Cara Ternak Ikan Gurame di Kolam Kecil Belakang Rumah Menggunakan Terpal, Panen Melimpah

23 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Dengan memanfaatkan kolam terpal, Anda bisa memulai cara ternak ikan gurame di kolam kecil belakang rumah dengan mudah dan efisien. Ikan gurame dikenal memiliki nilai jual tinggi dan permintaan pasar yang stabil.

Budidaya ikan gurame di kolam kecil belakang rumah kini semakin diminati banyak orang. Keterbatasan lahan bukan lagi penghalang untuk memulai usaha yang menjanjikan ini. Rasanya yang lezat dan kandungan proteinnya yang tinggi menjadikan ikan ini favorit di berbagai hidangan.

Oleh karena itu, mempelajari cara ternak ikan gurame di kolam kecil belakang rumah dapat menjadi peluang bisnis yang menguntungkan. Berikut Liputan6.coma ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (8/1/2026).

Persiapan Kolam Terpal yang Ideal

Kolam terpal menjadi pilihan utama dalam budidaya ikan gurame karena efisiensinya. Metode ini menawarkan kemudahan pembuatan dan biaya yang lebih hemat dibandingkan kolam beton atau tanah. Pemilihan lokasi kolam terpal harus cermat, yaitu area yang terhindar dari genangan air. Pastikan lokasi tersebut mendapatkan paparan sinar matahari langsung selama 6-8 jam setiap hari untuk sterilisasi alami.

Ukuran kolam ideal untuk skala rumahan bisa 2x3 meter dengan kedalaman 60 cm, mampu menampung sekitar 50-70 ekor gurame. Rangka kolam dapat dibuat dari susunan batu bata, bambu, atau kayu sesuai ketersediaan bahan. Setelah kolam terpasang, isi dengan air bersih setinggi 50-75 cm dan diamkan selama 2-3 hari.

Proses ini memungkinkan sterilisasi air secara alami oleh sinar matahari. Suhu air yang optimal untuk pertumbuhan gurame adalah sekitar 25-30°C. Pemupukan dasar kolam juga disarankan untuk menumbuhkan pakan alami bagi ikan gurame. Gunakan pupuk kandang atau pupuk organik cair untuk mendukung ekosistem kolam.

Memilih Bibit Ikan Gurame Berkualitas

Kualitas bibit adalah penentu utama keberhasilan budidaya gurame di kolam terpal. Bibit yang unggul tidak hanya menjamin hasil panen maksimal tetapi juga pertumbuhan yang optimal. Pilih bibit gurame yang sehat, aktif, dan tidak memiliki cacat fisik. Ciri-ciri bibit unggul meliputi gerakan lincah, tubuh berisi, dan warna cerah. Ukuran bibit sebaiknya seragam, minimal 6 cm, untuk memastikan pertumbuhan yang merata.

Pastikan Anda mendapatkan bibit dari peternakan yang terpercaya dan memiliki reputasi baik. Sumber bibit yang kredibel akan menjamin kualitas dan kesehatan benih. Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada pagi hari sebelum pukul 08.00 atau sore hari setelah pukul 16.00. Hal ini bertujuan untuk mengurangi stres pada ikan saat beradaptasi dengan lingkungan baru. Lakukan aklimatisasi terlebih dahulu sebelum benih dilepaskan ke kolam.

Pemberian Pakan yang Tepat dan Efisien

Pakan memegang peranan krusial dalam budidaya gurame, mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatan ikan. Pemberian pakan yang tepat harus dilakukan untuk mencapai hasil optimal. Pakan utama dapat berupa pelet khusus gurame dengan kandungan protein 30-35%.

Pelet apung lebih direkomendasikan karena mudah dipantau dan tidak mengotori dasar kolam. Sebagai pakan tambahan, Anda bisa memanfaatkan daun-daunan seperti daun pepaya atau daun sente. Maggot dan bekicot juga dapat diberikan untuk melengkapi nutrisi.

Daun pepaya sebaiknya dijemur 2-3 hari sebelum diberikan. Berikan pakan 2-3 kali sehari dengan takaran 3-5% dari berat tubuh ikan per hari.  Hindari pemberian pakan berlebihan (overfeeding) karena sisa pakan dapat mencemari air. Jika masih ada sisa pakan mengapung setelah 10-15 menit, kurangi jumlah pakan pada pemberian berikutnya.

Manajemen Kualitas Air Kolam Gurame

Kualitas air adalah faktor penentu keberhasilan budidaya ikan gurame, baik di kolam terpal maupun kolam tembok. Air yang bersih dan stabil sangat penting untuk menjaga kesehatan dan pertumbuhan ikan. Jaga pH air pada kisaran netral, yaitu 6.5 hingga 7.8, karena air yang terlalu asam atau basa berbahaya bagi ikan. Suhu air ideal untuk gurame berkisar antara 24-28°C.

Pastikan kadar oksigen terlarut (DO) mencapai 5.0 ppm, sebab kadar oksigen rendah membuat ikan rentan penyakit. Pemantauan parameter air secara rutin sangat dianjurkan. Lakukan pergantian air sebagian, sekitar 10-20% dari total volume kolam, setiap minggu.

Hal ini membantu mengurangi akumulasi zat beracun seperti amonia dan nitrit. Bersihkan dasar kolam dari sisa makanan dan kotoran ikan secara teratur. Penggunaan probiotik khusus tambak juga dapat membantu mengurai limbah organik.

Pencegahan dan Penanganan Penyakit

Ikan gurame rentan terhadap beberapa penyakit, sehingga pencegahan dan penanganan dini sangat krusial. Mewaspadai penyakit dan ciri-cirinya penting agar tidak menular dan mengganggu pertumbuhan ikan. Penyakit umum yang sering menyerang gurame meliputi bercak putih yang disebabkan protozoa Ichthyophthirius multifiliis, jamur, dan bercak merah akibat infeksi bakteri.

Bercak putih ditandai dengan bintik-bintik putih pada kulit dan mulut ikan yang kembang kempis. Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan menjaga kualitas air dan memberikan pakan yang sesuai. Hindari pemberian pakan berlebihan dan pastikan ikan tidak mengalami stres.

Menjaga kualitas pakan juga penting untuk mencegah penyakit jamur. Jika ditemukan ikan yang sakit, segera pisahkan ke kolam isolasi untuk mencegah penularan ke ikan lain. Berikan obat anti jamur atau penanganan yang sesuai dengan jenis penyakitnya.

Panen Ikan Gurame dan Potensi Keuntungan

Masa panen ikan gurame bervariasi, umumnya antara 6 hingga 12 bulan, tergantung pada perawatan dan pakan yang diberikan. Perawatan optimal dan pakan yang baik dapat mempercepat waktu panen. Ikan gurame dapat dipanen dalam waktu 6 hingga 8 bulan jika perawatan optimal, dengan bobot sekitar 1-1,5 kg per ekor.

Beberapa sumber lain menyebutkan masa panen bisa mencapai 10-14 bulan untuk mencapai bobot 500 gram. Proses pemanenan sebaiknya dilakukan dengan menguras kolam secara perlahan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi stres pada ikan gurame.

Budidaya ikan gurame memiliki potensi keuntungan besar karena harga jualnya yang tinggi dan permintaan pasar yang stabil. Dengan dua siklus panen dalam setahun, potensi pendapatan bisa mencapai Rp6.000.000,- per kolam ukuran 2x3 meter.

FAQ

  1. Apakah ikan gurame bisa diternak di kolam kecil belakang rumah?Ya, ikan gurame sangat bisa diternak di kolam kecil belakang rumah, terutama menggunakan kolam terpal.
  2. Berapa ukuran kolam terpal minimal untuk ternak gurame?Kolam terpal berukuran 1 meter persegi sudah bisa menampung 10-15 ekor gurame, namun ukuran 2x3 meter dengan kedalaman 60 cm lebih ideal untuk 50-70 ekor.
  3. Apa saja pakan alami yang baik untuk ikan gurame?Pakan alami yang baik untuk gurame antara lain daun pepaya, daun sente, maggot, dan bekicot.
  4. Berapa lama waktu panen ikan gurame?Waktu panen ikan gurame umumnya berkisar antara 6 hingga 12 bulan, tergantung perawatan dan pakan.
  5. Bagaimana cara menjaga kualitas air kolam terpal gurame?Jaga kualitas air dengan rutin mengganti sebagian air (10-20% per minggu), membersihkan dasar kolam, dan menjaga pH serta oksigen terlarut.
  6. Apa ciri-ciri bibit ikan gurame yang berkualitas?Bibit berkualitas memiliki tubuh sehat, aktif, berenang lincah, tidak cacat, dan ukurannya seragam.
  7. Apakah budidaya ikan gurame di kolam terpal menguntungkan?Ya, budidaya ikan gurame di kolam terpal sangat menguntungkan karena nilai jual ikan gurame yang tinggi dan permintaan pasar yang stabil.
Read Entire Article
Photos | Hot Viral |