Cara Tanam Terong di Galon Bekas, Simak 7 Langkah Praktis dari Semai hingga Panen Melimpah

4 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Tren urban farming atau pertanian perkotaan semakin populer di kalangan masyarakat, memungkinkan banyak individu untuk menanam sayuran di rumah meskipun dengan lahan terbatas. Salah satu solusi inovatif dan ramah lingkungan untuk keterbatasan lahan adalah dengan memanfaatkan galon bekas air mineral sebagai wadah tanam. Penggunaan galon bekas tidak hanya membantu mengurangi sampah plastik, tetapi juga menawarkan fleksibilitas karena mudah dipindahkan dan menghemat ruang.

Artikel ini akan memandu Anda langkah demi langkah dalam cara tanam terong di galon bekas, mulai dari persiapan media tanam, penyemaian bibit, penanaman, perawatan rutin, hingga masa panen yang berbuah lebat. Panduan ini cocok untuk pemula yang ingin mencoba berkebun di rumah dan merasakan sensasi memanen terong segar langsung dari pekarangan. Dengan mengikuti instruksi yang tepat, Anda dapat mengoptimalkan pertumbuhan terong di galon bekas untuk hasil maksimal.

Memulai budidaya terong dengan metode ini merupakan pilihan cerdas untuk mendukung gaya hidup berkelanjutan dan memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri. Kunci keberhasilan terletak pada pemahaman setiap tahapan dan konsistensi dalam perawatan. Mari kita mulai petualangan berkebun terong Anda dengan memanfaatkan barang bekas di sekitar kita, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (12/1/2026).

Persiapan Galon Bekas sebagai Pot Tanam

Mengolah galon air mineral bekas menjadi pot tanaman yang fungsional adalah langkah awal yang penting dalam cara tanam terong di galon bekas. Persiapan wadah yang tepat akan mendukung pertumbuhan akar terong secara optimal dan memastikan drainase yang baik. Alat yang dibutuhkan untuk persiapan ini meliputi gunting, cutter, atau pisau yang kuat untuk memotong galon.

Langkah pertama adalah mencuci bersih galon bekas 19 liter, memastikan galon bebas dari sisa air atau kotoran yang menempel. Selanjutnya, potong bagian atas galon (sekitar 1/3 bagian) secara horizontal untuk mengubahnya menjadi wadah tanam yang lebih pendek. Setelah itu, buat 5-8 lubang drainase di bagian dasar galon menggunakan solder, paku panas, atau bor agar air tidak menggenang dan menyebabkan busuk akar.

Sebagai langkah opsional, Anda dapat mengecat bagian luar galon untuk melindungi akar tanaman dari paparan sinar matahari langsung dan mempercantik tampilan pot. Bagian atas galon yang dipotong jangan dibuang, karena dapat digunakan sebagai pelindung bibit muda dari serangan hama seperti ayam atau dari hujan deras. Pastikan semua persiapan ini dilakukan dengan cermat untuk menciptakan lingkungan tumbuh yang ideal bagi terong.

Penyiapan Media Tanam yang Ideal

Media tanam yang baik adalah kunci keberhasilan dalam cara tanam terong di galon bekas, karena menyediakan nutrisi dan dukungan fisik bagi tanaman. Media tanam yang ideal harus subur, gembur, dan memiliki drainase yang baik untuk mencegah genangan air. Bahan-bahan yang diperlukan untuk media tanam meliputi tanah, sekam bakar (atau pasir/sekam mentah), dan pupuk kandang atau kompos yang sudah matang atau terfermentasi.

Perbandingan yang direkomendasikan adalah campuran tanah, sekam bakar, dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1. Opsi lain bisa menggunakan campuran tanah, kompos, sekam mentah, dan arang sekam dengan perbandingan 2:1:1:1. Campurkan semua bahan media tanam hingga merata, lalu masukkan ke dalam galon yang sudah disiapkan hingga 3/4 penuh, sisakan ruang untuk penyiraman. Penting untuk memastikan media tanam gembur agar akar bibit dapat menembus media dengan leluasa.

Jika Anda menggunakan media tanam kemasan, sebaiknya buka kemasan sehari sebelumnya dan biarkan di tempat teduh untuk mendinginkan hawa panas di dalamnya. Media tanam yang kaya nutrisi dan memiliki struktur yang baik akan mendukung pertumbuhan terong yang sehat dan produktif. Kualitas media tanam sangat berpengaruh pada kemampuan tanaman menyerap unsur hara dan air.

Penyemaian Benih Terong untuk Bibit Unggul

Penyemaian adalah proses menyiapkan bibit terong yang sehat sebelum dipindahkan ke galon bekas, memastikan tanaman memiliki awal yang kuat. Proses ini merupakan fondasi penting untuk mendapatkan tanaman terong yang produktif dan tahan terhadap penyakit. Perendaman benih terong dalam air hangat (sekitar 55°C) selama 15 menit adalah langkah awal yang dianjurkan, sebaiknya menggunakan air kemasan atau air matang. Buang benih yang mengapung karena umumnya memiliki peluang kecil untuk berkecambah.

Setelah direndam dan dicuci bersih, bungkus benih dengan kain lembab dan diamkan selama 24 jam hingga berkecambah. Siapkan wadah penyemaian (nampan, tray, atau kaleng bekas) yang memiliki lubang drainase di bagian bawah. Isi wadah dengan media semai (campuran tanah:pasir/sekam:kompos = 1:1:1) hingga 3/4 penuh sehari sebelum semai, lalu taburkan benih terong secara merata dengan jarak antar benih, dan tutup tipis dengan media tanam.

Untuk perawatan semai, semprotkan air halus menggunakan sprayer dan tutup wadah semai dengan plastik bening yang diberi 3-5 lubang kecil untuk menjaga kelembaban. Letakkan di tempat teduh yang tidak terkena sinar matahari langsung dan hujan, serta jaga media agar tidak kering dan tidak terlalu basah dengan menyemprotkan air halus 1-2 kali sehari jika media kering. Benih akan mulai bertunas dalam 3-12 hari, dan persemaian diakhiri setelah bibit memiliki 3-4 helai daun sejati, siap dipindahkan ke galon setelah berusia 3-4 minggu.

Penanaman Bibit ke dalam Galon Bekas

Penanaman bibit adalah proses memindahkan bibit terong dari tray semai ke galon bekas dengan hati-hati, memastikan transisi yang mulus bagi tanaman. Waktu terbaik untuk melakukan penanaman bibit adalah pada sore hari untuk mengurangi stres pada tanaman akibat perubahan lingkungan. Sehari sebelum penanaman, masukkan media tanam ke galon dan siram sedikit agar lembab dan gembur.

Buat lubang tanam di tengah media yang sudah disiapkan, yang akan menjadi tempat meletakkan bibit terong. Keluarkan bibit dari tray semai bersama dengan tanah di sekitar akarnya, lakukan dengan hati-hati menggunakan sendok atau sekop kecil agar akar tidak rusak. Tanam bibit ke dalam lubang dengan posisi tegak, lalu tambahkan media tanam di sekitarnya dan padatkan perlahan.

Setelah penanaman, siram secukupnya dengan semprotan air halus untuk mempertahankan kelembaban. Tempatkan galon di lokasi teduh sampai bibit tumbuh tunas baru (daun baru), yang menandakan bibit sudah beradaptasi, kemudian pindahkan ke tempat yang mendapat matahari langsung. Cukup tanam satu bibit terong per galon untuk memberikan ruang tumbuh yang optimal dan memastikan hasil panen yang maksimal.

Perawatan Rutin untuk Pertumbuhan Optimal

Perawatan rutin sangat penting untuk memastikan tanaman terong tumbuh subur dan berbuah optimal di galon bekas. Ini meliputi penyiraman yang teratur, pemupukan yang tepat, serta pemasangan penyangga untuk menopang tanaman. Siram tanaman terong 1-2 kali sehari tergantung kondisi cuaca dan kelembaban media, pastikan media tanam selalu lembab tetapi tidak becek dan hindari penyiraman di siang hari. Jika memungkinkan, gunakan air kolam ikan lele karena kaya nutrisi yang baik untuk tanaman.

Pemupukan harus disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman; pada fase vegetatif (pertumbuhan daun & batang), gunakan pupuk NPK 16-16-16 dengan melarutkan 1 sendok makan dalam 3 liter air, lalu siramkan sekitar 200 ml per galon setiap 1-2 minggu sekali. Untuk fase generatif (pembungaan & buah), tambahkan pupuk tinggi Kalium (K) seperti NPK 16-16-16 plus Boron atau Gandasil B. Larutkan 1 sendok makan NPK dan 1 sendok makan Karate Plus Boroni ke dalam 3 liter air, berikan 1 gelas per pot, atau lakukan pemupukan melalui daun dengan Gandasil B setiap 10 hari sekali pada pagi atau sore hari.

Pemasangan ajir (penyangga) dari bambu, kayu, atau kawat setinggi 1-1,5 meter diperlukan saat tanaman terong tumbuh sekitar 14-24 cm, dengan jarak ajir 5-8 cm dari tanaman. Pemasangan ajir yang terlambat dapat merusak akar tanaman, jadi ikat tanaman dengan longgar ke ajir menggunakan tali rafia di beberapa bagian agar tanaman tumbuh tegak. Lakukan pemangkasan dengan membuang tunas air yang tumbuh di bagian bawah bunga dan daun-daun tua atau menguning di bagian bawah tanaman untuk membantu sirkulasi udara dan mengarahkan nutrisi ke buah.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian hama dan penyakit adalah bagian krusial dalam cara tanam terong di galon bekas untuk mencegah kerugian hasil panen. Hama yang sering menyerang terong antara lain trips, kutu daun, tungau, kutu kebul, dan ulat gerayak, yang serangannya cenderung meningkat pada musim kemarau. Kendalikan dengan menyemprotkan pestisida alami atau kimia (misalnya Fastac dengan dosis 1 ml per 1 liter air) setiap minggu sesuai dosis anjuran, terutama pada bagian bawah daun.

Penyakit yang sangat ditakuti adalah busuk batang yang disebabkan oleh jamur, terutama Fusarium, yang mudah menyebar pada musim hujan dengan curah hujan tinggi, tanah yang selalu basah, dan udara lembab. Gejala busuk batang meliputi bercak kecoklatan pada batang yang terasa lembek, kulit mudah terkelupas, dan berubah menjadi kehitaman. Pencegahan adalah kunci untuk menghindari penyakit busuk batang, seperti menggunakan media dan pupuk kandang yang matang serta menjaga drainase agar media tidak terlalu basah.

Untuk pencegahan lebih lanjut, semprotkan larutan Trichoderma ke media secara berkala setiap 7 hari sekali mulai 10 hari setelah pindah tanam, karena Trichoderma bermanfaat untuk menekan perkembangbiakan jamur patogen. Atur jarak antar galon agar tidak terlalu rapat untuk menjaga sirkulasi udara dan mengurangi kelembaban, serta gunakan mulsa plastik untuk meminimalisir serangan dan penyebaran penyakit busuk batang. Jika tanaman terinfeksi parah, segera cabut dan musnahkan; untuk serangan ringan, semprotkan fungisida sesuai anjuran dan bersihkan tangan setelah menyentuh tanaman terinfeksi untuk mencegah penyebaran spora.

Masa Panen Terong yang Tepat

Memanen terong di waktu yang tepat akan menghasilkan buah dengan kualitas terbaik dan memastikan keberlanjutan produksi. Terong umumnya sudah dapat dipanen pada usia 65-85 Hari Setelah Tanam (HST). Panen pertama biasanya sekitar 40-60 hari setelah bibit dipindah tanam ke galon.

Ciri terong siap panen meliputi ukuran yang sudah maksimal sesuai jenis varietasnya, seperti terong ungu bulat atau panjang. Selain itu, warna kulit harus mengkilat dan seragam, misalnya ungu tua, dengan tekstur buah yang masih padat dan tidak lembek. Penting untuk memanen saat ciri-ciri ini terpenuhi untuk mendapatkan rasa dan kualitas terbaik.

Cara panen yang benar adalah dengan memotong tangkai buah menggunakan pisau atau gunting tajam, sisakan sedikit tangkai pada buah. Lakukan panen secara bertahap, yaitu memetik buah yang sudah matang terlebih dahulu. Panen yang berkelanjutan akan mendorong tanaman untuk terus berproduksi.

Tips Tambahan untuk Hasil Maksimal

Untuk mendapatkan hasil maksimal dalam cara tanam terong di galon bekas, perhatikan beberapa tips penting ini. Letakkan galon di tempat yang mendapat sinar matahari langsung minimal 6-8 jam per hari, karena terong membutuhkan banyak cahaya untuk tumbuh optimal. Lakukan pembumbunan dengan menambah media tanam jika akar tanaman mulai muncul ke permukaan atau jika tanaman tumbuh agak miring, ini akan memperkuat posisi tanaman.

Untuk meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit, pastikan tanaman tidak kekurangan unsur Kalium, yang merupakan nutrisi penting bagi kesehatan tanaman. Gunakan bibit unggul seperti varietas Mustang F1 dari Panah Merah untuk hasil yang lebih optimal dan terjamin kualitasnya. Pemilihan bibit yang baik akan sangat mempengaruhi produktivitas dan kualitas buah terong yang dihasilkan.

FAQ

Q: Berapa lama terong bisa dipanen setelah tanam di galon?

A: Terong dapat dipanen rata-rata 65-85 Hari Setelah Tanam (HST). Panen pertama biasanya sekitar 40-60 hari setelah bibit dipindah ke galon.

Q: Apa saja pupuk yang dibutuhkan dan kapan waktu pemupukan?

A: Untuk fase pertumbuhan (vegetatif), gunakan pupuk NPK 16-16-16. Saat mulai berbunga dan berbuah (generatif), tambahkan pupuk tinggi kalium seperti NPK 16-16-16 plus Boron atau Gandasil B. Pemupukan dilakukan setiap 1-2 minggu sekali.

Q: Berapa banyak bibit terong yang bisa ditanam dalam satu galon?

A: Cukup 1 bibit terong per galon. Terong membutuhkan ruang tumbuh yang cukup untuk perkembangan akar dan kanopi daunnya agar dapat berproduksi optimal.

Q: Bagaimana cara mencegah penyakit busuk batang?

A: Pencegahan busuk batang meliputi penggunaan media tanam yang steril dan gembur, menjaga drainase agar media tidak terlalu basah, memberi jarak antar galon untuk sirkulasi udara, dan mengaplikasikan Trichoderma ke media secara berkala sebagai agen hayati pencegah jamur.

Q: Apakah perlu menggunakan tanah khusus?

A: Tidak harus menggunakan tanah khusus. Yang terpenting adalah tanah yang subur dan gembur. Campuran tanah kebun, sekam bakar, dan pupuk kandang sudah cukup baik sebagai media tanam.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |