Liputan6.com, Jakarta - Paskah merupakan perayaan terpenting dalam kalender liturgi Kristen yang dirayakan setiap tahun di seluruh dunia. Momen ini secara khusus memperingati kebangkitan Yesus Kristus dari kematian, tiga hari setelah penyaliban-Nya. Perayaan ini adalah puncak dari Pekan Suci, sebuah periode yang mencakup Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci, yang merupakan momen sakral bagi umat Kristen.
Perayaan Paskah juga menjadi refleksi dan pertobatan yang dimulai sejak masa Prapaskah, periode 40 hari yang diisi dengan puasa, doa, dan penyesalan. Ini adalah waktu bagi umat Kristiani untuk mempersiapkan diri secara rohani menyambut kemenangan Kristus atas maut, menegaskan kembali komitmen iman, dan merayakan janji keselamatan.
Bagi umat Kristiani, Paskah bukan sekadar perayaan historis, melainkan inti dari iman yang melambangkan kemenangan atas dosa dan kematian. Peristiwa kebangkitan Yesus ini memberikan pengharapan akan kehidupan kekal dan pembaruan spiritual bagi setiap orang percaya. Oleh karena itu, memahami arti Paskah secara mendalam dapat memperkaya pengalaman spiritual dan menghargai kekayaan tradisi di baliknya. Berikut penjelasan lengkapnya mengenai arti Paskah yang menarik diketahui, dirangkum Liputan6.com pada Sabtu (4/4/2026).
Definisi dan Asal-usul Paskah
Paskah adalah hari raya Kristen yang merayakan kebangkitan Yesus Kristus dari kematian, yang terjadi pada hari ketiga setelah penyaliban-Nya. Perayaan ini menandai puncak dari Pekan Suci, yang mencakup Kamis Putih (perjamuan terakhir Yesus dengan murid-murid-Nya) dan Jumat Agung (penyaliban Yesus). Kebangkitan Yesus merupakan peristiwa paling sakral dalam hidup-Nya, seperti yang tercatat dalam keempat Injil di Perjanjian Baru.
Asal kata "Paskah" dalam bahasa Inggris ("Easter") diyakini berasal dari nama dewi Anglo-Saxon Eostre, yang dikaitkan dengan musim semi dan kesuburan. Namun, dalam bahasa lain seperti Prancis "Pâques" atau Italia "Pasqua", sebutan Paskah berasal dari kata Latin dan Yunani "Pascha". Kata "Pascha" merujuk pada perayaan Paskah Yahudi (Pesakh).
Paskah Kristen memiliki akar yang kuat dalam Paskah Yahudi (Pesakh), yang memperingati pembebasan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir. Yesus disalibkan pada waktu Paskah Yahudi, dan kebangkitan-Nya memberikan makna baru pada perayaan tersebut. Secara etimologis, kata "Paskah" berasal dari bahasa Ibrani pesach yang berarti "melewati" atau "melewatkan" (passover), merujuk pada peristiwa ketika Allah melewati rumah-rumah bangsa Israel yang ditandai darah anak domba saat tulah di Mesir.
Makna Spiritual Paskah bagi Umat Kristiani
Bagi umat Kristiani, kebangkitan Yesus Kristus yang dirayakan pada Paskah adalah bukti kemenangan-Nya atas dosa dan kematian. Peristiwa ini memberikan harapan yang tak tergoyahkan akan kehidupan kekal bagi mereka yang percaya. Paskah menegaskan bahwa kematian bukanlah akhir, melainkan jembatan menuju kehidupan baru bersama Allah.
Paskah juga melambangkan awal yang baru dan harapan yang tak terbatas. Kebangkitan Yesus menunjukkan bahwa bahkan setelah penderitaan dan kematian, selalu ada kehidupan baru dan pembaruan. Ini adalah seruan bagi umat Kristiani untuk meninggalkan kehidupan lama yang dikuasai dosa dan menjalani kehidupan yang diubahkan sesuai ajaran Kristus.
Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Yesus menebus dosa umat manusia, membuka jalan bagi keselamatan dan rekonsiliasi dengan Tuhan. Paskah adalah penggenapan janji Allah tentang penebusan, menunjukkan kasih-Nya yang tak terbatas kepada dunia. Ini adalah landasan iman yang menguatkan persekutuan umat beriman.
Kebangkitan Yesus juga memberikan janji kepada umat percaya bahwa mereka juga akan dibangkitkan pada akhir zaman, menuju kehidupan kekal bersama-Nya. Janji ini menjadi sumber penghiburan dan kekuatan, menegaskan bahwa penderitaan di dunia ini bersifat sementara dan ada kemuliaan abadi yang menanti. Menurut Kemenag Provinsi Sulawesi Tengah, Paskah bukan hanya soal perayaan liturgi, tetapi juga proses refleksi dan pertobatan yang dimulai sejak masa Prapaskah.
Penentuan Tanggal dan Tradisi Paskah di Indonesia
Tanggal Paskah bervariasi setiap tahun karena ditentukan berdasarkan kalender lunisolar. Paskah jatuh pada hari Minggu pertama setelah bulan purnama pertama yang terjadi pada atau setelah ekuinoks musim semi (sekitar 21 Maret). Penetapan ini mengacu pada kalender liturgi gereja dan telah menjadi standar di banyak gereja Barat.
Gereja-gereja Ortodoks Timur sering merayakan Paskah pada tanggal yang berbeda dari Gereja-gereja Barat karena mereka menggunakan kalender Julian untuk perhitungan, di mana ekuinoks musim semi dianggap jatuh pada 21 Maret Julian, yang setara dengan 3 April dalam kalender Gregorian. Perbedaan ini menyebabkan tanggal perayaan Paskah Gereja Timur seringkali tidak sama dengan Gereja Barat.
Di Indonesia, perayaan Paskah diwarnai dengan beragam tradisi unik yang memadukan iman Kristiani dengan kearifan lokal. Beberapa tradisi khas meliputi Semana Santa di Larantuka, Flores Timur, NTT, yang merupakan prosesi keagamaan warisan Portugis. Ada pula ziarah makam Buha-Buha Ijuk di Sumatera Utara, Jalan Salib di Wonogiri, serta prosesi di Bukit Doa Getsemani Tana Toraja.
Tradisi lain yang menarik adalah Kure di Noemuti, NTT, di mana umat melakukan ziarah dari rumah ke rumah untuk berdoa dan merenungkan penderitaan Yesus. Di Kalimantan Tengah, terdapat tradisi Momento Mori yang dijalankan dengan berkumpul di makam keluarga pada Sabtu Suci. Kekayaan tradisi ini menunjukkan bahwa makna Paskah terus dihayati secara unik oleh umat Kristiani di berbagai budaya, memperkuat iman dan memperkaya warisan budaya bangsa.
Pertanyaan Umum Seputar Topik
1. Apa itu Paskah?
Paskah adalah hari raya terpenting dalam kalender liturgi Kristen yang merayakan kebangkitan Yesus Kristus dari kematian pada hari ketiga setelah penyaliban-Nya. [cite: A1, 1, 3]
2. Mengapa Paskah penting bagi umat Kristiani?
Paskah penting karena melambangkan kemenangan Yesus atas dosa dan kematian, memberikan harapan akan kehidupan kekal, penebusan dosa, dan kesempatan untuk transformasi serta pembaruan rohani bagi umat Kristiani.
3. Bagaimana asal-usul kata "Paskah"?
Kata "Paskah" dalam bahasa Inggris ("Easter") diyakini berasal dari nama dewi Anglo-Saxon Eostre. Namun, perayaan Paskah Kristen memiliki akar kuat dalam Paskah Yahudi (Pesakh), dari bahasa Ibrani pesach yang berarti "melewati" atau "melewatkan".

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546039/original/080034800_1775269787-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546128/original/005318300_1775275389-rumah_sederhana2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544830/original/093052700_1775118602-a576bdd8-b5e0-4aca-ae8d-33238d59bdbb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546018/original/072473700_1775268665-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546060/original/056924500_1775270809-Gemini_Generated_Image_wse1jtwse1jtwse1__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546001/original/052236800_1775264100-pipa_pvc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545990/original/038869200_1775260950-unnamed__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4789531/original/047657400_1711842914-20240331-Malam_Paskah-AFP_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3995094/original/079810900_1649911877-cdoncel-3cHmnTxXSbU-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3098900/original/029012900_1586501984-karolina-bobek-JOQqqe2YYng-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536819/original/073786100_1774343946-Gemini_Generated_Image_72wllb72wllb72wl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476684/original/018236100_1768794238-rumah_modern6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3998190/original/067464900_1650257728-20220414124157-1-ilustrasi-salib-001-andre-kurniawan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545429/original/081094900_1775190418-Gemini_Generated_Image_ia766hia766hia76.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4382101/original/069174600_1680558182-6836285.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545332/original/045931400_1775182460-1fa2ab9d-1298-431e-a800-726df6e54877.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542471/original/025188900_1774944379-7a4826ff-cdb3-4227-b62f-f9476ba64565.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3098896/original/015355900_1586501979-annie-spratt-43o1KVbOWXA-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3417389/original/069540100_1617269156-wim-van-t-einde-_ZPLDNX5lLM-unsplash.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5434426/original/076779000_1764927095-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2752731/original/038080600_1552704493-shutterstock_724191844.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5434259/original/003200500_1764921020-Model_Gamis_Beige___Putih_Minimalis_untuk_Ramadan_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5434562/original/053117900_1764933186-Hero_Helcurt.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464864/original/038532400_1767752280-Membersihkan_Blender.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466190/original/088167400_1767839290-Cara_Ternak_Ikan_Mas_di_Ember_Bekas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5434416/original/001727500_1764927012-model_rumah_minimalis_di_lahan_miring__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460967/original/070159800_1767330511-Rumah_subsidi_Gunakan_Karpet_Berukuran_Besar__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5410367/original/068469000_1762930652-Gemini_Generated_Image_kwy80xkwy80xkwy8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460813/original/018976000_1767321694-Takjil_Ramadhan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5434443/original/082209300_1764927628-unnamed_-_2025-12-05T162601.026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461005/original/069066700_1767332221-model_cincin_emas_batu_opal__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460947/original/089328700_1767328515-Batang_Kecombrang__Wikimedia_Commons_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399579/original/028156300_1761979775-Screenshot__16519_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5434544/original/045133100_1764931566-Hylos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470864/original/039639300_1768266170-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2933931/original/040277800_1570552737-IMG_20191008_230441.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460978/original/052255100_1767330693-desain_halaman_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5434109/original/001089100_1764915183-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460928/original/003883700_1767327681-model_kebun_rumah_dengan_pijakan_batu__12_.jpg)