Cara Mengenali Bentuk Kepala Ular Berbisa dan Tidak Berbisa, Tetap Waspada

1 day ago 6

Liputan6.com, Jakarta Mengetahui hewan berbahaya sangat penting saat berada di luar rumah. Banyak orang masih sulit membedakan ular, sehingga memahami cara mengenali bentuk kepala ular berbisa dan tidak berbisa dapat membantu mencegah risiko.

Dalam kegiatan luar ruangan, pengamatan sederhana pada ciri fisik bisa membuat kita lebih waspada. Itulah mengapa mempelajari cara mengenali bentuk kepala ular berbisa dan tidak berbisa menjadi pengetahuan yang berguna.

Pemahaman dasar mengenai cara mengenali bentuk kepala ular berbisa dan tidak berbisa juga membantu masyarakat yang tinggal di area rawan ular agar bisa bertindak cepat dan aman saat bertemu reptil tersebut.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara mengenali bentuk kepala ular berbisa dan tidak berbisa, Jumat (28/11/2025).

Ciri Khas Kepala Ular Berbisa

Mengutip buku berjudul Jenis-jenis Ular (2022) oleh Sarah Nila Adiansyah, ular adalah reptil yang tak berkaki dan bertubuh panjang. Ular merupakan salah satu jenis reptil yang mempunyai karakteristik yang berbeda dengan jenis reptil yang lain.

Berikut ini ciri khas kepala ular berbisa:

1. Bentuk kepala segitiga atau menyerupai baji

Banyak ular berbisa memiliki kepala yang tampak lebih melebar di bagian belakang. Bentuk segitiga ini muncul karena adanya kelenjar bisa yang terletak di sisi kepala, membuat tampilannya lebih menonjol dibanding ular tidak berbisa.

2. Ukuran kepala lebih besar dari leher

Kepala ular berbisa biasanya tampak lebih lebar dan besar bila dibandingkan dengan lehernya. Pembesaran ini terjadi karena adanya kantung racun yang berkembang di area belakang rahang. Secara anatomi, bagian tersebut memang lebih tebal daripada ular non-berbisa.

3. Pupil mata berbentuk elips atau vertikal

Banyak spesies ular berbisa memiliki pupil menyerupai celah vertikal, berbeda dengan ular tidak berbisa yang umumnya berpupil bulat. Bentuk pupil ini membantu mereka berburu pada kondisi cahaya rendah.

4. Adanya pit organ (lubang peka panas)

Pada beberapa kelompok seperti viper dan ular derik, terdapat lubang kecil di antara mata dan hidung. Pit organ ini berfungsi mendeteksi panas tubuh mangsa, dan menjadi salah satu ciri tambahan ular berbisa.

Ciri Khas Kepala Ular Tidak Berbisa

Mengutip buku berjudul Ensiklopedia Hewan Ovipar (2024) oleh M. Sumarto, Ciri-ciri ular berbisa adalah mempunyai gigi taring yang kecil, ular berbisa memiliki bentuk kepala segitiga, ular berbisa umumnya berwarna terang dan mencolok, ular berbisa memiliki mata lonjong, biasanya ular berbisa memiliki satu baris sisik.

Sementara ciri ular tak berbisa beberapa diantaranya, memiliki dua gigi taring besar di bagian rahang atas, ular tanpa bisa mempunyai bentuk dan sisik sederhana, ular tidak berbisa memiliki mata berbentuk bulat.

Berikut ini ciri khas kepala ular tidak berbisa:

1. Bentuk kepala bulat atau oval

Ular tidak berbisa umumnya memiliki kepala yang tampak lebih bulat atau lonjong, tanpa sudut tegas seperti ular berbisa. Bentuk ini memberikan kesan lebih halus dan tidak melebar di bagian belakang.

2. Ukuran kepala seragam dengan leher

Proporsi kepala dan leher pada ular tidak berbisa cenderung seimbang dan ramping. Tidak ada tonjolan atau pelebaran signifikan karena mereka tidak memiliki kelenjar bisa seperti pada ular berbisa.

3. Pupil mata berbentuk bulat

Mayoritas ular tidak berbisa memiliki pupil bulat, berbeda dengan pupil elips atau vertikal yang sering ditemukan pada ular berbisa. Bentuk pupil ini menjadi salah satu indikator visual yang mudah dikenali.

4. Proporsi keseluruhan lebih menyatu

Kombinasi kepala yang ramping, bentuk yang seragam dengan leher, serta pupil bulat membantu mengidentifikasi ular tidak berbisa sebagai jenis yang umumnya tidak berbahaya.

Hal yang Perlu Diwaspadai Saat Mengidentifikasi Ular

Menurut Halliday (2000) sebagaimana dikutip dalam kajian di Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA), 1(1) Maret 2019: 36-43, reptil adalah hewan vertebrata berdarah dingin (ektotermal) yang bernafas dengan paru-paru.

Hewan ektotermal adalah hewan yang memerlukan sumber panas eksternal untuk melakukan kegiatan metabolismenya, hal itulah yang menyebabkan reptil sering dijumpai berjemur di tempat yang terkena sinar matahari. Sebagian besar reptil memiliki kulit bersisik yang tidak saling terpisah dengan warna kulit beragam dari menyerupai lingkungannya hingga berwarna khas. Semua reptil tidak memiliki telinga eksternal.

Berikut ini yang perlu diwaspadai ketika mengidentifikasi ular:

1. Beberapa ular tidak berbisa dapat meniru bentuk kepala segitiga

Ada jenis ular tidak berbisa yang melakukan mimikri dengan cara meratakan kepalanya hingga tampak seperti segitiga ketika merasa terancam. Hal ini dapat membuat pengamat salah mengira ular tersebut berbisa.

2. Tidak semua ular berbisa memiliki kepala segitiga

Beberapa spesies sangat berbahaya seperti kobra, ular karang, dan ular weling justru memiliki kepala bulat atau oval. Bahkan anakan kobra terlihat berkepala oval, tetapi tetap mematikan. Artinya, bentuk kepala tidak selalu menjadi patokan akurat.

3. Butuh kombinasi ciri untuk identifikasi yang benar

Selain bentuk kepala, perlu diperhatikan pupil mata, jenis sisik, keberadaan taring, pola warna tubuh, serta perilaku ular. Identifikasi tunggal hanya dari bentuk kepala sangat berisiko dan bisa menyesatkan.

4. Utamakan keselamatan saat menemukan ular

Selalu jaga jarak aman dan jangan mencoba menangkap atau mendekati ular yang tidak Anda kenal. Bila ragu atau situasi berbahaya, segera hubungi petugas profesional seperti pawang ular atau tim pemadam kebakaran.

Q & A Seputar Topik

Apa tanda utama yang membedakan kepala ular berbisa dari yang tidak berbisa?

Tanda paling umum adalah bentuk kepala segitiga pada ular berbisa akibat adanya kelenjar bisa di bagian belakang rahang. Sementara itu, ular tidak berbisa biasanya memiliki bentuk kepala bulat atau oval yang proporsinya seragam dengan leher.

Apakah semua ular berbisa memiliki kepala berbentuk segitiga?

Tidak. Beberapa ular berbisa seperti kobra, weling, dan ular karang justru memiliki kepala bulat atau lonjong. Karena itu, bentuk kepala tidak bisa dijadikan satu-satunya indikator.

Benarkah ular tidak berbisa bisa meniru bentuk kepala segitiga?

Ya. Beberapa ular tidak berbisa memiliki kemampuan mimikri, yaitu meratakan kepala sehingga tampak seperti segitiga saat merasa terancam. Ini membuat identifikasi berdasarkan bentuk kepala saja bisa menyesatkan.

Apa ciri tambahan selain bentuk kepala yang bisa membantu membedakan ular berbisa dan tidak berbisa?

Ciri lain yang dapat diamati termasuk bentuk pupil (elips pada banyak ular berbisa, bulat pada ular tidak berbisa), keberadaan lubang peka panas (pit organ) pada beberapa ular berbisa, serta perilaku dan pola warna tubuh tertentu.

Apakah aman mengidentifikasi ular hanya dari bentuk kepalanya?

Tidak sepenuhnya. Bentuk kepala hanya indikator awal dan penuh pengecualian. Cara paling aman adalah menjaga jarak, tidak mencoba mendekati atau menangkap ular, dan jika ragu, hubungi profesional seperti pawang atau tim penyelamat hewan.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |