Liputan6.com, Jakarta - Keterbatasan lahan kerap menjadi kendala bagi masyarakat perkotaan yang ingin menanam sayuran sendiri di rumah. Meski demikian, aktivitas berkebun tetap dapat dilakukan dengan cara sederhana, salah satunya memanfaatkan galon air bekas sebagai media tanam alternatif yang praktis dan ekonomis.
Sawi menjadi salah satu jenis sayuran yang cocok ditanam dengan metode ini. Selain mudah dirawat, sawi memiliki masa tanam yang relatif singkat sehingga dapat dipanen dalam waktu cepat. Penggunaan galon bekas juga memungkinkan tanaman diletakkan di balkon, teras, atau sudut rumah tanpa memerlukan lahan yang luas.
Dengan persiapan yang tepat, mulai dari pemilihan galon, pembuatan lubang drainase, hingga media tanam yang sesuai, sawi dapat tumbuh optimal dan menghasilkan panen yang memuaskan. Berikut Liputan6 hadirkan informasinya untuk Anda, Selasa (13/1).
1. Persiapan Galon Bekas yang Layak untuk Menanam Sawi
Pilih galon bekas yang bersih dan tidak ada sisa-sisa bahan kimia. Cuci galon dengan air sabun, lalu bilas hingga bersih. Setelah itu, buat lubang di bagian bawah galon untuk drainase. Lubang ini penting agar air tidak menggenang dan akar sawi tetap sehat.
Selanjutnya, siapkan media tanam yang terdiri dari campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam bakar. Campurkan semua bahan hingga merata. Media tanam yang baik akan memberikan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan sawi. Isi galon dengan media tanam hingga hampir penuh, sisakan sedikit ruang di atas.
Pastikan media tanam memiliki kelembapan yang cukup sebelum menanam benih. Media yang terlalu kering atau terlalu basah dapat menghambat pertumbuhan. Setelah semua siap, Anda dapat melanjutkan ke langkah berikutnya, yaitu memilih benih sawi yang tepat.
2. Usahakan Uji Coba Benih Sawi Sebelum Menanam
Pilih benih sawi yang berkualitas untuk memastikan hasil panen yang baik. Benih unggul biasanya memiliki daya tumbuh yang tinggi dan tahan terhadap penyakit. Varietas sawi seperti caisim atau pakcoy adalah pilihan yang tepat karena masa panennya singkat.
Periksa ciri-ciri benih yang baik, seperti warna coklat kehitaman dan tekstur yang licin. Anda juga bisa melakukan uji kualitas dengan merendam benih dalam air. Benih yang tenggelam biasanya memiliki kualitas yang lebih baik. Pastikan Anda membeli benih dari sumber terpercaya untuk mendapatkan hasil yang optimal.
Setelah memilih benih, Anda siap untuk melakukan penyemaian. Penyemaian adalah langkah penting sebelum memindahkan bibit ke galon. Pastikan Anda melakukan penyemaian dengan benar agar bibit tumbuh dengan baik.
3. Jaga Kelembaban Galon Sebelum Digunakan
Penyemaian benih sawi bisa dilakukan di wadah semai atau langsung di galon bekas. Jika menggunakan wadah semai, pastikan media tanam sudah disiapkan. Sebelum disemai, rendam benih dalam air selama 12 hingga 24 jam untuk mempercepat perkecambahan.
Setelah direndam, keringkan benih dan taburkan secara merata di media semai. Tutup benih dengan lapisan tipis media tanam dan siram perlahan. Jaga kelembaban media dengan menyiram dua kali sehari. Pastikan media tidak terlalu basah atau kering agar benih dapat tumbuh dengan baik.
Setelah sekitar dua minggu, benih akan tumbuh menjadi bibit yang siap dipindahkan. Pastikan bibit memiliki beberapa helai daun sejati sebelum melakukan pemindahan ke galon. Dengan cara ini, Anda akan mendapatkan bibit yang kuat dan siap tumbuh di galon bekas.
4. Penanaman Bibit ke Galon
Setelah bibit siap, saatnya memindahkannya ke galon bekas. Lakukan pemindahan dengan hati-hati agar akar tidak rusak. Pilih waktu yang tepat, seperti pagi atau sore hari, untuk mengurangi stres pada bibit.
Buat lubang tanam di media galon sesuai ukuran akar bibit. Keluarkan bibit dari wadah semai dengan lembut dan masukkan ke dalam lubang tanam. Pastikan posisi bibit tegak dan akarnya tidak terlipat. Tutup kembali dengan media tanam dan padatkan sedikit di sekitar batang.
Setelah penanaman, siram bibit dengan air secukupnya. Tempatkan galon di lokasi yang mendapatkan sinar matahari minimal 4-6 jam sehari. Hal ini penting untuk mendukung pertumbuhan optimal sawi yang Anda tanam.
5. Perhatikan Cara Perawatan Rutin
Perawatan rutin sangat penting untuk memastikan sawi tumbuh subur. Penyiraman harus dilakukan secara teratur agar tanah tetap lembap. Hindari penyiraman berlebihan yang dapat menyebabkan akar membusuk.
Selain penyiraman, pemupukan juga diperlukan. Berikan pupuk cair organik atau pupuk kandang matang setelah beberapa minggu penanaman. Pemupukan dilakukan dua kali, yaitu saat pemindahan dan dua minggu setelahnya.
Periksa tanaman secara berkala untuk mendeteksi hama atau penyakit. Gunakan metode pengendalian alami seperti larutan sabun untuk menjaga kesehatan tanaman. Kebersihan area tanam juga penting untuk mencegah penyebaran penyakit.
6. Strategi Panen Cepat
Untuk mendapatkan panen cepat, pilih varietas sawi dengan masa panen singkat. Pastikan Anda memberikan nutrisi yang cukup dan menjaga kelembaban tanah. Sawi membutuhkan sinar matahari yang cukup untuk tumbuh dengan baik.
Jaga kelembaban tanah agar tidak terlalu kering. Stres akibat kekurangan air dapat menghambat pertumbuhan. Dengan perawatan yang baik, sawi akan siap dipanen dalam waktu 25-30 hari setelah tanam.
Perhatikan tanda-tanda sawi siap panen, seperti daun yang mulai menguning di bagian bawah. Dengan strategi yang tepat, Anda bisa menikmati hasil panen sawi yang segar dan berkualitas.
7. Pemanenan dan Pemanfaatan Hasil
Pemanenan sawi dilakukan ketika tanaman sudah mencapai ukuran yang diinginkan. Ciri-ciri sawi siap panen adalah daun yang lebar dan segar. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari untuk menjaga kesegaran.
Ada dua metode pemanenan, yaitu mencabut seluruh tanaman atau memotong bagian pangkal batang. Metode pemotongan memungkinkan tanaman tumbuh kembali dan menghasilkan tunas baru. Dengan cara ini, Anda bisa memanen sawi berkali-kali.
Setelah dipanen, sawi bisa langsung dimanfaatkan untuk berbagai masakan. Sawi segar dari kebun sendiri lebih sehat dan bebas pestisida. Jika tidak langsung dikonsumsi, simpan sawi di lemari es untuk menjaga kesegarannya.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
Q: Berapa lama sawi bisa dipanen setelah ditanam?
A: Sawi dapat dipanen dalam waktu sekitar 25 hingga 30 hari setelah tanam.
Q: Apa saja manfaat menanam sawi di rumah?
A: Menanam sawi di rumah memberikan sayuran segar, menghemat biaya, dan meningkatkan kepuasan.
Q: Bagaimana cara memilih benih sawi yang baik?
A: Pilih benih dengan warna coklat kehitaman dan lakukan uji rendam untuk memastikan kualitas.
Q: Apakah galon bekas cocok untuk menanam sawi?
A: Ya, galon bekas sangat cocok digunakan untuk menanam sawi di lahan terbatas.
Q: Bagaimana cara memanen sawi agar bisa tumbuh kembali?
A: Potong bagian pangkal batang sawi di atas permukaan tanah untuk memungkinkan pertumbuhan tunas baru.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5036034/original/041934400_1733372495-IMG_3012.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474432/original/016248300_1768476831-Gemini_Generated_Image_eyhstaeyhstaeyhs.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470640/original/021517100_1768212371-tanaman_akuaponik.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473664/original/073472300_1768452138-Teras_dengan_Kanopi_Kaca__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474157/original/075486600_1768467804-unnamed__14_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5314592/original/032084300_1755096405-shiona-das-16eeXVh8od8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5455604/original/079642800_1766719911-Jualan_kue_basah_di_depan_rumah__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474256/original/088622300_1768470217-pexels-kampus-6605163.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474018/original/004020400_1768464817-Dasaran_Kolam_Ikan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474341/original/017840500_1768473324-teras_mini_dekat_dapur_rumah_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474398/original/029183700_1768475903-akuarium_dari_galon_bekas_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474003/original/068265300_1768464654-model_teras_rumah_sempit_tanpa_pagar__jadi_kebun_mini.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4791067/original/049651900_1711977504-WhatsApp_Image_2024-04-01_at_19.39.12.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2910268/original/047318100_1568355676-irene-kredenets-zNsSGYXaeP8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/730423/original/015950200_1409506754-selada_air2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474060/original/058191000_1768465683-kandang_ayam7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473921/original/083316700_1768461673-Ide_Jualan_Berbahan_Cendol.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474196/original/058448600_1768469002-gamis_rok_bertingkat1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469360/original/079402100_1768113479-Ide_Kandang_Ayam_Semi_Terbuka_dengan_Ventilasi_Maksimal_di_Samping_Rumah_Anti_Bau_Model_Dinding_Bertingkat_Ventilasi_Silang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473779/original/055132400_1768456608-Kandang_Burung_Lovebird_dari_Botol_Bekas_Model_dengan_Alas_Laci.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354601/original/013523100_1758259145-ChatGPT_Image_Sep_19__2025__12_08_54_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354530/original/059277200_1758256607-Gemini_Generated_Image_5vkn9p5vkn9p5vkn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354654/original/036226500_1758261026-Gemini_Generated_Image_9notrf9notrf9not.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360305/original/022331900_1758704064-DGDFE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)