Liputan6.com, Jakarta Di tengah suasana rumah yang tenang, mungkin tak banyak yang menyangka bahwa di balik dinding atau plafon, terdapat aktivitas kecil yang bisa mengganggu kenyamanan: suara gesekan, langkah ringan, atau bahkan bunyi gigit kecil. Ya, itu bisa jadi ulah tikus. Hewan pengerat ini bukan hanya pandai bersembunyi, tetapi juga terkenal sebagai pemanjat ulung. Mereka mampu memanjat tembok, melompat hingga dua kaki, dan merayap di celah kecil yang nyaris tak terlihat oleh manusia.
Kemampuan tikus dalam memanjat sering kali membuat pemilik rumah heran, bagaimana mungkin makhluk sekecil itu bisa naik hingga ke atap atau plafon? Jawabannya terletak pada kombinasi sempurna antara anatomi tubuh yang ringan, kuku tajam, dan daya cengkeram kuat yang membuat mereka seperti akrobat kecil di dunia hewan. Beberapa penelitian dari laman A-Z Animals dan The Bugman Pest Control bahkan menunjukkan bahwa tikus bisa memanjat hampir semua permukaan yang memiliki tekstur kasar atau celah kecil.
Mengenali jenis tembok yang bisa dipanjat tikus menjadi langkah awal yang penting bagi siapa pun yang ingin menjaga rumah tetap aman dan bebas hama. Dengan memahami struktur permukaan yang memungkinkan mereka memanjat, kita dapat mengambil langkah pencegahan yang lebih efektif. Berikut ulasan Liputan6.com, Selasa (11/11/2025).
Jenis Tembok yang Bisa Dipanjat Tikus
Dari hasil studi berbagai sumber pest control seperti EarthKind dan The Bugman Pest Control, diketahui bahwa jenis tembok yang bisa dipanjat tikus sangat bergantung pada tekstur dan materialnya. Semakin kasar dan banyak celah, semakin mudah bagi mereka untuk menjejakkan kuku kecilnya.
1. Tembok Bata (Brick Wall)
Dinding bata adalah salah satu permukaan favorit tikus. Tekstur mortar di antara bata menciptakan pijakan alami yang memungkinkan mereka memanjat dengan cepat. Bahkan retakan kecil sudah cukup menjadi tempat bertumpu kuku tajam mereka.
2. Tembok Beton Kasar atau Bertekstur (Rough Concrete)
Beton yang tidak dihaluskan atau memiliki pori-pori besar menjadi “tangga alami” bagi tikus. Mereka bisa memanfaatkan tonjolan kecil atau bekas cetakan pada beton sebagai pijakan.
3. Dinding Kayu yang Tidak Dicat atau Berpori (Wood Paneling)
Permukaan kayu memberikan daya cengkeram yang baik bagi tikus, terutama jika kayu bertekstur alami atau tidak di-finishing. Tikus dapat memanjat dari bagian bawah hingga ke loteng melalui sambungan kayu.
4. Tembok Plester Kasar dan Stucco (Rough Plaster / Stucco)
Menurut The Bugman Pest Control, dinding stucco atau plester kasar sangat mudah dipanjat karena permukaannya tidak rata dan memiliki banyak titik cengkeram.
5. Drywall (Gypsum Board)
Meskipun permukaannya terlihat halus, tikus sering kali memanjat di bagian dalam drywall. Mereka menggunakan rangka kayu atau kawat di balik dinding untuk bergerak naik-turun tanpa terlihat dari luar.
Jenis Tembok yang Sulit Dipanjat Tikus
Sebaliknya, ada beberapa jenis tembok yang sulit dipanjat tikus, seperti:
- Tembok Logam atau Baja Halus: Tidak memiliki pori atau tekstur untuk dicengkeram.
- Permukaan Kaca: Terlalu licin bagi kuku tikus untuk menapak.
- Plastik atau Akrilik Licin: Tikus tidak dapat mendapatkan daya dorong, meski terkadang bisa melompat keluar jika wadahnya tidak cukup tinggi.
- Kayu Dicat Mengilap: Cat glossy membuat permukaan terlalu licin untuk dipanjat.
Permukaan seperti ini sering direkomendasikan oleh ahli pest control untuk dijadikan penghalang atau bahan tambahan pada area rentan, seperti di sekitar pipa atau ventilasi udara.
Anatomi Tikus yang Membuatnya Pemanjat Andal
Menurut A-Z Animals, kemampuan tikus untuk memanjat bukanlah kebetulan. Mereka memiliki empat jari di kaki depan dan lima di kaki belakang, masing-masing dilengkapi kuku tajam yang berfungsi seperti kait mini. Bantalan kaki yang lembut menambah luas area cengkeram, membantu mereka melekat di permukaan kasar seperti tembok bata atau dinding semen bertekstur.
Bobot tubuh tikus yang ringan—hanya sekitar 10–30 gram—membuat gravitasi bukan masalah besar bagi mereka. Ditambah dengan kerangka tubuh yang sangat fleksibel, tikus dapat menyesuaikan diri dengan berbagai medan vertikal. Bahkan, seperti dijelaskan oleh The Bugman Pest Control, ekor mereka berfungsi sebagai penyeimbang alami saat meniti dinding atau pipa sempit.
Selain memanjat, tikus juga dapat melompat setinggi 25–30 cm dan menempuh jarak dua kali panjang tubuhnya. Jadi, meskipun tembok terlihat mulus, tikus sering memanfaatkan benda di sekitarnya—seperti pipa, kabel, atau tanaman rambat—sebagai “tangga tambahan” untuk mencapai tujuan mereka.
Mengapa Tikus Memanjat Tembok?
Menurut EarthKind, tikus memanjat tembok bukan karena sekadar eksplorasi, tetapi karena beberapa alasan spesifik:
- Mencari Makanan: Aroma makanan dari dapur, gudang, atau lemari sering menarik tikus untuk mendaki tembok menuju sumbernya. Mereka bahkan dapat mengendus makanan yang disimpan di loteng atau rak tinggi.
- Mencari Tempat Bersarang: Tikus mencari tempat yang hangat, gelap, dan aman dari gangguan. Ruang di antara dinding atau langit-langit rumah menjadi lokasi ideal untuk bersarang.
- Menghindari Ancaman: Tikus menggunakan jalur vertikal untuk melarikan diri dari predator seperti kucing atau manusia.
- Menjelajahi Area Baru: Mereka adalah hewan yang sangat ingin tahu dan sering memeriksa setiap celah untuk mencari jalur baru masuk ke rumah.
Cara Mencegah Tikus Memanjat Tembok Rumah
Beberapa langkah pencegahan yang disarankan oleh laman The Bugman Pest Control antara lain:
- Tutup Semua Celah dan Lubang: Gunakan steel wool, semen, atau kawat kasa halus untuk menutup lubang di sekitar pipa dan ventilasi.
- Tambahkan Permukaan Licin: Pasang panel logam atau plastik halus di bagian bawah dinding luar rumah.
- Potong Tanaman Menjalar: Pohon, sulur, dan tanaman rambat dapat menjadi “tangga alami” bagi tikus.
- Gunakan Jaring Logam di Ventilasi: Hal ini mencegah tikus masuk ke atap atau ruang bawah tanah.
- Konsultasi dengan Pest Control Profesional: Jika serangan sudah parah, bantuan profesional dapat memastikan seluruh jalur tikus tertutup dengan aman.
FAQ Seputar Tikus
1. Apakah tikus bisa memanjat tembok halus?
Tidak. Tikus kesulitan memanjat permukaan seperti kaca, logam, atau plastik licin karena tidak ada pijakan bagi kuku mereka.
2. Apakah tikus bisa memanjat tembok bata?
Ya, tembok bata termasuk yang paling mudah dipanjat karena memiliki celah di antara bata dan tekstur kasar.
3. Bagaimana cara tahu jika tikus memanjat dinding rumah saya?
Perhatikan suara gesekan di malam hari, kotoran di dekat dinding, atau noda minyak dari tubuh tikus di permukaan tembok.
4. Apakah tikus bisa memanjat dinding dalam rumah?
Bisa. Mereka menggunakan rangka kayu, pipa, atau kabel di balik drywall untuk naik ke plafon atau loteng.
5. Apa cara paling efektif mencegah tikus naik ke tembok?
Kombinasikan penutupan celah, pemasangan penghalang licin, dan perawatan lingkungan sekitar rumah agar tidak menarik perhatian tikus.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427662/original/074436000_1764405599-desain_teras_kecil_tapi_longgar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427557/original/006454100_1764395808-model_gamis_longgar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427540/original/079115400_1764394651-model_gamis_woolpeach.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418576/original/019602200_1763622219-Gemini_Generated_Image_bhu2n9bhu2n9bhu2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4186583/original/033169100_1665391530-SVOD_-_Go_Go_Squid_-_Poster_Landscape__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379366/original/064024100_1760342880-Gemini_Generated_Image_k09528k09528k095.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427600/original/081786700_1764399970-unnamed_-_2025-11-29T140315.653.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427583/original/038793800_1764398290-unnamed_-_2025-11-29T133706.230.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403869/original/062616900_1762339506-ular_kecil__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427449/original/000760300_1764388798-Cover___Lead__8_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427382/original/078277900_1764384996-unnamed_-_2025-11-29T095239.039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427436/original/034359700_1764388266-model_gamis_chiffon_flowy__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311486/original/045216400_1754885061-ChatGPT_Image_Aug_11__2025__11_01_20_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427406/original/065025500_1764386466-unnamed_-_2025-11-29T100931.357.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3988054/original/054672600_1649316223-eduardo-jaeger-K7FJOFiCmOU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427395/original/053252400_1764385572-301b5cfb-aa90-4aa9-90cf-010c50b6899c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427376/original/005091900_1764383918-090f8ff3-10df-410d-b1f3-1f1fc46b9fd0.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427229/original/037745600_1764337636-pexels-shardar-tarikul-islam-84327533-8983394.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317655/original/048753600_1755399607-Screenshot_2025-08-17_095559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324162/original/055401400_1755843647-20250822-Lisa_M-HEL_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3955423/original/001688200_1646706636-hands-waving-flags-indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303579/original/041631700_1754114018-Gemini_Generated_Image_ruwvxaruwvxaruwv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307626/original/077318000_1754473554-bende4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291523/original/075298800_1753175918-Gemini_Generated_Image_pszk0vpszk0vpszk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302883/original/072474400_1754037653-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_15.36.16_1c69c972.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320725/original/097582500_1755607274-gal1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)