Cara Menutup Akses Masuk Tikus ke Rumah dengan Bahan Sederhana

1 week ago 8

Liputan6.com, Jakarta Kehadiran tikus di dalam rumah bukan hanya mengganggu, tetapi juga berpotensi menyebarkan penyakit dan merusak properti. Untuk mengatasi masalah ini secara efektif dan berkelanjutan, langkah krusial yang perlu dilakukan adalah menutup semua potensi jalur masuk mereka. Liputan6.com akan mengulas berbagai tips hemat mengusir tikus tanpa perlu membeli racun, memanfaatkan bahan-bahan alami dan metode non-kimia yang aman.

Pencegahan adalah kunci utama dalam menjaga rumah tetap bebas dari hama pengerat. Tikus memiliki kemampuan luar biasa untuk menyelinap melalui celah yang sangat kecil, bahkan sekecil 1 hingga 1,5 sentimeter. Oleh karena itu, inspeksi menyeluruh menjadi sangat penting untuk mengidentifikasi dan menutup semua lubang atau retakan yang ada di seluruh bagian rumah.

Dengan menerapkan cara-cara ini, Anda dapat menjaga kebersihan rumah dan menciptakan lingkungan yang bebas hama secara aman dan berkelanjutan. Fokus pada area seperti lubang di dinding, lantai, sekitar pintu dan jendela, saluran air, serta celah ventilasi. Pilihan material yang kuat dan tahan gigitan tikus sangat direkomendasikan untuk penyegelan ini. Melansir dari berbagai sumber, Selasa (18/11), simak ulasan informasinya berikut ini.

Tikus dikenal memiliki kemampuan luar biasa untuk menyelinap melalui lubang yang sangat kecil, bahkan sekecil 6 milimeter atau seukuran diameter pensil. Oleh karena itu, langkah fundamental dalam mencegah tikus masuk ke dalam rumah adalah dengan mengidentifikasi dan menutup setiap celah atau lubang yang berpotensi menjadi jalur masuk mereka. Pemeriksaan detail sangat krusial di seluruh area rumah, termasuk dinding, ventilasi, hingga area atap.

Untuk menutup celah-celah ini, gunakan material yang kuat dan tidak mudah digigit tikus seperti kawat kasa logam atau semen. Hindari penggunaan bahan yang lunak dan mudah dihancurkan seperti plastik, karet, busa, atau kayu, karena tikus dapat dengan mudah menggerogotinya. Jika terdapat lubang yang lebih besar, pertimbangkan untuk menggunakan lembaran seng tipis yang dipaku atau semen untuk menutupnya secara permanen.

Pemeriksaan rutin sangat disarankan, terutama pada rumah yang sudah berusia lama, untuk memperbaiki retakan kecil sebelum menjadi celah besar. Penyegelan ini tidak hanya mencegah tikus masuk, tetapi juga menghalangi mereka untuk membangun sarang di dalam rumah, menjadikannya langkah pencegahan jangka panjang yang sangat efektif. 

2. Memanfaatkan Sabut Baja untuk Menyumbat Celah Kecil

Sabut baja atau steel wool merupakan bahan yang sangat efektif untuk memblokir lubang-lubang kecil yang sering digunakan hama, termasuk tikus, untuk memasuki rumah. Keunggulan sabut baja terletak pada sifatnya yang keras namun fleksibel, sehingga dapat didorong dan disesuaikan ke dalam berbagai bentuk dan ukuran retakan serta celah di dinding atau lantai.

Tikus tidak menyukai sabut baja karena ujung-ujungnya yang tajam dapat melukai mereka saat mencoba mengunyah atau melewatinya. Ini membuat sabut baja menjadi penghalang yang sangat tidak disukai oleh hewan pengerat. Selain itu, sabut baja juga tidak beracun, menjadikannya pilihan yang lebih aman jika Anda memiliki hewan peliharaan atau anak-anak di rumah.

Hama seperti tikus tidak suka mengunyah sabut baja, karena ujung-ujungnya yang tajam melukai mereka saat mencoba mengunyah. Untuk efektivitas maksimal, sabut baja dapat dikombinasikan dengan dempul atau silikon untuk mengamankannya di tempat.

Meskipun efektif, perlu diingat bahwa sabut baja dapat berkarat jika basah dan efektivitasnya bisa berkurang seiring waktu. Oleh karena itu, pemeriksaan dan penggantian secara berkala mungkin diperlukan, terutama di area yang lembap, untuk memastikan perlindungan tetap optimal.

3. Memasang Penutup Celah Bawah Pintu (Door Sweep)

Celah kecil di bawah pintu seringkali dianggap sepele, padahal area ini merupakan salah satu jalur utama bagi tikus untuk masuk ke dalam rumah. Banyak rumah tidak dilengkapi dengan karet penahan pintu, sehingga menyisakan ruang yang cukup bagi tikus. Tubuh tikus yang fleksibel memungkinkan mereka untuk meluncur masuk dengan mudah melalui sela-sela kecil ini.

Memasang penutup celah bawah pintu, atau yang dikenal sebagai door sweep, adalah solusi yang sangat efektif untuk mengatasi masalah ini. Penutup ini dirancang untuk menutup celah antara bagian bawah pintu dan lantai, sehingga tidak ada ruang bagi tikus untuk menyelinap masuk. Penutup pintu tersedia dalam berbagai material, seperti busa PVC atau karet, yang juga berfungsi mencegah masuknya debu dan serangga lain.

Penting untuk memastikan bahwa penutup celah terpasang dengan rapat dan tidak menyisakan sedikit pun ruang yang dapat dimanfaatkan tikus. Celah kecil di bawah pintu sering dianggap sepele, padahal ini adalah salah satu jalur utama tikus masuk. Banyak rumah tidak memasang karet penahan pintu sehingga menyisakan ruang. Tikus yang tubuhnya fleksibel dapat meluncur masuk dengan mudah melalui sela ini. Pemasangan door sweep merupakan investasi kecil yang memberikan perlindungan besar bagi rumah Anda.

4. Menjaga Kebersihan Lingkungan Dalam dan Luar Rumah

Kebersihan adalah kunci utama untuk mencegah tikus betah di rumah. Tikus sangat tertarik pada sisa makanan, tumpukan barang, dan area yang kotor karena menyediakan sumber makanan serta tempat berlindung yang ideal bagi mereka. Menjaga kebersihan secara konsisten adalah metode paling dasar namun sangat efektif dalam mengusir tikus dari rumah.

Di dalam rumah, pastikan semua makanan disimpan dalam wadah tertutup rapat yang tidak dapat dijangkau tikus, seperti wadah kaca atau logam. Bersihkan remah makanan segera setelah makan, vakum lantai secara rutin, dan hindari menumpuk koran atau kardus bekas, terutama di area seperti gudang dan loteng. Buang sampah secara teratur setiap hari dan pastikan tempat sampah selalu tertutup rapat untuk mencegah tikus mengaksesnya.

Untuk area luar rumah, bersihkan sampah dan barang bekas di sekitar rumah, seperti tumpukan kayu, kardus, atau barang rongsokan di garasi atau halaman. Tumpukan ini menyediakan tempat persembunyian dan bersarang yang ideal bagi tikus. Lakukan pembersihan dan perapian area luar rumah secara rutin.

Selain itu, jauhkan komposter dan tempat sampah minimal 30 meter dari bangunan rumah jika Anda memiliki kebun kecil. Dengan mengurangi sumber makanan dan tempat persembunyian, tikus akan kesulitan bertahan hidup dan mencari celah baru untuk masuk ke dalam rumah Anda.

5. Memangkas Ranting Pohon dan Tanaman di Sekitar Rumah

Cabang pohon atau tanaman yang terlalu dekat dan menyentuh bangunan rumah dapat menjadi "jembatan" alami bagi tikus untuk masuk ke dalam rumah. Tikus adalah pemanjat ulung dan dapat dengan mudah menggunakan ranting atau semak sebagai jalur akses ke atap, jendela, atau bahkan balkon rumah Anda.

Untuk mencegah hal ini, penting untuk secara rutin memangkas ranting pohon dan semak-semak yang tumbuh terlalu dekat dengan dinding atau atap rumah. Langkah ini akan secara efektif menghilangkan jalur potensial yang dapat dimanfaatkan tikus. Pastikan tidak ada cabang yang menggantung atau menyentuh struktur rumah.

Selain memangkas, menjaga kebersihan kebun dan halaman rumah juga krusial untuk mengurangi tempat persembunyian tikus di luar ruangan. Singkirkan tumpukan daun kering, kayu bakar, atau material lain yang bisa menjadi sarang tikus. Lingkungan luar yang rapi dan bersih akan membuat tikus enggan mendekat dan mencari akses ke dalam hunian Anda.

6. Memperbaiki Pipa Bocor dan Menutup Saluran Air

Tikus seringkali tertarik ke area yang lembap dan memiliki sumber air, seperti pipa bocor atau genangan air. Air yang menetes atau tergenang dapat menjadi daya tarik kuat bagi tikus untuk datang mencari minum dan bahkan bersarang di sekitar area pipa tersebut. Oleh karena itu, memperbaiki masalah kebocoran air adalah langkah penting dalam mencegah tikus.

Segera perbaiki pipa atau keran yang bocor untuk menghilangkan sumber air yang menarik tikus. Dengan menghilangkan salah satu faktor utama yang membuat tikus betah, Anda secara efektif mengurangi daya tarik area tersebut bagi hama pengerat. Tikus sering tertarik ke kamar mandi karena adanya sumber air, terutama di pipa bocor atau area yang lembap.

Selain itu, tikus juga dapat masuk melalui saluran air atau pembuangan yang tidak tertutup rapat. Pastikan semua saluran air yang menghubungkan luar dan dalam rumah ditutup dengan aman. Gunakan kawat kasa halus atau penutup khusus anti-hama, seperti flap valve, yang mencegah aliran balik dan masuknya hewan pengerat.

Jaring logam pada saluran air juga dapat mencegah tikus naik melalui pipa. Memastikan area sekitar pipa dan saluran air tetap kering dan tertutup rapat akan sangat membantu dalam mencegah akses tikus ke dalam rumah.

7. Menanam Tanaman Pengusir Tikus atau Menggunakan Aroma Alami

Beberapa tanaman dan aroma alami memiliki karakteristik yang tidak disukai tikus, sehingga dapat berfungsi sebagai penghalang atau pengusir alami. Ini adalah cara ramah lingkungan dan aman untuk mencegah tikus mendekati atau masuk ke dalam rumah Anda tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya.

Tanaman seperti mint, lavender, rosemary, daun salam, bunga lily, dan marigold memiliki aroma kuat yang tidak disukai tikus. Anda bisa menanamnya di sekitar rumah, terutama di dekat jendela atau pintu, atau meletakkannya dalam pot di area yang sering dilalui tikus. Beberapa tanaman seperti lavender, daun mint, dan rosemary memiliki aroma yang ampuh untuk mengusir tikus.

Selain tanaman, beberapa aroma alami juga sangat efektif. Minyak peppermint dikenal sebagai pengusir tikus alami karena aromanya yang menyengat membuat tikus tidak nyaman. Teteskan minyak peppermint pada bola kapas dan letakkan di area yang sering dilalui tikus, seperti dapur atau gudang, dan ganti setiap beberapa hari. 

Selain minyak peppermint, bubuk kopi, lada bubuk, cuka putih, dan minyak kayu putih juga memiliki aroma kuat yang dapat mengusir tikus. Anda bisa menempatkan bahan-bahan ini di mangkuk kecil atau meneteskannya pada kapas di titik-titik strategis. Kombinasi antara kebersihan, penutupan lubang, dan pencegahan alami ini terbukti efektif menjaga rumah tetap bebas dari hama pengerat.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Mengapa penting menutup celah kecil di rumah untuk mencegah tikus?

Jawaban: Tikus dapat menyelinap melalui lubang sekecil 6 milimeter, sehingga menutup celah kecil sangat krusial untuk mencegah mereka masuk dan bersarang di rumah.

2. Bahan apa yang efektif untuk menutup lubang masuk tikus?

Jawaban: Material kuat seperti kawat kasa logam, semen, lembaran seng tipis, dan sabut baja sangat efektif karena tidak mudah digigit tikus.

3. Selain menutup celah, apa lagi yang bisa dilakukan untuk mencegah tikus?

Jawaban: Menjaga kebersihan lingkungan, memangkas ranting pohon, memperbaiki pipa bocor, serta menggunakan tanaman atau aroma alami pengusir tikus.

4. Apakah sabut baja aman digunakan di rumah yang ada hewan peliharaan?

Jawaban: Ya, sabut baja tidak beracun, menjadikannya pilihan yang aman meskipun ada hewan peliharaan atau anak-anak di rumah.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |