Kosakata Bahasa Bali, Mengenal Kekayaan Linguistik dari Pulau Dewata

1 week ago 7

Liputan6.com, Jakarta Bahasa Bali menjadi salah satu bahasa daerah yang menarik dipelajari. Kekayaan budaya di Indonesia tak hanya terlihat dari pakaian adat, rumah adat, atau makanan khasnya. Bahasa juga menjadi keunikan dan kekayaan di Nusantara, sekaligus menjadi cerminan kedalaman budaya yang ada di Tanah Air. Salah satu bahasa daerah yang menarik untuk dieksplor adalah Bahasa Bali. Walaupun berakar dari Pulau Dewata, Bahasa Bali telah menjangkau banyak wilayah lain di Nusantara, baik karena perpindahan penduduk secara alami maupun lewat program transmigrasi. Penyebaran dan kelestarian di daerah lain ini menunjukkan bahwa masyarakat Bali terus menjaga identitas mereka sebagai bagian dari keberagaman suku di Indonesia.

Hal yang Istimewa dari Bahasa Bali adalah keragaman internalnya yang cukup kompleks. Bahasa ini terbagi menjadi dua kelompok utama dengan ciri yang berbeda. Dialek Bali Aga dan Bali Dataran tumbuh karena perbedaan lingkungan sosial serta tradisi yang berkembang di tiap wilayah. Keragaman ini menjadikan Bahasa Bali menarik untuk diteliti dari sudut pandang linguistik maupun budaya, sama halnya seperti kekayaan Bahasa Sunda, Bahasa Padang, ataupun Bahasa Bugis yang juga memiliki varian lokal yang unik.

Kosakata Bahasa Bali

Berikut adalah beberapa kosakata dari Bahasa Bali yang biasa digunakan sehari-hari.

1. Tiang — saya

2. Nggih — iya/ya

3. Nenten — tidak

4. Dados — boleh

5. Wastan — nama

6. Ring — di/ke

7. Ajengan — makan

8. Ngiring — ikut/mengikuti

9. Durung — belum

10. Sube — sudah

11. Jemak — ambil

12. Meme / Biang — ibu

13. Bapa / Ajik — ayah

14. Semeton — saudara/keluarga

15. Tityang — saya (variasi)

16. Lakar — akan/mau

17. Ngawi — melihat

18. Rauh — datang

19. Manut — menurut

20. Jagi — mau/akan

21. Sampun — sudah

22. Mepamit — pamit

23. Numbas — membeli

24. Rauh — datang

25. Pekak — kakek

26. Ninik — nenek

27. Kumpi — buyut

28. Nyama — saudara

29. Mesare — tidur

30. Wedangan — minum

31. Mekarya — bekerja

32. Umah — rumah

33. Sampun Kelih — sudah besar/dewasa

34. Punapi Gatra? — apa kabar?

35. Kenken Kabare? — bagaimana kabarnya?

36. Becik-becik Manten — baik-baik saja

37. Sampun Ngajeng? — sudah makan?

38. Rahajeng Semeng — selamat pagi

39. Ngiring Sareng-sareng — mari sama-sama

40. Om Swastyastu — salam pembuka (semoga selamat)

41. Nggih Sampun — iya sudah

42. Ainggih Durusang — iya silakan

43. Rahajeng Wengi — selamat malam

44. Matur Suksma — terima kasih

45. Ten Kenapi — tidak apa-apa

46. Tiang Tresna Ajak Bli — saya cinta sama Bli (kakak laki-laki)

47. Lakar Ngudiang? — mau ngapain?

48. Aji Kuda Niki? — berapa harganya ini?

49. Ring Dija — dari mana?

50. Jaen Sajan / Jaen Pisan — enak banget

51. Napi Ajengan Ne? — apa makanannya?

52. Jagi Metaken — mau nanya

53. Dados Kirang? — boleh kurang?

54. Ten Dados — tidak boleh

55. Mangkin Nggih? — sekarang ya?

56. Jagi Mepamit — mau pamit

57. Sampun Telah — sudah habis

58. Ampura Nggih — maaf ya

59. Sampunang Sebet — jangan sedih

60. Mulih Jani — pulang sekarang

61. Sube Tengai Ne — sudah siang ini

62. Pedalem Sajan — kasihan banget

63. Tyang Lakar Melali — saya akan jalan-jalan

64. Adi Mempedih? — kok ngambek?

65. Dija Ngeranjing? — di mana sekolah?

66. Di Jumah/Puri/Griya — di rumah

67. Seduk Basange — lapar perutku

68. Sampun Waneh — sudah kenyang

69. Melahang Ngejang — betulin/meletakkan

70. Wastan Tityang — nama saya

71. Om Swastyastu — salam pembuka (semoga selamat)

72. Ngiring Sareng-sareng — mari bersama-sama

73. Bedak Pisan — haus sekali

74. Peken Gede — mall atau bazar

75. Toyane Ngrebus — merebus air

76. Numbas Bawi — membeli babi

77. Dumun Manjus — mandi dulu

78. Icenin Tiang Uning — kabari aku, ya

79. Mamargi Kija — pergi ke mana

80. Lunga Ka Bandara — pergi ke bandara

81. Ngawacen Buku — membaca buku

Dua Dialek Bahasa Bali

Dalam perkembangannya, Bahasa Bali terbagi menjadi dua dialek besar, yaitu Bali Aga (atau Bali Mula) dan Bali Dataran. Bali Aga umumnya digunakan oleh masyarakat asli yang hidup di kawasan pegunungan dan dataran tinggi. Komunitas ini terkenal kuat dalam melestarikan adat kuno, sehingga unsur-unsur tradisional yang mereka anut bisa tetap terjaga. Daerah penuturnya meliputi Tenganan dan Seraya di Karangasem; Terunyan dan Kintamani di Bangli; Klumpu di Klungkung; serta beberapa desa di Badung utara, Tabanan, Buleleng, dan Jembrana.

Sementara untuk dialek Bali Dataran banyak digunakan oleh masyarakat masa kini. Dialek ini berkembang di dataran rendah dan memiliki wilayah persebaran yang lebih luas, mulai dari Badung, Gianyar, Karangasem, Bangli, hingga Kota Denpasar. Karena interaksi sosial yang lebih intens, dialek ini lebih homogen, sehingga menjadi bentuk Bahasa Bali yang paling umum dijumpai.

Penyebaran Bahasa Bali di Luar Pulau Bali

Penyebaran Bahasa Bali ke berbagai provinsi di Indonesia tidak lepas dari mobilitas penduduk, baik migrasi tradisional maupun transmigrasi yang difasilitasi pemerintah. Di Nusa Tenggara Barat, masyarakat Bali yang sudah menetap sejak lama tetap menggunakan bahasa nenek moyang mereka dalam kehidupan sehari-hari. Hal serupa juga dijumpai di Jawa Timur, Lampung, dan Sulawesi Tenggara.

Salah satu contoh unik ada di Desa Basarang Jaya, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Di daerah ini, Bahasa Bali dipertahankan oleh para transmigran yang berasal dari Bali. Menurut penelitian dialektometri yang dilansir dari petabahasa.kemdikbud.go.id, bahasa yang digunakan di luar pulau masih termasuk dalam kategori bahasa yang sama, namun tingkat perbedaannya cukup tinggi, mencapai 69% hingga 77%. Angka ini menunjukkan adanya adaptasi alami akibat kontak dengan bahasa daerah setempat, sehingga menghasilkan variasi Bahasa Bali yang khas di perantauan.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Apa itu bahasa Bali?

Bahasa Bali adalah bahasa daerah yang berasal dari Pulau Bali dan digunakan oleh masyarakat Bali, baik di dalam maupun di luar pulau.

2. Berapa dialek utama yang dimiliki bahasa Bali?

Bahasa Bali memiliki dua dialek utama, yaitu dialek Bali Aga (Bali Mula) dan Bali Dataran, yang berbeda dari segi pengucapan dan kosakata.

3. Di mana saja bahasa Bali digunakan selain di Pulau Bali?

Selain di Bali, bahasa Bali digunakan di Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Lampung, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Tengah.

4. Apakah bahasa Bali di luar Bali masih sama dengan di Pulau Bali?

Masih tergolong sama, tetapi terdapat perbedaan dialek dan pengaruh bahasa lokal yang membuat variasinya cukup besar (hingga 77%).

5. Mengapa penting melestarikan bahasa Bali?

Karena bahasa Bali adalah bagian dari identitas budaya dan sejarah masyarakat Bali yang mencerminkan nilai, tradisi, dan warisan leluhur.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |