Liputan6.com, Jakarta Ular termasuk hewan yang memiliki kemampuan adaptasi luar biasa terhadap berbagai lingkungan. Beberapa spesies bahkan mampu bergerak di permukaan vertikal tanpa kesulitan. Fenomena tersebut membuat banyak orang penasaran terhadap jenis ular yang bisa memanjat tembok, terutama di area permukiman. Keberadaan reptil ini sering menimbulkan rasa waswas bagi penghuni rumah yang tinggal di dekat lahan kosong atau area hijau.
Tubuh lentur dan sisik bertekstur kuat menjadi keunggulan utama bagi ular dalam menjelajahi tempat-tempat sulit dijangkau. Ketika dinding memiliki permukaan kasar, reptil ini mampu menempel serta bergerak perlahan menuju bagian atas. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, mengenali jenis ular yang bisa memanjat tembok membantu masyarakat memahami potensi bahaya di sekitar rumah, serta langkah pencegahan yang tepat.
Beberapa penelitian herpetologi menunjukkan, bahwa sebagian besar ular pemburu memiliki kemampuan memanjat untuk mengejar mangsa seperti tikus atau burung kecil. Aktivitas tersebut sering terjadi di malam hari saat suasana lebih tenang. Informasi seputar jenis ular yang bisa memanjat tembok penting bagi penghuni rumah agar dapat menyiapkan strategi keamanan, mulai dari menjaga kebersihan pekarangan hingga menutup celah bangunan.
Berikut ulasan lengkapnya yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (6/11/2025).
Mengapa Ular Bisa Memanjat Tembok?
Kemampuan ular dalam memanjat tembok sering dianggap misterius oleh banyak orang. Padahal, kemampuan tersebut dapat dijelaskan secara ilmiah melalui struktur anatomi dan perilaku alami reptil ini. Tubuh ular dirancang untuk beradaptasi pada berbagai permukaan, mulai dari tanah, air, hingga dinding vertikal.
Sisik pada bagian perut ular memiliki bentuk khusus yang disebut ventral scales. Sisik ini berfungsi seperti kait kecil yang mampu mencengkeram permukaan kasar seperti bata, semen, atau kayu. Saat ular bergerak, otot tubuhnya bekerja secara bergelombang, menciptakan dorongan yang memungkinkan reptil ini menempel kuat di dinding tanpa tergelincir. Gerakan tersebut membuat ular bisa naik perlahan, bahkan di area yang tampak sulit dijangkau.
Selain faktor fisik, motivasi ular juga berperan penting. Ular biasanya memanjat tembok untuk mencari mangsa seperti tikus, burung kecil, atau cicak yang bersembunyi di sela dinding. Beberapa spesies melakukannya untuk mencari tempat berlindung dari panas atau hujan, sementara yang lain sedang mencari lokasi bersarang yang aman dari predator.
Permukaan dinding juga memengaruhi kemudahan ular memanjat. Dinding bertekstur kasar, berlumut, atau memiliki celah kecil memberi pijakan kuat bagi sisik ular. Sebaliknya, tembok yang licin dan rata membuat ular sulit menempel. Inilah alasan jenis ular yang bisa memanjat tembok lebih sering ditemukan di rumah-rumah lama, pagar semen berlumut, atau bangunan dekat area hijau yang lembap.
Jenis Ular yang Bisa Memanjat Tembok
Kemampuan memanjat bukan hanya dimiliki oleh kadal atau tokek. Beberapa ular memiliki struktur tubuh dan sisik yang memungkinkan mereka menelusuri dinding rumah, pagar, bahkan batang pohon yang tinggi. Berikut deretan jenis ular yang bisa memanjat tembok beserta ciri dan perilakunya.
a. Ular Pohon Hijau (Green Tree Snake / Dendrelaphis punctulatus)
Spesies ini dikenal memiliki tubuh ramping, ringan, serta sangat lincah. Habitat utamanya berada di pepohonan, taman, dan area rumah yang banyak ditumbuhi tanaman. Warna hijau cerah berfungsi sebagai kamuflase alami untuk menghindari predator. Meski tampak menakutkan, ular pohon hijau tergolong tidak berbisa dan lebih sering kabur saat bertemu manusia.
b. Ular Sapi (Coelognathus radiatus)
Ular yang juga sering disebut “ular tikus” ini termasuk penghuni umum di lingkungan perdesaan Asia Tenggara. Kemampuannya memanjat tembok sudah terbukti, terutama ketika memburu mangsa seperti tikus atau burung kecil. Walau tidak mengandung bisa, ular sapi bisa menunjukkan perilaku agresif saat merasa terpojok. Kehadirannya sering dianggap sebagai penanda bahwa area sekitar banyak dihuni tikus.
c. Ular Kobra (Naja sputatrix)
Kobra Jawa memiliki reputasi menakutkan karena bisa yang mematikan, tetapi menariknya, ular ini juga mampu menelusuri permukaan kasar seperti dinding bata atau pagar semen. Gerakan memanjat dilakukan melalui tekanan sisik perut yang kuat terhadap permukaan vertikal. Walaupun jarang terlihat melakukan hal tersebut, kemampuan ini membuat kobra tetap berpotensi muncul di area rumah yang memiliki celah atau lubang.
d. Ular Weling (Bungarus candidus)
Ular berbisa tinggi ini dikenal aktif pada malam hari dan sering bersembunyi di tempat lembap. Kondisi tembok yang berlumut atau retak bisa menjadi jalur akses bagi ular weling untuk naik. Warna belang hitam-putih khasnya membuatnya mudah dikenali, meski sering disangka ular tidak berbahaya. Kewaspadaan ekstra sangat diperlukan bila spesies ini ditemukan di sekitar rumah.
e. Ular Sanca (Python sp.)
Sanca batik dan sanca kembang termasuk jenis ular besar yang juga mampu menaiki dinding rendah, pagar, atau pohon besar. Tubuh kuat serta sisik perut yang lebar memungkinkan mereka menahan berat badan saat bergerak ke atas. Ular ini tidak berbisa, tetapi lilitannya dapat berbahaya bagi hewan peliharaan kecil. Biasanya ular sanca memanjat saat mencari tempat aman untuk beristirahat atau berburu mangsa di area tinggi.
Ciri-Ciri Tembok yang Mudah Dipanjat Ular
Tidak semua dinding rumah memiliki tingkat risiko yang sama terhadap kehadiran ular. Struktur, tekstur, serta kondisi lingkungan sekitar dapat menentukan apakah seekor ular mampu menaikinya atau tidak. Memahami ciri-ciri tembok yang mudah dipanjat ular membantu pemilik rumah melakukan pencegahan sebelum reptil ini benar-benar muncul di sekitar hunian.
- Tembok bertekstur kasar menjadi faktor utama yang memudahkan ular menempel. Permukaan semacam ini memberi celah bagi sisik perut ular untuk mencengkeram lebih kuat. Ular bergerak perlahan sambil menggunakan tekanan otot tubuhnya untuk mengaitkan sisik pada dinding. Bata merah tanpa plester, semen retak, atau tembok yang belum dihaluskan termasuk jenis permukaan yang sangat berisiko.
- Selain itu, tembok berlumut atau lembap juga menjadi sasaran empuk. Lingkungan lembap menarik mangsa alami ular seperti katak, cicak, dan tikus, sehingga ular terdorong naik ke area tersebut. Lumut dan jamur yang tumbuh di permukaan dinding menambah daya cengkeram sisik, membuat ular lebih mudah mempertahankan posisi saat bergerak ke atas.
- Faktor lain adalah keberadaan tanaman rambat, pepohonan, atau tumpukan benda yang menempel di tembok. Ular sering memanfaatkan ranting, kabel, pipa, atau bahkan celah ventilasi sebagai jalur pendakian menuju bagian atas bangunan. Kombinasi elemen-elemen tersebut menciptakan “tangga alami” bagi ular untuk mencapai atap, loteng, atau ventilasi rumah.
- Terakhir, retakan dan lubang kecil pada dinding dapat menjadi tempat pijakan sekaligus jalur masuk ke dalam bangunan. Celah-celah ini juga sering dijadikan tempat bersembunyi oleh mangsa ular. Oleh sebab itu, memperbaiki kerusakan kecil pada tembok sangat penting untuk mengurangi kemungkinan munculnya jenis ular yang bisa memanjat tembok di sekitar rumah.
Cara Mencegah Ular Memanjat Tembok dan Masuk ke Rumah
Setelah mengetahui berbagai jenis ular yang bisa memanjat tembok, langkah berikutnya adalah memahami cara pencegahannya. Ular tidak akan mendatangi rumah tanpa alasan. Biasanya, mereka tertarik oleh keberadaan mangsa, tempat lembap, atau area yang menawarkan perlindungan. Dengan menerapkan langkah-langkah sederhana, risiko kemunculan ular di sekitar rumah dapat diminimalkan secara signifikan.
- Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menutup semua celah dan lubang pada dinding, ventilasi, serta saluran air. Ular sering menggunakan celah kecil untuk masuk atau bersembunyi. Gunakan semen atau jaring kawat halus untuk menutupi bagian tersebut. Pastikan pula area bawah pintu, sela atap, dan sudut ventilasi tidak memiliki ruang terbuka.
- Kedua, jaga kebersihan pekarangan dan sekitar rumah. Tumpukan batu, kayu, daun kering, serta barang bekas merupakan tempat favorit bagi ular untuk beristirahat. Membersihkan area tersebut secara rutin dapat memutus kemungkinan ular menemukan tempat berlindung. Selain itu, kebersihan juga mengurangi populasi tikus, yang sering menjadi pemicu utama ular datang ke rumah.
- Ketiga, pangkas tanaman rambat dan cabang pohon yang menempel pada dinding atau atap rumah. Ular sering menggunakan jalur alami seperti tanaman untuk memanjat. Dengan memangkas tanaman secara berkala, jalur pergerakan ular dapat terputus. Hindari pula menempatkan pot atau barang besar terlalu dekat dengan tembok.
- Langkah keempat, gunakan bahan alami untuk mengusir ular. Campuran belerang, cuka, dan minyak serai terbukti efektif menimbulkan aroma yang tidak disukai ular. Taburkan di sekitar pagar, tepi dinding, atau jalur yang sering dilalui ular. Selain aman bagi manusia, metode ini juga ramah lingkungan.
- Terakhir, pastikan area rumah memiliki pencahayaan yang cukup pada malam hari. Ular cenderung aktif dalam kondisi gelap dan sepi. Lampu halaman atau sensor gerak dapat membantu mendeteksi kehadiran ular lebih cepat. Jika menemukan ular di rumah, jangan mencoba menangkapnya sendiri tetapi hubungi petugas pemadam kebakaran, BPBD, atau pawang ular profesional agar penanganannya aman.
FAQ Seputar Topik
Apakah semua jenis ular bisa memanjat tembok?
Tidak, kemampuan memanjat ular sangat bervariasi tergantung spesies dan tekstur permukaan yang dipanjat.
Bagaimana cara ular memanjat permukaan vertikal seperti tembok?
Ular memanfaatkan sisik perut (ventral scales) mirip kait mikroskopis dan otot fleksibel untuk gesekan, sering menggunakan gerakan "concertina".
Jenis ular apa saja yang dikenal mahir memanjat tembok?
Beberapa jenis ular yang mahir memanjat antara lain ular pohon, ular tikus, piton, ular raja, ular jali/koros, ular pucuk, dan ular emprit.
Apa saja langkah pencegahan agar ular tidak memanjat dan masuk rumah?
Pasang pagar anti-ular yang licin dan rapat, jaga kebersihan lingkungan, kendalikan hama, tutup celah, dan pangkas ranting pohon dekat rumah.
Permukaan seperti apa yang disukai ular untuk memanjat?
Ular lebih mudah memanjat permukaan yang kasar, tidak rata, atau memiliki celah, seperti dinding bata, plesteran, atau pagar batu alam.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427662/original/074436000_1764405599-desain_teras_kecil_tapi_longgar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427557/original/006454100_1764395808-model_gamis_longgar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427540/original/079115400_1764394651-model_gamis_woolpeach.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418576/original/019602200_1763622219-Gemini_Generated_Image_bhu2n9bhu2n9bhu2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4186583/original/033169100_1665391530-SVOD_-_Go_Go_Squid_-_Poster_Landscape__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379366/original/064024100_1760342880-Gemini_Generated_Image_k09528k09528k095.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427600/original/081786700_1764399970-unnamed_-_2025-11-29T140315.653.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427583/original/038793800_1764398290-unnamed_-_2025-11-29T133706.230.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403869/original/062616900_1762339506-ular_kecil__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427449/original/000760300_1764388798-Cover___Lead__8_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427382/original/078277900_1764384996-unnamed_-_2025-11-29T095239.039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427436/original/034359700_1764388266-model_gamis_chiffon_flowy__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311486/original/045216400_1754885061-ChatGPT_Image_Aug_11__2025__11_01_20_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427406/original/065025500_1764386466-unnamed_-_2025-11-29T100931.357.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3988054/original/054672600_1649316223-eduardo-jaeger-K7FJOFiCmOU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427395/original/053252400_1764385572-301b5cfb-aa90-4aa9-90cf-010c50b6899c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427376/original/005091900_1764383918-090f8ff3-10df-410d-b1f3-1f1fc46b9fd0.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427229/original/037745600_1764337636-pexels-shardar-tarikul-islam-84327533-8983394.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317655/original/048753600_1755399607-Screenshot_2025-08-17_095559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324162/original/055401400_1755843647-20250822-Lisa_M-HEL_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3955423/original/001688200_1646706636-hands-waving-flags-indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303579/original/041631700_1754114018-Gemini_Generated_Image_ruwvxaruwvxaruwv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307626/original/077318000_1754473554-bende4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291523/original/075298800_1753175918-Gemini_Generated_Image_pszk0vpszk0vpszk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302883/original/072474400_1754037653-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_15.36.16_1c69c972.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320725/original/097582500_1755607274-gal1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)