Hindari 8 Aktivitas Berkebun yang Bisa Boros Air, Jaga Tanaman Tetap Subur

4 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Perubahan iklim dan tantangan ketersediaan air bersih semakin menuntut kita untuk bijak dalam setiap aktivitas, termasuk berkebun. Banyak dari kita mungkin tidak menyadari bahwa beberapa aktivitas berkebun yang bisa boros air.

Padahal, dengan sedikit perubahan, kita bisa menjaga taman tetap hijau dan produktif tanpa menguras sumber daya air. Oleh karena itu, penting bagi setiap pegiat kebun untuk memahami praktik-praktik yang dapat menyebabkan pemborosan air.

Artikel Liputan6.com ini akan membahas sembilan aktivitas berkebun yang bisa boros air dan bagaimana cara menghindarinya. Dengan menerapkan tips-tips ini, Anda dapat memiliki kebun yang subur, indah, dan ramah lingkungan, Senin (30/3/2026).

1. Waktu Penyiraman yang Tidak Tepat

Salah satu penyebab pemborosan air saat berkebun adalah menyiram di siang hari. Pada suhu tinggi, air cepat menguap sebelum sempat diserap akar, sehingga kurang efektif.

Waktu terbaik menyiram adalah pagi atau sore hari saat udara lebih sejuk, agar air terserap optimal. Hindari jam terik, dan fokuskan penyiraman langsung ke akar, bukan daun.

2. Teknik Penyiraman yang Keliru dan Tidak Efisien

Penggunaan selang tanpa kontrol bisa menyebabkan pemborosan air karena alirannya sulit diarahkan dan banyak yang terbuang. Air sering tidak tepat mengenai akar tanaman.

Sebaiknya gunakan gayung atau ember agar volume air lebih terkontrol dan bisa langsung disiram ke area akar. Hindari menyiram daun, karena air mudah menguap dan tidak terserap optimal.

3. Pentingnya Mulsa

Tidak menggunakan mulsa membuat tanah cepat kering dan boros air karena penguapan tinggi. Akibatnya, tanaman perlu lebih sering disiram.

Mulsa membantu menjaga kelembaban tanah, melindungi akar dari panas, dan bisa mengurangi penguapan hingga 70%. Dengan begitu, penyiraman jadi lebih hemat dan efisien.

4. Pemilihan Tanaman yang Tepat

Pemilihan jenis tanaman juga sangat krusial dalam upaya menghemat air. Menanam tanaman yang membutuhkan banyak air di daerah dengan pasokan air terbatas atau tanpa mempertimbangkan kebutuhan airnya dapat menyebabkan pemborosan. Pilihlah tanaman tahan kekeringan seperti bugenvil, agave, lidah buaya, kaktus, lavender, atau lidah mertua yang tidak memerlukan penyiraman rutin.

5. Optimalisasi Sumber Air

Mengandalkan air bersih tanpa memanfaatkan sumber alternatif bisa menyebabkan pemborosan. Air hujan dan greywater sebenarnya bisa digunakan untuk menyiram tanaman.

Menampung air hujan atau memanfaatkan air bekas rumah tangga (non-kloset) adalah cara efektif menghemat air sekaligus mengurangi biaya perawatan taman.

6. Optimalisasi Wadah Tanam

Pemilihan pot yang tidak tepat juga berkontribusi pada pemborosan air. Pot dengan bahan dasar yang tidak mampu mempertahankan kelembaban tanah akan membuat tanah cepat kering, sehingga membutuhkan penyiraman lebih sering. Pot berlapis kaca atau pot glasir adalah pilihan yang baik karena membantu menjaga kelembaban tanah lebih lama.

7. Irigasi Boros

Dalam skala pertanian yang lebih luas, praktik irigasi yang boros menjadi perhatian serius. Kementan menyoroti bahwa petani di Indonesia seringkali terlalu boros dalam menggunakan air dari saluran irigasi. Praktik ini menyebabkan pemborosan air yang signifikan dan perlu diatasi dengan teknologi irigasi yang lebih efisien, seperti irigasi tetes.

8. Kuantitas Air Berlebihan

Menyiram tanaman secara berlebihan juga menyebabkan pemborosan, karena air yang melebihi daya serap tanah akan terbuang sia-sia. Sebaiknya sesuaikan jumlah air dengan kebutuhan tanaman dan kondisi tanah. Penyiraman yang cukup dan tepat sasaran lebih efektif daripada berlebihan.

FAQ

Kapan waktu terbaik untuk menyiram tanaman agar tidak boros air?

Waktu terbaik untuk menyiram tanaman adalah pada pagi atau sore hari, ketika suhu udara lebih rendah untuk mengurangi penguapan berlebihan.

Mengapa menyiram daun tanaman tidak efektif?

Menyiram daun tanaman tidak efektif karena air lebih cepat menguap dan tidak langsung terserap oleh akar. Sebaiknya siram langsung ke area batang dan akar.

Apa manfaat menggunakan mulsa dalam berkebun?

Mulsa membantu menjaga kelembaban tanah, mengurangi penguapan, dan melindungi zona akar tanaman dari suhu ekstrem, sehingga menghemat air.

Jenis tanaman apa yang cocok untuk berkebun hemat air?

Tanaman tahan kekeringan seperti bugenvil, agave, lidah buaya, kaktus, lavender, atau lidah mertua sangat cocok untuk berkebun hemat air.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |