Kekurangan Menggunakan Air Fryer, Sisi Lain yang Sering Terlewat Sebelum Membeli

12 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Air fryer semakin populer sebagai peralatan dapur modern karena mampu menghasilkan makanan yang renyah dengan penggunaan minyak yang jauh lebih sedikit dibandingkan metode menggoreng konvensional. Berbagai jenis makanan, mulai dari kentang goreng, ayam, hingga camilan beku, dapat dimasak dengan lebih praktis sehingga banyak orang tertarik menjadikannya sebagai peralatan wajib di rumah. Tidak heran jika air fryer sering dianggap sebagai solusi memasak yang lebih sehat sekaligus menghemat waktu.

Namun, di balik berbagai kelebihannya, terdapat sejumlah kekurangan menggunakan air fryer yang sebaiknya diketahui sebelum memutuskan untuk membeli. Memahami berbagai keterbatasan alat ini akan membantu Anda menyesuaikan ekspektasi sekaligus menentukan apakah air fryer benar-benar sesuai dengan kebutuhan memasak sehari-hari. Dengan mengetahui sisi positif dan negatifnya, keputusan membeli pun bisa menjadi lebih bijak.

1. Kapasitas Keranjang Terbatas sehingga Kurang Praktis untuk Porsi Besar

Salah satu kekurangan menggunakan air fryer yang paling sering dikeluhkan adalah kapasitas keranjangnya yang relatif kecil. Sebagian besar air fryer rumahan hanya mampu menampung makanan dalam jumlah terbatas agar sirkulasi udara panas tetap bekerja secara optimal. Jika makanan ditumpuk terlalu banyak, hasilnya bisa menjadi kurang matang merata dan teksturnya tidak serenyah yang diharapkan.

Kondisi tersebut tentu menjadi kendala bagi keluarga dengan banyak anggota atau ketika harus menyiapkan hidangan untuk acara tertentu. Pengguna biasanya perlu memasak secara bergantian dalam beberapa sesi sehingga total waktu memasak menjadi lebih lama dibandingkan menggunakan oven berkapasitas besar atau metode memasak lainnya. Karena itu, kapasitas air fryer menjadi salah satu hal penting yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli.

2. Tidak Semua Jenis Makanan Cocok Dimasak Menggunakan Air Fryer

Air fryer bekerja dengan cara mengalirkan udara panas berkecepatan tinggi ke seluruh permukaan makanan. Sistem ini sangat efektif untuk makanan yang memiliki permukaan kering atau sedikit minyak, tetapi kurang ideal untuk makanan dengan adonan cair, hidangan berkuah, maupun bahan yang sangat ringan seperti daun bayam atau selada.

Selain itu, makanan yang menggunakan lapisan tepung basah sering kali gagal menghasilkan tekstur yang diinginkan karena adonan dapat menetes sebelum sempat matang. Hal serupa juga berlaku untuk sup, semur, atau makanan dengan kuah yang memang tidak dirancang untuk dimasak menggunakan teknologi sirkulasi udara panas. Oleh sebab itu, pengguna tetap membutuhkan peralatan dapur lain untuk mengolah berbagai jenis masakan tersebut.

3. Tekstur dan Rasa Tidak Selalu Sama seperti Gorengan Konvensional

Banyak orang membeli air fryer dengan harapan mendapatkan hasil yang sama persis seperti makanan yang digoreng menggunakan minyak dalam jumlah banyak. Padahal, meskipun air fryer mampu menghasilkan tekstur renyah pada bagian luar, rasa, aroma, dan warna makanan sering kali memiliki perbedaan yang cukup terasa dibandingkan gorengan tradisional.

Minyak berperan penting dalam membentuk warna keemasan sekaligus memberikan cita rasa khas pada makanan. Karena penggunaan minyak pada air fryer jauh lebih sedikit, hasil akhirnya terkadang tampak lebih pucat atau memiliki tekstur yang berbeda. Bagi sebagian orang, perbedaan tersebut bukan masalah, tetapi bagi pencinta gorengan klasik, hal ini dapat menjadi salah satu kekurangan menggunakan air fryer yang cukup mengecewakan.

4. Memasak dalam Jumlah Banyak Harus Dilakukan Secara Bertahap

Agar udara panas dapat bersirkulasi dengan baik, makanan di dalam keranjang air fryer tidak boleh disusun terlalu rapat. Jika keranjang diisi hingga penuh, panas tidak dapat menjangkau seluruh bagian makanan secara merata sehingga sebagian masih lembek, sementara bagian lainnya sudah terlalu matang.

Akibatnya, pengguna harus memasak dalam beberapa batch ketika ingin menyiapkan makanan dalam jumlah banyak. Proses ini tentu membutuhkan waktu tambahan dan mengurangi kepraktisan yang selama ini menjadi salah satu daya tarik utama air fryer. Untuk kebutuhan memasak sehari-hari dalam jumlah kecil mungkin hal ini tidak menjadi masalah, tetapi untuk porsi besar, kondisi tersebut dapat terasa cukup merepotkan.

5. Makanan Perlu Sering Dibalik agar Matang Merata

Berbeda dengan oven yang memiliki distribusi panas lebih merata dari berbagai sisi, air fryer umumnya membutuhkan campur tangan pengguna selama proses memasak. Banyak jenis makanan, seperti kentang goreng, nugget, ayam, atau sayuran panggang, perlu dibalik atau dikocok beberapa kali agar seluruh permukaannya matang secara seimbang.

Jika langkah tersebut diabaikan, bagian bawah makanan bisa menjadi kurang renyah atau bahkan masih setengah matang, sedangkan bagian atas sudah berwarna kecokelatan. Oleh karena itu, penggunaan air fryer tetap memerlukan perhatian selama proses memasak dan tidak sepenuhnya bisa ditinggal begitu saja hingga makanan selesai.

6. Air Fryer Bisa Membuat Beberapa Jenis Makanan Menjadi Lebih Kering

Cara kerja air fryer yang mengandalkan sirkulasi udara panas memang efektif untuk menciptakan tekstur renyah. Namun, mekanisme tersebut juga dapat mengurangi kadar air pada beberapa bahan makanan, terutama daging tanpa lemak, dada ayam, ikan fillet, atau sayuran tertentu. Jika suhu terlalu tinggi atau waktu memasak terlalu lama, makanan berisiko menjadi kering sehingga teksturnya kurang nikmat saat disantap.

Kondisi ini biasanya terjadi karena banyak pengguna masih menggunakan pengaturan suhu yang sama untuk semua jenis makanan. Padahal, setiap bahan memiliki karakteristik yang berbeda sehingga membutuhkan waktu dan suhu memasak yang disesuaikan. Mengoleskan sedikit minyak atau menggunakan bumbu marinasi dapat membantu menjaga kelembapan makanan sehingga hasil akhirnya tetap empuk dan lezat.

7. Membersihkan Air Fryer Tetap Membutuhkan Waktu dan Ketelitian

Banyak orang mengira air fryer hampir tidak memerlukan perawatan karena menggunakan sedikit minyak. Faktanya, sisa lemak, remah makanan, dan bumbu tetap dapat menempel pada keranjang, rak, maupun bagian dalam alat setelah digunakan. Jika tidak segera dibersihkan, kotoran tersebut bisa mengeras dan lebih sulit dihilangkan pada penggunaan berikutnya.

Selain keranjang, bagian pemanas di dalam air fryer juga dapat terkena cipratan minyak atau uap dari makanan yang dimasak. Oleh karena itu, membersihkan air fryer secara rutin sangat penting untuk menjaga kebersihan sekaligus mempertahankan performa alat. Meskipun prosesnya tidak terlalu rumit, kegiatan ini tetap membutuhkan waktu dan ketelitian agar air fryer tetap awet.

8. Ukurannya Relatif Besar dan Membutuhkan Ruang Penyimpanan

Sebelum membeli air fryer, penting untuk mempertimbangkan ukuran dapur yang dimiliki. Sebagian besar air fryer mempunyai dimensi yang cukup besar, terutama model dengan kapasitas lebih dari lima liter. Alat ini biasanya membutuhkan ruang khusus di atas meja dapur agar mudah digunakan, sehingga bisa menjadi kendala bagi rumah dengan area memasak yang terbatas.

Selain memakan tempat saat digunakan, air fryer juga membutuhkan ruang penyimpanan ketika tidak dipakai. Jika dapur sudah dipenuhi berbagai peralatan elektronik lain, keberadaan air fryer bisa membuat area memasak terasa lebih sempit dan kurang rapi. Oleh karena itu, ukuran alat sebaiknya disesuaikan dengan luas dapur serta frekuensi penggunaannya.

9. Membutuhkan Proses Adaptasi agar Hasil Masakan Maksimal

Salah satu kekurangan menggunakan air fryer yang sering dialami pengguna baru adalah perlunya proses adaptasi. Setiap merek air fryer memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari kekuatan elemen pemanas, kecepatan kipas, hingga bentuk keranjang. Perbedaan tersebut membuat pengaturan suhu dan waktu memasak tidak selalu sama, meskipun resep yang digunakan identik.

Tidak sedikit pengguna yang mengalami kegagalan pada percobaan pertama karena makanan terlalu matang, kurang renyah, atau justru masih mentah di bagian dalam. Seiring bertambahnya pengalaman, pengguna biasanya mulai memahami pengaturan yang paling sesuai untuk setiap jenis makanan. Dengan kata lain, diperlukan sedikit trial and error sebelum mampu menghasilkan masakan yang konsisten dan sesuai harapan.

Tips Meminimalkan Kekurangan Menggunakan Air Fryer

Meskipun memiliki beberapa keterbatasan, bukan berarti air fryer tidak layak dimiliki. Banyak kekurangan tersebut sebenarnya dapat diminimalkan dengan cara penggunaan yang tepat, mulai dari memilih kapasitas sesuai kebutuhan hingga memahami pengaturan suhu untuk setiap jenis makanan. Dengan sedikit penyesuaian, air fryer tetap bisa menjadi peralatan dapur yang praktis dan membantu menyiapkan hidangan sehari-hari.

Berikut beberapa tips yang dapat Anda terapkan agar pengalaman menggunakan air fryer menjadi lebih maksimal.

  • Pilih kapasitas sesuai kebutuhan keluarga. Jika sering memasak untuk empat orang atau lebih, pertimbangkan memilih air fryer berkapasitas besar agar tidak perlu memasak berkali-kali.
  • Jangan memenuhi keranjang terlalu padat. Berikan ruang agar udara panas dapat bersirkulasi dengan baik sehingga makanan matang merata dan tetap renyah.
  • Gunakan sedikit minyak bila diperlukan. Mengoleskan atau menyemprotkan sedikit minyak pada permukaan makanan dapat membantu menghasilkan warna dan tekstur yang lebih menarik.
  • Balik atau kocok makanan di pertengahan proses memasak. Cara sederhana ini membuat seluruh permukaan makanan terkena panas secara merata sehingga hasilnya lebih konsisten.
  • Sesuaikan suhu dan waktu memasak. Hindari langsung mengikuti resep tanpa penyesuaian karena setiap merek air fryer memiliki karakteristik yang berbeda.
  • Bersihkan air fryer setelah digunakan. Membersihkan keranjang dan bagian dalam alat secara rutin akan mencegah penumpukan lemak, mengurangi bau tidak sedap, serta menjaga performa air fryer.
  • Gunakan aksesori yang kompatibel. Loyang kecil, rak tambahan, atau alas khusus air fryer dapat membantu memperluas variasi masakan tanpa mengganggu sirkulasi udara.
  • Pelajari resep khusus air fryer. Mengikuti resep yang memang dirancang untuk air fryer biasanya memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan menggunakan resep penggorengan atau oven secara langsung.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kekurangan Menggunakan Air Fryer

1. Apakah air fryer benar-benar lebih sehat dibanding menggoreng biasa?

Ya, air fryer umumnya menggunakan minyak jauh lebih sedikit sehingga dapat membantu mengurangi asupan lemak dari makanan yang digoreng.

2. Mengapa hasil makanan dari air fryer terkadang kurang renyah?

Hal ini bisa disebabkan keranjang terlalu penuh, suhu kurang tepat, atau makanan tidak dibalik selama proses memasak.

3. Apakah semua makanan beku bisa dimasak di air fryer?

Sebagian besar makanan beku dapat dimasak menggunakan air fryer, tetapi tetap perlu mengikuti petunjuk suhu dan waktu yang sesuai.

4. Berapa kapasitas air fryer yang cocok untuk keluarga?

Kapasitas 4–6 liter umumnya cukup untuk keluarga kecil, sedangkan keluarga yang lebih besar dapat mempertimbangkan kapasitas di atas 6 liter.

5. Apakah air fryer boros listrik?

Air fryer menggunakan daya yang relatif besar saat beroperasi, tetapi waktu memasaknya cenderung lebih singkat sehingga konsumsi listrik bergantung pada frekuensi dan lama pemakaian.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |