Liputan6.com, Jakarta - Sebelum Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara, para pendiri bangsa berdebat panjang tentang rumusan yang tepat bagi Indonesia merdeka. Perjalanan menuju kesepakatan itu melibatkan tokoh-tokoh besar seperti Soekarno, Mohammad Yamin, dan Soepomo dalam sidang BPUPKI tahun 1945. Dari sinilah Pancasila lahir, bukan sekadar kumpulan kata, melainkan hasil refleksi mendalam atas jati diri bangsa Nusantara. Secara etimologis, “Pancasila” berasal dari bahasa Sanskerta: panca berarti lima, dan sila berarti prinsip atau dasar. Artinya, Pancasila merupakan lima dasar kehidupan bangsa Indonesia yang mencerminkan nilai spiritual, moral, dan sosial yang diwariskan sejak dahulu kala.
Pancasila tidak hanya menjadi teks dalam konstitusi, tetapi juga panduan hidup yang menuntun arah kebijakan nasional dan perilaku masyarakat. Nilai-nilai di dalamnya menjiwai kehidupan berbangsa, mulai dari cara kita bermusyawarah hingga menghormati perbedaan agama. Oleh karena itu, memahami Pancasila bukan sekadar mengenang sejarahnya, tetapi juga meneladani semangat yang melahirkannya yakni semangat untuk menyatukan bangsa dalam keberagaman.
Sejarah Lahirnya Pancasila
Sejarah Pancasila dimulai dari janji kemerdekaan yang diberikan oleh Jepang pada 7 September 1944 melalui Perdana Menteri Kuniaki Koiso. Janji tersebut kemudian diwujudkan dengan pembentukan BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada April 1945. BPUPKI bertugas merumuskan dasar negara bagi Indonesia merdeka dan terdiri dari 70 anggota, sebagian besar tokoh bangsa.
Sidang pertama BPUPKI berlangsung pada 29 Mei – 1 Juni 1945 di Gedung Chuo Sangi In (sekarang Gedung Pancasila, Jakarta). Dalam sidang itu, Mohammad Yamin, Soepomo, dan Ir. Soekarno menyampaikan gagasan tentang dasar negara.
- Mohammad Yamin pada 29 Mei 1945 mengusulkan lima dasar: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ke-Tuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat.
- Soepomo menyampaikan konsep dasar pada 31 Mei 1945 yang menekankan nilai persatuan, kekeluargaan, keseimbangan lahir-batin, musyawarah, dan keadilan rakyat.
- Ir. Soekarno dalam pidatonya pada 1 Juni 1945 memperkenalkan istilah “Pancasila” dan mengusulkan rumusan awal: Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan yang Berkebudayaan.
Dari sinilah lahir gagasan besar bahwa dasar negara Indonesia harus mencerminkan nilai-nilai universal, namun tetap berakar pada budaya bangsa sendiri.
Proses Perumusan dan Pengesahan Pancasila
Setelah sidang pertama BPUPKI, dibentuklah Panitia Sembilan yang beranggotakan tokoh-tokoh nasional seperti Soekarno, Hatta, Yamin, dan K.H. Wachid Hasyim. Panitia ini menghasilkan Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945 sebagai rumusan awal Pancasila.
Selanjutnya, pada 18 Agustus 1945, setelah proklamasi kemerdekaan, PPKI mengesahkan Pembukaan UUD 1945 yang berisi Pancasila dalam bentuk final seperti berikut:
- Ketuhanan Yang Maha Esa
- Kemanusiaan yang adil dan beradab
- Persatuan Indonesia
- Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
- Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Sejak saat itu, Pancasila menjadi dasar negara yang resmi dan sah, menjadi sumber dari segala sumber hukum di Indonesia.
Makna Filosofis Setiap Sila Pancasila
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Makna sila pertama adalah pengakuan bahwa bangsa Indonesia ber-Tuhan. Negara menjamin kebebasan beragama dan mengajak warganya menjaga kerukunan dalam keberagaman.
Nilai-nilainya antara lain:
- Toleransi antar umat beragama
- Tidak memaksakan keyakinan
- Menjaga harmoni antar pemeluk agama
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Sila ini menekankan penghormatan terhadap martabat manusia dan keadilan sosial.
Nilai-nilai pentingnya:
- Menghargai hak asasi manusia
- Bersikap adil
- Menunjukkan empati dan kepedulian sosial
3. Persatuan Indonesia
Maknanya adalah menjaga kesatuan bangsa di tengah perbedaan suku, agama, dan budaya.
Nilai-nilainya:
- Cinta tanah air
- Menjaga kerukunan
- Mengutamakan kepentingan bangsa di atas golongan
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Sila ini menegaskan bahwa demokrasi Indonesia berlandaskan musyawarah untuk mufakat, bukan kekuasaan mayoritas.
Nilai-nilainya:
- Menghormati pendapat orang lain
- Mengutamakan dialog
- Mengambil keputusan secara adil dan bijaksana
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sila terakhir menekankan pemerataan kesejahteraan dan perlakuan adil bagi seluruh warga negara.
Nilai-nilainya:
- Menghindari diskriminasi
- Menjaga keseimbangan hak dan kewajiban
- Mendorong pemerataan ekonomi dan sosial
Fakta Unik Pancasila
Sebelum masuk ke fungsi dan penerapan, menarik untuk mengetahui bahwa Pancasila menyimpan banyak fakta unik dan sejarah mendalam yang sering kali luput dari perhatian. Fakta-fakta ini menunjukkan betapa panjang proses lahirnya ideologi yang menjadi jati diri bangsa Indonesia.
Fakta-fakta unik tersebut antara lain:
- Hari lahir Pancasila diperingati setiap 1 Juni, sesuai pidato Ir. Soekarno di BPUPKI.
- Dasar negara ini sempat mengalami beberapa perubahan redaksi sebelum ditetapkan dalam UUD 1945.
- Panitia Sembilan (termasuk Soekarno dan Hatta) berperan besar dalam menyusun teks final Pancasila.
- Pancasila tetap menjadi ideologi tunggal yang disepakati seluruh elemen bangsa tanpa konflik berarti.
- Indonesia bahkan memiliki lembaga khusus, yaitu BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila), untuk menjaga dan mengembangkan nilai-nilainya.
Fungsi dan Kedudukan Pancasila sebagai Dasar Negara
Sebagai dasar negara, Pancasila memiliki fungsi penting dalam membentuk arah dan identitas bangsa. Ia bukan sekadar teks dalam konstitusi, tetapi jiwa yang menuntun setiap keputusan bangsa Indonesia.
Berikut beberapa fungsi utama Pancasila:
1. Sebagai Pedoman Hidup
Menjadi dasar setiap tindakan dan keputusan rakyat Indonesia.
2. Sebagai Jiwa Bangsa
Menjiwai setiap lembaga, organisasi, dan individu di Indonesia.
3. Sebagai Kepribadian Bangsa
Menjadi ciri khas dan identitas bangsa Indonesia yang beradab.
4. Sebagai Sumber Hukum Tertinggi
Semua hukum di Indonesia harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
5. Sebagai Cita-Cita Bangsa
Mengarahkan bangsa menuju kesejahteraan, keadilan, dan persatuan sejati.
Cara Menerapkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-Hari
Pancasila akan benar-benar bermakna jika diwujudkan dalam tindakan nyata. Nilainya hidup ketika setiap warga negara berperilaku sesuai dengan kelima sila.
Beberapa cara praktis yang bisa dilakukan:
1. Sila Pertama – Ketuhanan Yang Maha Esa:
Beribadah sesuai agama, menghormati perbedaan, dan menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk syukur kepada Tuhan.
2. Sila Kedua – Kemanusiaan yang Adil dan Beradab:
Membantu sesama tanpa pandang bulu, menghargai perbedaan pendapat, dan tidak melakukan kekerasan.
3. Sila Ketiga – Persatuan Indonesia:
Menjaga solidaritas antarwarga, mencintai produk lokal, dan menghargai kebudayaan daerah lain.
4. Sila Keempat – Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan:
Mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan masalah di sekolah, keluarga, atau organisasi.
5. Sila Kelima – Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia:
Bersikap adil dalam kelompok, menghormati hak orang lain, dan ikut serta dalam kegiatan sosial untuk membantu sesama.
Pertanyaan seputar Dasar Negara Indonesia
1. Kapan Pancasila pertama kali diperkenalkan?
Pancasila pertama kali diperkenalkan oleh Ir. Soekarno dalam sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945.
2. Siapa yang merumuskan Pancasila?
Pancasila dirumuskan melalui peran berbagai tokoh seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Mohammad Yamin, dan Soepomo melalui BPUPKI dan Panitia Sembilan.
3. Mengapa Pancasila disebut sebagai dasar negara?
Karena Pancasila menjadi sumber dari segala hukum dan pedoman bagi seluruh penyelenggaraan negara Republik Indonesia.
4. Apa fungsi utama Pancasila dalam kehidupan berbangsa?
Sebagai pedoman moral, pemersatu bangsa, sumber hukum, dan identitas nasional.
5. Apakah Pancasila bisa berubah?
Nilai dasar Pancasila bersifat tetap, namun penerapannya bersifat dinamis sesuai perkembangan masyarakat.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469707/original/099838100_1768178390-desain_rumah_agar_bisa_tanam_sayur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4893618/original/006169100_1721185314-Ilustrasi_siswa__pelajar__murid_SMA__anak_sekolah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5159488/original/006209100_1741745731-65d59cb5b0794.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469544/original/067348600_1768128903-MixCollage-11-Jan-2026-05-54-PM-5977.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469600/original/081360400_1768136809-Tanaman_Rombusa.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469428/original/023729600_1768117136-lantai_teras_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469376/original/030336900_1768114724-desain_akuaponik_untuk_lahan_sempit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469391/original/094098600_1768115504-kacang_panjang__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469364/original/017262000_1768114044-desain_kandang_ayam_umbaran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469342/original/053666500_1768110776-model_rambut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344665/original/065683900_1757490422-unnamed_-_2025-09-10T142534.077.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469343/original/033984700_1768110777-pexels-roman-odintsov-5847238.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469395/original/006062700_1768115539-kursi_sudut_kayu_minimalis_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469353/original/083176100_1768113103-Ide_Kandang_Ayam_Semi_Terbuka_dengan_Ventilasi_Maksimal_di_Samping_Rumah_Anti_Bau.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442146/original/005239100_1765528615-pexels-mart-production-7879922.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1412396/original/029145300_1479731755-starfruit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447508/original/022689800_1765957589-model_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469236/original/041610300_1768099822-ide_jualan_takjill.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2797741/original/011422900_1557138527-20190506-Takjil-Benhil-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469228/original/090805300_1768099389-rice_cooker__6_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354601/original/013523100_1758259145-ChatGPT_Image_Sep_19__2025__12_08_54_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354530/original/059277200_1758256607-Gemini_Generated_Image_5vkn9p5vkn9p5vkn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354654/original/036226500_1758261026-Gemini_Generated_Image_9notrf9notrf9not.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360305/original/022331900_1758704064-DGDFE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)