:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298545/original/069609400_1784173885-jcb255l51UdVd0gGxXauviYVTvQE7EEqMHyZa7O4.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta Rasa malas adalah pengalaman manusiawi yang bisa menyerang siapa saja ketika motivasi sedang menurun. Cara melawan rasa malas yang paling efektif justru dimulai dengan memahami akar penyebabnya, bukan sekadar memaksa tubuh untuk bergerak.
Kabar baiknya, kemalasan bukan sifat bawaan yang menetap selamanya. Dengan strategi yang tepat dan konsisten, cara melawan rasa malas dapat dilatih hingga berubah menjadi kebiasaan produktif.
Dilansir dari Healthline, apa yang sering kita labeli sebagai 'malas' sebenarnya kerap berupa kelelahan, hilangnya motivasi, atau kabut pikiran, sehingga menelusuri sebab di baliknya menjadi langkah pertama untuk menyelesaikannya.
Cara Melawan Rasa Malas dengan Mengenali Akar Penyebabnya
![Saat Malas Menguasai, Begini Cara Membangun Semangat dari Hal-Hal Kecil [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/Pj__QMFPtYikqLPdwlo8N-YMTBY=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437689/original/057470300_1765260781-woman-working-late-project.jpg)
Perbesar
Langkah paling mendasar dalam cara melawan rasa malas adalah berhenti menghakimi diri sendiri dan mulai bertanya "mengapa". Rasa malas kerap menjadi sinyal atas kebutuhan yang belum terpenuhi, bukan bukti bahwa Anda memang pemalas.
Merujuk buku Laziness Does Not Exist karya Devon Price, perilaku yang sering dianggap sebagai kemalasan kerap dipengaruhi oleh hambatan seperti kelelahan, tekanan, burnout, atau kebutuhan yang belum terpenuhi. Karena itu, menyalahkan diri sendiri bukanlah solusi dan justru dapat memperburuk keadaan.
-
Telusuri Pemicunya: Sediakan waktu untuk introspeksi dan, seperti dianjurkan dalam panduan introspeksi diri untuk mengatasi rasa malas, catat aktivitas harian Anda setidaknya selama satu minggu untuk menemukan pola pemicu kemalasan.
-
Pahami Rasa Malas sebagai Sinyal: Anggap kemalasan sebagai lampu peringatan, bukan cacat karakter. Dengan sudut pandang ini, Anda dapat merespons kebutuhan tubuh dan pikiran alih-alih larut dalam rasa bersalah.
-
Kenali Emosi Negatif di Balik Penundaan: Sering kali kita menunda karena ingin menghindari perasaan cemas, bosan, atau kewalahan. Menyadari emosi ini membuat cara melawan rasa malas menjadi lebih tepat sasaran.
-
Latih Belas Kasih pada Diri Sendiri: Maafkan diri atas penundaan di masa lalu dan hindari label negatif. Sikap ini terbukti membantu seseorang kembali bergerak dibandingkan menghukum diri terus-menerus.
-
Identifikasi Tipe Kemalasan Anda: Ternyata ada beragam jenis rasa malas yang muncul pada situasi berbeda, sehingga mengenali tipe Anda memudahkan pemilihan solusi yang pas.
Cara Melawan Rasa Malas Lewat Manajemen Waktu dan Penataan Tugas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5369297/original/018431900_1759463248-still-life-office-desk-mess.jpg)
Perbesar
Tugas yang terasa berat sering membuat kita menunda; di sinilah cara melawan rasa malas paling praktis berperan, yaitu memperkecil hambatan untuk memulai. Teknik manajemen waktu berikut membuat pekerjaan besar terasa ringan dan terukur.
Mengutip buku Atomic Habits karya James Clear, sebuah kebiasaan baru sebaiknya dibuat begitu kecil sehingga bisa dimulai dalam waktu kurang dari dua menit, sebagaimana juga diulas dalam pembahasan teknik kerja 25 menit tanpa mudah burnout.
-
Terapkan Aturan Dua Menit: Kecilkan tugas hingga versi dua menitnya, misalnya "membaca satu halaman" atau "membuka dokumen". Kunci strategi ini adalah menguasai kebiasaan memulai, seperti ditegaskan dalam ulasan tips produktivitas untuk efisiensi kerja.
-
Gunakan Aturan Lima Menit: Berkomitmenlah mengerjakan sesuatu hanya selama lima menit. Cara mengatasi penundaan dengan memulai tugas selama lima menit ini biasanya cukup untuk memancing momentum agar Anda meneruskan pekerjaan.
-
Coba Teknik Pomodoro: Bekerja fokus 25 menit lalu istirahat 5 menit, dan setelah empat siklus ambil jeda 15-30 menit. Jika Anda mudah terdistraksi, pendekatan teknik Pomodoro yang bisa dipakai untuk mengatasi susah fokus sangat layak dicoba.
-
Susun To-Do List dan Skala Prioritas: Tuliskan pekerjaan harian, lalu urutkan berdasarkan kepentingan dan urgensinya. Panduan soal tujuan manajemen waktu menyarankan metode seperti Matriks Eisenhower agar Anda tahu apa yang harus dikerjakan lebih dulu.
-
Pecah Tugas Besar dan Mulai dari yang Termudah: Tugas raksasa memicu rasa kewalahan, jadi bagilah menjadi langkah-langkah kecil. Strategi memecah tugas besar menjadi bagian kecil membuat pekerjaan terasa lebih ringan dan membangun momentum positif.
-
Hindari Multitasking: Otak lebih efisien saat fokus pada satu hal, sehingga selesaikan satu tugas sebelum berpindah. Terlalu banyak melakukan multitasking justru menurunkan kualitas kerja dan menambah stres.
-
Buat Niat Pelaksanaan (Implementation Intention): Susun rencana berpola "jika/ketika X, maka saya akan Y", misalnya "ketika jam 8 pagi, saya mulai menulis laporan". Keputusan yang dibuat lebih awal ini mengurangi ruang untuk menunda.
Cara Melawan Rasa Malas dengan Membangun Motivasi dan Pola Pikir
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5235847/original/008548600_1748436881-horny-short-haired-lady-glasses-with-red-lipstick-is-emotionally-exulting-while-sitting-working-place-with-laptop-croissant.jpg)
Perbesar
Motivasi dan pola pikir adalah bahan bakar yang menentukan seberapa lama Anda bertahan mengerjakan sesuatu. Karena itu, membangun keduanya menjadi bagian penting dari cara melawan rasa malas.
Dalam pendekatan behavioral activation, tindakan sering menjadi pemicu munculnya motivasi. Oleh karena itu, menunggu "mood" datang sebelum memulai pekerjaan justru dapat memperpanjang penundaan.
-
Bertindak Dulu, Motivasi Menyusul: Jangan menunggu semangat muncul untuk memulai. Begitu Anda bergerak, otak biasanya merasa lebih positif dan pekerjaan yang tadinya terasa berat pun mengalir lebih ringan.
-
Tetapkan Target yang Realistis: Target yang terlalu tinggi memadamkan semangat, sedangkan tujuan kecil yang bisa dicapai menjaga api motivasi. Ide menetapkan tujuan yang realistis membantu Anda melangkah bertahap tanpa merasa terbebani.
-
Jangan Terjebak Perfeksionisme: Mengejar kesempurnaan sering membuat kita menunda karena takut hasilnya kurang bagus. Cukup fokus menyelesaikan, lalu perbaiki di kemudian hari.
-
Beri Reward pada Diri Sendiri: Rayakan setiap pencapaian, sekecil apa pun, dengan hal yang Anda sukai. Membangun kebiasaan harian yang positif berikut sistem penghargaan menciptakan hubungan positif antara usaha dan hasil.
-
Miliki Panutan atau Role Model: Sosok yang Anda kagumi bisa menjadi sumber inspirasi saat semangat kendur. Pelajari cara mereka bekerja, lalu terapkan kebiasaan baik tersebut dalam hidup Anda.
-
Rawat Pola Pikir Positif dan Nikmati Proses: Tanamkan keyakinan bahwa Anda mampu, dan hargai setiap langkah, bukan hanya hasil akhir. Mengubah pola pikir menjadi lebih positif adalah fondasi untuk tetap produktif jangka panjang.
-
Jangan Ragu Meminta Bantuan: Meminta bantuan bukan tanda lemah, melainkan upaya untuk maju. Bahkan disebutkan bahwa meminta bantuan hanyalah mitos kelemahan, sebab hal itu justru menunjukkan kemauan untuk belajar dan menuntaskan pekerjaan dengan benar.
Cara Melawan Rasa Malas Melalui Gaya Hidup Sehat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476955/original/012267900_1768804123-beautiful-woman-listening-music.jpg)
Perbesar
Cara melawan rasa malas tidak akan lengkap tanpa memperbaiki kondisi fisik, sebab tubuh yang lelah hampir selalu melahirkan pikiran yang enggan. Energi yang stabil membuat Anda jauh lebih mudah tergerak untuk beraktivitas.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perbaikan gaya hidup, mulai dari bergerak aktif, tidur berkualitas, hingga pola makan bergizi, mampu memulihkan energi sekaligus menekan dorongan untuk bermalas-malasan.
-
Berolahraga secara Rutin: Aktivitas fisik meningkatkan energi, memperbaiki suasana hati, serta menurunkan stres dan kecemasan. Bukti juga menunjukkan bahwa olahraga teratur membuat tidur lebih nyenyak sehingga tubuh terasa lebih segar keesokan harinya.
-
Tidur dan Istirahat yang Cukup: Usahakan tidur 7-9 jam setiap malam agar tubuh dan otak berfungsi optimal. Menerapkan rutinitas pagi yang produktif dengan jadwal bangun yang konsisten membantu Anda memulai hari penuh energi.
-
Konsumsi Makanan Tinggi Protein: Protein menjaga kadar gula darah tetap stabil sehingga Anda tidak cepat lesu. Pilih makanan yang membangkitkan semangat seperti telur, dada ayam, ikan, kacang-kacangan, dan yoghurt, serta batasi makanan tinggi gula.
-
Cukupi Kebutuhan Cairan Tubuh: Dehidrasi ringan saja bisa membuat energi dan konsentrasi anjlok. Ingatlah bahwa air sangat baik untuk konsentrasi, jadi biasakan minum yang cukup sepanjang hari.
-
Kurangi Beban Keputusan dan Rapikan Lingkungan: Terlalu banyak mengambil keputusan kecil menguras energi mental (decision fatigue). Otomatiskan rutinitas, siapkan kebutuhan dari malam sebelumnya, dan tata ruang kerja agar bersih supaya bertindak menjadi pilihan termudah.
-
Batasi Media Sosial dan Distraksi: Notifikasi dan konten menarik adalah musuh utama fokus. Tetapkan waktu khusus untuk membuka media sosial, matikan notifikasi, dan jauhkan ponsel saat sedang mengerjakan tugas penting.
Penyebab Rasa Malas yang Sering Tidak Disadari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3484871/original/099810700_1623901041-adrian-swancar-imAfCYq7KH0-unsplash_Fotor.jpg)
Perbesar
Memahami penyebab adalah separuh dari solusi. Sebelum menuntaskan kemalasan, kenali dulu sederet pemicu yang sering luput dari perhatian sehingga Anda bisa menanganinya dari akar.
Studi dalam jurnal Cerebral Cortex menunjukkan bahwa sistem dopamin berperan dalam motivasi dan kemauan mengerahkan usaha. Perbedaan aktivitas dopamin di beberapa area otak dikaitkan dengan variasi dorongan seseorang untuk bertindak.
-
Kurang motivasi atau minat: Ketika sebuah tugas terasa membosankan atau tidak bermakna, dorongan untuk mengerjakannya otomatis melemah.
-
Perfeksionisme dan takut gagal: Analisis dalam jurnal Psychological Bulletin menunjukkan bahwa kecenderungan perfeksionisme terus meningkat dari waktu ke waktu. Di sisi lain, sejumlah penelitian menemukan bahwa perfeksionisme dapat berkontribusi terhadap prokrastinasi dan menurunkan motivasi untuk memulai tugas.
-
Kelelahan dan burnout: Beban kerja yang berlebihan tanpa jeda membuat tubuh dan pikiran kehabisan tenaga, sehingga yang terlihat seperti malas sebenarnya adalah kelelahan.
-
Tujuan yang tidak jelas: Tanpa target yang spesifik, otak cenderung memilih menghindar karena tidak tahu harus mulai dari mana.
-
Kelelahan mengambil keputusan: Menjelang sore, cadangan mental menipis sehingga bahkan tugas kecil terasa berat dan penghindaran menjadi jalan termudah.
-
Faktor biologis: Penelitian pencitraan otak menunjukkan bahwa pada sebagian orang, otak harus bekerja lebih keras untuk mengubah keputusan menjadi tindakan nyata.
-
Lingkungan yang tidak mendukung: Ruang kerja yang berantakan dan penuh gangguan membuat kita lebih mudah tergoda untuk bersantai.
-
Tugas terasa terlalu besar: Pekerjaan yang tampak raksasa memicu rasa kewalahan hingga kita enggan memulainya sama sekali.
Rasa malas yang sesekali muncul akibat lelah adalah hal yang wajar. Namun, jika kemalasan berkepanjangan dan disertai gangguan tidur, hilang nafsu makan, atau perasaan putus asa, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau psikolog karena bisa menjadi gejala depresi, seperti disinggung dalam ulasan tentang cara membantu mengatasi rasa malas.
Timothy (Tim) Pychyl, profesor psikologi di Carleton University, mengatakan, "Prokrastinasi adalah masalah pengelolaan emosi, bukan masalah manajemen waktu. Ini soal benar-benar menghadapi perasaan kita."Pertanyaan dan Jawaban Seputar Rasa Malas
Apakah rasa malas itu hal yang normal?
Ya, rasa malas adalah reaksi yang wajar dan dialami hampir semua orang, terutama ketika lelah atau menghadapi tugas yang terasa berat dan kurang menarik. Yang perlu diwaspadai adalah ketika rasa malas berlangsung terus-menerus hingga mengganggu pekerjaan, hubungan, dan kualitas hidup.
Apa perbedaan rasa malas dan prokrastinasi?
Keduanya berbeda meski sering tumpang tindih. Rasa malas cenderung berupa keengganan umum untuk beraktivitas, sedangkan prokrastinasi adalah menunda tugas tertentu secara sadar meski tahu ada konsekuensinya, dan lebih berkaitan dengan cara kita mengelola emosi negatif terhadap tugas tersebut.
Apakah rasa malas bisa menjadi tanda masalah kesehatan?
Bisa saja. Jika rasa malas berkepanjangan disertai gangguan tidur, kehilangan nafsu makan, hilangnya minat pada hal yang biasanya disukai, atau perasaan putus asa, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau psikolog karena hal itu dapat menjadi gejala kondisi seperti depresi atau kelelahan kronis.
Pada akhirnya, cara melawan rasa malas bukanlah soal menghukum diri, melainkan mengenali penyebab, memperkecil hambatan untuk memulai, serta merawat tubuh dan pikiran secara seimbang. Mulailah dari satu langkah kecil hari ini, dan biarkan momentum kecil itu tumbuh menjadi kebiasaan produktif yang bertahan lama.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9299853/original/021088500_1784276649-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9299833/original/043252500_1784276275-2e793a27-591f-4a0b-8cb6-40ceb73a97a2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9299710/original/041394100_1784271875-Gemini_Generated_Image_s28eivs28eivs28e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9299877/original/067423500_1784277365-149c46ac-b395-4568-9c97-0ff1ae44e39d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9299889/original/049626200_1784277607-Gemini_Generated_Image_qe7hxxqe7hxxqe7h.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9299886/original/021449100_1784277440-meteran_listrik_3.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9299639/original/023131100_1784269739-Screenshot_2026-07-17_132657.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9298513/original/053711100_1784173846-NCYtd7iDgFNDqmzaUmoW3H7Rx0lf0v808whcXQop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490851/original/091597000_1770027683-Ilustrasi_Pompa_Air_di_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9299630/original/044823100_1784269513-Gemini_Generated_Image_k1i3iwk1i3iwk1i3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9299471/original/071069600_1784259194-2055da3b-9a06-4d4a-9002-040fd2cfc83d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9299702/original/091377600_1784271277-a406acd9-4ab5-40af-98d1-7eeba6e46029.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9299515/original/005287900_1784261175-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2936895/original/014361600_1570786578-jason-briscoe-7MAjXGUmaPw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9299583/original/095404000_1784266312-3a493aac-c1f7-4ea1-adba-4313a194d7e9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9299534/original/093357500_1784262464-10498325792046156042.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3153865/original/001824700_1592288896-pexels-photo-1543793.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9298538/original/085249700_1784173877-GKc4zqU9LFfTzT7a0z9MRINBwErIknL3AYmTr8H0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9298556/original/078592800_1784173897-VRvYqF2c5sVeVKnGoN5lzVBiBbt9lhfJVq1vz8Qb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4844844/original/061111000_1716872088-face-expression-emotional-people-concept.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539244/original/040883000_1774594881-rumah_minimalis_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3987911/original/095414600_1649311271-jeppe-vadgaard-PnFgNgCkBXY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552830/original/094815200_1775832773-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534966/original/037393500_1773906231-Rak_Susun_Minimalis_di_Sudut_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508983/original/035798900_1771646536-desain_kebun_sayur__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541563/original/023593700_1774868056-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551751/original/092211600_1775740607-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536889/original/019012800_1774348758-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4955220/original/019136200_1727495901-pexels-mareefe-932577.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521871/original/058370700_1772702607-unnamed__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538055/original/006041700_1774499757-Gamis_Brokat_Bridesmaid_Terbaru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535088/original/094896700_1773913042-unnamed__21_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537684/original/000893000_1774433253-43136ce3-700b-4a55-ad89-c17e130f5510.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536947/original/082994500_1774358477-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523847/original/054402400_1772868369-film_pulang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538379/original/088050200_1774513870-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536847/original/042126200_1774345805-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538137/original/059427300_1774503915-unnamed_-_2026-03-26T124415.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536124/original/096555900_1774250305-3.jpg)