Kutu Beras Bahaya atau Tidak? Lengkap Penjelasan Dampak dan Cara Mengatasinya

4 days ago 6

Liputan6.com, Jakarta Kehadiran serangga kecil di dalam beras sering membuat orang khawatir. Tidak jarang muncul pertanyaan kutu beras bahaya atau tidak, terutama bagi yang menyimpan beras cukup lama. Kondisi ini biasanya terjadi karena tempat penyimpanan kurang rapat.

Banyak orang ingin tahu kutu beras bahaya atau tidak karena berkaitan dengan kebersihan makanan. Meski ukurannya kecil, keberadaannya tetap dianggap mengganggu dan membuat beras terasa kurang layak digunakan.

Beras adalah bahan pokok, wajar jika pertanyaan kutu beras bahaya atau tidak muncul ketika masalah ini terjadi di rumah. Dengan memahami penyebabnya, masalah tersebut bisa dicegah dan ditangani dengan mudah.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang penjelasan apakah kutu beras bahaya atau tidak, Selasa (25/11/2025).

Kutu Beras Tidak Berbahaya Langsung, Namun Perlu Diwaspadai

Kutu beras (Sitophilus oryzae) adalah sejenis kumbang kecil berwarna cokelat kehitaman, berukuran sekitar 2-3 mm, yang memiliki moncong memanjang untuk melubangi biji-bijian.

Mereka sering muncul di karung beras yang disimpan terlalu lama, terutama di tempat yang lembap dan tertutup rapat. Penyimpanan yang kurang tepat, seperti wadah yang tidak kedap udara, suhu tinggi, dan kelembapan, menjadi kondisi ideal bagi kutu beras untuk berkembang biak.

Telur kutu beras sangat kecil dan sulit dikenali, bahkan seringkali sudah tercampur dengan butiran beras saat pembelian. Ini menjelaskan mengapa kutu bisa tiba-tiba muncul meskipun beras baru dibeli. 

Pertanyaan mengenai kutu beras bahaya atau tidak memang kerap muncul, terutama bagi yang sering menemukan serangga kecil ini di tempat penyimpanan beras.

Secara umum, kutu beras tidak berbahaya bagi kesehatan manusia. Mereka tidak membawa penyakit, tidak menyengat, dan tidak menggigit, sehingga kontak langsung dengan tubuh tidak menimbulkan ancaman kesehatan yang serius.

Namun, meskipun secara umum aman, tetap ada kemungkinan sebagian orang mengalami reaksi sensitif. Pada individu tertentu, sisa kotoran atau serpihan tubuh kutu beras dapat memicu keluhan ringan seperti mual, muntah, atau rasa gatal. 

Dampak Kutu Beras pada Kualitas dan Nutrisi Pangan

Menurut Rizal dkk., (2019) sebagaimana dikutip dalam kajian di Jurnal Ilmiah Magister Agribisnis, 4(2) 2022: 57-68, kutu Beras (Sitophylus oryzae) merupakan hama utama yang merusak komoditas pertanian pertanian dipenyimpanan seperti gandum, jagung, dan beras. Hama Kutu beras (Sitophilus oryzae) tergolong sebagai hama primer yang mampu menyerang biji utuh.

Serangga dewasa dan larva kutu beras merusak biji-bijian dengan memakan karbohidrat dalam butiran biji sehingga terjadi penurunan susut berat pangan dan konstaminasi produk, mengurangi viabilitas benih, menurunkan nilai pasar, dan mengurangi nilai gizi.

Berikut ini dampak kutu beras pada kualitas beras:

1. Mengurangi Kandungan Nutrisi Beras

Kutu beras mengonsumsi nutrisi yang terdapat dalam butiran beras, sehingga kandungan gizi, serat, dan kualitas beras akan berkurang. Beras yang terserang kutu cenderung memiliki nilai nutrisi yang lebih rendah dibandingkan beras yang bersih dan tersimpan dengan baik.

2. Merusak Rasa, Tekstur, dan Tampilan Nasi

Aktivitas kutu beras menyebabkan butiran beras menjadi rusak. Akibatnya, nasi yang dihasilkan dapat berbau kurang sedap, terasa pahit atau asam, serta tampak kusam dan tidak menarik. Kerusakan ini secara langsung menurunkan kualitas dan cita rasa hidangan.

3. Menandakan Penyimpanan yang Tidak Higienis

Kehadiran kutu beras sering menjadi tanda bahwa beras disimpan dalam kondisi lembap atau tidak tertutup rapat. Lingkungan seperti ini dapat memicu pertumbuhan jamur mikroskopis atau bakteri. Jamur berpotensi menghasilkan toksin berbahaya yang tidak aman jika ikut dikonsumsi. Beras yang terindikasi berjamur biasanya menggumpal, lembek, atau berbau tidak sedap, dan sebaiknya segera dibuang.

Mencegah Kutu Beras di Rumah

Menurut Hendrival & Mayasari (2017) sebagaimana dikutip dalam kajian di Jurnal Agroindustri Halal Volume 8 Nomor 2, Oktober 2022, kerusakan beras yang disebabkan oleh kutu ditandai dengan terbentuknya bubuk beras hasil kutu. Bubuk beras adalah by product yang dihasilkan oleh aktivitas pengeroposan beras oleh kutu, beras yang terserang kutu akan mengalami kerusakan menjadi berlubang dan rapuh. Pembentukan bubuk beras membuat beras menjadi rusak dan tidak dapat dikonsumsi.

Berikut ini cara mencegah kutu beras:

1. Kenali Ciri-Ciri dan Penyebab Kemunculannya

Kutu beras (Sitophilus oryzae) merupakan kumbang kecil berwarna cokelat kehitaman dengan ukuran 2–3 mm dan moncong panjang untuk melubangi biji-bijian. Serangga ini sering muncul pada beras yang disimpan terlalu lama, terutama di area lembap, panas, atau wadah yang tidak kedap udara. Kondisi penyimpanan seperti ini menjadi lingkungan ideal bagi kutu untuk berkembang biak.

2. Telur Kutu Sering Tidak Terlihat Sejak Awal

Telur kutu beras berukuran sangat kecil sehingga sulit dikenali. Tidak jarang telur sudah tercampur dalam beras sejak pembelian, sehingga kutu dapat muncul tiba-tiba meski beras baru dibeli. Karena itu, langkah pencegahan sejak awal sangat penting untuk mencegah populasi kutu berkembang.

3. Simpan Beras dengan Cara yang Tepat

Pencegahan paling efektif adalah memastikan beras tersimpan dalam wadah bersih, kering, dan tertutup rapat. Wadah kedap udara dapat menahan serangga masuk sekaligus menjaga kelembapan tetap rendah. Suhu penyimpanan yang ideal berada di bawah 17°C karena mampu menghambat perkembangan kutu dan jamur. Jika konsumsi beras tidak terlalu besar, lebih baik membeli dalam jumlah kecil untuk menghindari penyimpanan jangka panjang.

Strategi Efektif Mengatasi Kutu Beras yang Terlanjur Muncul

Mengutip buku berjudul Buku Pintar Ibu Rumah Tangga (2013) oleh Nailul HD Rahmalia Agustina, beberapa tips untuk menghilangkan kutu beras yang pertama adalah cukup letakkan beberapa lembar daun jeruk nipis di tempat Anda menyimpan beras. Aroma daun tersebut akan membuat kutu atau hama bubuk enggan mendekati persediaan beras Anda.

Cara yang kedua yaitu ambillah beras dan letakkan di atas nampan atau wadah datar yang cukup lebar. Tutup permukaannya dengan selembar kain putih. Setelah itu, jemurlah di bawah sinar matahari selama sekitar 20 menit. Ketika kain diangkat, kutu-kutu beras akan menempel pada kain tersebut.

Jika masih ada kutu yang terlihat di dalam beras, ulangi proses yang sama hingga semua kutu hilang. Setelah selesai, beras Anda akan kembali bersih dan bebas dari kutu.

Berikut ini penjelasan lain strategi efektif mengatasi kutu beras:

1. Bersihkan Beras dengan Cara Sederhana

Jika kutu beras muncul, tidak perlu panik karena beras masih bisa diselamatkan selama tidak berjamur. Beras dapat dicuci beberapa kali hingga kutu terangkat. Selain itu, menjemur beras di bawah sinar matahari juga efektif karena kutu tidak tahan panas dan akan keluar dari butiran beras.

2. Gunakan Teknik Pembekuan untuk Membunuh Kutu

Menyimpan beras dalam freezer selama beberapa jam hingga beberapa hari adalah metode yang sangat efektif. Suhu dingin ekstrem membunuh kutu dewasa, larva, dan telurnya. Setelah dikeluarkan dari freezer, Anda bisa mengayak atau membersihkan beras untuk menghilangkan sisa kutu yang mati.

3. Manfaatkan Bahan Alami sebagai Pengusir Kutu

Beberapa bahan beraroma kuat seperti daun salam, kayu manis, cabai kering, lada, atau daun jeruk dapat bekerja sebagai pengusir alami. Cukup letakkan di dalam wadah beras untuk mencegah kutu kembali. Namun, metode ini lebih efektif untuk pencegahan atau kasus kutu ringan.

4. Buang Beras Jika Sudah Berjamur atau Berbau Aneh

Jika populasi kutu sudah sangat banyak, atau beras menunjukkan tanda kerusakan seperti bau tidak sedap, tekstur lembek, atau muncul jamur, sebaiknya beras dibuang. Beras yang sudah terkontaminasi jamur berpotensi membawa toksin yang berbahaya bagi kesehatan.

Q & A Seputar Topik

Apakah kutu beras bahaya atau tidak bagi kesehatan manusia?

Secara umum, kutu beras tidak berbahaya bagi manusia. Mereka tidak membawa penyakit, tidak menggigit, dan tidak menimbulkan infeksi. Jika tidak sengaja tertelan, tubuh akan menguraikannya seperti protein biasa.

Apakah aman jika tidak sengaja memakan beras yang mengandung kutu?

Aman dalam sebagian besar kasus. Sistem pencernaan mampu menghancurkan serangga kecil ini. Namun, jika beras sudah berjamur atau berbau aneh karena kondisi penyimpanan yang buruk, maka risikonya berasal dari jamur, bukan dari kutu itu sendiri.

Apakah kutu beras dapat menyebabkan alergi?

Walaupun jarang, beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi ringan seperti mual, muntah, atau gatal jika menelan kutu atau sisa kotorannya. Reaksi ini biasanya hanya terjadi pada individu yang sensitif.

Apakah kutu beras memengaruhi kualitas makanan?

Ya. Kutu beras dapat mengurangi nutrisi dan merusak tekstur beras. Beras menjadi lebih rapuh, terasa kurang enak, bahkan bisa berbau asam jika populasinya banyak. Dampak terbesar kutu ada pada kualitas pangan, bukan kesehatan manusia.

Apakah beras yang sudah terkontaminasi kutu harus dibuang?

Tidak selalu. Jika hanya ada sedikit kutu, beras masih bisa diselamatkan dengan menjemur, mencuci, atau membekukannya. Namun, jika beras sudah berjamur, menggumpal, atau berbau busuk, sebaiknya dibuang karena berpotensi mengandung toksin berbahaya.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |