Cara Memanfaatkan Pengalaman Kerja untuk Membangun Bisnis Sendiri, Jadi Modal Berharga

7 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang menganggap pengalaman kerja hanya sebagai sarana mencari nafkah atau mengembangkan karier di perusahaan. Padahal, pengalaman tersebut juga bisa menjadi modal berharga untuk membangun usaha sendiri. Pengetahuan tentang pemasaran, pengelolaan tim, pelayanan pelanggan, hingga membangun jaringan profesional sering kali menjadi bekal yang jauh lebih penting dibandingkan modal finansial semata ketika seseorang memulai bisnis.

Kisah Harry Ros Miyati (54 tahun), pemilik Rose Culinary di Yogyakarta, menunjukkan bagaimana pengalaman bekerja selama bertahun-tahun dapat menjadi fondasi kuat untuk membangun bisnis yang berkembang. Berawal sebagai karyawan distributor, ia memanfaatkan kemampuan marketing, jaringan relasi, dan pengalaman mengelola berbagai kegiatan untuk mengembangkan usaha kuliner yang kini tidak hanya melayani pasar lokal, tetapi juga mampu menjangkau pasar internasional.

“Sebenarnya saya dulu pegawai kantor, distributor di Jogja. Di situ sudah 12 tahun, tapi mindset saya memang marketing. Jadi di balik meja, saya sudah punya usaha-usaha. Ada sanggar, ada Event Organizer (EO) juga. Kemudian saya dipercaya mengadakan berbagai event dan dari situ jaringan saya semakin luas. Saat akhirnya keluar dari pekerjaan, pengalaman dan relasi yang sudah saya bangun selama bekerja menjadi modal utama untuk mengembangkan usaha sendiri,” jelas Harry Ros Miyati saat ditemui Liputan6.com pada Kamis (21/5) lalu.

1. Jadikan Pengalaman Kerja sebagai Modal Awal Berwirausaha

Salah satu pelajaran penting dari perjalanan wanita yang akrab disapa Chef Rose adalah bahwa pengalaman kerja tidak pernah benar-benar berhenti ketika seseorang meninggalkan kantor. Selama 12 tahun bekerja di perusahaan distributor, ia banyak belajar tentang pemasaran, komunikasi dengan pelanggan, dan cara membangun hubungan profesional. Kemampuan tersebut kemudian menjadi modal yang sangat berharga ketika memutuskan untuk fokus mengembangkan usaha sendiri.

Alih-alih memulai dari nol, ia memanfaatkan keterampilan yang sudah dimiliki untuk membangun berbagai kegiatan usaha, mulai dari sanggar hingga event organizer. Pengalaman berinteraksi dengan banyak pihak membuatnya lebih percaya diri dalam menawarkan jasa, menjalin kerja sama, dan mengambil peluang bisnis yang muncul di sekitarnya. Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman kerja dapat menjadi aset yang nilainya jauh lebih besar daripada sekadar pengalaman administratif di atas kertas.

“Jiwa kami kan jiwa marketing. Jadi waktu masih kerja pun saya sudah punya sanggar dan kegiatan lain. Setelah keluar dari perusahaan, saya langsung membesarkan sanggar itu dan mulai mengembangkan EO. Setelah itu masih dipercaya beberapa stakeholder seperti Telkom dan perusahaan lainnya yang membutuhkan kemampuan marketing kami. Jadi pengalaman selama bekerja itu tetap saya bawa ketika menjalankan usaha sendiri,” ungkap wanita yang sudah mendirikan Rose Culinary selama 20 tahun ini. 

2. Gunakan Jaringan Profesional yang Sudah Dibangun

Salah satu keuntungan terbesar dari pengalaman kerja adalah terbentuknya jaringan profesional yang luas. Relasi yang dibangun selama bertahun-tahun dapat membuka berbagai peluang baru ketika seseorang memutuskan menjadi pengusaha. Dalam kasus Chef Rose, banyak peluang usaha datang karena orang-orang telah mengenal kualitas kerja dan kemampuan yang dimilikinya sejak masih bekerja.

Jaringan tersebut kemudian berkembang menjadi hubungan yang saling menguntungkan. Ada pihak yang membutuhkan jasa pemasaran, ada yang membutuhkan pelatihan, bahkan ada sponsor yang terus mendukung berbagai kegiatan yang diselenggarakannya. Dengan menjaga hubungan baik dan menunjukkan profesionalisme, jaringan kerja lama dapat berubah menjadi sumber peluang bisnis yang berkelanjutan.

“Dari event saya dipercaya sponsor berbagai brand. Sampai sekarang masih banyak yang mendukung kegiatan kami. Saya tidak terlalu bermain media sosial, lebih banyak membangun komunikasi lewat grup dan relasi yang sudah ada. Jadi sponsor membutuhkan kami, peserta juga membutuhkan kami. Dari situ kegiatan usaha terus berjalan dan berkembang,” terangnya. 

3. Jangan Takut Belajar Bidang Baru yang Berpotensi Menjadi Bisnis

Pengalaman kerja memang penting, tetapi kemampuan untuk terus belajar juga menjadi faktor penentu keberhasilan. Chef Rose tidak memiliki latar belakang sebagai baker atau pembuat roti ketika mulai masuk ke dunia bakery. Namun, ia berani mengambil langkah besar dengan membeli peralatan dan mempelajari keterampilan baru meskipun belum menguasainya.

Keberanian untuk mencoba hal baru inilah yang akhirnya membuka peluang usaha yang lebih besar. Ia mengikuti berbagai pelatihan, mengumpulkan komunitas belajar, dan terus mengasah keterampilan hingga mampu membangun grup bakery yang bertahan selama bertahun-tahun. Pengalaman kerja sebelumnya memberinya keberanian untuk mengelola usaha, sementara kemampuan belajar membuat bisnisnya terus berkembang.

“Waktu masuk ke bakery itu saya belum bisa bikin roti, belum bisa apa-apa. Tapi saya langsung beli oven. Mau tidak mau harus belajar. Saya ikut pelatihan yang gratis maupun yang berbayar, walaupun waktu itu kondisi keuangan tidak terlalu bagus. Saya kumpulkan orang-orang yang mau belajar bersama, dan akhirnya dari situ berkembang menjadi grup bakery yang sampai sekarang masih berjalan,” ujar Harry.

4. Ubah Pengalaman Menjadi Nilai Tambah yang Bisa Dijual

Banyak orang hanya fokus menjual produk, padahal pengalaman dan keahlian juga dapat menjadi sumber pendapatan. Setelah memiliki berbagai pengalaman di bidang kuliner dan memenangkan beberapa kompetisi UMKM, Harry Ros Miyati mulai membuka pelatihan dan kelas privat. Ia tidak hanya menjual makanan, tetapi juga menjual pengetahuan yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun.

Strategi ini membuat bisnis menjadi lebih beragam dan tidak bergantung pada satu sumber pemasukan saja. Selain mendapatkan penghasilan dari penjualan produk, ia juga memperoleh pendapatan dari pelatihan, pendampingan UMKM, hingga berbagai kegiatan edukasi yang melibatkan sponsor dan lembaga pemerintah. Pengalaman yang sebelumnya diperoleh dari pekerjaan dan praktik usaha akhirnya menjadi aset yang bernilai ekonomi.

“Saya mengikuti berbagai lomba dan beberapa kali menang. Dari situ saya merasa sudah punya bekal dan sertifikat yang bisa menjadi nilai tambah. Akhirnya saya membuka kelas pelatihan sendiri. Awalnya di restoran-restoran, kemudian berkembang. Saya juga mengikuti berbagai sertifikasi sebagai baker dan chef. Setelah itu menjadi pendamping UMKM dan mengajar di berbagai daerah di Jawa Tengah,” kata Harry.

5. Terus Berinovasi dan Manfaatkan Peluang yang Muncul

Memanfaatkan pengalaman kerja bukan hanya soal mengulang apa yang pernah dilakukan sebelumnya, tetapi juga mengembangkan ide baru berdasarkan pengetahuan yang dimiliki. Ketika pandemi membatasi banyak aktivitas usaha, Harry Ros Miyati justru mencari peluang lain dengan mengembangkan produk makanan kaleng yang memiliki pasar berbeda dan kompetitor yang relatif sedikit.

Keputusan tersebut membuahkan hasil karena produk yang dibuat berhasil mendapatkan perhatian dari berbagai instansi dan membuka jalan menuju pasar ekspor. Pengalaman mengelola usaha, memahami kebutuhan pasar, dan menjalin hubungan dengan berbagai pihak membantunya menemukan peluang yang tidak dilihat oleh banyak pelaku usaha lainnya. Inovasi yang didukung pengalaman menjadi kunci agar bisnis tetap tumbuh dalam berbagai situasi.

“Kami memilih membuat makanan kaleng karena saat itu belum banyak kompetitornya. Setelah izin dan persyaratan lengkap, produk kami mulai dilirik kementerian dan diikutkan dalam berbagai pameran. Dari situ ada peluang untuk pasar Haji dan Umrah, kemudian ikut pameran internasional. Produk makanan kaleng kami bahkan pernah dikirim ke Jerman melalui jaringan diaspora Indonesia. Semua itu berawal dari keberanian mencoba peluang baru dan memanfaatkan pengalaman yang sudah dimiliki sebelumnya,” pungkas Harry.

Pertanyaan dan Jawaban seputar Cara Memanfaatkan Pengalaman Kerja

1. Bagaimana cara memanfaatkan pengalaman kerja untuk memulai bisnis sendiri?

Pengalaman kerja dapat dimanfaatkan dengan mengidentifikasi keterampilan yang sudah dikuasai, seperti pemasaran, manajemen tim, atau pelayanan pelanggan. Keterampilan tersebut kemudian dapat diterapkan saat membangun usaha agar proses bisnis berjalan lebih efektif dan terarah.

2. Mengapa pengalaman kerja penting sebelum menjadi pengusaha?

Pengalaman kerja memberikan pemahaman tentang dunia bisnis, cara menghadapi pelanggan, membangun jaringan profesional, hingga mengelola masalah operasional. Bekal ini membantu calon pengusaha mengurangi risiko kesalahan saat memulai usaha.

3. Apakah bisa membangun bisnis meski tidak memiliki pengalaman di bidang usaha yang dipilih?

Bisa. Pengalaman kerja di bidang lain tetap dapat menjadi modal berharga, terutama dalam hal komunikasi, pemasaran, dan pengelolaan usaha. Selain itu, keterampilan baru dapat dipelajari melalui pelatihan, praktik, dan komunitas bisnis.

4. Bagaimana cara mengubah relasi kerja menjadi peluang bisnis?

Relasi kerja dapat menjadi sumber peluang bisnis dengan menjaga komunikasi yang baik dan menunjukkan profesionalisme. Jaringan yang sudah terbentuk sering kali membuka peluang kerja sama, sponsor, pelanggan baru, hingga akses ke pasar yang lebih luas.

5. Apa langkah penting setelah keluar dari pekerjaan untuk memulai usaha?

Langkah pentingnya adalah memetakan keterampilan yang dimiliki, memanfaatkan jaringan profesional, memilih bidang usaha yang sesuai dengan pengalaman, serta terus belajar dan berinovasi agar bisnis dapat berkembang secara berkelanjutan.   

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |