Jenis Ikan yang Cocok untuk Aquaponik Galon Bekas, Cepat Besar Mudah Dirawat

4 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Memilih ikan yang cocok untuk aquaponik galon bekas merupakan langkah awal paling krusial bagi Anda yang ingin mencoba budidaya mandiri di lahan sempit. Dengan memanfaatkan galon bekas sebagai media aquaponik, Anda tidak hanya berkontribusi pada pelestarian lingkungan tetapi juga bisa memanen protein hewani dan sayuran organik sekaligus.

Sistem ini, yang sering disebut sebagai AKUDALON (Akuaponik dalam Galon), bekerja dengan prinsip simbiosis di mana kotoran ikan menjadi nutrisi bagi tanaman, dan tanaman membantu menyaring air agar tetap bersih bagi ikan. 

Galon air mineral memiliki volume sekitar 19 liter, yang sebenarnya cukup terbatas, sehingga pemilihan jenis ikan harus didasarkan pada ketahanan mereka terhadap fluktuasi kualitas air. Untuk pemula, memahami batasan ruang sangat penting agar ikan tidak stres dan tetap sehat hingga masa panen tiba.

Banyak orang gagal di percobaan pertama karena memaksakan jenis ikan yang membutuhkan ruang gerak luas atau kadar oksigen sangat tinggi. Oleh karena itu, artikel Liputan6.com ini akan mengulas tuntas berbagai pilihan ikan yang cocok untuk aquaponik galon bekas beserta panduan praktis pembuatannya agar Anda bisa sukses berkebun dan beternak di rumah dengan modal minimalis.

Jenis Ikan yang Cocok untuk Aquaponik Galon Bekas

Memilih ikan untuk wadah sekecil galon membutuhkan seleksi ketat. Berikut adalah beberapa rekomendasi terbaik berdasarkan ketahanannya:

1. Ikan Lele (Catfish)

Ikan lele adalah "raja" dalam sistem akuaponik skala kecil. Lele memiliki alat pernapasan tambahan (labirin) yang memungkinkan mereka bertahan hidup dalam kondisi oksigen rendah dan kepadatan tinggi. Untuk satu galon bekas, Anda bisa memelihara 5-10 ekor bibit lele ukuran kecil untuk dibesarkan. Lele juga menghasilkan limbah organik yang kaya akan nitrogen, sangat bagus untuk pertumbuhan daun tanaman.

2. Ikan Nila (Tilapia)

Meskipun nila biasanya butuh ruang luas, jenis ini masih bisa digunakan dalam sistem galon jika jumlahnya dibatasi (1-2 ekor saja). Nila sangat tahan terhadap penyakit dan fluktuasi pH air. Ikan ini tumbuh cepat dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi jika Anda berencana mengembangkan sistem ini ke skala yang lebih besar nantinya.

3. Ikan Cupang (Betta Fish)

Jika Anda lebih mengutamakan estetika dan sistem akuaponik indoor, ikan cupang adalah pilihan ideal. Ikan ini tidak membutuhkan aerator (pompa udara) karena dapat mengambil oksigen langsung dari permukaan. Satu galon bekas cukup untuk satu ekor cupang yang dikombinasikan dengan tanaman hias atau sayuran kecil seperti seledri.

4. Ikan Molly dan Guppy

Ikan hias kecil seperti Molly dan Guppy sangat cocok untuk galon karena ukurannya yang mini dan kemampuan berkembang biak yang cepat. Mereka membantu menjaga kebersihan air dari jentik nyamuk dan memberikan nutrisi yang cukup untuk tanaman sayuran mikro.

5. Ikan Betok dan Gabus

Ikan asli rawa ini dikenal sangat tangguh. Mereka bisa hidup dalam kondisi air yang keruh dan minim oksigen, menjadikannya kandidat kuat untuk sistem akuaponik luar ruangan yang terpapar matahari langsung.

Cara Membuat Aquaponik Galon Sederhana dan Efektif

Membuat sistem ini tidaklah sulit. Berikut langkah-langkah praktisnya:

Persiapan Alat dan Bahan

  • Galon Bekas: Bersihkan dari sisa label dan kotoran.
  • Netpot atau Gelas Plastik Bekas: Untuk wadah tanaman.
  • Media Tanam: Gunakan arang sekam, kerikil, atau hydroton.
  • Sumbu Kompor/Kain Flanel: Untuk mengalirkan air ke akar tanaman jika menggunakan sistem sumbu.
  • Solder/Pisau: Untuk melubangi galon.

Langkah-langkah Pembuatan

  1. Potong Galon: Potong bagian atas galon (sekitar 1/4 bagian atas). Bagian bawah akan menjadi kolam ikan, dan bagian atas yang dibalik akan menjadi wadah media tanam.
  2. Lubangi Tutup: Buat lubang pada tutup galon dan masukkan sumbu flanel agar air dari kolam bisa meresap ke media tanam di atasnya.
  3. Pengecatan (Penting): Cat bagian luar galon dengan warna gelap (hitam atau hijau tua) untuk mencegah pertumbuhan lumut yang berlebihan akibat sinar matahari.
  4. Instalasi Media: Isi bagian atas galon dengan media tanam dan tanam bibit sayuran yang sudah disemai sebelumnya.
  5. Isi Air dan Ikan: Isi bagian bawah dengan air yang sudah diendapkan selama 24 jam, lalu masukkan ikan yang cocok untuk aquaponik galon bekas pilihan Anda.

Tanaman yang Cocok untuk Hidroponik dalam Sistem Akuaponik

Nutrisi dari kotoran ikan sangat efektif untuk tanaman sayuran daun. Berikut pilihannya:

  • Kangkung: Tanaman paling bandel dan paling cepat tumbuh dalam sistem galon.
  • Sawi dan Pakcoy: Membutuhkan nutrisi sedang dan sangat responsif terhadap air kolam ikan yang kaya amonia.
  • Selada: Cocok untuk lokasi yang lebih teduh dan menghasilkan tekstur daun yang renyah.
  • Seledri: Tumbuh subur dengan sistem sirkulasi air yang konstan dari kotoran ikan.
  • Bayam: Sangat mudah dirawat dan bisa dipanen berulang kali.

Tips Perawatan agar Tidak Bau dan Ikan Sehat

Menjaga sistem akuaponik galon tetap segar dan tidak berbau amis adalah tantangan utama karena volume air yang terbatas. Jika tidak dikelola dengan benar, penumpukan amonia dari kotoran ikan bisa meracuni ekosistem mini Anda.

Berikut adalah tips praktis agar sistem akuaponik galon bekas Anda tetap sehat dan bebas bau:

1. Manajemen Pemberian Pakan

Ini adalah kunci utama dalam budidaya aquaponik di galon. Beri pakan secukupnya agar tidak ada sisa dan menjadi endapan yang justru mengotori air dan bikin bau.

2. Pengendalian Lumut dengan Mengecat Galon

Cahaya matahari yang menembus galon bening akan memicu pertumbuhan lumut secara masif. Lumut yang mati akan membusuk dan menyebabkan air berbau busuk serta menyumbat akar tanaman.

3. Pemanfaatan Probiotik atau EM4

Campurkan 1 tutup botol EM4 ke dalam air galon setiap 2 minggu sekali. Bakteri baik di dalamnya akan mengubah amonia yang beracun menjadi nitrat yang sangat disukai oleh tanaman kangkung atau sawi Anda.

4. Pergantian Air Berkala (Sifon)

Buang sekitar 20-30% air bagian bawah yang paling kotor setiap minggu, lalu tambahkan air baru yang sudah diendapkan. Jangan mengganti air 100% karena akan membunuh bakteri pengurai yang sudah terbentuk.

5. Penambahan Arang Kayu pada Media Tanam

Letakkan potongan arang kayu di lapisan bawah media tanam (di atas sumbu flanel). Arang akan membantu menetralisir aroma tidak sedap sebelum air menguap ke udara.

FAQ Seputar Ikan Aquaponik Galon

1. Berapa banyak ikan lele yang bisa dipelihara dalam satu galon?

Idealnya 5-10 ekor untuk ukuran bibit 5-7 cm, namun pastikan ada sirkulasi udara yang cukup.

2. Apakah harus menggunakan pompa oksigen?

Untuk ikan tahan banting seperti lele atau cupang tidak wajib, namun sangat disarankan untuk menjaga kesehatan ikan konsumsi lainnya.

3. Berapa lama sayuran bisa dipanen?

Sayuran seperti kangkung biasanya bisa dipanen dalam waktu 21-30 hari setelah tanam.

4. Mengapa air galon cepat berlumut?

Karena galon bening membiarkan sinar matahari masuk. Solusinya, cat galon dengan warna gelap.

5. Apakah air kolam perlu diganti total?

Tidak. Cukup buang sebagian air bawah yang kotor dan tambahkan air baru agar keseimbangan bakteri tetap terjaga.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |