Cara Menanam Pare Rambat di Lahan Sempit dengan Mudah agar Cepat Berbuah

3 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Cara menanam pare rambat di lahan sempit kini menjadi topik yang semakin banyak dicari masyarakat. Faktanya,  tanaman pare menjadi salah satu varietas yang cukup cepat untuk dipanen.  Biasanya tanaman pare sudah bisa dipanen setelah buah berumur 2,5 bulan. 

Tanaman pare juga mudah ditanam dimana saja. Melansir dari Cybext Kementerian Pertanian,  tanaman pare banyak ditanam di dataran rendah. Pare rambat juga bisa tumbuh di pekarangan rumah, asalkan tanahnya subur, gembur, dan pH tanah antara 5 sampai 6.

Artikel ini akan memaparkan cara menanam pare rambat di lahan sempit, memastikan Anda dapat mencapai panen melimpah meskipun dengan ruang yang terbatas. Berikut informasinya sebagaimana dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber pada Kamis (2/4/2026).

1. Pemilihan Lokasi dan Wadah Tanam

Pilih lokasi yang mendapatkan sinar matahari langsung minimal enam jam sehari. Meskipun pare dapat tumbuh di tempat yang agak teduh, paparan sinar matahari yang cukup akan mendukung pertumbuhan batang, daun, dan buah yang optimal. Penempatan yang tepat akan memaksimalkan potensi panen Anda.

Untuk lahan sempit, penggunaan pot, polybag, atau planterbag adalah solusi terbaik. Wadah ini memungkinkan Anda untuk menanam pare di teras, balkon, atau sudut pekarangan. Pastikan wadah yang dipilih memiliki lubang drainase yang baik untuk mencegah genangan air yang bisa merusak akar tanaman.

Pilih pot dengan diameter minimal 30 cm dan kedalaman 12-16 inci (sekitar 30-40 cm). Ukuran ini penting karena pare memiliki sistem perakaran yang kuat dan batang merambat yang membutuhkan ruang. Pot plastik, karung bekas, atau polybag berukuran sedang hingga besar sangat cocok untuk budidaya ini.

2. Persiapan Media Tanam

Media tanam yang subur adalah kunci keberhasilan budidaya pare. Komposisi media tanam yang tepat akan menyediakan nutrisi esensial bagi pertumbuhan tanaman. Ini merupakan aspek krusial dalam cara menanam pare rambat di lahan sempit.

Gunakan campuran tanah gembur, pupuk kompos, dan sekam padi dengan perbandingan 2:1:1. Alternatif lain yang efektif adalah campuran tanah dan kompos dengan perbandingan 3:1. Kedua kombinasi ini akan menciptakan media tanam yang kaya nutrisi dan memiliki struktur yang baik.

Pare menyukai tanah lempung dengan drainase yang baik dan kaya bahan organik. Pastikan media tanam dapat menyerap air dengan baik namun tidak mudah becek, karena genangan air dapat menyebabkan busuk akar. Pare tumbuh baik pada tanah dengan pH sekitar 6 hingga 7,1; jika tanah terlalu asam, Anda bisa menambahkan kapur dolomit untuk menetralkan pH.

3. Pemilihan Benih Pare Berkualitas

Kualitas benih sangat menentukan hasil panen yang akan Anda dapatkan. Oleh karena itu, pemilihan benih pare yang berkualitas adalah langkah penting. Anda bisa membeli benih dari toko pertanian terpercaya atau mengambil dari buah pare yang sudah tua dan sehat dari tanaman induk yang kuat.

Pilih buah yang bentuknya normal, warnanya merata, dan bebas dari hama atau penyakit. Biji pare yang baik biasanya memiliki bentuk besar dengan kulit keras dan bergigi. Ciri-ciri ini menandakan benih memiliki potensi tumbuh yang optimal.

Untuk mempercepat proses perkecambahan, rendam biji pare dalam air hangat selama semalam. Metode ini akan membantu melunakkan kulit biji yang keras. Biji yang mengambang biasanya tidak layak tanam, sedangkan yang tenggelam memiliki peluang perkecambahan yang lebih baik.

4. Penyemaian Benih

Meskipun biji pare bisa langsung ditanam, menyemai benih terlebih dahulu akan meningkatkan tingkat keberhasilan. Proses penyemaian membantu melindungi bibit muda dan memastikan pertumbuhan awal yang seragam. Ini adalah praktik yang direkomendasikan untuk budidaya pare.

Semai benih di tray semai atau polybag kecil yang sudah diisi media tanam. Buat lubang tanam sedalam 2-5 cm, masukkan biji, lalu tutup ringan dengan tanah. Pastikan media semai tetap lembap namun tidak terlalu basah.

Biji biasanya akan berkecambah dalam 4-7 hari, menunjukkan tunas pertama. Setelah bibit memiliki 2-3 helai daun sejati atau mencapai tinggi sekitar 15-20 cm (sekitar dua minggu setelah semai), bibit siap dipindahkan ke pot utama.

5. Penanaman Bibit ke Pot Utama

Proses pemindahan bibit ke pot utama memerlukan kehati-hatian agar akar bibit tidak rusak. Ini adalah tahap krusial untuk memastikan bibit dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan barunya. Penanaman yang benar akan mendukung pertumbuhan pare rambat.

Buat lubang tanam sedalam 3-5 cm di tengah pot utama yang sudah berisi media tanam. Pindahkan bibit dengan hati-hati dari tray semai atau polybag kecil, usahakan agar bola akar tetap utuh. Tanam 1 bibit pare per pot untuk memberikan ruang tumbuh yang optimal.

Setelah bibit ditempatkan di lubang tanam, tutup kembali dengan tanah secara perlahan dan padatkan sedikit. Siram secukupnya untuk membantu bibit beradaptasi. Jika menanam di bedengan, jarak tanam ideal adalah sekitar 75 x 75 cm atau 100 x 100 cm, namun untuk pot, cukup satu tanaman per pot.

6. Pemasangan Rambatan (para-para)

Pare adalah tanaman merambat, sehingga membutuhkan penopang atau rambatan agar dapat tumbuh dengan baik dan berbuah lebat. Pemasangan rambatan adalah elemen penting dalam cara menanam pare rambat di lahan sempit, terutama untuk memaksimalkan ruang vertikal.

Pasang rambatan saat batang tanaman sudah mencapai tinggi sekitar 15-25 cm. Jangan menunda pemasangan rambatan karena tanaman akan mulai menjalar dan kesulitan mencari penopang sendiri. Rambatan yang kokoh akan menopang beban buah pare yang semakin banyak.

Anda bisa menggunakan berbagai bahan untuk rambatan, seperti bambu, kawat, tali, atau anyaman bambu vertikal. Untuk lahan sempit, rambatan vertikal yang dipasang di dinding rumah atau pagar sangat efisien dalam menghemat ruang. Rambatan tidak hanya menopang tanaman tetapi juga membantu sirkulasi udara dan paparan sinar matahari, yang penting untuk pembentukan buah.

7. Penyiraman

Perawatan yang konsisten adalah kunci untuk memastikan pare rambat Anda tumbuh subur dan berbuah banyak. Melakukan pemeliharaan rutin akan menjaga tanaman tetap sehat dan produktif. Ini adalah bagian tak terpisahkan dari cara menanam pare rambat di lahan sempit.

Pare tidak tahan kekeringan, jadi penyiraman harus dilakukan secara rutin, terutama saat musim kemarau. Pada fase awal pertumbuhan, siram secukupnya dan biarkan media tanam mengering sedikit sebelum penyiraman berikutnya. Setelah tanaman mencapai tinggi sekitar 15 cm, penyiraman bisa dilakukan setiap hari.

Waktu terbaik untuk menyiram adalah pada pagi dan sore hari, saat suhu tidak terlalu panas. Hindari menyiram di tengah hari karena air akan lebih cepat menguap. Jaga agar tanah tetap lembap, tetapi tidak basah atau tergenang, karena kondisi terlalu basah dapat menyebabkan busuk akar.

8. Pemupukan

Pemupukan penting untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman dan mengoptimalkan pertumbuhan serta produksi buah. Pemberian pupuk secara teratur akan memastikan pare mendapatkan semua elemen yang dibutuhkan untuk berkembang.

Saat persiapan lahan, campurkan pupuk kandang atau kompos sebagai pupuk dasar. Pada fase vegetatif (pertumbuhan), tanaman membutuhkan pupuk yang mendukung perkembangan daun dan batang. Sementara itu, pada fase generatif (pembuahan), sekitar 2-3 bulan setelah tanam, berikan pupuk yang kaya fosfor dan kalium untuk merangsang pembentukan buah.

Jenis pupuk NPK (20 gram/liter air), KCL (10 gram/liter air), dan SP (10 gram/liter air) dapat digunakan. Larutkan pupuk dalam air dan kocorkan atau siramkan di sekitar pangkal tanaman (sekitar 500 ml per tanaman). Hindari mengenai batang secara langsung. Pemupukan dapat dilakukan sebulan sekali dengan pupuk cair jika pertumbuhan tidak optimal.

9. Penyiangan dan Pemangkasan

Penyiangan gulma secara rutin sangat penting untuk menghindari persaingan nutrisi dengan tanaman pare. Lakukan penyiangan setidaknya seminggu sekali. Gulma dan sisa tanaman yang membusuk dapat menarik hama dan penyakit, sehingga kebersihan area tanam harus selalu terjaga.

Pemangkasan juga diperlukan untuk mengarahkan energi tanaman ke pembentukan buah. Pangkas cabang-cabang yang tidak produktif atau terlalu rimbun. Pemangkasan ini akan membantu sirkulasi udara dan penetrasi cahaya matahari ke seluruh bagian tanaman, yang sangat penting untuk kesehatan dan produktivitas pare.

10. Pengendalian Hama dan Penyakit

Meskipun pare relatif tahan hama, beberapa masalah umum bisa muncul dan perlu diwaspadai. Pengendalian yang tepat akan melindungi tanaman Anda dari kerusakan dan memastikan panen yang sukses. Ini adalah bagian penting dari cara menanam pare rambat di lahan sempit.

Hama umum yang sering menyerang pare meliputi lalat buah yang merusak buah dari dalam, ulat grayak yang menyerang daun dan buah, serta lembing/oteng-oteng (Epilachna sparsa) yang memakan daun hingga hanya menyisakan tulang daun. Kepik juga dapat menyerang buah. Pengendalian bisa dilakukan secara manual, dengan perangkap, atau insektisida jika serangan parah.

Penyakit yang sering menyerang antara lain embun bulu (Pseudoperenospora cubensis) yang menyebabkan bercak kuning di daun atas, embun tepung yang meninggalkan lapisan putih di bawah daun, penyakit kresek yang mengeringkan daun, dan virus mosaik yang membuat buah rentan. Pencegahan terbaik adalah menjaga kebersihan tanaman, membuang buah yang membusuk, dan membungkus buah dengan koran atau plastik untuk melindunginya dari hama dan penyakit.

11. Panen Pare Rambat

Setelah sekitar 2-3 bulan atau 38-43 hari setelah tanam, pare akan mulai berbunga, dan seminggu kemudian akan menghasilkan buah. Panen adalah momen yang paling ditunggu setelah Anda menerapkan cara menanam pare rambat di lahan sempit dengan tekun.

Panen pertama biasanya dapat dilakukan pada usia 55-60 hari setelah tanam (HST). Frekuensi panen pare dapat dilakukan secara rutin setiap 2-3 hari sekali. Satu pohon pare yang sehat dan terawat baik dapat menghasilkan 5-7 kg buah selama masa panennya.

Ciri buah pare yang siap panen adalah ketika masih hijau, agak pucat, mentah, dan berukuran sekitar 3-6 inci (tergantung varietas). Buah yang siap panen biasanya memiliki berat sekitar 250 gram. Hindari membiarkan buah terlalu matang di pohon karena rasanya akan semakin pahit dan bijinya mengeras.

Buah pare tidak tahan lama setelah dipanen, sehingga sebaiknya segera dipasarkan atau dikonsumsi. Untuk penyimpanan sementara, buah dapat dijaga kualitasnya hingga 2-3 minggu pada suhu 12-13 derajat Celcius dan kelembaban 85-90%. Dengan mengikuti panduan ini, Anda tidak hanya akan mendapatkan pasokan pare segar yang sehat, tetapi juga berkontribusi pada penghijauan lingkungan sekitar rumah Anda. Selamat berkebun!

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Apa saja manfaat utama menanam pare rambat di lahan sempit?

Menanam pare rambat di lahan sempit memungkinkan Anda mendapatkan pasokan sayuran segar yang kaya nutrisi seperti vitamin A, C, zat besi, dan serat, serta memiliki khasiat mengendalikan gula darah dan meningkatkan kekebalan tubuh, meskipun dengan ruang terbatas.

2. Bagaimana cara memilih wadah tanam yang tepat untuk pare rambat di lahan sempit?

Pilih pot, polybag, atau planterbag dengan diameter minimal 30 cm dan kedalaman 12-16 inci (sekitar 30-40 cm) yang memiliki lubang drainase yang baik untuk menampung akar pare yang kuat.

3. Media tanam seperti apa yang ideal untuk budidaya pare rambat?

Media tanam ideal adalah campuran tanah gembur, pupuk kompos, dan sekam padi dengan perbandingan 2:1:1, atau tanah dan kompos 3:1, yang memiliki drainase baik dan pH sekitar 6-7,1.Q

4. Kapan waktu yang tepat untuk memasang rambatan pada tanaman pare?

Rambatan atau para-para sebaiknya dipasang saat batang tanaman pare sudah mencapai tinggi sekitar 15-25 cm untuk menopang pertumbuhannya yang merambat.

5. Bagaimana cara mengatasi hama pada pare?

Gunakan pestisida alami seperti larutan bawang putih atau air sabun.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |