Cara Membuat Kolam Ternak Lele dari Galon Bekas yang Mudah, Jadi Panduan untuk Pemula

3 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Memulai budidaya ikan lele tidak selalu membutuhkan lahan luas atau modal besar. Banyak metode praktis telah ditemukan, untuk mempermudah proses pemeliharaan dan meningkatkan hasil panen. Salah satu inovasi hemat ruang adalah cara membuat kolam ternak lele dari galon bekas, di mana sangat cocok jika diterapkan di rumah maupun pekarangan sempit. 

Selain hemat biaya, penggunaan galon bekas sebagai kolam juga memberikan kemudahan dalam pengontrolan kualitas air. Sistem ini memungkinkan sirkulasi dan pergantian air lebih cepat dibanding kolam tradisional. Dengan penerapan cara membuat kolam ternak lele dari galon bekas secara tepat, pertumbuhan lele dapat optimal dan panen bisa dilakukan bertahap. 

Metode kolam galon bekas juga menghadirkan fleksibilitas dalam jumlah bibit lele yang dipelihara. Ukuran galon menentukan kapasitas air dan jumlah ikan, sehingga pengaturan kepadatan bisa dilakukan sesuai kemampuan pemelihara. Belajar cara membuat kolam ternak lele dari galon bekas membuka peluang memulai budidaya skala kecil hingga menengah, tanpa harus menunggu investasi besar atau lahan luas tersedia.

Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (1/1/2026).

Persiapan Bahan dan Alat untuk Memulai Kolam Lele dari Galon Bekas

Budidaya lele menjadi salah satu usaha perikanan yang cukup menjanjikan karena permintaan pasar yang tinggi serta perawatannya relatif mudah, bahkan untuk pemula sekalipun. Memulai kolam lele tidak selalu membutuhkan modal besar ataupun lahan yang luas, sehingga peluang ini sangat cocok bagi siapa saja yang ingin mencoba bisnis perikanan secara skala kecil maupun menengah. Salah satu alternatif paling praktis dan hemat biaya adalah membuat kolam ternak lele dari galon bekas. Selain biayanya rendah, metode ini juga sangat efisien dalam penggunaan ruang sehingga ideal diterapkan di rumah, teras, atau pekarangan sempit.

Mengapa Memilih Galon Bekas untuk Kolam Lele?

Penggunaan galon bekas sebagai media budidaya memiliki beberapa keuntungan yang cukup signifikan, diantaranya:

  • Pertama, biaya awal relatif lebih rendah dibandingkan kolam permanen berbahan semen atau fiber, sehingga risiko kerugian finansial bisa diminimalkan.
  • Kedua, galon dapat ditempatkan di area terbatas, termasuk balkon, teras, ataupun halaman belakang, sehingga fleksibilitas penempatan lebih tinggi.
  • Ketiga, pengelolaan dan perawatan kolam menjadi lebih sederhana karena volume air lebih kecil, sehingga pemantauan dan pengontrolan kualitas air dapat dilakukan secara lebih praktis dan efektif.

Selain itu, kolam galon bekas membantu meminimalkan risiko kebocoran dan memungkinkan pemula untuk mempelajari teknik dasar budidaya lele tanpa tekanan modal besar. Sistem ini juga memungkinkan panen skala kecil dilakukan secara bertahap, sehingga memudahkan manajemen pakan, pemeliharaan, serta pemantauan pertumbuhan ikan secara lebih teratur.

Alat dan Bahan yang Diperlukan

Sebelum memulai budidaya lele menggunakan galon bekas, ada beberapa alat dan bahan penting yang harus dipersiapkan agar proses budidaya berjalan lancar.

- Beberapa kebutuhan dasar meliputi galon plastik bekas berkapasitas 19–20 liter (atau lebih besar jika ingin menampung air lebih banyak)

- Pisau cutter atau gergaji kecil untuk membuat lubang atau saluran air.

- Wadah penampung tambahan untuk sirkulasi air bila diperlukan.

- Sumbu kain atau selang kecil sebagai media drainase.

- Aerator mini agar oksigen di dalam air tetap stabil serta air bersih yang bebas dari kontaminan.

- Bibit lele yang digunakan sebaiknya berukuran 5–10 cm, misalnya jenis lele lokal yang mudah dipelihara.

Pastikan galon yang dipilih bersih, tidak retak, dan bebas dari sisa bahan kimia agar lingkungan budidaya tetap aman, nyaman, dan optimal untuk pertumbuhan ikan.

Langkah-langkah Pembuatan Kolam

Setelah semua bahan dan alat siap, langkah selanjutnya adalah proses pembuatan kolam ternak lele dari galon bekas. 

Persiapan Galon

Langkah awal yang sangat penting dalam budidaya lele menggunakan galon bekas adalah melakukan persiapan media kolam itu sendiri. Pertama, galon harus dicuci hingga benar-benar bersih dari kotoran, debu, atau sisa bahan kimia agar air yang digunakan tetap aman bagi bibit lele. Setelah itu, potong bagian atas galon menjadi sebuah lubang selebar sekitar 10–15 cm. Lubang ini berfungsi untuk memudahkan proses pengisian air, memasukkan bibit lele, serta mempermudah pemberian pakan secara rutin. Ukuran lubang yang tepat akan membantu pengelolaan kolam menjadi lebih praktis dan efisien.

Sistem Drainase dan Sirkulasi

Langkah berikutnya melibatkan pembuatan sistem drainase dan sirkulasi air agar kualitas air tetap optimal sepanjang masa budidaya. Buatlah lubang kecil di bagian bawah galon sebagai jalur pembuangan air. Pasang sumbu kain atau selang mini yang berfungsi menyalurkan air secara perlahan, sehingga ketika terjadi pergantian air, sirkulasi tetap terjaga. Sistem ini penting untuk menjaga kondisi air agar tidak cepat tercemar oleh sisa pakan atau kotoran lele, sekaligus meminimalkan risiko kematian bibit akibat kualitas air yang buruk.

Pengisian Air

Setelah drainase terpasang dengan baik, isi galon menggunakan air bersih hingga mencapai 70–80% dari kapasitas total galon. Biarkan air tersebut selama beberapa jam agar suhunya dapat stabil dan aman bagi ikan lele. Tahap ini penting karena perubahan suhu yang drastis dapat menimbulkan stres pada bibit lele, sehingga pertumbuhan dan daya tahan tubuhnya dapat terganggu. Pastikan juga air yang digunakan bebas dari klorin atau zat kimia berbahaya, agar lingkungan kolam tetap sehat.

Memasukkan Bibit Lele

Setelah kondisi air stabil, langkah berikutnya adalah memasukkan bibit lele ke dalam galon. Untuk galon berkapasitas 20 liter, cukup menempatkan 5–10 ekor lele, agar pertumbuhan ikan tidak terhambat akibat kepadatan berlebih. Pilih bibit yang sehat, lincah, dan aktif berenang agar peluang bertahan hidup tinggi. Penempatan bibit yang tepat juga membantu distribusi pakan merata, sehingga setiap lele mendapat asupan nutrisi yang cukup.

Pemberian Pakan

Pemberian pakan dilakukan sebanyak 2–3 kali dalam sehari. Gunakan pelet ikan berkualitas tinggi agar lele mendapatkan nutrisi seimbang. Alternatif lain, seperti pakan organik berupa cacing atau dedak fermentasi, juga bisa digunakan untuk mendukung pertumbuhan. Perhatikan jumlah pakan agar tidak berlebihan, karena sisa pakan yang menumpuk dapat mengotori air dan memicu pertumbuhan bakteri atau jamur yang berbahaya bagi lele.

Perawatan dan Monitoring

Tahap terakhir adalah perawatan rutin dan pemantauan kondisi kolam serta kesehatan ikan. Ganti air sebagian sebanyak 20–30% setiap 3–4 hari agar kualitas air tetap terjaga. Pantau perilaku lele dan kondisi air secara berkala. Jika air terlihat keruh, berbau, atau sumbu drainase tersumbat, segera lakukan pergantian air atau pembersihan sistem drainase. Perawatan dan monitoring yang konsisten akan memastikan lele tumbuh sehat, cepat besar, dan panen bisa dilakukan secara maksimal.

Keuntungan Budidaya Lele di Galon Bekas

  • Menggunakan galon bekas sebagai media kolam mengurangi kebutuhan modal untuk membeli kolam beton atau plastik besar. Galon bekas yang tersedia banyak di pasaran bisa diolah menjadi kolam siap pakai dengan biaya minimal. Hal ini sangat menguntungkan bagi pemula yang ingin memulai usaha budidaya tanpa risiko kerugian besar.
  • Budidaya di galon memungkinkan penempatan kolam di pekarangan rumah, teras, balkon, atau ruang terbuka kecil. Ukuran galon yang relatif kecil dan mudah dipindahkan menjadikan sistem ini fleksibel, bahkan untuk warga perkotaan yang tidak memiliki lahan luas.
  • Kepadatan ikan dapat lebih mudah dikontrol dalam kolam galon, sehingga kualitas air, pemberian pakan, dan kesehatan lele bisa dipantau secara intensif. Dengan pemantauan rutin, risiko kematian massal akibat penyakit atau stres bisa diminimalkan.
  • Menggunakan galon bekas merupakan salah satu bentuk daur ulang, mengurangi sampah plastik sekaligus menciptakan usaha produktif. Metode ini mengajarkan kreativitas dalam memanfaatkan barang bekas untuk kebutuhan budidaya yang efektif dan berkelanjutan.
  • Kolam galon bisa ditambah atau dikurangi sesuai kebutuhan. Sistem modular ini memungkinkan ekspansi bertahap, sehingga petani bisa menyesuaikan jumlah produksi dengan permintaan pasar atau kapasitas perawatan.

Tantangan Budidaya Lele di Galon Bekas

  • Ukuran galon membatasi jumlah lele yang bisa diternak sekaligus. Kepadatan berlebih dapat menimbulkan stres pada ikan, menurunkan pertumbuhan, dan meningkatkan risiko kematian akibat oksigen rendah.
  • Karena volume air kecil, kualitas air cepat berubah. Peningkatan kadar amonia dan kotoran sisa pakan terjadi lebih cepat dibanding kolam besar, sehingga penggantian air sebagian dan pembersihan rutin menjadi wajib.
  • Galon lebih rentan terhadap perubahan suhu lingkungan dibanding kolam tanah atau beton. Lele yang terlalu panas atau dingin dapat menurunkan nafsu makan dan memperlambat pertumbuhan. Pemantauan suhu menjadi aspek penting agar ikan tetap sehat.
  • Galon ideal untuk benih atau lele berukuran kecil sampai menengah. Untuk lele ukuran konsumsi besar, galon menjadi kurang optimal karena ruang gerak terbatas, sehingga biasanya petani akan memindahkan lele ke kolam lebih luas sebelum panen akhir.
  • Galon bekas harus diperiksa kondisi fisiknya sebelum digunakan. Lubang, retak, atau tepi tajam bisa menyebabkan kebocoran atau melukai ikan. Perawatan galon rutin penting untuk menjaga keberlangsungan budidaya.

FAQ Seputar Topik

Mengapa budidaya lele dalam galon bekas menjadi solusi menarik?

Budidaya lele dalam galon bekas menawarkan solusi praktis dan efisien bagi individu yang ingin membudidayakan ikan dengan modal terbatas dan lahan sempit, sekaligus berkontribusi pada upaya pelestarian lingkungan dengan mendaur ulang limbah plastik.

Berapa ukuran galon yang direkomendasikan untuk kolam ternak lele?

Galon berukuran 20 liter umum digunakan, sementara beberapa sumber menyarankan galon 60 liter atau lebih besar untuk memberikan ruang yang cukup bagi pertumbuhan lele.

Berapa banyak bibit lele yang ideal untuk satu galon?

Idealnya, setiap galon dapat diisi dengan sekitar 10-15 ekor bibit lele, tergantung pada ukuran bibit dan tujuan panen, untuk memastikan ruang gerak yang cukup dan mengurangi stres.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |