Ciri-ciri Sarang Ular Kobra yang Sering Muncul di Sudut Kebun Rumah, Patut Waspada

2 days ago 9

Liputan6.com, Jakarta Memahami ciri-ciri sarang ular kobra yang sering muncul di sudut kebun rumah penting untuk mengenali ancaman sejak dini. Area lembap, gelap, dan jarang disentuh biasanya menjadi lokasi favorit ular membuat sarang.

Dengan mengetahui ciri-ciri sarang ular kobra yang sering muncul di sudut kebun rumah, pemilik dapat lebih waspada saat beraktivitas. Perubahan tanah, tumpukan dedaunan, atau jejak pergerakan sering menjadi penanda keberadaan ular.

Informasi tentang ciri-ciri sarang ular kobra yang sering muncul di sudut kebun rumah juga membantu menentukan titik yang harus dibersihkan atau ditutup. Langkah sederhana ini bisa mencegah ular berkembang biak di sekitar hunian.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang ciri-ciri sarang ular kobra yang sering muncul di sudut kebun rumah, Kamis (27/11/2025).

Tanda Keberadaan Ular Kobra di Sekitar Rumah atau Kebun

Mengutip buku berjudul Ensiklopedia Mini Hewan (2003) oleh John Farndon, Jon Kirkwood, kobra adalah jenis ular berbisa yang dapat ditemukan di Afrika, India, dan Asia. Di antara berbagai jenis kobra, yang dianggap paling berbahaya adalah kobra mamba Afrika.

Gigitan kobra dapat menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani dengan penawar bisa. Setiap tahun, banyak orang meninggal akibat gigitan ular kobra.

Berikut ini tanda keberadaan ular kobra di sekitar rumah dan kebun:

1. Ditemukannya kulit ular yang rontok

Kulit ular yang terlepas merupakan indikator paling umum keberadaan ular kobra. Karena ular berganti kulit beberapa kali dalam setahun, kulit yang tertinggal di area gelap, lembap, atau jarang tersentuh manusia menandakan bahwa ular sering beraktivitas atau bersembunyi di sekitar lokasi tersebut.

2. Jejak pergerakan di tanah

Ular bergerak dengan cara melata, meninggalkan jejak berbentuk garis meliuk atau zig-zag di atas permukaan tanah berdebu, berpasir, atau berlumpur. Jejak semacam ini menunjukkan bahwa ular melintas secara rutin, sehingga perlu diwaspadai khususnya jika ditemukan di dekat sudut kebun, samping rumah, atau bawah tanaman rimbun.

3. Penemuan kotoran ular

Kotoran ular biasanya berwarna gelap, mirip dengan kotoran burung namun sering kali mengandung sisa makanan seperti bulu atau fragmen tulang. Kotoran ini biasanya ditemukan di tempat tersembunyi seperti sela batu, sudut gudang, atau area sekitar tumpukan kayu. Jika ditemukan secara berulang, itu menandakan ular sering menetap di area tersebut.

4. Populasi tikus berkurang drastis

Penurunan jumlah tikus secara tiba-tiba bisa menjadi tanda tidak langsung bahwa ular kobra berada di sekitar hunian. Kobra adalah predator alami hewan pengerat, sehingga perubahan populasi yang signifikan dapat mengisyaratkan keberadaan mereka.

5. Bau aneh atau suara tidak biasa

Beberapa ular dapat mengeluarkan bau khas seperti aroma timun ketika merasa terganggu, meskipun tidak semua spesies melakukannya. Selain itu, suara gesekan atau gerakan dari ruang sempit seperti loteng, bawah rumah, atau tumpukan barang dapat menunjukkan adanya ular yang sedang bergerak.

Ciri-ciri Lokasi yang Disukai Ular Kobra

Mengutip buku berjudul Buku Pintar Hewan Buas (2019) oleh Jumanta, ciri fisik ular kobra yaitu tubuh kobra diselimuti sisik-sisik halus berwarna cokelat pucat hingga hitam yang tampak mengilap. Bagian bawah tubuhnya atau perutnya berwarna abu-abu.

Panjang kobra umumnya berkisar antara 1,4 hingga 2 meter. Taringnya memiliki lubang yang mengarah ke depan, memungkinkan ular ini menyemburkan bisa hingga mencapai jarak sekitar 1,5 meter.

Berikut ini ciri lokasi yang disukai ular kobra:

1. Tempat gelap, lembap, dan jarang tersentuh

Ular kobra cenderung memilih lokasi yang tenang, minim cahaya, dan tidak sering didatangi manusia. Area seperti loteng, gudang, saluran drainase, ruang bawah rumah, serta bangunan kosong menjadi tempat favorit karena memberikan perlindungan dari cuaca dan gangguan luar.

2. Lubang dan celah dengan kelembapan tinggi

Kobra kerap bersarang di lubang tanah, saluran air, atau celah sempit di antara pondasi dan tembok. Lokasi semacam ini menyediakan suhu stabil dan kelembapan yang dibutuhkan untuk menjaga telur tetap aman hingga menetas.

3. Tumpukan barang yang tidak tertata

Tumpukan kayu, batu, kardus, atau puing-puing menyediakan banyak ruang gelap untuk bersembunyi. Struktur yang berantakan menciptakan celah-celah kecil yang sangat ideal bagi ular untuk berlindung atau bersembunyi dari predator.

4. Kebun rimbun dengan semak dan rumput tinggi

Kebun yang tidak terawat dengan banyak semak, tanaman lebat, atau rumput tinggi menawarkan lingkungan lembap dan tempat persembunyian alami. Kondisi ini juga mempermudah ular mendekati mangsa seperti tikus, katak, atau burung kecil.

5. Lahan kosong di sekitar rumah

Area tak terpakai atau tanah kosong yang jarang dibersihkan sering menjadi tempat berkumpulnya hewan kecil yang menjadi mangsa kobra. Lingkungan seperti ini menarik bagi ular sebagai tempat tinggal sekaligus sumber makanan.

Ciri-ciri Sarang Ular King Kobra (Ophiophagus hannah)

Mengutip buku berjudul Get Smart Bahasa Indonesia (2006) oleh Nani Darmayanti, kobra mampu menghasilkan racun neurotoksik dan menyuntikkannya melalui taring yang berada di bagian depan rahang atas.

Untuk memberikan peringatan mematikan kepada lawan atau mangsanya, kobra memiliki cara khas. Suaranya sangat nyaring, sepertiga bagian tubuhnya dapat berdiri tegak, dan lehernya mengembang sehingga tampak seperti sendok yang menakutkan.

Berikut ini ciri-ciri sarang ular king kobra:

1. Dibangun di atas tanah menggunakan dedaunan kering

Berbeda dengan spesies kobra lainnya, King Kobra adalah satu-satunya ular yang benar-benar membangun sarang di atas permukaan tanah. Induk membuat tumpukan daun kering sebagai bahan utama, biasanya di area dasar pepohonan, lereng, atau tempat yang memiliki drainase baik serta teduh.

2. Memiliki dua ruang dengan fungsi berbeda

Sarang King Kobra terdiri dari dua bagian utama. Ruang bawah digunakan untuk meletakkan telur, sedangkan ruang atas menjadi tempat induk menjaga dan melindungi telur-telurnya. Struktur ini memberikan isolasi yang cukup baik dari cuaca luar sekaligus menjaga keamanan embrio.

3. Ukuran sarang cukup besar dan mencolok

Tumpukan sarang dapat mencapai tinggi sekitar 55 cm di bagian tengah dan lebar hingga 140 cm di area dasar. Bentuknya menyerupai gundukan daun besar sehingga mudah dikenali, terutama di area hutan atau kebun yang rimbun.

4. Jumlah telur banyak dan masa inkubasi panjang

Induk King Kobra mampu menghasilkan 7 hingga 43 telur dalam satu musim. Masa inkubasi berlangsung lama, sekitar 66–105 hari, sehingga induk tetap berada di sekitar sarang untuk memastikan keamanan sampai anak menetas.

5. Suhu dan kelembapan sarang sangat terkontrol

Sarang mempertahankan suhu internal 2–4°C lebih hangat daripada lingkungan sekitarnya, dengan tingkat kelembapan sangat tinggi, mendekati 97%. Kondisi ini sangat ideal untuk perkembangan telur hingga menetas.

6. Penjagaan induk sangat agresif

King Kobra betina dikenal menjaga sarang dengan ketat. Ia akan bertahan di dekat sarang selama periode inkubasi dan dapat menyerang ketika merasa terancam. Karena itu, keberadaan sarang King Kobra harus ditangani dengan sangat hati-hati dan melibatkan tenaga ahli.

Q & A Seputar Topik

Apa tanda paling umum adanya sarang ular kobra di sudut kebun rumah?

Tanda paling umum adalah ditemukannya kulit ular yang terkelupas. Kobra rutin berganti kulit, sehingga sisa kulit yang memanjang dan tipis di dekat semak, tumpukan kayu, atau sudut kebun merupakan indikasi kuat adanya ular yang tinggal atau sering melintas.

Apakah bentuk sarang ular kobra selalu berupa lubang?

Tidak selalu. Selain lubang di tanah, kobra juga sering membuat sarang di tumpukan barang, dedaunan, puing-puing, atau celah di antara batu dan kayu. Yang penting bagi mereka adalah tempat yang gelap, lembap, dan terlindungi.

Bagaimana cara mengenali jejak atau aktivitas ular kobra di kebun?

Jejaknya biasanya berbentuk garis meliuk atau zig-zag di tanah berdebu atau berpasir. Kadang juga ditemukan kotoran ular yang mirip kotoran burung tetapi mengandung sisa bulu atau tulang, menandakan aktivitas ular pemangsa seperti kobra.

Apakah keberadaan tikus berpengaruh terhadap munculnya sarang kobra?

Ya. Jika populasi tikus tiba-tiba berkurang drastis, itu bisa menjadi sinyal bahwa ular kobra sering berburu di area tersebut, sehingga kemungkinan ada sarang atau tempat persembunyian di dekatnya.

Sarang kobra di sudut kebun biasanya berada di area lembap, tidak terawat, dan tertutup tanaman rimbun, seperti semak tinggi, tumpukan pot, atau celah di antara pagar dan tembok. Kadang juga muncul bau amis atau bau seperti timun, meski tidak selalu, terutama pada area yang sangat lembap.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |