Cara Menanam Mangga dengan Tabulampot Agar Tumbuh Sehat dan Produktif

4 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Budidaya mangga kini tidak lagi terbatas pada lahan luas. Dengan metode tabulampot atau tanaman buah dalam pot, siapa pun dapat menikmati segarnya buah mangga langsung dari pekarangan rumah. Teknik ini menjadi solusi efektif bagi mereka yang memiliki keterbatasan lahan, namun tetap ingin merasakan panen mangga yang melimpah. Kunci keberhasilan terletak pada pemilihan bibit yang tepat, persiapan media tanam, serta perawatan rutin yang konsisten. 

Dengan langkah-langkah yang benar, pohon mangga dalam pot dapat tumbuh sehat dan produktif. Panduan lengkap ini akan membahas setiap aspek penting, mulai dari memilih bibit unggul hingga tips panen. Memahami setiap tahap akan membantu Anda menciptakan lingkungan tumbuh optimal bagi mangga tabulampot, memastikan hasil buah yang manis dan berkualitas tinggi.

1. Pemilihan Bibit Mangga Unggul, Kunci Awal Keberhasilan Tabulampot

Langkah awal dalam menanam mangga tabulampot adalah memilih bibit yang tepat. Disarankan menggunakan bibit hasil perbanyakan vegetatif seperti cangkok, okulasi, atau sambung pucuk karena lebih cepat berbuah dan kualitas buahnya menyerupai indukan. Berbeda dengan bibit dari biji yang cenderung lama berbuah dan hasilnya tidak menentu. Pilih bibit berumur sekitar 1,5–2 tahun dengan batang kokoh berdiameter 4–5 cm, daun hijau segar, bebas bercak, serta tajuk yang seimbang.

Pada dasarnya, hampir semua varietas mangga bisa ditanam dalam pot, namun jenis yang genjah dan bertajuk kompak lebih direkomendasikan. Varietas seperti Manalagi, Arumanis, Harumanis, dan Gedong Gincu dikenal mudah dirawat dan rajin berbuah. Selain itu, Nam Dok Mai, Mangga Alpukat (Madu), Golek, Chokanan, Modenko, dan Irwin juga cocok untuk tabulampot karena menghasilkan buah berkualitas dengan pertumbuhan yang relatif terkendali.

2. Persiapan Pot dan Media Tanam Ideal untuk Mangga Tabulampot

Pemilihan pot yang tepat sangat memengaruhi pertumbuhan mangga tabulampot. Ukuran pot sebaiknya memadai, minimal diameter 60 cm dan tinggi 50 cm, atau 60–80 cm untuk pohon setinggi 1,5 meter. Untuk bibit kecil, pot berdiameter 30 cm dan kedalaman 35 cm sudah cukup. Pilih pot yang ringan, tidak mudah pecah, dan serasi dengan tanaman. Material pot bisa plastik, semen, drum bekas, atau kayu, asalkan memiliki drainase baik dengan 4–6 lubang berukuran 1–2 cm di bagian dasar. Mengganjal pot dengan batu bata juga membantu memperlancar pembuangan air dan sirkulasi udara, mencegah akar membusuk.

Media tanam yang berkualitas menjadi fondasi bagi pertumbuhan mangga yang sehat. Komposisi ideal biasanya campuran tanah, pupuk kandang atau kompos, dan arang sekam dengan perbandingan 2:1:1, atau alternatif 1:1:1. Tanah berfungsi sebagai penopang tanaman, pupuk kandang menyediakan unsur hara dan memperbaiki struktur tanah, sedangkan arang sekam meningkatkan porositas dan drainase. Variasi lain bisa menggunakan campuran tanah, pasir, pupuk kandang, dan kompos dengan perbandingan 1:1,2:1:1 agar media tetap remah, gembur, ringan, dan bebas hama serta penyakit.

3. Proses Penanaman Mangga dalam Pot yang Tepat

Setelah bibit dan pot siap, langkah selanjutnya adalah menanam dengan cermat. Mulailah dengan meletakkan lapisan dasar pecahan batu bata, genting, atau serutan gergaji setebal 5–10 cm untuk memperlancar drainase dan sirkulasi udara, mencegah akar tergenang air. Isi separuh pot dengan media tanam, lalu lepaskan bibit dari polibag dengan hati-hati agar perakaran tidak rusak, dan tempatkan bibit di tengah pot dengan posisi tegak dan stabil.

Tambahkan media tanam hingga hampir penuh, pastikan bekas cangkok atau okulasi tetap menonjol sekitar 10–15 cm di atas permukaan. Siram media hingga lembap merata. Pada minggu pertama, letakkan pot di lokasi teduh tanpa sinar matahari langsung agar tanaman beradaptasi. Setelah itu, secara bertahap pindahkan ke area yang menerima sinar matahari penuh. Penanaman sebaiknya dilakukan saat musim hujan untuk mempermudah adaptasi awal tanaman.

4. Perawatan Rutin untuk Mangga Tabulampot yang Sehat dan Produktif

Perawatan konsisten menjadi kunci agar tabulampot mangga tumbuh sehat dan produktif. Penyiraman dilakukan secara teratur, setiap hari pada awal penanaman untuk menjaga kelembapan media. Saat musim kemarau, frekuensi bisa ditingkatkan menjadi dua kali sehari, sedangkan pada musim hujan cukup disesuaikan jika media tanam mulai kering. Hindari penyiraman berlebihan yang dapat menyebabkan akar busuk, dan sekitar satu minggu setelah tanam, siram dengan larutan atonik untuk merangsang pertumbuhan akar baru.

Pemupukan juga sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan pembentukan buah. Pupuk diberikan mulai 2–4 minggu setelah tanam dengan NPK 15:15:15 sebanyak 30 gram sebulan sekali untuk merangsang pembungaan. Pada masa pertumbuhan, berikan satu genggam NPK dan satu genggam OST setiap bulan, dilengkapi pupuk kandang tiap tiga bulan. Aplikasi pupuk dilakukan dengan menabur di sekitar pot lalu menutupnya kembali, dan hindari overdosis untuk mencegah kerusakan akar.

Pemangkasan membantu menjaga tajuk, sirkulasi udara, dan produktivitas tanaman. Ada pemangkasan pemeliharaan untuk membuang ranting sakit, pembentukan untuk menciptakan cabang seimbang, dan produktif untuk merangsang tunas baru serta bunga, terutama setelah musim buah ketiga. Selain itu, gemburkan media sebulan sekali agar tetap porous, beri luka atau sayatan pada batang untuk merangsang buah, dan tutup bunga saat hujan untuk mencegah rontok. Langkah-langkah ini memastikan tanaman tetap subur, berbuah lebat, dan sehat sepanjang musim.

5. Panen Mangga Tabulampot dan Tips Tambahan

Setelah melalui proses penanaman dan perawatan telaten, saatnya menantikan hasil panen. Mangga tabulampot hasil perbanyakan vegetatif biasanya bisa dipanen pada umur 3–4 tahun. Cara panennya sederhana, cukup memetik buah yang sudah matang dengan tanda kulit berubah warna dan aroma khas mangga yang harum.

Meskipun fokus utama adalah tabulampot, mangga juga bisa ditanam dari biji. Pilih biji dari buah matang dan berkualitas baik, pastikan utuh dan bebas kerusakan. Biji yang lebih besar umumnya memiliki peluang perkecambahan lebih tinggi, sehingga memudahkan pertumbuhan bibit baru.

Setelah diperoleh, bersihkan sisa daging buah dari biji, lalu keringkan hingga benar-benar kering. Beberapa metode menyarankan mengupas kulit biji sebelum ditanam untuk mempercepat perkecambahan. Siapkan pot atau wadah dengan drainase baik, gunakan media campuran tanah taman, pasir, dan pupuk kompos, lalu tanam biji sekitar 2–3 cm di dalam media dengan ujung tumpul menghadap ke bawah.

Pertanyaan Umum Seputar Topik

1. Apa itu tabulampot mangga?

Tabulampot mangga adalah metode menanam pohon mangga di dalam pot, cocok untuk lahan terbatas seperti teras atau pekarangan rumah, memungkinkan panen buah manis dan lezat.

2. Bibit mangga jenis apa yang cocok untuk tabulampot?

Sebaiknya pilih bibit hasil perbanyakan vegetatif (cangkok, okulasi, sambung pucuk) yang berumur 1,5-2 tahun, batang kokoh, dan varietas genjah seperti Manalagi, Arumanis, Gedong Gincu, atau Nam Dok Mai.

3. Bagaimana komposisi media tanam yang ideal untuk mangga tabulampot?

Komposisi ideal adalah campuran tanah, pupuk kandang/kompos, dan arang sekam dengan perbandingan 2:1:1 atau 1:1:1, yang remah, gembur, kaya unsur hara, dan memiliki drainase baik.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |