur vital dan ekonomi nasional.
Oleh karena itu, BMKG menegaskan kembali pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah. Edukasi publik, jalur evakuasi, serta sistem peringatan dini harus menjadi prioritas utama agar risiko megathrust bisa diminimalkan sebelum bencana benar-benar terjadi.
Seberapa Besar Dampak yang Bisa Terjadi?
Gempa megathrust dapat menimbulkan guncangan berkekuatan sangat besar dengan radius dampak ratusan kilometer. Jika terjadi di laut, pergeseran dasar laut secara mendadak akan mendorong kolom air dan menciptakan tsunami dengan tinggi gelombang yang bisa mencapai puluhan meter. Dalam simulasi BMKG, potensi tsunami di beberapa wilayah — seperti segmen Sumba — bahkan bisa mencapai 68 meter di titik tertentu.
Selain tsunami, efek guncangan darat dari gempa megathrust bisa menghancurkan bangunan, jembatan, dan infrastruktur vital. Wilayah dengan tanah lembek berpotensi mengalami likuifaksi, di mana tanah kehilangan daya dukung dan menyebabkan bangunan amblas. Guncangan panjang juga bisa memicu longsor di daerah perbukitan.
Dampak sosial dan ekonomi pun sangat besar. Ribuan orang bisa kehilangan tempat tinggal, jaringan listrik dan komunikasi bisa lumpuh, serta aktivitas ekonomi terganggu selama berbulan-bulan. Bagi daerah pesisir yang padat, kesiapan dan mitigasi akan menjadi faktor penentu antara keselamatan dan bencana besar.
Kunci Menghadapi Megathrust
BMKG telah merumuskan 5 langkah kesiapsiagaan yang harus diterapkan oleh masyarakat di wilayah rawan gempa:
- Kenali potensi gempa di sekitar tempat tinggal. Pelajari apakah wilayahmu dekat dengan zona subduksi atau pesisir berisiko tsunami.
- Pelajari langkah evakuasi. Ketahui jalur evakuasi dan titik kumpul aman yang ditetapkan oleh pemerintah daerah.
- Bangun rumah tahan gempa. Gunakan material dan struktur bangunan yang sesuai standar ketahanan terhadap getaran kuat.
- Siapkan tas siaga bencana. Isi dengan dokumen penting, obat-obatan, makanan darurat, dan senter.
- Ikuti informasi resmi BMKG. Jangan mudah percaya pada kabar di media sosial; pantau kanal resmi seperti aplikasi InfoBMKG atau situs BMKG.go.id.
Langkah-langkah sederhana ini terbukti efektif menyelamatkan banyak nyawa di negara rawan gempa seperti Jepang. Dengan kedisiplinan dan edukasi publik yang berkelanjutan, Indonesia bisa mengubah ancaman megathrust menjadi peluang memperkuat budaya siaga bencana.
Pertanyaan dan Jawaban
1. Apa itu gempa megathrust?
Gempa megathrust adalah gempa sangat besar yang terjadi di zona subduksi antara dua lempeng tektonik.
2. Apakah gempa megathrust bisa diprediksi?
Tidak bisa. BMKG menegaskan belum ada teknologi yang mampu memprediksi waktu dan kekuatan gempa secara pasti.
3. Wilayah mana yang paling berisiko?
Selatan Jawa, Sumatra bagian barat, dan Mentawai–Siberut termasuk zona paling rawan.
4. Apakah gempa megathrust pasti disertai tsunami?
Sebagian besar iya, karena pergeseran dasar laut yang besar dapat memicu gelombang tinggi.
5. Apa yang harus dilakukan jika gempa megathrust terjadi?
Segera evakuasi ke tempat tinggi, bawa tas siaga, dan ikuti arahan dari BPBD serta BMKG.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472937/original/003278600_1768380450-ide_jualan_es_krim_cup.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4690036/original/087373000_1702884817-ilustrasi_daun_singkong.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472830/original/080559100_1768377490-id-11134207-7rbk5-m8vejlqccbby61.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472763/original/018602100_1768375222-hl2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473113/original/069253100_1768387288-membersihkan_pot_tanah_liat_dari_lumut_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473118/original/012188600_1768387447-Wadah_Makanan_Plastik_Menguning.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472707/original/087851400_1768373819-kolam_terpal__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473009/original/005465300_1768382966-Es_Semangka.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472934/original/067086800_1768380252-007581700_1752218006-Depositphotos_184076658_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3354239/original/044328800_1611127016-20210120-Program-PEN-Sektor-Ketenagalistrikan-Herman-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472992/original/024384000_1768382216-rak_pengering_piring_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472921/original/054480200_1768380154-unnamed-32.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472644/original/044603200_1768372461-Ide_Kandang_Puyuh_Mini__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472865/original/001071800_1768378726-Screenshot_2026-01-14_151538.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472624/original/062420900_1768371867-hll.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4660564/original/081485600_1700737006-isra_miraj.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472605/original/071569500_1768371686-Ide_Jualan_Refill.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472591/original/077665200_1768370621-Menu_catering_sehat__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472564/original/090060900_1768369892-Ide_Sudut_Kompos_Mini_di_Rumah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472562/original/014790900_1768369623-hl.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354601/original/013523100_1758259145-ChatGPT_Image_Sep_19__2025__12_08_54_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354530/original/059277200_1758256607-Gemini_Generated_Image_5vkn9p5vkn9p5vkn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354654/original/036226500_1758261026-Gemini_Generated_Image_9notrf9notrf9not.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360305/original/022331900_1758704064-DGDFE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)