Liputan6.com, Jakarta - Lalat yang berputar-putar di dapur, meja makan, atau tempat sampah tentu mengganggu kenyamanan. Karena itu, mengetahui cara usir lalat dari rumah bukan hanya soal membuat ruangan terasa lebih nyaman, tetapi juga membantu menjaga kebersihan area tempat makanan disiapkan dan disantap.
Kehadiran lalat sering berkaitan dengan hal-hal sederhana yang luput dari perhatian, seperti sisa makanan di piring, sampah yang mulai berbau, saluran air lembap, atau makanan hewan peliharaan yang dibiarkan terlalu lama. Kondisi tersebut dapat menjadi sumber yang menarik lalat untuk datang dan bertahan di dalam rumah.
Mengusir lalat pun tidak selalu harus dimulai dengan penggunaan insektisida. Kebiasaan membersihkan rumah secara teratur, menghilangkan sumber makanan dan tempat berkembang biak, serta mencegah lalat masuk dari luar merupakan langkah penting yang dapat dilakukan sehari-hari. Berikut ulasan Liputan6.com, Kamis (13/8/2026).
Mengapa Lalat Perlu Segera Diatasi?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5544737/original/057958700_1775115810-Gemini_Generated_Image_wwnq6ewwnq6ewwnq.jpg)
Perbesar
Lalat rumah bukan sekadar serangga yang mengganggu. Serangga ini dapat berpindah antara tempat kotor, sampah, kotoran, dan makanan manusia. CDC menjelaskan bahwa lalat rumah dapat bertindak sebagai mechanical vector, yaitu membawa organisme penyebab penyakit pada bagian luar tubuhnya dan berpotensi memindahkannya ke manusia.
FDA juga menggolongkan lalat rumah sebagai salah satu hama yang dapat menjadi pembawa patogen pangan karena memiliki karakteristik tertarik pada kotoran dan makanan manusia. Karena itu, keberadaan lalat di sekitar makanan sebaiknya tidak dianggap sepele.
Kondisi rumah yang menyediakan banyak sumber makanan, kelembapan, dan tempat sampah terbuka juga dapat membuat masalah lalat semakin sulit dikendalikan. Prinsip pengendalian hama yang baik bukan hanya membunuh lalat yang sudah masuk, melainkan menghilangkan kondisi yang membuat lalat tertarik dan berkembang biak.
1. Segera Cuci Piring Setelah Makan
Salah satu kebiasaan sederhana yang dapat membantu mengurangi lalat adalah tidak membiarkan piring kotor menumpuk di wastafel.
Sisa nasi, kuah, saus, minyak, buah, atau makanan manis yang tertinggal di piring dapat menjadi sumber aroma yang menarik serangga. Piring yang dibiarkan bersama air di dalam wastafel juga membuat area dapur tetap lembap.
Bahan rujukan dari The Spruce menekankan pentingnya mencuci piring segera setelah digunakan. Kebiasaan ini bukan hanya membuat pekerjaan dapur lebih ringan, tetapi juga mengurangi sisa makanan dan kondisi lembap yang dapat menarik lalat.
Tidak perlu menunggu sampai seluruh wastafel penuh. Jika hanya terdapat beberapa piring, biasakan langsung mencucinya setelah makan. Bersihkan pula sisa makanan yang jatuh di meja, lantai, atau sekitar kompor.
Tempat sampah dapur merupakan salah satu lokasi yang perlu mendapat perhatian khusus ketika lalat mulai bermunculan.
Sampah organik seperti kulit buah, sisa sayuran, tulang, daging, makanan basi, dan sisa makanan lainnya dapat mengeluarkan aroma yang semakin kuat ketika mulai membusuk. Aroma tersebut dapat menarik lalat dari luar rumah.
Dalam artikel rujukan The Spruce, kebiasaan membuang sampah ketika mulai muncul bau tidak sedap disebut sebagai salah satu perubahan yang membantu mengurangi lalat di rumah.
Gunakan tempat sampah yang memiliki tutup dan jangan menunggu kantong benar-benar penuh jika isinya sudah mengeluarkan aroma menyengat. Bersihkan bagian dalam tempat sampah secara berkala agar tidak ada cairan atau sisa makanan yang tertinggal.
FDA juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah dan kebersihan dalam konteks keamanan pangan.
3. Bersihkan Sisa Makanan di Meja dan Lantai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4767411/original/076205400_1709972059-spencer-davis-vJsj-hgOEG0-unsplash.jpg)
Perbesar
Membersihkan meja makan setelah digunakan terdengar sederhana, tetapi kebiasaan ini penting dalam mencegah lalat.
Tetesan minuman manis, remah makanan, saus, potongan buah, hingga sisa makanan yang terselip di sudut meja dapat menjadi sumber makanan bagi serangga. Area bawah meja dan lantai dapur juga perlu diperiksa karena remah makanan sering jatuh tanpa disadari.
FDA merekomendasikan permukaan yang bersentuhan dengan makanan, seperti meja, talenan, peralatan makan, dan peralatan dapur, dibersihkan dengan air sabun setelah digunakan.
Membersihkan permukaan secara rutin membuat rumah bukan hanya lebih rapi, tetapi juga mengurangi sumber yang dapat menarik lalat.
4. Tutup Makanan dan Minuman
Makanan yang dibiarkan terbuka sebaiknya segera ditutup, terutama ketika berada di dapur atau ruang makan.
Lalat dapat hinggap di berbagai permukaan sebelum kemudian berpindah ke makanan. Karena itu, makanan matang sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup atau lemari pendingin sesuai kebutuhannya.
Buah yang sudah dipotong juga sebaiknya tidak dibiarkan terbuka terlalu lama. Begitu pula minuman manis, sirup, susu, dan makanan yang memiliki aroma kuat.
Langkah ini menjadi bagian penting dari cara usir lalat dari rumah karena bukan hanya mengusir serangga yang sudah terlihat, tetapi menghilangkan kesempatan mereka untuk menemukan sumber makanan.
5. Periksa Area yang Lembap
Lalat tidak selalu tertarik hanya pada makanan. Beberapa jenis lalat kecil dapat muncul di sekitar area yang lembap dan kotor, termasuk saluran pembuangan.
Periksa wastafel dapur, saluran air, kamar mandi, area bawah bak cuci, dan tempat lain yang sering basah. Jangan membiarkan genangan air bertahan tanpa alasan.
Lap permukaan yang basah setelah digunakan dan pastikan saluran air tidak tersumbat oleh sisa makanan atau kotoran. Jika lalat kecil terus muncul dari area saluran pembuangan meski dapur sudah bersih, sumber masalahnya mungkin berada di dalam saluran tersebut.
6. Bersihkan Area Hewan Peliharaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499622/original/086606300_1770791225-Tetapkan_Rutinitas____Military_Style____untuk_Pembersihan.jpg)
Perbesar
Rumah dengan hewan peliharaan juga perlu memberikan perhatian lebih pada area makan dan pembuangan kotoran.
Sisa makanan hewan yang dibiarkan terlalu lama dapat mengundang serangga. Begitu pula kotoran hewan yang tidak segera dibersihkan.
The Spruce, dalam pengalaman yang dijadikan rujukan artikel ini, menyebut kebersihan area litter box dan mangkuk makanan kucing sebagai salah satu kebiasaan yang membantu mengurangi kemungkinan lalat bertahan di area tersebut.
Bersihkan kotoran hewan sesegera mungkin dan jangan membiarkan makanan basah berada di mangkuk sepanjang hari. Mangkuk makanan juga perlu dicuci secara rutin.
7. Gunakan Perangkap Lalat sebagai Pelengkap
Jika hanya ada beberapa lalat yang terlanjur masuk, perangkap dapat digunakan untuk membantu menangkapnya.
Perangkap lengket atau perangkap khusus lalat dapat ditempatkan di lokasi yang sering didatangi lalat, tetapi sebaiknya tidak diletakkan di atas atau terlalu dekat dengan makanan. FDA Food Code, misalnya, mengatur bahwa perangkat pengendali serangga di fasilitas makanan perlu ditempatkan sedemikian rupa agar serangga mati atau bagian tubuhnya tidak jatuh ke makanan maupun peralatan yang bersih.
Perangkap lebih efektif jika digunakan bersama upaya sanitasi. FDA juga menyebut bahwa perangkap lengket atau perangkap berumpan dapat menjadi bagian dari pengendalian lalat, tetapi sumber yang menarik dan menjadi tempat berkembang biak lalat tetap perlu diidentifikasi serta dihilangkan.
8. Coba Perangkap Sederhana untuk Lalat Buah
Jika yang terlihat adalah lalat-lalat kecil yang sering berputar di sekitar buah atau minuman manis, perangkap berbahan cuka sari apel dapat dicoba.
Salah satu cara yang banyak digunakan adalah menuangkan sedikit cuka sari apel ke dalam wadah, kemudian menambahkan beberapa tetes sabun pencuci piring. Wadah dapat ditutup dengan plastik yang diberi beberapa lubang kecil.
Aroma cuka dapat menarik lalat buah menuju perangkap. Sabun membantu mengubah permukaan cairan sehingga lalat yang masuk lebih sulit bertahan di permukaan.
Perangkap semacam ini sebaiknya dipandang sebagai langkah tambahan. Jika lalat terus bermunculan, sumbernya tetap perlu dicari, misalnya buah yang terlalu matang, sisa minuman manis, sampah organik, atau bagian dapur yang jarang dibersihkan.
9. Kurangi Jalan Masuk Lalat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5510158/original/041805700_1771820493-Untitled_design__10_.jpg)
Perbesar
Lalat tidak akan menjadi masalah besar di dalam rumah jika mereka sulit masuk sejak awal.
Periksa pintu, jendela, ventilasi, serta celah lain yang langsung terhubung dengan bagian luar rumah. Gunakan kasa pada jendela jika memungkinkan, terutama pada ruangan yang sering dibuka untuk mendapatkan sirkulasi udara.
FDA Food Code merekomendasikan perlindungan pada bukaan bangunan untuk mencegah masuknya serangga, termasuk melalui pintu dan jendela yang tertutup rapat atau penggunaan kasa pada bukaan yang perlu tetap terbuka untuk ventilasi.
Pintu yang terbuka terlalu lama, terutama ketika ada makanan sedang dimasak, juga dapat menjadi jalan masuk yang mudah. Menutup pintu dan jendela pada waktu yang tepat merupakan tindakan sederhana yang sering terlupakan.
10. Cari Sumber Lalat Jika Jumlahnya Terus Bertambah
Jika lalat terus muncul meskipun rumah sudah dibersihkan, jangan hanya mengejar lalat yang terlihat.
Cobalah mencari sumbernya. Periksa tempat sampah, saluran air, area belakang lemari, bawah perabot, tempat penyimpanan makanan, area hewan peliharaan, tanaman dalam pot, hingga lingkungan sekitar rumah.
Bangkai hewan kecil atau tumpukan sampah organik di luar rumah juga dapat menjadi sumber masalah. FDA menyarankan pengendalian lalat dilakukan dengan mengidentifikasi dan menghilangkan tempat yang menarik atau memungkinkan lalat berkembang biak. Insektisida tidak seharusnya menjadi pengganti sanitasi dan pengelolaan lingkungan yang baik.
Jika penggunaan insektisida memang diperlukan, pilih produk yang sesuai untuk penggunaan di rumah dan ikuti seluruh petunjuk pada label. Hindari menyemprotkan insektisida di dekat makanan, peralatan makan, anak-anak, atau hewan peliharaan.
Jangan Hanya Mengandalkan Bahan Alami
Beberapa bahan rumahan seperti cuka, cabai, atau tanaman beraroma tertentu sering disebut dapat membantu mengusir lalat. Tanaman seperti kemangi, lavender, daun salam, marigold, dan catnip juga kerap digunakan sebagai cara tambahan untuk membuat area rumah kurang menarik bagi serangga.
Namun, efektivitas bahan alami dapat berbeda-beda dan tidak sebaiknya menggantikan kebersihan rumah. Jika sumber makanan, sampah, atau tempat berkembang biak masih tersedia, sekadar menempatkan tanaman beraroma kemungkinan tidak cukup untuk menyelesaikan masalah.
Prinsip yang lebih penting adalah menghilangkan daya tarik lalat terlebih dahulu. Setelah itu, perangkap, kasa, atau metode pengendalian lain dapat digunakan sebagai pelengkap.
Pendekatan ini sejalan dengan panduan FDA yang menempatkan sanitasi, pengelolaan limbah, dan penghilangan sumber perkembangbiakan sebagai bagian penting dalam pengendalian lalat.
Kebiasaan Kecil Lebih Efektif Jika Dilakukan Konsisten
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313561/original/042036300_1785654128-1946908668533797092.jpeg)
Perbesar
Mengatasi lalat sebenarnya tidak harus dimulai dengan pekerjaan besar. Mencuci piring setelah makan, membuang sampah ketika mulai berbau, membersihkan sisa makanan, menutup makanan, mengeringkan area basah, dan menjaga kebersihan tempat hewan peliharaan merupakan kebiasaan kecil yang dapat dilakukan setiap hari.
Rujukan dari The Spruce menunjukkan bahwa perubahan rutinitas sederhana tersebut dapat membantu mengurangi keberadaan lalat di rumah. Pendekatan tersebut juga sesuai dengan prinsip pengendalian hama dari FDA: mengurangi sumber makanan dan tempat berkembang biak merupakan bagian penting dari pengendalian lalat, bukan sekadar membunuh serangga yang sudah dewasa.
Jadi, cara usir lalat dari rumah yang paling masuk akal bukan hanya mencari bahan yang dianggap paling ampuh, tetapi menciptakan lingkungan yang tidak menarik bagi lalat. Ketika sumber makanan, kelembapan, sampah, dan jalan masuk dikendalikan, peluang lalat untuk menetap di dalam rumah pun dapat berkurang.
Pertanyaan Seputar Lalat di Rumah
1. Mengapa lalat sering muncul di dapur?
Dapur menyediakan banyak hal yang menarik lalat, mulai dari sisa makanan, buah matang, minuman manis, sampah organik, hingga permukaan yang lembap. Wastafel dan tempat sampah menjadi dua area yang sebaiknya diperiksa terlebih dahulu ketika lalat mulai banyak terlihat.
2. Apakah lalat di rumah berbahaya?
Lalat dapat membawa mikroorganisme dari lingkungan kotor ke area makanan. CDC menjelaskan bahwa lalat rumah dapat berperan sebagai pembawa mekanis organisme penyebab penyakit, sementara FDA mengidentifikasi lalat rumah sebagai salah satu hama yang dapat membawa patogen pangan.
3. Apakah cuka sari apel bisa mengusir lalat?
Cuka sari apel lebih tepat digunakan sebagai bahan untuk membuat perangkap, terutama untuk lalat buah, bukan sebagai pengusir seluruh jenis lalat. Aromanya dapat menarik lalat menuju cairan perangkap, sementara sabun membantu membuat lalat sulit bertahan di permukaan.
4. Bagaimana agar lalat tidak kembali setelah diusir?
Cari dan hilangkan sumber yang menariknya. Bersihkan sisa makanan, buang sampah secara teratur, tutup makanan, bersihkan area hewan peliharaan, jaga saluran air tetap bersih, dan pasang kasa pada jendela atau ventilasi jika diperlukan.
5. Kapan perlu menggunakan insektisida?
Insektisida dapat dipertimbangkan ketika lalat tetap banyak setelah sumbernya dibersihkan dan langkah pencegahan dilakukan. Gunakan produk yang memang diperuntukkan bagi penggunaan rumah tangga dan ikuti petunjuk label. Penggunaan insektisida sebaiknya tidak menggantikan sanitasi dan penghilangan sumber lalat.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9323471/original/063671700_1786613589-HL_keyboard.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9291714/original/033005000_1783574254-Ide_Dapur_Tema_Pawon_Jawa__Tampil_Modern_Minimalis_Ala_Tradisional_Model_Skandinavia_Warna_Netral.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5141815/original/061399600_1740385456-two-girls-friends-sitting-park.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415196/original/012501800_1763363692-dian-lee-VZcA0eIczv0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9323576/original/045910900_1786621404-53ff6e71-a023-49b2-9c8c-b4202589b606.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9323479/original/078041900_1786613654-pexels-sokmeas-uy-113943-32497735.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9323563/original/077334100_1786620228-dedfff.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256424/original/072136500_1781157874-pepaya_di_sawah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9323594/original/007222300_1786622466-strategi_pemasara.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9323605/original/097130400_1786623376-pexels-shvets-production-9774202.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9323454/original/076963600_1786612959-Ide_pembatas_ruangan_untuk_rumah_kecil_menggunakan_sketsel_berbagai_motif_unik.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546734/original/077858600_1775363436-ide_teras_hijau_dengan_pohon_bambu_sebagai_pagar_alami_anti_panas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9323404/original/095519900_1786611410-cermin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9323455/original/093923700_1786613341-Gemini_Generated_Image_mv726xmv726xmv72.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9323361/original/082130400_1786610295-Ide_Makanan_Bertema_17_Agustus.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9322904/original/057724100_1786593536-hl3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9323504/original/053432800_1786616486-unnamed__2_.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9323336/original/065850300_1786609587-ChatGPT_Image_Aug_13__2026__03_25_04_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5543785/original/046987400_1775034956-Jualan_Snack_Kemasan_Ulang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9323362/original/091182500_1786610411-pexels-leon-aschemann-734730704-18631322.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6707818/original/004530300_1779526004-1779525648.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557096/original/065659700_1776318001-Gambar_Rumah_Sederhana_6x9_di_Kampung_Dekat_Sawah_yang_Jadi_Tren_Desain_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558460/original/066569600_1776419680-HL_mangga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560536/original/020239000_1776672350-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566397/original/034900000_1777180569-Desain_Rumah_50_Juta_dengan_Ventilasi_Silang_Alami_Model_Teras_Ganda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559831/original/019905700_1776645721-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7026414/original/064378700_1779801039-Gemini_Generated_Image_bb1cq2bb1cq2bb1c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5705844/original/009190100_1778588694-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5753994/original/053180300_1778655561-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566459/original/099990000_1777186387-Cara_Cepat_Bersihkan_Kulkas_Tanpa_Bongkar_Semua_Isi_dan_Tetap_Bersih_Maksimal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570927/original/085307900_1777551328-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559169/original/005017800_1776523941-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565766/original/098117700_1777086011-unnamed__30_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569841/original/046143800_1777456700-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5697309/original/087148900_1778575609-Gemini_Generated_Image_fqdhcafqdhcafqdh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560608/original/012737700_1776674546-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568461/original/001756800_1777360580-kre1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560766/original/050726300_1776682615-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566874/original/055492400_1777259351-1.jpg)