Liputan6.com, Jakarta - Memahami cara menanam sorgum di polybag merupakan langkah strategis bagi masyarakat perkotaan yang ingin mewujudkan ketahanan pangan mandiri dari halaman rumah. Sorgum dikenal sebagai tanaman serealia multifungsi yang memiliki daya adaptasi luar biasa, bahkan di kondisi lingkungan yang minim air sekalipun. Dengan teknik yang tepat, tanaman yang biasanya membentang luas di lahan agraris ini dapat tumbuh subur dalam wadah terbatas, memberikan hasil panen yang tak kalah berkualitas dibandingkan penanaman di sawah atau ladang.
Budidaya sorgum di dalam polybag tidak memerlukan keahlian khusus yang rumit, menjadikannya pilihan ideal bagi petani pemula maupun hobiis tanaman. Selain tahan terhadap serangan hama tertentu, sorgum juga memiliki siklus hidup yang relatif stabil dan tidak menuntut perawatan ekstra setiap harinya. Tanaman ini mampu menyediakan sumber karbohidrat alternatif yang sehat, rendah glikemik, dan kaya akan serat bagi keluarga Anda.
Sorgum memiliki struktur akar yang kuat dan batang yang kokoh. Meskipun beberapa varietas bisa tumbuh sangat tinggi, sistem perakarannya sangat responsif terhadap nutrisi dalam wadah terbatas. Keunggulan utama menanam dalam polybag adalah meminimalisir risiko gulma dan memudahkan pengendalian penyakit tanah. Selain itu, Anda bisa mengatur komposisi media tanam sedemikian rupa agar drainase tetap terjaga dengan baik.
Persiapan Media Tanam dan Ukuran Polybag
Keberhasilan dalam cara menanam sorgum di polybag sangat ditentukan oleh rumah pertama bagi akar tanaman tersebut. Jangan menggunakan polybag yang terlalu kecil karena sorgum membutuhkan ruang untuk bernapas dan mencari nutrisi.
Pemilihan Ukuran Polybag
Gunakan polybag berukuran minimal 40x40 cm atau kapasitas 15-20 liter. Ukuran ini sangat krusial agar akar tunggang dan akar serabut sorgum dapat berkembang optimal tanpa terhambat dinding plastik. Semakin besar polybag, semakin stabil suhu media tanam di dalamnya.
Komposisi Campuran Tanah
Sorgum menyukai media yang gembur namun tetap mampu mengikat sedikit kelembapan. Campurkanlah tanah topsoil (lapisan atas), pupuk kompos atau pupuk kandang yang sudah matang, dan sekam bakar dengan perbandingan 2:1:1. Sekam bakar berfungsi menjaga porositas agar air tidak menggenang di dasar polybag yang bisa memicu busuk akar.
Pemberian Nutrisi Dasar
Sebelum benih ditanam, tambahkan sekitar 5-10 gram pupuk NPK (sekitar satu sendok makan) ke dalam media tanam. Aduk rata agar pupuk tidak bersentuhan langsung dengan benih yang baru akan berkecambah. Diamkan media selama 3-5 hari agar mikroorganisme tanah mulai bekerja sebelum proses penanaman dimulai.
Proses Penanaman Benih yang Benar
Setelah media siap, langkah selanjutnya dalam cara menanam sorgum di polybag adalah pemilihan benih dan teknik penyemaian langsung.
Memilih Varietas Unggul
Pilihlah benih yang sudah teruji kualitasnya. Di Indonesia, varietas seperti Numbu atau Kawali sangat disarankan karena memiliki umur panen yang relatif genjah (cepat) dan produktivitas tinggi. Pastikan benih dalam kondisi kering dan tidak cacat secara fisik.
Teknik Penanaman
- Buat lubang tanam tepat di tengah polybag dengan kedalaman 2–4 cm.
- Masukkan 2–3 butir benih ke dalam setiap lubang. Mengapa harus lebih dari satu? Ini adalah langkah antisipasi jika ada benih yang gagal berkecambah.
- Tutup lubang dengan tanah halus atau abu sekam secara tipis. Jangan ditekan terlalu keras agar tunas mudah menembus permukaan.
- Letakkan polybag di tempat yang terpapar sinar matahari penuh minimal 6-8 jam sehari. Sorgum adalah tanaman C4 yang sangat mencintai panas matahari.
Perawatan Rutin Agar Sorgum Tumbuh Subur
Meskipun tangguh, sorgum tetap membutuhkan perhatian pada fase-fase kritis pertumbuhannya.
Manajemen Penyiraman
Meskipun sorgum terkenal tahan kekeringan, jangan biarkan media tanam benar-benar kering kerontang, terutama pada fase perkecambahan (minggu 1-2) dan fase pengisian biji. Siramlah pada pagi atau sore hari secara rutin sesuai kebutuhan. Pastikan lubang drainase di bawah polybag tidak tersumbat.
Pemupukan Lanjutan
Untuk mendukung pertumbuhan vegetatif yang cepat, berikan pupuk susulan berupa Urea atau NPK. Pemupukan pertama dilakukan pada umur 15 hari setelah tanam, dan pemupukan kedua pada umur 30 hari. Cara aplikasinya adalah dengan membuat parit kecil melingkar sejauh 5 cm dari batang, taburkan pupuk, lalu tutup kembali dengan tanah.
Penjarangan Tanaman
Jika ketiga benih yang Anda tanam tumbuh semua, lakukan penjarangan pada umur 10-14 hari. Cabut tanaman yang terlihat paling lemah dan sisakan 1–2 tanaman terbaik saja dalam satu polybag. Ini penting agar tidak terjadi kompetisi nutrisi yang membuat malai biji menjadi kecil.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Pada skala polybag, hama yang paling sering muncul adalah burung saat biji mulai mengisi, atau ulat grayak pada daun. Anda bisa memasang jaring pelindung di sekitar area penanaman jika populasi burung cukup banyak. Untuk ulat, pembersihan secara manual biasanya cukup efektif jika hanya menanam dalam skala kecil.
Proses Panen dan Pascapanen
Inilah momen yang paling ditunggu. Sorgum umumnya siap dipanen pada umur 95 hingga 120 hari, tergantung pada varietas dan cuaca.
Ciri-Ciri Sorgum Siap Panen
- Daun bagian bawah hingga tengah mulai menguning dan mengering.
- Biji terasa keras dan tidak pecah jika dipencet dengan kuku.
- Warna biji sudah berubah total menjadi merah kecokelatan atau putih tulang (sesuai varietasnya).
- Muncul titik hitam (black layer) pada bagian dasar biji jika dilihat dengan teliti.
Cara Memanen
Gunakan gunting stek yang tajam atau sabit untuk memotong tangkai sekitar 15-20 cm di bawah malai (rangkaian biji). Setelah dipanen, jemur malai sorgum di bawah terik matahari selama 2-3 hari hingga kadar airnya turun menjadi sekitar 12-14% sebelum dilakukan perontokan biji.
FAQ Seputar Cara Menanam Sorgum di Polybag
Apakah sorgum bisa ditanam di tempat teduh?
Tidak disarankan. Sorgum membutuhkan sinar matahari penuh untuk menghasilkan biji yang padat. Di tempat teduh, tanaman akan tumbuh tinggi (etiolasi) tapi tidak akan berbuah maksimal.
Berapa kali harus menyiram sorgum dalam polybag?
Cukup satu kali sehari di pagi hari. Jika cuaca sangat panas dan media terlihat sangat kering, penyiraman tambahan di sore hari bisa dilakukan.
Bolehkah memakai tanah liat saja untuk media tanam?
Jangan. Tanah liat cenderung memadat dan menghambat pertumbuhan akar. Selalu campurkan dengan sekam atau kompos untuk memperbaiki struktur drainase.
Apa fungsi sekam bakar dalam budidaya ini?
Sekam bakar berfungsi menjaga porositas media, menyeimbangkan pH tanah, dan menjadi tempat berkembangnya mikroba baik.
Berapa hasil panen dari satu polybag?
Satu polybag dengan 1-2 tanaman sehat biasanya menghasilkan 100-200 gram biji sorgum kering, tergantung pada perawatan dan varietas.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469996/original/061154600_1768193928-Ide_Jualan_Lauk_Pauk_Rumahan_untuk_Buka_Puasa_Bulan_Ramadan_2026_yang_Menyegarkan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4093894/original/027943300_1658232135-Sayuran-Hidroponik-Iqbal-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473824/original/053715000_1768459032-ayunann.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474071/original/042088800_1768465966-Gemini_Generated_Image_vz6jpuvz6jpuvz6j.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473813/original/092300900_1768458683-model_dress_cheongsam_untuk_lebaran_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474060/original/058191000_1768465683-kandang_ayam7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467940/original/021342200_1767936718-kebun_modal_0_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456792/original/025071500_1766975016-timun_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473751/original/031013200_1768455043-sepatu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473735/original/042734400_1768454782-Gemini_Generated_Image_dmbeg9dmbeg9dmbe_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4042754/original/094706200_1654358757-Screenshot_1983.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473654/original/090515000_1768452056-Gemini_Generated_Image_p9mek1p9mek1p9me.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473676/original/029754000_1768452359-Gemini_Generated_Image_k8yp8xk8yp8xk8yp_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473588/original/052275100_1768450765-Kandang_Sistem_Wadah_Pakan_Luar_Gantung__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473839/original/077576600_1768459527-unnamed_-_2026-01-15T133537.144.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473559/original/008737700_1768449270-Jualan_takjil_ramadan_berupa_es_dari_sirup__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473539/original/055093800_1768448356-Gemini_Generated_Image_eslkabeslkabeslk_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472721/original/055639500_1768374192-budidaya_ikan_konsumsi_di_rumah_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473523/original/020013000_1768447963-kebun_sayur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5471059/original/057234800_1768276624-6.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354601/original/013523100_1758259145-ChatGPT_Image_Sep_19__2025__12_08_54_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354530/original/059277200_1758256607-Gemini_Generated_Image_5vkn9p5vkn9p5vkn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354654/original/036226500_1758261026-Gemini_Generated_Image_9notrf9notrf9not.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360305/original/022331900_1758704064-DGDFE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)