Liputan6.com, Jakarta Rayap adalah salah satu musuh terbesar bagi pemilik rumah yang memiliki furnitur kayu. Serangga kecil ini mampu menghancurkan perabot secara perlahan tanpa disadari, hingga akhirnya menyebabkan kerusakan parah. Banyak orang baru sadar saat furnitur mulai rapuh, berlubang, atau terdengar bunyi “krek” saat diketuk. Padahal, mengenali jenis rayap perusak furnitur kayu sejak awal bisa membantu mencegah kerugian besar.
Rayap tidak hanya merusak perabot rumah, tetapi juga dapat menyerang bagian struktur bangunan seperti kusen, pintu, hingga lantai kayu. Setiap jenis rayap memiliki karakteristik dan cara menyerang yang berbeda. Dengan memahami perbedaannya, kamu bisa menentukan langkah pencegahan dan pengendalian yang tepat. Berikut ini beberapa jenis rayap yang paling sering merusak furnitur kayu, serta cara mengatasinya sebelum kerusakannya semakin parah.
1. Rayap Kayu Kering (Drywood Termite)
Rayap kayu kering merupakan jenis rayap perusak furnitur kayu yang paling sering ditemukan di rumah. Mereka hidup dan berkembang biak di dalam kayu kering tanpa membutuhkan tanah. Koloninya biasanya tersembunyi di dalam mebel seperti lemari, meja, dan kusen pintu. Ciri khasnya adalah munculnya serbuk halus seperti tepung di sekitar area yang diserang.
Untuk mengatasi rayap jenis ini, kamu perlu menjemur atau mengeluarkan furnitur ke area panas agar koloni rayap mati. Selain itu, gunakan cairan antirayap yang mengandung bahan aktif seperti permethrin atau boric acid. Semprotkan pada celah kayu yang berlubang untuk menghentikan aktivitas rayap dari dalam. Pastikan juga menjaga kelembapan ruangan agar rayap tidak kembali berkembang biak.
2. Rayap Tanah (Subterranean Termite)
Jenis rayap tanah hidup di dalam tanah dan membangun terowongan menuju sumber makanan seperti kayu furnitur. Mereka menyerang dari bawah, membuat kerusakan sulit terlihat di permukaan. Rayap tanah biasanya lebih berbahaya karena koloni mereka besar dan aktif siang malam. Tanda-tanda serangan adalah munculnya jalur tanah di dinding atau kaki perabot.
Untuk mencegah rayap tanah, pastikan tidak ada kelembapan berlebih di sekitar furnitur. Kamu bisa membuat barikade cairan antirayap di sekitar pondasi rumah atau area yang rawan lembap. Jika serangan sudah parah, sebaiknya gunakan jasa pest control profesional untuk memastikan koloni rayap benar-benar hilang. Dengan pengawasan rutin, furnitur kayu akan tetap awet dan bebas rayap.
3. Rayap Kayu Basah (Dampwood Termite)
Rayap kayu basah biasanya menyerang kayu yang lembap akibat kebocoran air atau sirkulasi udara yang buruk. Jenis rayap perusak furnitur kayu ini lebih sering ditemukan di area dapur, kamar mandi, atau gudang yang jarang dibersihkan. Mereka memakan bagian dalam kayu hingga keropos dan mudah hancur. Akibatnya, furnitur menjadi rapuh walaupun tampak utuh dari luar.
Solusi terbaik untuk menghindari rayap kayu basah adalah menjaga kondisi ruangan tetap kering dan berventilasi baik. Periksa pipa air atau dinding yang lembap, lalu perbaiki segera sebelum rayap bersarang. Gunakan cat atau pelapis kayu antirayap yang mengandung bahan tahan air. Dengan langkah ini, kamu bisa mencegah koloni rayap basah berkembang dan merusak perabot berharga.
4. Rayap Kepala Merah
Rayap kepala merah dikenal agresif dan dapat merusak struktur kayu lebih cepat dibanding jenis lainnya. Ciri khasnya adalah kepala berwarna kemerahan dengan tubuh cokelat muda. Mereka sering muncul di sekitar area lembap atau kayu yang bersentuhan langsung dengan tanah. Jenis rayap perusak furnitur kayu ini bisa menghabiskan satu potong kayu besar hanya dalam beberapa bulan.
Cara mengatasi rayap kepala merah adalah dengan melakukan penyemprotan menggunakan cairan insektisida khusus rayap. Pastikan cairan masuk ke sela-sela kayu tempat koloni bersembunyi. Selain itu, hindari menaruh furnitur kayu langsung di lantai tanpa alas agar tidak mudah dijangkau rayap. Kebersihan dan ventilasi udara juga menjadi faktor penting untuk mencegah rayap datang kembali.
5. Rayap Mikrocerotermes
Rayap jenis ini berukuran sangat kecil dan sering hidup di daerah tropis seperti Indonesia. Walaupun tubuhnya mungil, kemampuannya merusak furnitur kayu tidak bisa diremehkan. Mereka biasanya menyerang bagian dalam kayu dan meninggalkan rongga kosong di dalamnya. Kerusakan sering baru disadari setelah furnitur tampak lapuk dan berlubang.
Untuk mencegah rayap mikrocerotermes, kamu bisa melapisi kayu dengan vernis atau pelapis khusus antirayap. Lakukan pemeriksaan rutin, terutama pada perabot yang jarang dipindahkan. Jika tanda-tanda serangan sudah terlihat, segera lakukan pengasapan atau penyemprotan dengan cairan boraks. Pencegahan sejak dini jauh lebih murah dibanding mengganti furnitur yang sudah rusak parah.
6. Rayap Nasutitermes
Rayap nasutitermes dikenal memiliki sarang besar yang menempel di batang pohon atau struktur bangunan. Mereka juga bisa berpindah ke dalam rumah dan menyerang perabot kayu dari arah plafon atau dinding. Jenis rayap ini memiliki kepala berbentuk lancip dan berwarna lebih gelap. Serangannya sering kali terjadi tanpa disadari karena rayap ini sangat aktif di malam hari.
Untuk menanganinya, kamu perlu memutus jalur sarang ke area rumah menggunakan cairan racun rayap. Pastikan semua celah dan retakan di dinding ditutup rapat agar rayap tidak masuk. Jika ditemukan sarang besar, jangan dihancurkan langsung, tetapi semprotkan insektisida terlebih dahulu. Pengendalian rutin setiap tiga bulan bisa mencegah rayap nasutitermes berkembang biak lagi.
7. Rayap Kalotermitidae
Rayap kalotermitidae sering disebut sebagai rayap penghuni kayu kering karena bisa hidup tanpa kontak dengan tanah. Mereka biasanya menyerang furnitur antik, lemari kayu, atau bingkai jendela. Koloni mereka kecil, tetapi serangannya lambat dan bertahan lama. Hasilnya, furnitur tampak baik-baik saja di luar padahal sudah lapuk di dalam.
Langkah terbaik untuk mengatasi rayap kalotermitidae adalah dengan metode injeksi cairan insektisida langsung ke dalam kayu. Kamu juga bisa menggunakan minyak kayu putih atau minyak serai sebagai bahan alami pengusir rayap. Pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara baik agar tidak lembap. Dengan perawatan berkala, furnitur kayu kesayangan bisa bertahan selama bertahun-tahun.
Pertanyaan seputar Topik
1. Apa jenis rayap yang paling sering merusak furnitur kayu?
Jenis rayap kayu kering paling sering ditemukan karena mereka bisa hidup di dalam mebel tanpa membutuhkan tanah.
2. Bagaimana cara alami mengusir rayap dari furnitur kayu?
Gunakan minyak serai, cengkeh, atau kapur barus di sekitar area kayu untuk menghalau rayap tanpa bahan kimia keras.
3. Apakah rayap bisa kembali setelah dibasmi?
Bisa, jika kondisi rumah tetap lembap dan tidak dilakukan pencegahan berkala. Lakukan penyemprotan rutin setiap 3–6 bulan.
4. Apa tanda-tanda awal furnitur diserang rayap?
Biasanya muncul serbuk halus, bunyi rapuh saat diketuk, dan terdapat jalur tanah di sekitar kaki atau sambungan kayu.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427662/original/074436000_1764405599-desain_teras_kecil_tapi_longgar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427557/original/006454100_1764395808-model_gamis_longgar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427540/original/079115400_1764394651-model_gamis_woolpeach.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418576/original/019602200_1763622219-Gemini_Generated_Image_bhu2n9bhu2n9bhu2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4186583/original/033169100_1665391530-SVOD_-_Go_Go_Squid_-_Poster_Landscape__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379366/original/064024100_1760342880-Gemini_Generated_Image_k09528k09528k095.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427600/original/081786700_1764399970-unnamed_-_2025-11-29T140315.653.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427583/original/038793800_1764398290-unnamed_-_2025-11-29T133706.230.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403869/original/062616900_1762339506-ular_kecil__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427449/original/000760300_1764388798-Cover___Lead__8_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427382/original/078277900_1764384996-unnamed_-_2025-11-29T095239.039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427436/original/034359700_1764388266-model_gamis_chiffon_flowy__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311486/original/045216400_1754885061-ChatGPT_Image_Aug_11__2025__11_01_20_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427406/original/065025500_1764386466-unnamed_-_2025-11-29T100931.357.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3988054/original/054672600_1649316223-eduardo-jaeger-K7FJOFiCmOU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427395/original/053252400_1764385572-301b5cfb-aa90-4aa9-90cf-010c50b6899c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427376/original/005091900_1764383918-090f8ff3-10df-410d-b1f3-1f1fc46b9fd0.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427229/original/037745600_1764337636-pexels-shardar-tarikul-islam-84327533-8983394.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317655/original/048753600_1755399607-Screenshot_2025-08-17_095559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324162/original/055401400_1755843647-20250822-Lisa_M-HEL_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3955423/original/001688200_1646706636-hands-waving-flags-indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303579/original/041631700_1754114018-Gemini_Generated_Image_ruwvxaruwvxaruwv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307626/original/077318000_1754473554-bende4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291523/original/075298800_1753175918-Gemini_Generated_Image_pszk0vpszk0vpszk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302883/original/072474400_1754037653-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_15.36.16_1c69c972.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320725/original/097582500_1755607274-gal1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)