Liputan6.com, Jakarta Keberadaan cicak di plafon rumah sering membuat penghuni merasa tidak nyaman, terutama ketika jumlahnya meningkat dan meninggalkan kotoran. Kondisi ini menandakan bahwa rumah menjadi tempat yang menarik bagi cicak untuk tinggal dan berkembang biak. Jika dibiarkan, hewan kecil yang termasuk hama ini bisa berefek buruk terhadap kesehatan.
Cicak diketahui memilih plafon sebagai tempat strategis untuk mengawasi mangsa sambil berlindung dari gangguan manusia. Lingkungan rumah yang hangat, memiliki banyak celah, dan dihinggapi banyak serangga membuat cicak menjadikan plafon sebagai titik favorit. Kebiasaan ini sebenarnya berkaitan erat dengan pola makan dan insting bertahan hidup mereka. Secara alami, cicak akan mencari area yang tersembunyi untuk pertahanan diri.
Lantas apa fakta sebenarnya terkait hadirnya cicak di plafon rumah? Lalu bagaimana cara mengatasinya? Simak informasi selengkapnya berikut, dirangkum Liputan6, Kamis (20/11).
1. Mengapa Cicak Memilih Plafon Sebagai Sarang?
Cicak kerap terlihat di area atas rumah karena plafon menyediakan posisi ideal untuk mengawasi pergerakan serangga. Pada ketinggian tersebut, cicak memiliki sudut pandang yang lebih luas, memudahkan mereka memburu mangsa secara cepat dan efisien. Plafon juga sering berdekatan dengan lampu yang menarik serangga kecil pada malam hari.
Selain sebagai area berburu, plafon menjadi tempat aman bagi cicak karena jarang dijangkau manusia maupun hewan peliharaan. Permukaan tinggi itu membuat cicak dapat bersembunyi, bereproduksi, dan beraktivitas tanpa banyak gangguan. Faktor keamanan ini menjadi alasan kuat cicak sering bertahan lama di bagian atas rumah.
Kondisi bangunan, seperti ventilasi yang terbuka atau celah antarbahan plafon, turut memudahkan cicak berpindah tempat dan bersembunyi. Jika celah tersebut tidak diperbaiki, populasi cicak dapat bertambah seiring waktu karena sirkulasi udara di atas plafon memberikan kenyamanan termal bagi mereka.
Perilaku Cicak yang Menyukai Titik Tinggi
Cicak secara alami memilih tempat tinggi sebagai strategi bertahan hidup. Dari ketinggian, mereka bisa mengamati lingkungan dengan lebih leluasa sekaligus menghindari pemangsa.
- Plafon Memberikan Area Pengawasan Luas
Dari posisi atas, cicak dapat melihat pergerakan serangga secara lebih akurat dan bereaksi cepat ketika mangsa mendekat.
- Sedikit Gangguan dari Manusia
Ketinggian membuat cicak jarang tersentuh dan aman dari aktivitas manusia sehingga mereka lebih leluasa berkembang biak.
- Suhu Hangat Menguntungkan Cicak
Udara panas yang naik ke bagian atas ruangan membuat cicak merasa lebih nyaman berada di plafon.
2. Banyak Serangga di Rumah Memicu Kehadiran Cicak
Jika rumah sering dipenuhi semut terbang, nyamuk, atau serangga kecil lainnya, cicak akan menganggapnya sebagai sumber makanan melimpah. Serangga yang tertarik oleh cahaya lampu menjadi magnet bagi cicak, terutama pada malam hari. Semakin banyak serangga, semakin besar kemungkinan cicak berkumpul di plafon.
Lampu berwarna kuning atau putih terang lebih mudah menarik serangga, sehingga cicak mengikuti ekosistem tersebut. Hal ini menjelaskan mengapa plafon dekat lampu menjadi tempat paling sering ditemukan cicak. Pola ini berulang setiap malam dan memperkuat kebiasaan cicak menjadikan plafon sebagai lokasi tetap.
Selain itu, faktor kebersihan juga berpengaruh besar. Sisa makanan, sampah yang tidak tertutup, dan area lembap yang tidak terawat memicu munculnya serangga. Lingkungan ini menjadi rantai makanan alami yang kemudian menarik cicak datang.
Keterkaitan Antara Serangga dan Cicak
Cicak tidak akan datang jika tidak ada sumber makanan. Ketika populasi serangga meningkat, cicak semakin betah tinggal karena kebutuhan energinya terpenuhi secara terus-menerus.
- Lampu Menjadi Pusat Aktivitas Serangga
Cahaya lampu menarik serangga, membuat cicak berkumpul di plafon dekat sumber cahaya.
- Lingkungan Rumah yang Lembap
Kelembapan tinggi membantu serangga berkembang, sehingga cicak pun tertarik mengikuti pergerakannya.
- Sisa Makanan Mengundang Mangsa Cicak
Makanan manusia yang tidak tertutup dapat mengundang serangga yang kemudian memanggil cicak.
3. Celah Plafon dan Lubang Ventilasi Memudahkan Cicak Masuk
Celah-celah kecil di plafon, ventilasi, dan sudut bangunan menjadi jalur masuk utama cicak. Mereka mampu bergerak melalui ruang sempit tanpa suara, memudahkan mereka berpindah dari satu titik ke titik lain. Jika rumah memiliki struktur lama atau tidak terawat, cicak semakin mudah menemukan akses masuk.
Lubang kecil di bagian atap atau sambungan antargipsum sering menjadi sarang cicak untuk berlindung. Mereka memanfaatkan ruang itu sebagai tempat bertelur, bersembunyi, sekaligus mengamati lingkungan. Di dalam celah tersebut, cicak jarang terdeteksi sehingga populasinya bisa meningkat.
Selain itu, ventilasi tanpa kawat pelindung memungkinkan cicak keluar masuk tanpa hambatan. Kondisi ini membuat pengendalian cicak harus dimulai dari pemeriksaan struktur bangunan secara menyeluruh.
Struktur Rumah yang Mendukung Persembunyian Cicak
Bangunan dengan banyak celah memberikan tempat ideal bagi cicak untuk bersembunyi. Lingkungan ini memungkinkan mereka berkembang biak tanpa terlihat penghuni rumah.
- Lubang Kecil Jadi Jalur Akses Cepat
Cicak hanya memerlukan celah sempit untuk masuk, sehingga kerusakan kecil pada plafon pun dapat menjadi pintu masuknya.
- Ventilasi Tanpa Pelindung
Ventilasi yang terbuka memberi kesempatan cicak berpindah dari luar ke dalam rumah dengan bebas.
- Ruang Belakang Plafon Sebagai Sarang
Area tersembunyi di belakang plafon menjadi tempat cicak bertelur karena minim gangguan.
4. Kondisi Rumah Lembap Menjadi Pemicu Populasi Cicak
Rumah dengan tingkat kelembapan tinggi cenderung mengundang lebih banyak serangga, dan ini menjadi sumber makanan utama cicak. Ruangan seperti dapur, kamar mandi, atau area dekat pipa bocor dapat meningkatkan aktivitas serangga. Ketika serangga meningkat, cicak pun memanfaatkannya.
Selain keberadaan serangga, kelembapan membuat cicak merasa nyaman karena tubuh mereka membutuhkan suhu hangat dan stabil. Rumah yang jarang terkena sinar matahari langsung atau memiliki ventilasi buruk menjadi tempat tinggal ideal bagi cicak.
Faktor kelembapan juga memengaruhi proses reproduksi cicak. Lingkungan yang lembap membuat telur cicak lebih mudah menetas, sehingga populasi cicak dapat berkembang lebih cepat.
Lingkungan Lembap dan Hubungannya dengan Cicak
Kelembapan tinggi menciptakan ekosistem yang lengkap bagi cicak, mulai dari makanan hingga perlindungan.
- Kamar Mandi Menjadi Magnet Serangga
Area basah meningkatkan peluang munculnya serangga kecil yang kemudian menarik cicak.
- Pipa Bocor Menimbulkan Kelembapan Abadi
Kebocoran kecil mengundang serangga sekaligus memberikan kenyamanan bagi cicak untuk tinggal.
- Rumah Minim Cahaya Memicu Aktivitas Cicak
Kurangnya sinar matahari membuat area menjadi ideal untuk berkembangnya serangga yang menjadi mangsa cicak.
5. Tanda-Tanda Keberadaan Cicak di Rumah
Keberadaan cicak tidak hanya terlihat dari jumlah yang muncul, tetapi juga dari kotoran yang menempel di dinding atau plafon. Bintik hitam kecil yang sering ditemukan menunjukkan bahwa cicak menggunakan area itu secara rutin. Jika dibiarkan, kotoran menumpuk dan membuat rumah terlihat kotor.
Selain kotoran, cicak juga meninggalkan sisa kulit setelah proses pergantian kulit. Sisa-sisa ini biasanya ditemukan di dekat celah atau sudut plafon. Jumlah kulit yang sering ditemukan menandakan bahwa cicak tinggal cukup lama di tempat tersebut.
Fakta ini membuat penghuni rumah perlu melakukan pemeriksaan berkala. Jika tanda-tanda keberadaan cicak semakin sering muncul, artinya populasi mereka mulai tidak terkendali.
Menilai Aktivitas Cicak dari Jejak yang Ditinggalkan
Jejak fisik yang ditinggalkan cicak dapat menjadi indikator seberapa sering mereka beraktivitas di area tersebut.
- Kotoran Berwarna Gelap di Dinding
Bintik hitam kecil merupakan kotoran cicak yang menandakan area favorit tempat mereka sering lewat.
- Kulit Berganti di Sudut Plafon
Sisa kulit tipis biasanya ditemukan di dekat celah tempat cicak bersembunyi.
- Aroma Khas dari Area Tertentu
Jika populasi cicak tinggi, sering muncul aroma lembap yang khas di sekitar plafon.
6. Risiko Kesehatan dari Keberadaan Cicak di Plafon
Meski cicak tergolong hewan yang tidak berbahaya, keberadaannya dalam jumlah banyak dapat menimbulkan risiko kesehatan. Kotoran cicak mengandung bakteri yang dapat mencemari makanan apabila jatuh ke area dapur atau tempat terbuka lainnya. Hal ini menjadi risiko serius bagi keluarga.
Selain kotoran, cicak dapat meninggalkan jejak mikroorganisme ketika berjalan di dinding atau area penyimpanan makanan. Walaupun jarang menyebabkan penyakit, kondisi ini tetap berpotensi mengganggu kebersihan rumah.
Jika cicak berkembang biak di dalam plafon, telur dan sisa kulitnya dapat menyebabkan alergi bagi sebagian orang. Debu yang bercampur sisa-sisa biologis tersebut dapat menimbulkan gangguan pernapasan ringan.
Dampak Cicak Terhadap Kesehatan Rumah Tangga
Risiko kesehatan lebih berkaitan dengan kotoran dan jejak yang ditinggalkan cicak, bukan gigitan atau serangan fisik.
- Kontaminasi Makanan dari Kotoran
Jika kotoran jatuh ke permukaan dapur, ada potensi kontaminasi bakteri.
- Jejak Mikroorganisme di Dinding
Cicak membawa mikroorganisme yang dapat berpindah ke perabotan yang sering disentuh.
- Pemicu Alergi Akibat Debu Campur Kulit Cicak
Sisa kulit yang bercampur debu dapat memicu reaksi alergi pada orang sensitif.
7. Cara Efektif Mengurangi Cicak di Plafon Rumah
Untuk mengurangi cicak, langkah pertama adalah mengurangi jumlah serangga penyebab mereka datang. Membersihkan dapur, menutup makanan, dan menyingkirkan sampah setiap hari mengurangi sumber makanan serangga. Ketika serangga berkurang, cicak akan perlahan menghilang.
Perbaikan struktur rumah juga perlu dilakukan. Tutup celah di dinding dan plafon dengan sealant atau pengisi khusus. Pasang kawat nyamuk pada ventilasi agar cicak sulit masuk. Langkah kecil ini mampu mengurangi tempat persembunyian mereka.
Aroma tertentu, seperti kapur barus atau minyak esensial sereh, dapat membuat cicak menjauh. Meski tidak membunuh cicak, metode ini cukup efektif mendorong mereka keluar tanpa bahan kimia keras.
Panduan Praktis Mengusir Cicak
Metode pengendalian cicak harus menyasar sumber makanan, jalur masuk, dan kenyamanan lingkungan mereka secara bersamaan.
- Bersihkan Area Dapur dan Lampu
Dapur bersih mengurangi serangga, sementara membersihkan lampu mencegah serangga berkumpul.
- Tutup Celah dan Perbaiki Plafon
Menutup celah kecil mengurangi ruang persembunyian cicak dan mempersulit akses masuk.
- Gunakan Aroma Pengusir Cicak
Sereh, kapur barus, atau cuka dapat membantu mengusir cicak secara alami.
Pertanyaan dan Jawaban
1. Kenapa cicak suka berada di plafon?
Karena plafon memberikan sudut pandang luas, banyak serangga, dan aman dari gangguan manusia.
2. Apakah cicak berbahaya bagi manusia?
Tidak berbahaya secara langsung, tetapi kotorannya dapat mencemari makanan atau memicu alergi.
3. Bagaimana cara mengusir cicak tanpa bahan kimia?
Gunakan aroma pengusir seperti sereh, cuka, atau kapur barus, dan kurangi serangga di rumah.
4. Kenapa cicak banyak muncul di malam hari?
Karena serangga lebih aktif tertarik oleh cahaya lampu pada malam hari.
5. Bagaimana mengetahui cicak berkembang biak di rumah?
Perhatikan banyaknya kotoran, kulit cicak, dan aktivitas mereka di sekitar plafon atau celah bangunan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427662/original/074436000_1764405599-desain_teras_kecil_tapi_longgar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427557/original/006454100_1764395808-model_gamis_longgar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427540/original/079115400_1764394651-model_gamis_woolpeach.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418576/original/019602200_1763622219-Gemini_Generated_Image_bhu2n9bhu2n9bhu2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4186583/original/033169100_1665391530-SVOD_-_Go_Go_Squid_-_Poster_Landscape__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379366/original/064024100_1760342880-Gemini_Generated_Image_k09528k09528k095.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427600/original/081786700_1764399970-unnamed_-_2025-11-29T140315.653.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427583/original/038793800_1764398290-unnamed_-_2025-11-29T133706.230.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403869/original/062616900_1762339506-ular_kecil__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427449/original/000760300_1764388798-Cover___Lead__8_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427382/original/078277900_1764384996-unnamed_-_2025-11-29T095239.039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427436/original/034359700_1764388266-model_gamis_chiffon_flowy__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311486/original/045216400_1754885061-ChatGPT_Image_Aug_11__2025__11_01_20_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427406/original/065025500_1764386466-unnamed_-_2025-11-29T100931.357.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3988054/original/054672600_1649316223-eduardo-jaeger-K7FJOFiCmOU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427395/original/053252400_1764385572-301b5cfb-aa90-4aa9-90cf-010c50b6899c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427376/original/005091900_1764383918-090f8ff3-10df-410d-b1f3-1f1fc46b9fd0.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427229/original/037745600_1764337636-pexels-shardar-tarikul-islam-84327533-8983394.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317655/original/048753600_1755399607-Screenshot_2025-08-17_095559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324162/original/055401400_1755843647-20250822-Lisa_M-HEL_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3955423/original/001688200_1646706636-hands-waving-flags-indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303579/original/041631700_1754114018-Gemini_Generated_Image_ruwvxaruwvxaruwv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307626/original/077318000_1754473554-bende4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302883/original/072474400_1754037653-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_15.36.16_1c69c972.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291523/original/075298800_1753175918-Gemini_Generated_Image_pszk0vpszk0vpszk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320725/original/097582500_1755607274-gal1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)