Liputan6.com, Jakarta - Menanam durian bukan hanya soal menunggu pohon tumbuh besar, tetapi juga memahami teknik budidaya yang tepat agar tanaman cepat berbuah. Banyak pekebun pemula merasa durian membutuhkan waktu sangat lama untuk panen, padahal dengan metode yang benar, durian bisa mulai berbuah lebih cepat dan produktif.
Indonesia memiliki kondisi iklim tropis yang sangat mendukung pertumbuhan durian. Namun, tanpa pengelolaan lahan, bibit, dan perawatan yang sesuai, potensi tersebut sering tidak dimanfaatkan secara optimal. Inilah mengapa pengetahuan dasar budidaya durian menjadi sangat penting.
Liputan6.com akan mengulas cara menanam durian agar cepat berbuah berdasarkan panduan teknis pertanian serta pengalaman praktis pekebun durian unggul seperti durian bawor, sehingga bisa diterapkan baik di kebun luas maupun pekarangan rumah, Senin (12/1/2026).
Mengenal Faktor Penentu Durian Cepat Berbuah
Kecepatan durian dalam memasuki fase berbuah tidak terjadi secara kebetulan, melainkan merupakan hasil dari kombinasi berbagai faktor budidaya yang saling berkaitan. Menurut Buku Lapang Durian terbitan Direktorat Jenderal Hortikultura, faktor utama yang menentukan cepat atau lambatnya durian berbuah meliputi varietas yang digunakan, kualitas bibit, kesesuaian lahan, serta manajemen pemeliharaan tanaman sejak awal penanaman.
Varietas menjadi faktor paling dominan. Varietas unggul seperti durian bawor, montong, dan musang king telah melalui proses seleksi panjang sehingga memiliki fase juvenil yang lebih singkat. Fase juvenil adalah masa pertumbuhan vegetatif sebelum tanaman mampu berbunga dan berbuah. Pada varietas unggul, fase ini bisa dipangkas hingga setengahnya dibanding durian lokal biasa.
Selain varietas, kualitas bibit sangat menentukan. Bibit hasil perbanyakan vegetatif seperti sambung pucuk atau okulasi membawa sifat genetik tanaman induk yang sudah dewasa dan produktif. Hal ini membuat tanaman “secara biologis” lebih cepat memasuki fase generatif. Sebaliknya, durian yang ditanam dari biji harus melalui fase juvenil penuh sehingga membutuhkan waktu 7–10 tahun untuk mulai berbuah.
Durian bawor menjadi contoh nyata keberhasilan kombinasi varietas unggul dan teknik perbanyakan modern. Dengan bibit sambung yang sehat dan perawatan tepat, durian bawor dapat mulai belajar berbuah pada umur 3 tahun dan memasuki panen stabil di tahun keempat. Fakta ini menunjukkan bahwa memahami faktor penentu sejak awal adalah fondasi utama dalam cara menanam durian agar cepat berbuah.
Persiapan Lahan yang Tepat
Persiapan lahan sering dianggap sebagai tahap sederhana, padahal justru menjadi penentu keberhasilan jangka panjang tanaman durian. Lahan yang tidak sesuai akan membuat pertumbuhan akar terhambat, penyerapan nutrisi tidak optimal, dan akhirnya memperlambat pembungaan.
Tanaman durian tumbuh optimal pada ketinggian 0–800 meter di atas permukaan laut dengan curah hujan tahunan antara 1.500–2.500 mm. Selain faktor iklim, struktur tanah juga sangat penting. Tanah ideal untuk durian adalah tanah gembur, kaya bahan organik, dan memiliki sistem drainase yang baik.
Drainase menjadi kunci karena durian sangat sensitif terhadap genangan air. Akar durian yang terlalu lama tergenang berisiko terserang penyakit busuk akar dan jamur patogen. Oleh karena itu, lahan perlu dibuat sedikit miring atau ditata dengan sistem terasering, terutama pada lahan berkontur.
Pembersihan gulma dan tanaman pengganggu juga tidak boleh diabaikan. Gulma dapat menyerap nutrisi dan air yang seharusnya digunakan oleh tanaman durian muda. Selain itu, gulma sering menjadi inang hama dan penyakit.
Pengaturan jarak tanam yang ideal, seperti 8 × 10 meter atau 10 × 10 meter, bertujuan memberi ruang bagi perkembangan tajuk dan sistem perakaran. Dengan jarak tanam yang cukup, setiap pohon memperoleh cahaya matahari, sirkulasi udara, dan nutrisi tanah secara optimal, sehingga mendukung percepatan pertumbuhan dan pembungaan.
Memilih Bibit Durian Unggul
Dalam praktik budidaya, pemilihan bibit sering diibaratkan sebagai memilih “modal awal”. Bibit yang buruk akan sulit diperbaiki meskipun perawatannya intensif. Oleh karena itu, memilih bibit unggul merupakan langkah krusial dalam cara menanam durian agar cepat berbuah.
Bibit durian yang dianjurkan adalah bibit hasil perbanyakan vegetatif, yaitu sambung pucuk atau okulasi. Teknik ini memastikan sifat unggul indukan, seperti cepat berbuah dan kualitas buah, menurun secara genetik ke tanaman baru.
Ciri bibit unggul dapat dilihat secara visual. Daun harus berwarna hijau segar, tidak keriting, dan bebas bercak penyakit. Batang harus kokoh dengan sambungan yang rapi dan menyatu sempurna. Sambungan yang buruk sering menjadi titik lemah tanaman di kemudian hari.
Tinggi bibit ideal berkisar antara 80–150 cm. Bibit yang terlalu pendek biasanya belum cukup kuat beradaptasi di lapangan, sementara bibit terlalu tinggi berisiko stres saat ditanam. Bibit sehat juga memiliki minimal dua cabang yang tumbuh seimbang, menandakan sistem pertumbuhan yang aktif.
Durian bawor dikenal memiliki sistem perakaran kuat menyerupai akar bakau. Keunggulan ini memungkinkan tanaman menyerap nutrisi lebih maksimal dan tahan terhadap kondisi lingkungan yang kurang ideal. Karena itu, bibit durian bawor sangat direkomendasikan baik untuk pekebun pemula maupun skala komersial.
Teknik Menanam Bibit Durian
Teknik penanaman yang benar tidak hanya berfungsi menegakkan tanaman, tetapi juga menentukan kecepatan adaptasi bibit di lahan baru. Kesalahan kecil saat tanam dapat berdampak panjang pada pertumbuhan dan produktivitas tanaman.
Lubang tanam berukuran 50 × 50 × 50 cm berfungsi sebagai ruang awal perkembangan akar. Pemisahan tanah lapisan atas dan bawah bertujuan agar tanah yang lebih subur berada dekat dengan perakaran muda.
Campuran tanah atas dengan pupuk kandang matang dan dolomit bertujuan memperbaiki struktur tanah sekaligus menyediakan nutrisi dasar. Pupuk kandang meningkatkan kandungan bahan organik, sedangkan dolomit membantu menyeimbangkan pH tanah agar unsur hara mudah diserap.
Saat menanam bibit, leher akar tidak boleh tertimbun tanah terlalu dalam karena dapat menyebabkan pembusukan. Setelah lubang ditutup, penyiraman dilakukan secukupnya untuk memadatkan tanah dan menghilangkan rongga udara.
Waktu tanam terbaik adalah awal musim hujan. Pada fase ini, ketersediaan air mencukupi sehingga tanaman tidak mengalami stres, dan akar bisa berkembang lebih cepat.
Perawatan Intensif Agar Cepat Berbuah
Perawatan merupakan faktor penentu terakhir sekaligus paling berkelanjutan dalam cara menanam durian agar cepat berbuah. Tanpa perawatan yang tepat, keunggulan varietas dan bibit tidak akan memberikan hasil optimal.
1. Penyiraman
Durian membutuhkan pasokan air stabil, terutama pada fase vegetatif. Penyiraman rutin membantu pembentukan daun dan cabang yang sehat. Namun, menjelang pembungaan, intensitas penyiraman perlu dikurangi agar tanaman “terpicu” memasuki fase generatif dan bunga tidak mudah rontok.
2. Pemupukan
Pemupukan dilakukan secara bertahap sesuai umur tanaman. Pada fase awal, pupuk nitrogen membantu pertumbuhan vegetatif. Memasuki usia siap berbuah, unsur fosfor (P) dan kalium (K) sangat penting untuk merangsang pembungaan dan pembentukan buah. Kombinasi pupuk organik dan anorganik terbukti lebih efektif menjaga keseimbangan tanah.
3. Pemangkasan
Pemangkasan berfungsi mengatur energi tanaman. Dengan memangkas tunas air dan cabang tidak produktif, nutrisi akan dialihkan ke pembentukan bunga dan buah. Pemangkasan pucuk saat tinggi tanaman mencapai 4–5 meter juga membantu merangsang pembungaan sekaligus memudahkan perawatan dan panen.
4. Pengendalian Gulma dan Hama
Gulma harus dibersihkan secara rutin agar tidak bersaing dengan tanaman durian. Pengendalian hama sebaiknya dilakukan secara terpadu, mengutamakan cara mekanis dan pestisida nabati agar lingkungan tetap aman dan ekosistem kebun terjaga.
FAQ Seputar Menanam Durian
1. Berapa lama durian bisa mulai berbuah?
Durian dari bibit sambung biasanya mulai berbuah pada umur 3–5 tahun, tergantung varietas dan perawatan.
2. Apakah durian bisa ditanam di pekarangan rumah?
Bisa, terutama varietas seperti durian bawor yang adaptif dan tidak tumbuh terlalu tinggi.
3. Kapan waktu terbaik menanam durian?
Awal musim hujan adalah waktu terbaik agar tanaman tidak kekurangan air.
4. Apakah pemangkasan wajib dilakukan?
Ya, pemangkasan membantu pembentukan tajuk dan mempercepat fase generatif.
5. Pupuk apa yang paling penting agar durian cepat berbuah?
Pupuk fosfor dan kalium sangat penting menjelang pembungaan dan pembuahan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470239/original/057313800_1768201052-lemari_dapur_berminyak_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470106/original/033474400_1768198099-Taman_Samping_Carport.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469709/original/011865600_1768178392-Desain_Rumah_dengan_Konsep__Hutan_Pangan__di_Halaman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470220/original/007860000_1768200662-unnamed-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3396087/original/023545400_1615193519-pexels-mali-maeder-802221__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470082/original/006100700_1768197026-gambar_labu_siam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470102/original/024700400_1768198079-Gemini_Generated_Image_mz8tdqmz8tdqmz8t.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464430/original/042356500_1767689868-trik_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470055/original/019208700_1768196580-Rumah_Mungil_tapi_Asri.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470031/original/053988700_1768195234-cara_ternak_udang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5152489/original/041832900_1741250717-Hurom_Slow_Juicer.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470019/original/036498600_1768194990-kebun_sayur_pekarangan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465883/original/001405900_1767779239-Gemini_Generated_Image_lxqgailxqgailxqg.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469978/original/012343100_1768193640-Kebun_Modal_100_Ribu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469996/original/061154600_1768193928-Ide_Jualan_Lauk_Pauk_Rumahan_untuk_Buka_Puasa_Bulan_Ramadan_2026_yang_Menyegarkan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469951/original/037296800_1768192958-jajanan_sate.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469966/original/034364500_1768193196-Gemini_Generated_Image_vvcddmvvcddmvvcd.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469932/original/062002100_1768192129-padagang_ayam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469949/original/071747700_1768192884-Jenis_Pohon_Pisang_Pendek_untuk_Lahan_Terbatas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467817/original/068570900_1767931424-Gemini_Generated_Image_n2wxy5n2wxy5n2wx.png)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354601/original/013523100_1758259145-ChatGPT_Image_Sep_19__2025__12_08_54_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354530/original/059277200_1758256607-Gemini_Generated_Image_5vkn9p5vkn9p5vkn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354654/original/036226500_1758261026-Gemini_Generated_Image_9notrf9notrf9not.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360305/original/022331900_1758704064-DGDFE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)