Cara Menanam Padi di Pekarangan Rumah, Panduan Lengkap Panen Lebih Melimpah

1 day ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Budidaya padi atau Oryza sativa, tanaman pangan utama di Indonesia, kini tidak lagi terbatas pada sawah luas. Dengan berbagai inovasi dan teknik, Anda dapat menanam dan membudidayakan padi di pekarangan rumah atau lahan sempit, bahkan dengan potensi panen yang melimpah.

Jika Anda suka mencoba tanaman baru, padi patut dipertimbangkan karena hasilnya bisa sangat memuaskan bila dirawat dengan tepat. Menghasilkan beras sendiri, mendukung ketahanan pangan keluarga, serta menjadi hobi yang produktif.

Hal penting yang perlu diperhatikan adalah luas lahan tanam. Padi membutuhkan area khusus karena luas lahan sangat memengaruhi hasil panen. Semakin besar area yang ditanami, semakin besar pula potensi jumlah padi yang bisa dipanen.

Dilansir Liputan6.com dari The Spruce, Rabu (7/1/2026), artikel ini akan mengulas panduan lengkap mengenai cara menanam dan membudidayakan padi di pekarangan rumah.

Apakah Beras Harus Ditanam di Air?

Padi yang dijual secara komersial umumnya ditanam di sawah yang digenangi air. Namun, untuk skala rumahan, padi tidak harus selalu ditanam di lahan yang tergenang.

Padi termasuk tanaman semi-akuatik yang membutuhkan banyak air, tetapi penggenangan dilakukan terutama untuk mengendalikan gulma, bukan karena padi hanya bisa tumbuh di air. Di kebun rumah, padi tetap dapat tumbuh dengan baik tanpa sawah asalkan kebutuhan airnya tercukupi.

Hal terpenting bagi penanam padi rumahan adalah kemudahan akses air, paparan sinar matahari yang cukup, serta komposisi tanah yang sesuai agar tanaman dapat tumbuh sehat dan menghasilkan panen yang optimal.

Cara Menanam Padi

Menanam padi bisa dilakukan dengan beberapa cara, mirip seperti menanam tembakau. Bibit dapat disemai terlebih dahulu di persemaian lalu dipindahkan ke kebun setelah berumur 15–30 hari atau saat tingginya sekitar 30 cm.

Padi juga bisa ditanam langsung di tanah, disemai di dalam wadah, atau ditanam di kontainer, dengan metode tanam langsung sebagai cara paling mudah untuk skala rumahan. Waktu tanam ideal adalah antara bulan Maret hingga Oktober, setelah risiko embun beku berlalu.

  1. Siapkan area tanam di lokasi yang mendapat sinar matahari penuh dengan tanah liat atau lempung ber-pH agak asam dan mampu menahan air.
  2. Rendam benih padi dalam air tanpa klorin selama 24–36 jam hingga akar kecil mulai muncul.
  3. Tanam benih sedalam ±1,5 cm dengan jarak 15–20 cm antar tanaman dan 23–30 cm antarbaris.
  4. Siram area tanam hingga basah dan jaga tanah tetap lembap.
  5. Benih padi akan berkecambah dalam waktu sekitar 3–5 hari.

Tips Menjaga Tanaman Padi Tetap Sehat

  1. Pastikan tanaman padi mendapat sinar matahari penuh dan suhu hangat sekitar 21–37°C agar tumbuh optimal.
  2. Gunakan tanah yang mampu menahan air dengan menambahkan kompos matang untuk meningkatkan kesuburan dan kelembapan tanah.
  3. Jaga tanah tetap lembap hingga kedalaman sekitar 30–60 cm karena akar padi menyukai kondisi basah.
  4. Bebaskan area tanam dari gulma agar nutrisi tidak tersaingi oleh tanaman lain.
  5. Berikan pupuk kaya nitrogen saat anakan padi mulai tumbuh untuk mendukung pertumbuhan yang sehat.

Cara Memanen Padi Hasil Tanam Sendiri

Padi siap dipanen ketika malai atau bulirnya berubah warna dari hijau menjadi kuning keemasan atau cokelat keemasan.

  1. Potong batang padi sedekat mungkin dengan permukaan tanah. Sabit kecil sangat membantu, tetapi alat potong tajam apa pun bisa digunakan.
  2. Susun batang padi dalam satu lapisan di tempat kering di atas kertas cokelat atau alas berpori lainnya selama sekitar dua minggu agar kering.
  3. Pisahkan malai berisi bulir padi, lalu buang batang dan daun yang tidak diperlukan.
  4. Selanjutnya, lepaskan kulit gabah sesuai jumlah panen: (a) Letakkan bulir padi di antara dua lapis terpal, lalu injak-injak perlahan hingga kulit terlepas. (b) Letakkan bulir padi di atas meja yang dilapisi penutup atau masukkan ke dalam kantong plastik, lalu tumbuk perlahan menggunakan alat pemukul.
  5. Pisahkan beras dari kulitnya dengan cara menampi. Pegang campuran beras dan kulit di depan kipas kecil, lalu jatuhkan perlahan ke dalam wadah agar kulit terhembus angin sementara beras jatuh ke wadah.
  6. Setelah proses ini, Anda akan mendapatkan beras cokelat yang masih bisa dipoles untuk memperbaiki tekstur dan rasa.

Jenis Padi Terbaik untuk Ditanam di Rumah (Indonesia)

Berikut rekomendasi jenis padi paling cocok untuk pekarangan rumah di Indonesia, disesuaikan dengan luas lahan dan cara tanam:

1. Untuk Tanah Kering / Padi Gogo (Tanpa Sawah)

Paling mudah untuk pemula dan pekarangan sempit.

  • Padi Gogo Lokal → tahan panas, tidak perlu genangan
  • Inpago (Inpago 8, Inpago 10, dll.) → khusus lahan kering
  • Beras Merah Lokal → kuat, nilai gizi tinggi

2. Untuk Pot, Ember, atau Polybag

Cocok untuk halaman sangat terbatas.

  • Padi Mini / Padi Hias → bisa panen kecil
  • Padi Gogo Umur Pendek → akar tidak terlalu dalam
  • Gunakan pot minimal 40–50 cm, media selalu lembap

3. Untuk Sawah Mini / Kolam Terpal

Hasil paling maksimal di rumah.

  • Ciherang
  • IR 64
  • Inpari (varietas baru, hasil tinggi). Butuh genangan air 5–10 cm dan sinar matahari penuh.

4. Untuk Dataran Tinggi (Lebih Sejuk)

Jika rumah di pegunungan.

  • Beras Hitam Lokal
  • Padi Adan (jika bibit tersedia)

Rekomendasi Paling Aman

Padi gogo lokal atau Inpago: Paling adaptif, minim perawatan, cocok iklim tropis Indonesia.

FAQ

Apakah padi bisa ditanam tanpa sawah?

Bisa. Padi gogo dan Inpago dapat tumbuh di tanah kering tanpa genangan air.

Varietas padi apa yang paling cocok untuk pekarangan rumah?

Padi gogo lokal, Inpago, dan beras merah lokal paling mudah dirawat.

Apakah padi bisa ditanam di pot atau polybag?

Bisa, asalkan pot besar, media lembap, dan mendapat sinar matahari cukup.

Berapa lama padi bisa dipanen jika ditanam di rumah?

Rata-rata 105–120 hari, tergantung varietas dan perawatan.

Apa kesalahan paling umum saat menanam padi di rumah?

Kurang air, tanah tidak menahan air, dan banyak gulma pengganggu.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |