Cara Membuat Kandang Ayam dari Drum Bekas yang Hemat, Tahan Lama, dan Mudah Dibersihkan

4 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Cara membuat kandang ayam dari drum bekas kini semakin populer karena praktis, murah, dan ramah lingkungan. Banyak peternak rumahan mulai melirik metode ini sebagai alternatif kandang kayu yang sering bermasalah. Selain memanfaatkan limbah, kandang dari drum juga lebih mudah dirawat.

Di sisi lain, kandang ayam tradisional dari kayu kerap menjadi sarang kutu dan tungau merah yang sulit dibasmi. Hal ini membuat ayam stres dan produktivitas menurun. Dengan bahan plastik seperti drum bekas, risiko tersebut bisa diminimalkan karena permukaannya lebih halus dan tidak memiliki celah.

Melalui artikel ini, Liputan6.com akan menjelaskan langkah-langkah lengkap cara membuat kandang ayam dari drum bekas, mulai dari persiapan hingga finishing, berdasarkan praktik nyata dan referensi dari konsep permakultur modern, Senin (6/4/2026).

Alat dan Bahan yang Dibutuhkan

Untuk memulai cara membuat ayam dari drum bekas, siapkan beberapa alat dan bahan berikut:

  • Drum plastik bekas ukuran 100–200 liter
  • Gergaji atau gerinda
  • Bor listrik
  • Kawat ram atau wire mesh
  • Engsel dan kunci pintu
  • Kayu kecil atau bilah untuk lantai kisi
  • Nampan atau baki (untuk penampung kotoran)
  • Sekrup dan paku
  • Cat (opsional untuk estetika)

Berikut langkah-langkah cara membuat kandang ayam dari drum bekas 

1. Menentukan Posisi Drum

Letakkan drum dalam posisi horizontal (tidur). Bentuk ini menyerupai karavan kecil dan memberikan ruang yang cukup bagi ayam untuk beristirahat. Pastikan drum stabil dan tidak mudah menggelinding.

Jika perlu, buat rangka penyangga dari kayu atau besi agar kandang sedikit terangkat dari tanah. Posisi ini membantu sirkulasi udara dan mencegah kelembapan berlebih.

2. Membuat Pintu Utama

Potong salah satu sisi drum untuk dijadikan pintu utama. Ukur secukupnya agar Anda bisa mengambil telur dan membersihkan bagian dalam dengan mudah.

Pasang engsel di salah satu sisi dan tambahkan kunci sederhana. Desain pintu yang praktis memungkinkan dibuka dengan satu tangan, seperti yang direkomendasikan dalam desain modern kandang drum.

3. Membuat Ventilasi Udara

Ventilasi sangat penting dalam cara membuat ayam dari drum bekas. Lubangi bagian atas dan bawah drum untuk menciptakan aliran udara alami.

Udara panas akan keluar dari bagian atas, sementara udara segar masuk dari bawah. Sistem ini membantu menjaga kandang tetap kering dan tidak berbau.

4. Membuat Lantai Kisi (Slatted Floor)

Pasang bilah kayu atau kisi di dalam drum sebagai lantai. Beri jarak antar bilah agar kotoran ayam bisa jatuh ke bawah.

Keunggulan sistem ini adalah:

  • Kandang tetap bersih lebih lama
  • Ayam tidak langsung bersentuhan dengan kotoran
  • Mengurangi bau dan kelembapan

Menurut praktik desain permakultur, sistem ini bahkan memungkinkan pembersihan hanya dilakukan setiap beberapa bulan.

5. Menambahkan Baki Penampung Kotoran

Di bawah lantai kisi, letakkan baki atau nampan yang bisa dilepas. Ini berfungsi menampung kotoran ayam.

Pastikan baki mudah ditarik keluar agar proses pembersihan lebih praktis. Sistem ini menjadi salah satu fitur terbaik dalam kandang drum modern.

6. Membuat Area Bertelur (Nesting Box)

Tambahkan sekat di dalam drum untuk membuat ruang khusus bertelur. Anda bisa menggunakan papan kayu sebagai pembatas.

Letakkan area ini di bagian yang lebih tenang dan agak tertutup agar ayam merasa nyaman saat bertelur.

7. Menambahkan Jaring Pengaman

Untuk melindungi ayam dari predator, pasang kawat ram di bagian luar atau area umbaran. Gunakan mesh yang cukup rapat agar hewan kecil tidak bisa masuk.

Desain modern bahkan menggunakan kombinasi:

  • Jaring fleksibel di bawah (mencegah hewan menggali)
  • Jaring kaku di atas (mencegah serangan dari luar)

Keamanan adalah aspek penting yang tidak boleh diabaikan.

8. Membuat Area Umbaran (Run)

Tambahkan area luar sebagai tempat ayam bergerak. Anda bisa membuat rangka tambahan berbentuk lengkung (hoop) yang disambung ke drum.

Isi bagian bawah dengan serbuk kayu atau woodchip agar ayam bisa mengais tanah secara alami. Ini membantu menjaga kesehatan dan perilaku alami ayam.

9. Menambahkan Tempat Pakan dan Minum

Gunakan bahan daur ulang seperti botol plastik atau galon kecil sebagai tempat pakan. Pasang sedikit lebih tinggi agar tidak mudah kotor.

Cara ini tidak hanya hemat, tetapi juga menjaga kebersihan pakan lebih lama.

10. Finishing dan Personalisasi

Langkah terakhir dalam cara membuat ayam dari drum bekas adalah finishing. Anda bisa mengecat drum agar terlihat lebih menarik.

Selain estetika, cat juga membantu melindungi permukaan drum dari panas berlebih. Tambahkan sentuhan personal sesuai selera Anda.

Tips Penting yang Perlu Diperhatikan

  • Jangan membuat kandang terlalu sempit, idealnya 2–3 ayam per drum
  • Pastikan ventilasi cukup, terutama di daerah panas
  • Perhatikan keamanan dari predator, bahkan di area perkotaan
  • Hindari panas berlebih dengan memberi naungan tambahan
  • Pastikan kandang tidak mudah berguling

Beberapa pengalaman pengguna menunjukkan bahwa ukuran yang terlalu kecil bisa membuat ayam stres. Jadi, perencanaan ruang sangat penting.

Mengapa Memilih Drum Bekas untuk Kandang Ayam?

Sebelum masuk ke langkah pembuatan, penting memahami keunggulan kandang drum. Berdasarkan referensi dari lowimpact.org dan praktik desain Darius Namdaran, kandang dari drum plastik memiliki beberapa kelebihan utama:

  • Tahan air 100% sehingga aman saat hujan
  • Minim celah, sehingga mengurangi risiko serangan tungau merah
  • Mudah dibersihkan, terutama jika dilengkapi baki kotoran
  • Sirkulasi udara lebih terkontrol
  • Ramah lingkungan karena menggunakan bahan daur ulang

Namun, perlu diingat bahwa desain harus diperhatikan agar tetap nyaman bagi ayam, terutama terkait ruang gerak, ventilasi, dan keamanan dari predator.

FAQ Seputar Kandang Ayam dari Drum Bekas

1. Berapa kapasitas ideal kandang drum?

Idealnya 2–3 ekor ayam per drum agar tetap nyaman dan tidak stres.

2. Apakah kandang drum aman dari panas?

Cukup aman, tetapi sebaiknya diberi atap tambahan atau diletakkan di tempat teduh agar tidak terlalu panas.

3. Seberapa sering kandang harus dibersihkan?

Jika menggunakan sistem lantai kisi dan baki, pembersihan bisa dilakukan setiap 3–6 bulan.

4. Apakah kandang drum tahan lama?

Ya, drum plastik tahan air dan tidak mudah lapuk seperti kayu, sehingga lebih awet.

5. Apakah cocok untuk pemula?

Sangat cocok, karena cara membuat ayam dari drum bekas relatif mudah, murah, dan tidak membutuhkan keahlian khusus.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |