Liputan6.com, Jakarta - Pernah terbayang, hasil panen yang sudah susah payah dirawat terpaksa dijual murah karena satu-satunya pembeli adalah pengepul? Itulah yang dulu sering dialami banyak petani di Indonesia. Hal itu pula yang dialami pasangan Ahmad Asrori dan Noni Suci Aristyani dari ASR Farm, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman.
Noni, lulusan S1 Kependidikan yang dulunya bercita-cita jadi guru, mengisahkan bagaimana timun baby hasil kebunnya pernah hanya laku Rp1.000 per kilogram karena mengandalkan pengepul di masa panen raya. Tapi hari ini, kemangi segar dari lahan mereka terjual langsung ke warung pecel lele, catering, pasar swalayan, bahkan dipesan lewat WhatsApp, tanpa perantara, dan dengan harga yang mereka tentukan sendiri.
"Sekarang wes bukan zamannya seperti dulu lah apa-apa mengandalkan pengepul, kita bisa cari pasaran sendiri. Peluangnya juga sebenarnya itu enak loh," kata Noni kepada reporter Liputan6.com, Selasa (14/4/2026).
Kuncinya adalah memanfaatkan teknologi digital. Dari media sosial, marketplace, website, hingga jaringan kelompok tani digital, semua bisa dimanfaatkan oleh petani muda yang melek internet. Berikut 6 langkah praktis yang bisa langsung kamu terapkan.
1. Kenali Komoditas Unggulanmu dan Riset Pasarnya
Sebelum berpikir soal pemasaran, pastikan kamu tahu persis apa yang ingin dijual dan siapa yang membutuhkannya. ASR Farm menemukan peluang kemangi bukan dari riset formal, melainkan dari obrolan dengan tetangga penjual pecel lele yang kesulitan mendapatkan kemangi berkualitas di pasar.
Kamu bisa mulai dari pertanyaan sederhana, “Komoditas apa yang langka atau susah dicari di lingkungan sekitarmu? Siapa yang butuh dalam jumlah besar dan rutin?”
Tips riset pasar sederhana:
- Ngobrol dengan pedagang pasar, warung makan, atau catering di sekitar rumah
- Cek media sosial untuk melihat komoditas apa yang sering dicari
- Amati tren di marketplace seperti Tokopedia atau Shopee — lihat produk tani apa yang laris
- Tonton konten petani di YouTube untuk memahami komoditas yang menjanjikan
Pak Asrori mulai tertarik budidaya kemangi setelah diam-diam nonton konten kreator pertanian di YouTube. Dari satu bedengan percobaan sepanjang 8–9 meter, hasilnya langsung diminati pedagang pecel lele sekitar.
2. Bangun Personal Branding sebagai Petani Komoditas Tertentu
Salah satu keunggulan kompetitif terbesar ASR Farm bukan sekadar kualitas produknya, melainkan identitas mereka sebagai petani kemangi yang jelas dan mudah dikenali. Di Sleman, Noni mengamati bahwa hampir tidak ada petani lain yang secara khusus membranding dirinya sebagai petani kemangi. Celah itulah yang mereka masuki.
"Saya lihat jarang ada petani yang membranding dirinya sebagai petani kemangi. Di Sleman malah enggak ada. Kayaknya boleh juga nih," ungkap Noni.
Personal branding yang kuat membangun kepercayaan calon pembeli. Hal itu pula yang membuat teman lama Noni langsung mengenali dan, sehingga menghubungi dan meminta suplai produk ke supermarket tanpa perlu banyak negosiasi.
Cara membangun personal branding petani:
- Tentukan satu identitas utama: 'Petani Kemangi Sleman', 'Supplier Sayur Organik Jogja', dll
- Pakai nama branding yang mudah diingat untuk akun media sosial dan nomor WhatsApp bisnis
- Konsisten posting tentang proses bertani, panen, dan produk di satu atau dua platform
- Jangan ragu tampil di depan kamera — kepercayaan dibangun dari wajah yang dikenal
3. Manfaatkan Media Sosial sebagai Mesin Promosi Gratis
Media sosial adalah alat promosi paling efisien bagi petani muda saat ini, gratis, menjangkau banyak orang, dan bekerja bahkan saat kamu sedang di kebun. ASR Farm aktif di Instagram, TikTok, Facebook, dan YouTube. Mereka bahkan membuat website yang diisi secara rutin dengan artikel tentang budidaya kemangi.
"Sosial media itu sarana promosi paling enak banget daripada kita harus pasang banner. Konten itu akan selalu berjalan di halaman orang," jelas Noni.
Begini cara memulainya tanpa harus jago edit video:
- Pilih 1–2 platform dulu. Instagram Reels atau TikTok cocok untuk pemula karena jangkauan organiknya masih luas
- Rekam momen sehari-hari di kebun: proses tanam, panen, sortir, packing
- Sisipkan informasi edukatif singkat: cara perawatan tanaman, tips memilih produk segar
- Tampilkan testimoni pembeli atau prosesi pengiriman produk
- Posting rutin minimal 3–4 kali seminggu, konsistensi lebih penting dari kualitas produksi video
- Bonus, sekali diliput atau viral, efeknya bertahan lama. Noni mengisahkan bahwa setelah diliput suatu kanal YouTube, jumlah followers-nya bertambah 500 orang dalam sehari.
4. Buka Saluran Pemesanan Langsung Lewat WhatsApp
Salah satu keunggulan menjual langsung ke konsumen adalah fleksibilitas. Pembeli bisa pesan kapan saja, bahkan mendadak. ASR Farm pernah dihubungi pedagang pecel lele jam 8 malam karena kehabisan kemangi, dan Pak Asrori langsung memanennya saat itu juga.
WhatsApp adalah alat paling sederhana untuk menerima pesanan langsung. Gunakan fitur-fitur ini:
- WhatsApp Business untuk memisahkan nomor pribadi dan bisnis
- Katalog produk di WhatsApp Business untuk memajang daftar komoditas dan harga
- Pesan otomatis (auto-reply) agar pembeli merasa dilayani meski kamu sedang di ladang
- Broadcast list untuk menginfokan hasil panen terbaru ke pelanggan tetapStatus WhatsApp untuk update stok harian
Keunggulan sistem ini: produk dipanen setelah dipesan, yang menjamin kesegaran yang tidak bisa diberikan oleh pengepul maupun pasar tradisional.
5. Sasar Segmen B2B — Warung Makan, Catering, dan Pasar Swalayan
Menjual langsung ke konsumen rumahan memang bisa, tapi untuk menyerap hasil panen dalam jumlah besar, segmen B2B (Business to Business) jauh lebih efisien. Satu warung pecel lele bisa membutuhkan kemangi setiap hari, satu gerai supermarket bisa menyerap puluhan kilogram per minggu.
"Masa iya kita panen 10 kilo dalam satu hari, mana ada konsumen langsung yang mau konsumsi segitu? Itulah gunanya B2B," ungkap Noni menjelaskan strategi pemasarannya.
ASR Farm berhasil masuk ke Superindo bukan lewat jalur formal yang rumit, melainkan karena jaringan pertemanan. Setelah diliput suatu kanal YouTube, teman lama Noni yang bekerja di supplier supermarket langsung menghubungi dan mengajak kerja sama, dengan modal percobaan 5 kilogram produk lebih dulu.
Cara mendekati calon mitra B2B:
- Datangi langsung warung makan, kafe, atau restoran sekitar dan tawarkan sampel produk gratis
- Bergabung dengan komunitas bisnis kuliner di media sosial dan tawarkan kerja sama suplai
- Manfaatkan jaringan dari pelatihan dinas (Disperindag, Dinas Pertanian) untuk bertemu calon mitra
- Untuk supermarket, hubungi bagian procurement dan tawarkan produk dengan standar kualitas yang jelas
- Pastikan kamu bisa menjamin konsistensi stok dan kualitas sebelum menawarkan ke B2B
6. Perluas Jaringan Lewat Pelatihan dan Komunitas Petani
Teknologi digital bukan satu-satunya kunci. Jaringan manusia tetap menjadi faktor penentu dalam membuka akses pasar baru. Noni secara aktif mengikuti pelatihan dari berbagai dinas pemerintah, dan setiap pertemuan dijadikan kesempatan memperkenalkan ASR Farm.
"Kita harus punya skill yang banyak. Dan kita jadi orang yang humble, mau belajar dari mana saja," kata Noni memberikan saran.
Dalam satu cerita, Noni bahkan berhasil mendapatkan rekomendasi masuk data UKM dan undangan sebagai narasumber hanya dari percakapan spontan dengan pegawai Disperindag yang kebetulan ditemuinya di sebuah pelatihan kampung.
Platform dan komunitas yang bisa dimanfaatkan:
- Pelatihan dari Dinas Pertanian, Disperindag, dan Dinas Komunikasi
- Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Gapoktan di tingkat desa atau kelurahan
- Grup komunitas petani di Facebook, Telegram, atau WhatsApp
- Forum dan diskusi di media sosial seperti Threads atau Twitter/X
- Universitas dan lembaga penelitian yang sering mencari petani mitra untuk magang atau riset
Bertani tanpa pengepul bukan lagi mimpi. Generasi muda yang melek teknologi sebenarnya punya senjata yang jauh lebih ampuh dibanding petani generasi sebelumnya. Yang perlu dilakukan hanyalah mulai tanam dulu, bangun branding, buka saluran pemasaran langsung, dan terus perluas jaringan.
Pertanyaan Umum (People Also Ask)
Q: Apakah petani kecil bisa menjual hasil tani tanpa pengepul?
A: Ya, sangat bisa. Buktinya adalah ASR Farm yang mengelola lahan sekitar 3.000 m² dan berhasil menjual kemangi langsung ke warung, catering, dan supermarket tanpa melewati pengepul. Kuncinya adalah membangun relasi langsung dengan pembeli melalui media sosial, WhatsApp, dan keikutsertaan aktif dalam komunitas petani lokal.
Q: Platform digital apa yang paling efektif untuk memasarkan hasil tani?
A: Untuk pemula, WhatsApp Business adalah yang paling mudah dan langsung menghasilkan. Untuk jangkauan lebih luas, TikTok dan Instagram Reels sangat efektif karena algoritma mereka mendukung konten dari kreator baru. Untuk penjualan yang lebih terstruktur, marketplace seperti Tokopedia atau Shopee bisa dimanfaatkan. Memiliki website sendiri dan mengisinya dengan artikel membantu pencarian organik jangka panjang.
Q: Bagaimana cara masuk ke supermarket sebagai pemasok sayur?
A: Berdasarkan pengalaman ASR Farm, cara masuk ke supermarket tidak selalu harus lewat jalur formal. Branding yang kuat di media sosial atau liputan media bisa membuat petugas procurement menemukan dan menghubungimu terlebih dahulu. Jika ingin proaktif, datangi bagian procurement dengan sampel produk, tunjukkan konsistensi kualitas dan kemampuan suplai rutin, serta pastikan produk memenuhi standar ukuran dan kesegaran yang diminta.
Q: Apa itu Gapoktan dan bagaimana cara bergabung?
A: Gapoktan adalah Gabungan Kelompok Tani, wadah yang menghimpun beberapa kelompok tani dalam satu wilayah kelurahan. Gapoktan di banyak daerah memiliki pasar lelang yang bisa menjadi alternatif penjualan selain pengepul, dengan harga yang umumnya lebih kompetitif. Untuk bergabung, hubungi Kepala Dusun, Kelurahan, atau Dinas Pertanian setempat untuk mendapatkan informasi kelompok tani aktif di wilayahmu.
Q: Apakah perlu modal besar untuk memulai pertanian modern?
A: Tidak harus. ASR Farm memulai budidaya kemangi hanya dari satu bedengan berukuran 8–9 meter dengan bibit yang dibeli secara online. Yang lebih penting dari modal besar adalah persiapan finansial yang matang, yakni pastikan kamu memiliki dana cadangan untuk kebutuhan hidup selama masa tunggu panen, di luar modal produksi. Mulai kecil, ukur hasilnya, lalu skala sedikit demi sedikit.
Q: Komoditas apa yang cocok untuk petani pemula yang ingin cepat balik modal?
A: Komoditas dengan siklus panen pendek dan permintaan pasar yang stabil adalah pilihan terbaik untuk pemula. Kemangi, misalnya, bisa dipanen berkali-kali dari satu kali tanam, perawatannya mudah, dan permintaannya dari warung makan dan kuliner terus ada sepanjang tahun. Komoditas lain yang perlu dipertimbangkan adalah tanaman bumbu dapur atau sayuran yang banyak digunakan di masakan lokal.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556519/original/036346400_1776250838-bantaran_sungai_cov.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556493/original/096304600_1776248866-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556480/original/048743600_1776248498-rak_tanaman_5.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5280245/original/056526300_1752218162-pexels-juanpphotoandvideo-894695.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3547634/original/055422900_1629625907-016277700_1599708240-india-929719_1280__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531939/original/016980900_1773637517-asian-child-girl-play-painting-with-happiness-joyful.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556325/original/096881900_1776240098-295bf2c5-5734-4a68-9c84-4b966849d8a7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556386/original/045562600_1776243564-unnamed__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4859616/original/031021800_1718076490-GridArt_20240605_215053357.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556365/original/074363200_1776242318-pos_ronda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556125/original/036439300_1776232940-5b0acf1c-65e5-46ee-95c8-e90370153f43.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556330/original/010482800_1776240597-Miyako_PSG-607_0.63L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3964051/original/015538300_1647395015-air-conditioning-decoration-interior.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464323/original/047144200_1767685450-kulkas_mini_Hisense_RR68D4IGN.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5181958/original/076204200_1744014143-Depositphotos_204122682_S.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3308345/original/083500600_1606419043-man-beige-coat-frozen-food-section-large-supermarket-opens-refrigerator-vegetables-close-up_120897-1920__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556220/original/088936700_1776236651-jinsoo-choi-zL5yyINtqQ4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490343/original/047410300_1770008598-close-up-fresh-fish-ice-cubes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556077/original/070556500_1776231133-Denah_Rumah_2_Lantai_di_Desa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556174/original/041005800_1776234661-unnamed__3_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2752731/original/038080600_1552704493-shutterstock_724191844.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464864/original/038532400_1767752280-Membersihkan_Blender.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466190/original/088167400_1767839290-Cara_Ternak_Ikan_Mas_di_Ember_Bekas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460813/original/018976000_1767321694-Takjil_Ramadhan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460967/original/070159800_1767330511-Rumah_subsidi_Gunakan_Karpet_Berukuran_Besar__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5410367/original/068469000_1762930652-Gemini_Generated_Image_kwy80xkwy80xkwy8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461005/original/069066700_1767332221-model_cincin_emas_batu_opal__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470864/original/039639300_1768266170-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460947/original/089328700_1767328515-Batang_Kecombrang__Wikimedia_Commons_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463669/original/097446700_1767667328-Gemini_Generated_Image_1cspbg1cspbg1csp.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460928/original/003883700_1767327681-model_kebun_rumah_dengan_pijakan_batu__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460978/original/052255100_1767330693-desain_halaman_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464943/original/048760100_1767754973-Kulkas_1_pintu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4775954/original/075855900_1710744786-girl-wearing-hat-sitting-green-lawn-near-lake.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477531/original/099454700_1768839717-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397086/original/041488200_1761800911-Gemini_Generated_Image_tlzh05tlzh05tlzh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481829/original/051298400_1769148336-pohon_duku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472024/original/057223000_1768305981-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460105/original/035503200_1767231872-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473880/original/084419100_1768460771-1.jpg)