Liputan6.com, Jakarta Cicak di rak piring menandakan celah kebersihan di dapur yang sering terabaikan. Hewan kecil ini bisa sangat mungkin menyelinap melalui celah-celah yang ada, dan mencari tempat yang hangat, aman dan nyaman untuk berkembang biak dan membuat sarang.
Banyak orang percaya menyimpan piring di rak otomatis yang tampaknya steril, namun masih memantik kehadiran hewan kecil seperti cicak ini di dalamnya. Kondisi ini tentu membuat peralatan makan menjadi tidak steril dan terkontaminasi kuman serta bakteri yang dibawa oleh cicak. Untuk itu, Anda perlu mengetahui alasan hewan tersebut memilih rak piring sebagai tempat persembunyiannya.
Baca sampai akhir untuk tahu risiko kebersihan yang mungkin Anda abaikan, cara cepat menutup celah, teknik pembersihan alat makan, dan panduan jangka panjang agar dapur tetap higienis. Berikut selengkapnya, dirangkum Liputan6, Rabu (19/11).
1. Rak Piring Jadi Target Cicak Karena Sisa Aroma Makanan Masih Menempel
Rak piring ternyata menjadi titik favorit cicak karena tempat ini menyimpan aroma sisa makanan dari alat makan yang baru dicuci namun tidak benar-benar bersih. Banyak orang mengira rak piring adalah area paling steril di dapur, padahal proses pengeringan dan pencucian yang kurang teliti dapat meninggalkan residu mikro yang tercium oleh cicak. Kondisi ini membuat rak piring menjadi area yang dianggap aman sekaligus penuh kesempatan bagi cicak untuk mencari makan. Fenomena ini sering tidak disadari, sehingga keberadaan cicak berjalan beriringan dengan risiko kontaminasi ulang pada alat makan meski sudah tersimpan rapi.
Aroma Makanan yang Menempel Dapat Mengundang Cicak
Sisa bau dari minyak, kuah, atau bumbu pada peralatan makan sering kali tidak hilang sepenuhnya, terutama jika pencucian hanya dilakukan secara cepat. Aroma tak terlihat ini menjadi sinyal bahwa ada sumber makanan yang bisa dimanfaatkan cicak, sehingga mereka tertarik masuk ke celah rak piring. Dalam kondisi lembap, bau tersebut justru semakin mudah terbawa udara, membuat cicak mengidentifikasinya dari jarak tertentu sebelum akhirnya masuk.
1. Minyak Tidak Hilang Sempurna
Lapisan minyak tipis meski tak terlihat memiliki aroma kuat bagi binatang kecil seperti cicak. Minyak yang tidak terangkat tuntas akan memicu cicak mendekat karena dianggap sebagai sumber nutrisi instan.
2. Sisa Kuah Berbau Tajam
Kuah berlemak atau berbumbu pekat meninggalkan aroma yang dapat bertahan walau alat makan terlihat bersih. Bau ini membuat cicak mengira piring masih menyimpan “jejak makanan”.
3. Bumbu yang Mudah Menguap
Aromatik seperti bawang, terasi, dan rempah meninggalkan uap bau yang tidak hilang hanya dengan bilasan cepat. Remahan mikroskopik ini cukup menarik perhatian cicak untuk mendatangi rak piring.
2. Cicak Masuk Karena Ada Celah Kecil yang Tersembunyi di Rak Piring
Struktur rak piring biasanya memiliki banyak celah, rongga, dan sela-sela yang ideal sebagai tempat berlindung cicak. Hewan kecil ini senang bersembunyi di tempat yang sulit dijangkau manusia, dan rak piring memenuhi semua karakteristik tersebut. Posisi rak yang menempel di dinding atau berada di area tinggi membuat cicak merasa aman dari gangguan predator atau aktivitas dapur. Celah-celah kecil tersebut menjadi rute pergerakan cicak untuk mengintai makanan tanpa mudah terlihat.
Celah Sempit yang Dianggap Habitat Mini
Rak piring bagi cicak ibarat hutan kecil dengan struktur yang rumit tetapi aman. Mereka memanfaatkan sela-sela untuk berpindah tempat, menghindari manusia, dan mendekati sumber makanan. Kondisi tersembunyi ini membuat cicak sering bertahan cukup lama hingga pemilik rumah tidak sadar keberadaannya.
1. Ruang Sempit yang Tidak Terjangkau
Cicak memilih lokasi yang sulit dijangkau tangan manusia. Rak piring memiliki struktur besi atau plastik yang memberikan banyak lorong aman tanpa gangguan.
2. Letak Tinggi Mengurangi Ancaman
Rak piring biasanya dipasang di atas meja, membuat cicak lebih mudah bergerak tanpa risiko bertemu hewan lain, terutama kucing atau tikus.
3. Lingkungan Stabil dan Tidak Berisik
Rak piring yang jarang disentuh saat alat makan sudah disimpan membuat cicak merasa area tersebut stabil. Mereka betah karena minim getaran atau suara yang mengusir.
3. Kondisi Rak Piring yang Lembap Mempercepat Kehadiran Serangga Kecil
Kelembapan pada rak piring akibat tetesan air atau udara dapur yang basah menciptakan ekosistem ideal bagi serangga kecil seperti semut atau kutu air. Cicak bukan hanya mencari sisa makanan, tetapi juga berburu serangga yang berkumpul di lokasi tersebut. Lingkungan lembap ini memancing munculnya mikroorganisme serta serangga kecil, sehingga cicak datang secara alami mengikuti rantai makanan.
Lembap Membuat Serangga Berkumpul
Serangga kecil sangat menyukai area yang lembap karena membantu mereka bertahan hidup. Ketika serangga berkumpul, cicak otomatis menyusul karena melihat potensi makanan. Hal ini menjadikan rak piring sebagai zona strategis tempat cicak bisa mendapat dua keuntungan sekaligus: makanan alami dan bau sisa makanan.
1. Air Menetes dari Piring Basah
Tetesan air yang menggenang menciptakan titik lembap yang ideal bagi serangga kecil. Serangga yang datang menjadi daya tarik tambahan bagi cicak.
2. Udara Dapur yang Tidak Kering
Dapur yang kurang ventilasi menyebabkan kelembapan meningkat. Rak piring yang tidak terpapar sinar matahari makin rentan menjadi sarang serangga.
3. Jamur Mikro Mulai Tumbuh
Kelembapan yang tidak terkontrol mendorong pertumbuhan jamur mikro tak terlihat. Bau jamur dapat menarik serangga tertentu, yang kemudian mengundang cicak.
4. Sirkulasi Udara Buruk Membuat Rak Piring Menyimpan Bau Lebih Lama
Rak piring tertutup atau yang diposisikan di sudut rumah sering kali tidak memiliki sirkulasi udara yang baik. Kurangnya pergerakan udara membuat bau sisa makanan, kelembapan bekas cucian, dan aroma jamur sulit hilang. Bau yang menetap ini semakin menarik cicak untuk datang. Tanpa ventilasi, rak piring berubah menjadi area yang mengumpulkan bau-bau halus yang disukai hewan kecil.
Bau Terperangkap di Rak Piring
Ketika udara tidak bergerak, aroma yang menempel pada alat makan akan bertahan lebih lama di sekitar rak. Cicak memiliki kemampuan penciuman sensitif terhadap molekul makanan, sehingga mereka mendeteksi bau tersebut meski manusia tidak lagi merasakannya.
1. Rak Piring Tertutup Memerangkap Bau
Desain rak berpintu menahan uap bau dari peralatan makan. Bau yang terjebak semakin kuat bagi cicak.
2. Rak Menempel Dinding Mengurangi Aliran Udara
Posisi menempel dinding menghambat ventilasi alami. Udara lembap tidak bergerak, sehingga area tetap berbau.
3. Kain Lap Basah di Dekatnya Memperburuk Kondisi
Kain lap yang tidak dikeringkan menambah aroma lembap. Kombinasi ini menciptakan “zona bau” yang cicak sukai.
5. Kotoran Cicak Menumpuk Karena Rak Piring Jarang Dibersihkan
Cicak yang sering datang akan meninggalkan kotoran kecil berwarna hitam-putih di sekitar rak piring. Banyak orang tidak menyadari hal ini karena bentuknya kecil dan sering berada di sela-sela rak. Kotoran ini bukan hanya mengotori area, tetapi juga menambah risiko bakteri menempel kembali ke alat makan. Jika tidak dibersihkan, cicak akan semakin nyaman dan semakin sering datang.
Sisa Kotoran Sebagai Penanda Kehadiran Cicak
Kotoran cicak biasanya mengandung sisa serangga yang mereka makan dan dapat membawa bakteri jika menempel pada alat makan. Penumpukan ini menjadi indikator bahwa rak piring perlu dibersihkan lebih sering untuk menghindari kontaminasi.
1. Kotoran Kecil Sulit Terlihat
Ukuran kotoran cicak sering membuatnya tidak disadari pemilik rumah. Tanpa disadari, kotoran bisa jatuh ke piring.
2. Bakteri Bisa Menempel Kembali
Kotoran cicak membawa bakteri dari mangsa serangga. Ini menjadi risiko jika jatuh pada peralatan makan.
3. Bau Kotoran Menarik Cicak Lain
Bau khas kotoran cicak dapat memancing cicak lain untuk datang karena dianggap tempat aman.
6. Rak Piring Kotor Meningkatkan Risiko Kontaminasi Ulang
Meskipun terlihat bersih, rak piring menyimpan debu, partikel makanan mikro, dan residu yang menempel seiring waktu. Kontaminasi ulang dapat terjadi ketika alat makan yang sudah dicuci bersentuhan dengan permukaan rak yang tidak higienis. Hal ini menimbulkan risiko kesehatan karena bakteri dapat kembali menempel tanpa disadari. Kondisi ini sekaligus memancing cicak karena adanya partikel makanan tak terlihat.
Kontaminasi Ulang yang Tak Disadari
Kontaminasi ulang adalah masalah yang sering terabaikan karena banyak orang hanya fokus pada proses pencucian, bukan penyimpanan. Rak piring perlu dibersihkan teratur agar residu makanan tidak mengundang cicak.
1. Debu Menempel di Alas Rak
Debu dapur bisa mengandung partikel makanan mikro yang menarik cicak. Alat makan yang menempel debu berisiko kontaminasi ulang.
2. Remah dari Sisa Masakan Sekitar Dapur
Remah kecil yang terbang saat memasak mudah jatuh ke rak piring. Cicak menjadikannya sumber makanan.
3. Bau Lama yang Menempel
Rak yang tidak pernah digosok akan menyimpan bau minyak dan bumbu. Bau ini menjadi pemicu cicak datang.
7. Perilaku Cicak yang Terbiasa Dekat dengan Aktivitas Manusia
Cicak merupakan hewan yang sudah lama beradaptasi hidup berdampingan dengan manusia. Mereka mengincar area yang menyediakan makanan, tempat bersembunyi, dan suhu stabil. Rak piring adalah salah satu lokasi strategis dalam ruang dapur karena menawarkan ketiganya. Jika dapur sering dipakai memasak, siklus bau dan sisa makanan semakin memperkuat kebiasaan cicak untuk datang kembali.
Adaptasi Cicak Terhadap Lingkungan Rumah
Cicak tidak lagi takut pada aktivitas manusia karena telah terbiasa berada di dalam rumah sejak lama. Mereka memahami pola dapur, seperti kapan makanan disiapkan, kapan lampu redup, dan kapan rak piring tidak tersentuh.
1. Cicak Paham Pola Dapur
Cicak mengikuti ritme dapur, seperti jam memasak atau kondisi dapur setelah gelap. Pola ini membantu mereka mencari momen aman untuk masuk rak piring.
2. Tidak Takut Manusia
Adaptasi panjang membuat cicak tidak sepenuhnya takut. Mereka memanfaatkan momen sepi untuk mendekat ke alat makan.
3. Paham Lokasi Makanan Kerap Tersisa
Cicak mampu mengingat area yang sering meninggalkan partikel makanan, termasuk rak piring dan meja dapur.
8. Rak Piring yang Tidak Dirawat Menciptakan Lingkungan Ideal bagi Cicak
Jika rak piring tidak dirawat secara berkala, ia berubah menjadi ekosistem lengkap bagi cicak: tempat aman, sumber makanan, bau, dan serangga. Perawatan yang tidak konsisten menjadi penyebab utama cicak terus datang. Banyak pemilik rumah hanya fokus pada mencuci piring tanpa memperhatikan kebersihan tempat penyimpanannya. Hal ini membuat rak piring menjadi sarang mikroorganisme sekaligus magnet bagi cicak.
Perawatan yang Jarang Dilakukan Memicu Masalah Berulang
Merawat rak piring tidak cukup dengan mengelap bagian luar saja. Bagian dalam, sela-sela rak, dan alasnya harus dibersihkan secara menyeluruh agar tidak menyimpan bau atau sisa makanan.
1. Jarang Dibersihkan Total
Rak piring sering dibersihkan hanya bagian luar. Bagian dalam dibiarkan penuh debu dan partikel makanan.
2. Alas Rak Tidak Diganti
Alas plastik atau kain yang dipakai untuk alas rak sering lembap dan berbau. Kondisi ini memancing cicak.
3. Tidak Dicek Secara Berkala
Cara Mencegah Cicak Masuk ke Rak Piring
- Pengecekan jarang dilakukan sehingga cicak bisa tinggal tanpa disadari hingga waktu lama.
- Rutin bersihkan rak piring agar tidak ada sisa makanan dan tidak lembap.
- Tutup celah dinding atau retakan tempat cicak biasa masuk.
- Letakkan rak di area yang terang, bukan di sudut gelap.
- Gunakan penghalang alami seperti kapur barus, kulit telur, atau daun pandan di sekitar rak.
- Jaga dapur bebas serangga kecil yang menjadi makanan cicak.
- Gunakan rak piring model tertutup agar lebih aman dan higienis.
- Semprotkan pengusir cicak alami dari jeruk nipis atau cuka di sekitar area rak.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cicak Masuk Rak Piring
1. Kenapa cicak suka berada di rak piring?
Karena rak piring menyimpan aroma sisa makanan, memiliki celah aman, dan sering lembap sehingga mengundang serangga kecil yang menjadi mangsa cicak.
2. Apakah cicak menyukai sisa makanan berminyak?
Ya. Cicak tertarik pada bau minyak dan bumbu yang menempel pada alat makan atau rak piring.
3. Bagaimana cara mencegah cicak masuk rak piring?
Pastikan rak piring kering, bersihkan sela-sela secara berkala, hilangkan bau sisa makanan, dan tutup celah di dinding dekat rak.
4. Apakah kotoran cicak berbahaya untuk alat makan?
Berpotensi, karena dapat mengandung bakteri dan sisa tubuh serangga yang mencemari peralatan makan.
5. Apakah rak piring tertutup lebih aman?
Tidak selalu. Jika ventilasi buruk, rak tertutup bisa memerangkap bau dan menarik cicak lebih kuat.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427662/original/074436000_1764405599-desain_teras_kecil_tapi_longgar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427557/original/006454100_1764395808-model_gamis_longgar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427540/original/079115400_1764394651-model_gamis_woolpeach.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418576/original/019602200_1763622219-Gemini_Generated_Image_bhu2n9bhu2n9bhu2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4186583/original/033169100_1665391530-SVOD_-_Go_Go_Squid_-_Poster_Landscape__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379366/original/064024100_1760342880-Gemini_Generated_Image_k09528k09528k095.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427600/original/081786700_1764399970-unnamed_-_2025-11-29T140315.653.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427583/original/038793800_1764398290-unnamed_-_2025-11-29T133706.230.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403869/original/062616900_1762339506-ular_kecil__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427449/original/000760300_1764388798-Cover___Lead__8_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427382/original/078277900_1764384996-unnamed_-_2025-11-29T095239.039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427436/original/034359700_1764388266-model_gamis_chiffon_flowy__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311486/original/045216400_1754885061-ChatGPT_Image_Aug_11__2025__11_01_20_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427406/original/065025500_1764386466-unnamed_-_2025-11-29T100931.357.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3988054/original/054672600_1649316223-eduardo-jaeger-K7FJOFiCmOU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427395/original/053252400_1764385572-301b5cfb-aa90-4aa9-90cf-010c50b6899c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427376/original/005091900_1764383918-090f8ff3-10df-410d-b1f3-1f1fc46b9fd0.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427229/original/037745600_1764337636-pexels-shardar-tarikul-islam-84327533-8983394.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317655/original/048753600_1755399607-Screenshot_2025-08-17_095559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324162/original/055401400_1755843647-20250822-Lisa_M-HEL_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3955423/original/001688200_1646706636-hands-waving-flags-indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303579/original/041631700_1754114018-Gemini_Generated_Image_ruwvxaruwvxaruwv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307626/original/077318000_1754473554-bende4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302883/original/072474400_1754037653-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_15.36.16_1c69c972.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291523/original/075298800_1753175918-Gemini_Generated_Image_pszk0vpszk0vpszk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320725/original/097582500_1755607274-gal1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)