Ide Jualan Takjil Tradisional yang Tak Pernah Sepi Pembeli 2026, Lengkap dengan Estimasi Modal

17 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Bulan Ramadan selalu menjadi momen yang sangat potensial untuk memulai usaha musiman, terutama di bidang kuliner, karena kebutuhan masyarakat akan makanan berbuka puasa meningkat tajam setiap sore menjelang magrib. Di tengah maraknya makanan kekinian, takjil tradisional tetap memiliki tempat tersendiri di hati konsumen karena rasanya yang familiar, harganya terjangkau, serta mudah diterima oleh semua kalangan usia dan latar belakang.

Menariknya, tren di tahun 2026 menunjukkan bahwa minat terhadap makanan tradisional justru semakin kuat, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan cita rasa lokal dan nostalgia makanan rumahan. Oleh karena itu, memilih ide jualan takjil tradisional yang tepat bukan hanya soal ikut-ikutan, tetapi juga strategi cerdas untuk mendapatkan pembeli yang stabil dengan modal yang relatif kecil.

1. Kolak Pisang dan Ubi

Kolak pisang dan ubi merupakan menu takjil klasik yang hampir selalu ada di setiap Ramadan karena rasanya yang manis dan teksturnya yang mengenyangkan sangat cocok untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Perpaduan pisang matang, ubi empuk, santan, dan gula merah menciptakan cita rasa yang akrab di lidah masyarakat Indonesia.

Dari sisi produksi, kolak tergolong mudah dibuat dan tidak membutuhkan teknik memasak yang rumit, sehingga cocok dijalankan oleh pemula sekalipun. Bahan-bahannya pun mudah ditemukan di pasar tradisional dengan harga yang relatif stabil, terutama jika membeli dalam jumlah besar menjelang bulan puasa.

Estimasi modal awal untuk membuat sekitar 30–40 porsi kolak berkisar antara Rp150.000 hingga Rp300.000, tergantung kualitas bahan dan variasi isian yang digunakan. Dengan harga jual Rp8.000–Rp12.000 per porsi, potensi keuntungan bersih bisa mencapai 40–50 persen jika seluruh porsi terjual.

2. Es Cendol atau Dawet

Es cendol atau dawet selalu menjadi incaran saat cuaca panas karena sensasi segarnya mampu melepas dahaga dengan cepat setelah berbuka puasa. Minuman tradisional ini memiliki kombinasi rasa manis dari gula merah, gurih dari santan, dan kenyal dari cendol yang sangat disukai berbagai kalangan.

Keunggulan es cendol terletak pada daya tarik visual dan kemampuannya untuk dijual dalam volume besar dalam waktu singkat, terutama di lokasi ramai seperti depan masjid atau pasar Ramadan. Selain itu, cendol bisa dibuat dalam jumlah besar dan disimpan untuk beberapa hari jika disimpan dengan benar.

Estimasi modal awal berkisar antara Rp200.000 hingga Rp350.000 untuk sekitar 30–40 gelas, termasuk bahan dan kemasan. Dengan harga jual Rp6.000–Rp9.000 per gelas, usaha ini berpotensi memberikan keuntungan harian yang cukup stabil selama Ramadan.

3. Es Teh Manis Tradisional

Es teh manis sering dianggap sederhana, tetapi justru menjadi minuman yang hampir selalu dibeli sebagai pelengkap takjil lainnya. Banyak orang memilih es teh karena rasanya ringan, tidak terlalu manis, dan cocok dipadukan dengan makanan berbuka apa pun.

Dari sisi operasional, es teh manis sangat efisien karena bahan bakunya murah, proses penyajiannya cepat, dan tidak membutuhkan peralatan khusus. Hal ini membuatnya ideal dijadikan produk tambahan untuk meningkatkan nilai transaksi pembeli.

Modal awal untuk es teh manis tergolong sangat kecil, yaitu sekitar Rp100.000–Rp200.000 untuk puluhan cup. Dengan harga jual Rp3.000–Rp5.000 per cup, margin keuntungan cukup besar karena biaya produksi per porsi sangat rendah.

4. Klepon dan Onde-onde

Klepon dan onde-onde termasuk jajanan pasar yang selalu punya penggemar setia karena teksturnya yang unik dan rasa manis dari isian gula merah atau kacang hijau. Takjil ini sering dibeli sebagai camilan ringan sebelum makan besar saat berbuka.

Proses pembuatannya memang membutuhkan ketelatenan, tetapi bahan-bahan yang digunakan relatif murah dan mudah didapatkan. Selain itu, klepon dan onde-onde bisa dijual dalam kemasan isi beberapa buah sehingga terlihat lebih menarik bagi pembeli.

Estimasi modal awal sekitar Rp150.000–Rp250.000 untuk menghasilkan 25–30 porsi. Dengan harga jual Rp5.000–Rp8.000 per porsi, potensi keuntungan cukup menjanjikan terutama jika dijual di area pemukiman padat.

5. Bubur Sumsum

Bubur sumsum dikenal sebagai takjil yang lembut, ringan, dan mudah dicerna, sehingga cocok untuk orang tua maupun anak-anak. Rasa gurih dari santan dan manis dari gula merah membuatnya menjadi pilihan aman untuk berbuka puasa.

Keunggulan bubur sumsum terletak pada bahan dasarnya yang sangat sederhana, yaitu tepung beras, santan, dan gula merah, sehingga biaya produksinya relatif rendah. Selain itu, bubur ini bisa dibuat dalam jumlah besar tanpa menambah banyak biaya.

Modal awal untuk sekitar 30 porsi bubur sumsum berkisar Rp200.000, dengan harga jual Rp7.000–Rp10.000 per porsi. Jika penjualan stabil, usaha ini mampu memberikan keuntungan bersih yang konsisten sepanjang Ramadan.

6. Es Timun Suri

Es timun suri menjadi ikon minuman Ramadan karena kesegarannya yang khas dan aromanya yang ringan. Buah timun suri biasanya hanya ramai dicari saat bulan puasa, sehingga menciptakan kesan musiman yang kuat dan menarik minat pembeli.

Proses pembuatannya cukup sederhana, hanya membutuhkan timun suri, sirup, gula, dan es batu, sehingga waktu persiapan relatif singkat. Minuman ini juga mudah divariasikan dengan tambahan selasih atau jeruk nipis.

Estimasi modal awal sekitar Rp150.000–Rp300.000 tergantung harga buah di daerah masing-masing. Dengan harga jual Rp7.000–Rp12.000 per gelas, es timun suri memiliki potensi keuntungan yang cukup besar di hari-hari ramai.

7. Gorengan Tradisional

Gorengan seperti bakwan, tempe goreng, tahu isi, dan pisang goreng hampir selalu habis terjual karena rasanya gurih dan cocok dijadikan camilan berbuka. Banyak pembeli yang membeli gorengan dalam jumlah banyak untuk disantap bersama keluarga.

Dari segi produksi, gorengan bisa dibuat secara bertahap sehingga tetap hangat saat dijual, yang menjadi nilai tambah bagi pembeli. Selain itu, variasi jenis gorengan memungkinkan penjual menjangkau selera yang lebih luas.

Modal awal berkisar Rp200.000–Rp300.000 untuk bahan dan minyak goreng. Dengan harga jual Rp2.000–Rp5.000 per buah, keuntungan bisa sangat besar jika volume penjualan tinggi.

8. Bubur Kacang Hijau

Bubur kacang hijau dikenal sebagai takjil yang mengenyangkan karena kandungan protein dan karbohidratnya cukup tinggi. Menu ini sering dipilih oleh pembeli yang ingin berbuka dengan makanan manis tetapi tetap mengenyangkan.

Bahan-bahan bubur kacang hijau relatif awet dan mudah disimpan, sehingga memudahkan perencanaan produksi harian. Selain itu, bubur ini bisa disajikan hangat atau dingin sesuai selera pembeli.

Estimasi modal awal sekitar Rp200.000–Rp250.000 untuk 25–30 porsi. Dengan harga jual Rp7.000–Rp12.000 per porsi, usaha ini memiliki margin keuntungan yang cukup stabil.

9. Risol dan Pastel

Risol dan pastel merupakan camilan gurih yang selalu dicari karena cocok dijadikan pembuka sebelum makanan utama. Isian sayur, ayam, atau bihun membuatnya terasa lebih mengenyangkan dibanding gorengan biasa.

Proses produksinya bisa dilakukan dari pagi hari karena risol dan pastel bisa disimpan sebelum digoreng, sehingga memudahkan pengaturan waktu jualan. Selain itu, tampilannya yang rapi membuatnya cocok dijual dalam kemasan.

Modal awal sekitar Rp250.000–Rp350.000 untuk puluhan buah, dengan harga jual Rp5.000–Rp10.000 per buah. Keuntungan cukup menarik jika dijual di lokasi strategis.

10. Es Doger atau Es Campur Tradisional

Es doger dan es campur tradisional menawarkan kombinasi rasa dan warna yang menarik, sehingga mudah menarik perhatian pembeli. Minuman ini biasanya menjadi favorit karena isinya beragam dan terasa lebih “lengkap”.

Bahan-bahannya memang lebih banyak, tetapi bisa disesuaikan dengan budget dan ketersediaan bahan di pasar. Semakin menarik tampilannya, semakin tinggi pula nilai jualnya.

Estimasi modal awal berkisar Rp300.000–Rp400.000, dengan harga jual Rp10.000–Rp15.000 per porsi. Jika dikelola dengan baik, es doger bisa menjadi salah satu produk dengan keuntungan tertinggi.

Pertanyaan dan Jawaban

Q: Takjil apa yang paling laris saat Ramadan?

A: Kolak, gorengan, dan es cendol termasuk yang paling konsisten dicari pembeli.

Q: Berapa modal minimal untuk jualan takjil?

A: Modal bisa dimulai dari Rp100.000–Rp200.000 tergantung jenis takjil.

Q: Apakah jualan takjil masih menguntungkan di 2026?

A: Ya, karena kebutuhan berbuka puasa selalu ada dan permintaannya tinggi.

Q: Lebih baik jual takjil manis atau gurih?

A: Kombinasi keduanya lebih disukai karena pembeli punya banyak pilihan.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |