Cara Menghilangkan Kutu Beras Secara Alami, 20 Trik Ampuh Tanpa Bahan Kimia

16 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta Kutu beras yang mendadak muncul di wadah penyimpanan membuat butiran beras berlubang, rapuh, dan berbau apek. Cara menghilangkan kutu beras secara alami sebenarnya sederhana dan bisa memakai bahan yang sudah ada di dapur.

Anda bisa menjemur beras di terik matahari, membekukannya di dalam freezer, atau menaruh rempah beraroma tajam seperti daun salam dan bawang putih. Menerapkan cara menghilangkan kutu beras secara alami juga menjaga kualitas beras tanpa perlu bahan kimia.

Mengacu pada laporan Orkin, seekor kutu beras betina mampu bertelur hingga 300 butir sepanjang hidupnya dan meletakkan telur di dalam butiran, tempat larva tumbuh dengan memakan biji dari dalam.

Basmi Kutu Beras dengan Suhu Panas dan Dingin

Salah satu cara menghilangkan kutu beras secara alami yang paling cepat adalah memanfaatkan suhu ekstrem. Kutu dewasa, larva, maupun telurnya tidak sanggup bertahan pada panas terik atau dingin membeku.

  1. Jemur di Bawah Sinar Matahari: Tuang beras ke nampan atau tampah lebar, ratakan, lalu jemur 15 hingga 30 menit sampai kutu keluar dari tumpukan karena tidak tahan panas.

  2. Bekukan di Dalam Freezer: Masukkan beras ke kantong kedap udara, lalu simpan di freezer selama 3 sampai 4 hari untuk mematikan kutu beserta larva dan telurnya. Daniel Harris, ahli entomologi bersertifikat dari Arrow Exterminators, dikutip dari The Kitchn menyatakan, "Jika menyingkirkan bahan makanan tidak memungkinkan, membekukan biji-bijian selama 48 hingga 72 jam akan membunuh kutu."

  3. Panaskan dalam Oven: Sebarkan beras tipis di loyang, lalu panaskan pada suhu sekitar 60 derajat Celsius selama 15 menit hingga 1 jam untuk membasmi kutu di semua tahap tanpa mengubah tekstur beras.

Baca juga: 7 cara menghilangkan kutu beras secara alami yang cepat dan ampuh.

Cara Menghilangkan Kutu Beras Secara Alami Memakai Rempah dan Daun Beraroma

Aneka rempah dan daun di dapur memiliki aroma tajam yang tidak disukai kutu. Inilah cara menghilangkan kutu beras secara alami yang paling praktis karena bahannya hampir selalu tersedia di rumah.

  1. Daun Salam: Letakkan beberapa lembar daun salam kering di dalam wadah beras; aromanya yang menyengat berperan sebagai pestisida nabati pengusir hama.

  2. Bawang Putih: Taruh beberapa siung bawang putih yang sudah dikupas di sudut wadah; kandungan allicin dan aroma belerangnya membuat kutu menjauh.

  3. Cengkeh: Sebar sedikit cengkeh yang kaya eugenol di antara beras untuk mencegah kutu bersarang.

  4. Daun Pandan: Selipkan beberapa helai daun pandan agar aromanya mengusir kutu sekaligus membuat beras lebih wangi.

  5. Daun Jeruk Nipis dan Jeruk Purut: Aroma sitrus dari daun jeruk ini mengandung flavonoid dan saponin yang bersifat insektisida alami; taruh beberapa lembar dan ganti secara berkala.

  6. Kayu Manis: Masukkan beberapa potong kulit kayu manis dan diamkan semalaman hingga kutu keluar dari wadah.

  7. Cabai Merah Kering: Selipkan cabai kering di bagian bawah, tengah, dan atas tumpukan beras; biarkan semalaman sampai kutu pergi.

  8. Lada Hitam atau Bubuk Merica: Bungkus lada hitam dengan kain kecil lalu letakkan di wadah; kandungan piperine pada merica bersifat racun bagi kutu beras.

  9. Jahe: Letakkan beberapa iris jahe segar; aromanya yang kuat berfungsi sebagai pengusir alami.

  10. Serai: Taruh batang serai di antara beras karena ekstraknya diyakini mampu mengusir bahkan membunuh kutu.

Menurut para ahli pengendalian hama, daun salam mengandung eukaliptol beraroma seperti kamper yang dibenci serangga, tetapi aromanya tidak berpindah ke butiran beras sehingga aman digunakan.

Baca juga: 9 cara hilangkan kutu beras dengan mudah dan alami di rumah.

Bersihkan Wadah dan Cegah Kutu Beras Datang Lagi

Membasmi kutu yang terlihat saja belum cukup karena telurnya bisa tersembunyi di sela wadah. Melengkapi cara menghilangkan kutu beras secara alami dengan kebersihan penyimpanan akan memutus siklus hidup hama ini.

Kevin Hathorne, direktur teknis sekaligus ahli entomologi bersertifikat di Terminix Service, dikutip dari Terminix menuturkan, "Saat menghadapi kutu beras, satu-satunya cara mengendalikannya adalah menghilangkan sumber makanannya."

  1. Tutup dengan Kain Basah: Tutup wadah atau karung beras memakai kain lembap sekitar 30 menit sampai kutu menempel pada kain, lalu buang.

  2. Lap dengan Cuka Putih: Bersihkan rak dan wadah dengan larutan cuka putih dan air; kandungan asam asetatnya membunuh kutu serta telur yang tersisa.

  3. Sedot Debu Wadah dan Celah: Gunakan penyedot debu pada rak, sudut, dan retakan tempat kutu bersembunyi, lalu buang isi kantongnya jauh dari rumah.

  4. Tutup Celah dan Retakan: Tambal celah pada rak, dinding, atau pintu lemari agar kutu dari luar tidak menyelinap masuk.

  5. Taburkan Tanah Diatom: Taburi tanah diatom food-grade di sudut rak; serbuk halus ini merusak lapisan luar tubuh kutu hingga mengering, tetapi jangan sampai kontak langsung dengan beras.

  6. Pindahkan ke Wadah Kedap Udara: Simpan beras dalam stoples kaca atau wadah plastik food-grade yang tertutup rapat agar kutu tidak bisa masuk dan bertahan hidup, seperti tips menyimpan beras agar awet dan bebas kutu.

  7. Beli Secukupnya dan Habiskan Stok Lama Dulu: Beli beras sesuai kebutuhan bulanan dan habiskan stok lama sebelum membuka yang baru agar beras tidak tersimpan terlalu lama.

  8. Simpan di Tempat Sejuk dan Kering: Jauhkan wadah dari kompor dan area lembap; suhu penyimpanan ideal berkisar 20 sampai 25 derajat Celsius.

Baca juga: cara menyimpan beras di cuaca panas dan lembap agar bebas kutu.

Mengenal Kutu Beras dan Penyebab Kemunculannya

Kutu beras atau Sitophilus oryzae adalah kumbang kecil berwarna cokelat kehitaman dengan moncong memanjang di kepalanya. Ukurannya hanya sekitar 3 sampai 4,6 milimeter sehingga sering luput dari pandangan, dan menariknya serangga ini bisa terbang serta tertarik pada cahaya.

Sebagaimana dikutip dari University of Minnesota, telur kutu sering kali sudah ada sejak beras masih berupa padi dan terbawa ke dapur saat panen. Selain itu, kutu dewasa dapat menyelinap masuk ke wadah dari beras atau bahan kering lain yang lebih dulu terinfestasi, sehingga penting mengenali penyebab beras cepat berkutu.

Kutu beras berkembang biak dengan cepat di tempat yang hangat, lembap, dan gelap. Beras yang disimpan terlalu lama dalam wadah terbuka menjadi lingkungan ideal bagi telur untuk menetas, itulah alasan mencegah kutu beras lebih baik daripada membiarkannya menyebar.

Meski terlihat menjijikkan, kutu beras umumnya tidak berbahaya bila tidak sengaja tertelan, tetapi keberadaannya menurunkan kualitas, aroma, dan kandungan gizi beras. Jika kutu hanya sedikit, beras masih bisa diselamatkan tanpa bahan kimia atau dengan bahan sederhana seperti bawang putih, tetapi bila jumlahnya sangat banyak, berbau apek, atau berjamur, sebaiknya beras dibuang.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kutu Beras

Apakah beras yang sudah berkutu masih aman dimakan?

Beras dengan sedikit kutu umumnya masih aman dikonsumsi setelah dibersihkan dan dicuci beberapa kali, meski nilai gizinya berkurang. Namun, jika kutu sangat banyak disertai bau apek, perubahan warna, atau jamur, sebaiknya beras tidak lagi digunakan.

Apa penyebab beras cepat berkutu meski baru dibeli?

Telur kutu kerap sudah menempel sejak beras masih berupa padi, lalu menetas ketika beras disimpan di tempat lembap, hangat, dan terlalu lama. Wadah yang jarang dibersihkan serta kebiasaan mencampur beras lama dengan beras baru juga mempercepat munculnya kutu.

Bagaimana cara mencegah kutu beras datang kembali?

Simpan beras dalam wadah kedap udara di tempat sejuk dan kering, beli secukupnya, serta bersihkan wadah setiap kali mengisi ulang. Menaruh daun salam kering atau membekukan beras baru selama beberapa hari juga efektif mencegah kutu berkembang.

Dengan menggabungkan pengaturan suhu, rempah beraroma kuat, dan penyimpanan yang bersih, kutu beras bisa diatasi tanpa mengorbankan stok makanan pokok. Pilih cara yang paling praktis di dapur Anda, lalu terapkan secara rutin agar beras selalu bersih dan layak dimasak.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |