Jelajahi 16 Wisata Jogja Dekat Stasiun, Nikmati Pesona Kota Pelajar Tanpa Ribet

3 weeks ago 13

Liputan6.com, Jakarta Yogyakarta merupakan salah satu destinasi wisata populer di Indonesia, terkenal akan kekayaan budaya dan pesona yang tiada duanya. Bagi wisatawan yang datang menggunakan transportasi umum, lokasi strategis di sekitar stasiun seringkali menjadi titik awal yang ideal untuk memulai perjalanan. Salah satu kawasan yang tidak boleh dilewatkan adalah wisata Jogja dekat stasiun, menawarkan pengalaman unik bagi mereka yang ingin menjelajahi berbagai tempat menarik tanpa harus jauh-jauh dari stasiun.

Stasiun Tugu, misalnya, menjadi pintu gerbang utama yang menghubungkan pengunjung dengan pusat kota Yogyakarta. Dari sini, berbagai wisata Jogja dekat stasiun mudah dijangkau hanya dengan berjalan kaki atau menggunakan transportasi umum. Beberapa destinasi terkenal seperti Jalan Malioboro, Keraton Yogyakarta dan Pasar Beringharjo berada dalam jarak dekat, menjadikan lokasi ini sangat cocok bagi para wisatawan yang ingin menikmati atmosfer khas Jogja tanpa harus bepergian jauh.

Bukan hanya destinasi budaya, kawasan sekitar stasiun Jogja juga menawarkan berbagai tempat wisata alam dan kuliner yang patut dicoba. Dari restoran lokal yang menyajikan masakan tradisional hingga taman-taman indah yang bisa menjadi tempat bersantai, wisata Jogja dekat stasiun memberikan banyak pilihan untuk menikmati suasana kota yang nyaman. Keberagaman ini membuat pengunjung bisa merencanakan perjalanan yang menyenangkan dan tak terlupakan, bahkan hanya dalam waktu singkat.

Selain itu, keberadaan tempat penginapan dan fasilitas umum lainnya di sekitar stasiun memudahkan para wisatawan untuk merencanakan kunjungan tanpa khawatir soal transportasi. Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (7/11/2025). 

1. Keraton Yogyakarta

Keraton Yogyakarta merupakan simbol kemegahan budaya Jawa dan menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Bangunan megah yang berdiri di Jalan Rotowijayan ini dapat dicapai dengan berjalan kaki selama kurang lebih dua puluh menit dari Stasiun Tugu Yogyakarta. Arsitektur keraton memadukan keindahan gaya tradisional Jawa dengan sentuhan nilai filosofis yang tinggi. Para pengunjung dapat menelusuri ruang-ruang bersejarah, mempelajari perjalanan panjang kerajaan Mataram, serta menyaksikan koleksi benda pusaka dan peninggalan masa lampau. Saat berkunjung ke kawasan ini, wisatawan disarankan untuk mengenakan pakaian yang sopan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya yang dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat.

2. Pasar Beringharjo

Tidak jauh dari kawasan Malioboro, berdiri Pasar Beringharjo, salah satu pasar tradisional tertua dan paling ikonik di Kota Yogyakarta. Jaraknya hanya sekitar 1,8 kilometer dari Stasiun Tugu, sehingga dapat ditempuh dalam waktu sekitar dua puluh lima menit berjalan kaki. Di dalam pasar ini, para pengunjung akan disambut oleh suasana yang khas, dipenuhi aroma rempah-rempah, kain batik, serta pernak-pernik antik yang unik. Tempat ini juga menjadi pusat perekonomian rakyat sejak masa kolonial. Wisatawan dapat menemukan beragam cendera mata khas Yogyakarta dengan harga yang terjangkau, asalkan pandai menawar kepada pedagang lokal yang ramah.

3. Taman Sari

Taman Sari, atau yang dikenal juga sebagai Istana Air, merupakan kompleks bangunan bersejarah peninggalan Kerajaan Yogyakarta yang dahulu difungsikan sebagai tempat peristirahatan keluarga sultan. Lokasinya berada di Jalan Taman, hanya sekitar dua puluh lima menit berjalan kaki dari Stasiun Tugu. Di dalam kawasan ini, terdapat berbagai struktur menawan seperti Sumur Gumuling dan Bangsal Kencono yang sarat akan nilai sejarah. Taman Sari tidak hanya menjadi objek wisata edukatif, tetapi juga spot favorit para fotografer karena keindahan arsitekturnya yang klasik dan eksotis.

4. Museum Benteng Vredeburg

Museum Benteng Vredeburg merupakan destinasi edukatif yang sangat dekat dengan kawasan Malioboro. Untuk mencapainya, pengunjung cukup berjalan kaki selama sekitar lima belas menit dari Stasiun Tugu. Dulunya, benteng ini dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda sebagai sarana pertahanan, namun kini bertransformasi menjadi museum yang memamerkan berbagai diorama perjuangan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan. Selain menyuguhkan pembelajaran sejarah, suasana klasik benteng dengan bangunan bercorak Eropa menjadikannya tempat yang menarik untuk berfoto.

5. Tugu Jogja (Tugu Pal Putih)

Tugu Jogja, atau yang sering disebut Tugu Pal Putih, adalah monumen ikonik yang menjadi simbol persatuan antara raja dan rakyat Yogyakarta. Letaknya berada di ujung utara Jalan Malioboro, dan dapat dijangkau dengan berjalan kaki sekitar tiga puluh menit dari Stasiun Tugu. Monumen setinggi kurang lebih lima belas meter ini tidak hanya berfungsi sebagai penanda kota, tetapi juga memiliki makna filosofis mendalam mengenai hubungan manusia dengan Tuhan dan alam. Banyak wisatawan yang mengabadikan momen di sekitar tugu ini, terutama saat malam hari ketika pencahayaan kota menambah kesan magis di sekitarnya.

6. Alun-Alun Kidul

Alun-Alun Kidul, atau yang dikenal dengan sebutan “Alkid”, terletak di bagian selatan kompleks Keraton Yogyakarta. Kawasan ini dapat dicapai dengan berjalan kaki sekitar dua puluh lima menit dari Stasiun Tugu. Alun-alun ini menawarkan suasana yang teduh dengan pepohonan beringin raksasa di tengah lapangan. Banyak pengunjung datang ke tempat ini untuk berjalan santai, bersepeda tandem, atau mencoba tradisi unik “masangin” yakni berjalan di antara dua pohon beringin dengan mata tertutup. Di malam hari, area ini berubah menjadi pusat kuliner rakyat yang ramai dengan pedagang kaki lima.

7. Kawasan Malioboro

Tidak ada destinasi yang lebih legendaris di Yogyakarta selain Malioboro. Berjarak hanya sekitar tiga ratus meter dari Stasiun Tugu, kawasan ini menjadi jantung wisata belanja dan budaya kota. Sepanjang jalan, pengunjung akan menemukan toko suvenir, kios batik, hingga jajanan khas seperti gudeg, wedang ronde, dan sate kere. Penataan kawasan yang modern dengan kursi panjang, lampu jalan bergaya klasik, dan jalur pedestrian luas menjadikan Malioboro sebagai tempat yang nyaman untuk berjalan kaki maupun bersantai sembari menikmati hiruk-pikuk kota yang tak pernah sepi.

8. Selasar Malioboro

Bagi mereka yang ingin menikmati suasana Malioboro dengan lebih tenang, Selasar Malioboro di sisi utara jalan utama ini adalah pilihan sempurna. Area pedestrian ini dilengkapi dengan deretan kursi nyaman, pepohonan rindang, serta dekorasi lampu yang menawan di malam hari. Tidak jarang, area ini menjadi panggung terbuka untuk pertunjukan seni, musik tradisional, hingga kegiatan budaya masyarakat lokal. Dengan suasana yang ramah dan bersih, Selasar Malioboro menjadi tempat ideal untuk bersantai sembari menyerap energi khas kota Yogyakarta.

9. Titik Nol Kilometer Yogyakarta

Titik Nol Kilometer Yogyakarta merupakan jantung simbolis dari kota ini—tempat di mana sejarah dan modernitas berpadu harmonis. Di sekitar kawasan ini berdiri bangunan bersejarah seperti Gedung Agung, Gedung BNI 46, dan Benteng Vredeburg. Para wisatawan yang datang ke sini dapat menikmati suasana kota tua yang menawan, terutama saat senja ketika lampu-lampu jalan menyala lembut. Tidak jauh dari lokasi ini juga terdapat gerbang Plengkung Gading yang sering dijadikan latar foto oleh para pelancong.

10. Klenteng Poncowinatan

Terletak di Jalan Pangeran Diponegoro, Klenteng Poncowinatan merupakan salah satu tempat ibadah tertua di Yogyakarta. Dari Stasiun Tugu, klenteng ini hanya berjarak sekitar lima belas menit berjalan kaki. Arsitektur bangunannya begitu menawan dengan perpaduan warna merah dan emas serta ornamen naga khas budaya Tionghoa. Selain menjadi tempat beribadah umat Tri Dharma, klenteng ini juga sering dikunjungi wisatawan yang tertarik dengan keindahan arsitekturnya dan sejarah akulturasi budaya yang terjadi di kota ini.

11. Jogja National Museum

Jogja National Museum, berlokasi di Jalan Prof. Ki Amri Yahya, adalah ruang yang didedikasikan bagi perkembangan seni kontemporer Indonesia. Dari Stasiun Tugu, museum ini dapat dicapai dengan berjalan kaki sekitar tiga puluh menit. Di dalamnya terdapat koleksi lukisan, instalasi seni, patung, dan berbagai karya kreatif seniman lokal maupun nasional. Selain pameran, museum ini juga sering mengadakan lokakarya, festival seni, serta program edukasi yang mempertemukan seniman dan masyarakat umum dalam suasana interaktif.

12. Kampung Sosromenduran

Kampung Sosromenduran merupakan kawasan budaya yang terletak hanya sekitar sepuluh menit berjalan kaki dari Stasiun Tugu. Meski berada di tengah hiruk-pikuk kota, kampung ini mempertahankan nilai-nilai tradisional dan kehidupan sosial masyarakat Yogyakarta yang hangat. Di sini sering diadakan berbagai pertunjukan budaya seperti kirab tradisional, barongsai, hingga festival Apeman menjelang Ramadan. Wisatawan juga dapat berinteraksi langsung dengan penduduk setempat untuk memahami kehidupan masyarakat Jogja yang penuh keramahan.

13. Museum Sonobudoyo

Berada di Jalan Trikora, dekat dengan kompleks Keraton, Museum Sonobudoyo menyimpan koleksi budaya Jawa yang sangat lengkap. Untuk mencapainya, pengunjung cukup berjalan kaki sekitar dua puluh lima menit dari Stasiun Tugu. Koleksi museum ini meliputi wayang kulit, gamelan, keris, dan berbagai artefak arkeologis. Di waktu tertentu, museum ini juga menggelar pertunjukan seni tradisional serta kegiatan edukatif bagi pelajar dan wisatawan.

14. Plengkung Gading

Plengkung Gading adalah salah satu gerbang bersejarah yang berada di Jalan Sultan Agung, tidak jauh dari Keraton Yogyakarta. Gerbang ini memiliki bentuk lengkung khas dengan ornamen menyerupai gading gajah berwarna putih. Tempat ini sering menjadi lokasi favorit wisatawan untuk berfoto, terutama saat sore menjelang malam ketika langit berwarna jingga keemasan. Dari Stasiun Tugu, Plengkung Gading dapat dicapai dengan berjalan kaki selama sekitar dua puluh menit.

15. Embung Langensari

Embung Langensari adalah waduk buatan yang kini berfungsi ganda—sebagai sarana konservasi air sekaligus ruang publik untuk bersantai. Terletak sekitar 1,4 kilometer dari Stasiun Lempuyangan, tempat ini bisa dicapai dalam waktu sekitar lima menit berkendara. Suasana di sekitar embung sangat tenang, dikelilingi pepohonan hijau yang menyejukkan. Banyak warga datang ke sini untuk jogging ringan, memancing, atau sekadar menikmati panorama matahari terbenam yang menawan di sore hari.

16. Museum Batik Yogyakarta

Museum Batik Yogyakarta menyimpan lebih dari dua ribu koleksi kain batik, sebagian besar di antaranya merupakan motif langka peninggalan keluarga kerajaan. Museum ini memiliki aturan khusus yang melarang pengunjung mengambil foto di dalam ruangan guna menjaga keaslian dan keamanan koleksi. Selain kain batik, pengunjung juga dapat melihat alat-alat tradisional yang digunakan untuk membatik, seperti canting, wajan kecil, kompor minyak, serta anyaman bambu untuk menjemur kain. Dari Stasiun Lempuyangan, perjalanan menuju museum ini memakan waktu sekitar sebelas menit dengan kendaraan.

FAQ Seputar Topik

Apa saja stasiun utama di Jogja yang strategis untuk wisatawan?

Stasiun Tugu dan Stasiun Lempuyangan adalah gerbang utama yang sangat strategis untuk memulai petualangan wisata di Jogja.

Berapa jarak Jalan Malioboro dari Stasiun Tugu Yogyakarta?

Jalan Malioboro berjarak sekitar 100 hingga 300 meter dari Stasiun Tugu, dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 4 hingga 9 menit.

Kuliner khas Jogja apa yang direkomendasikan dekat Stasiun Tugu?

Gudeg Yu Djum, Gulai Sapi Pak Samin dan Angkringan Kopi Jos Lek Man adalah beberapa pilihan kuliner legendaris yang mudah dijangkau.

Wisatawan bisa berjalan kaki sekitar dua puluh menit, atau menggunakan becak serta transportasi daring. Sepanjang perjalanan, banyak pemandangan menarik seperti toko batik, kafe tua, hingga arsitektur kolonial yang masih lestari.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |