Cara Budidaya Ikan Mujair di Kolam Terpal yang Menguntungkan di 2026

1 day ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Budidaya ikan mujair di kolam terpal kini menjadi pilihan menarik bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang memiliki lahan terbatas. Metode ini menawarkan kepraktisan dan efisiensi biaya yang signifikan, menjadikannya solusi ideal untuk usaha perikanan skala rumahan maupun komersial kecil. Selain itu, pengelolaan lingkungan budidaya di kolam terpal juga cenderung lebih mudah dikontrol, memungkinkan pembudidaya untuk menjaga kualitas air dan kesehatan ikan secara optimal.

Keberhasilan dalam budidaya ikan mujair di kolam terpal sangat bergantung pada pemahaman dan penerapan teknik yang tepat di setiap tahapan. Mulai dari persiapan kolam yang krusial, pemilihan indukan berkualitas, proses pemijahan yang efektif, hingga pemeliharaan harian dan strategi panen yang menguntungkan, setiap langkah memiliki peran penting.Simak panduan cara budidaya ikan mujair di kolam terpal, memastikan Anda memiliki bekal pengetahuan yang memadai untuk mencapai panen melimpah dan berkualitas.

1. Lakukan Persiapan Kolam Terpal yang Optimal

Langkah awal yang menentukan kesuksesan budidaya ikan mujair adalah persiapan kolam terpal yang matang. Pemilihan lokasi kolam harus strategis, yaitu area yang mendapatkan cukup sinar matahari namun terhindar dari genangan air hujan. Kemiringan tanah idealnya sekitar 3-5% untuk memudahkan sistem pengairan secara gravitasi, serta ikan mujair dapat tumbuh optimal pada ketinggian 150-1000 meter di atas permukaan laut.

Untuk pemilihan dan pembuatan kolam, disarankan menggunakan terpal yang tebal, kokoh, dan tahan bocor guna mencegah kehilangan air. Bentuk kolam persegi panjang lebih direkomendasikan karena memudahkan pengaturan dan pengawasan, dengan penyangga kuat dari kayu atau bambu agar kolam tidak mudah roboh. Ukuran kolam terpal dapat disesuaikan dengan kebutuhan; contohnya, kolam berukuran 50x50x100 cm mampu menampung 400-500 ekor benih ikan mujair.

Setelah kolam terpasang, biarkan terbuka selama 2-3 minggu untuk menghilangkan bau plastik terpal. Kemudian, keringkan kolam dan taburkan kapur dolomit atau kapur pertanian dengan dosis 25-200 gram per meter persegi untuk menyeimbangkan pH air. Diamkan kolam yang sudah dikapur selama 3-4 minggu sebelum diisi air hingga tiga perempat bagian, lalu biarkan air selama 3-5 hari agar sirkulasi oksigen stabil. Tingkat keasaman (pH) air yang baik untuk ikan mujair adalah 6-7,5 dengan suhu ideal 25˚-30˚C.

2. Pilih Indukan Ikan Mujair Berkualitas Unggul

Pemilihan indukan ikan mujair yang berkualitas adalah kunci untuk menghasilkan benih yang unggul dan pertumbuhan yang cepat. Indukan yang baik haruslah sehat, aktif, dan bugar, dengan ukuran tubuh yang proporsional dan bobot minimal 100 gram per ekor. Ciri-ciri lainnya meliputi kemampuan memproduksi benih dalam jumlah besar, responsif terhadap pakan buatan, serta resisten terhadap hama, parasit, dan penyakit.

Selain itu, indukan berkualitas juga dapat hidup dan tumbuh baik pada lingkungan perairan yang relatif buruk, memiliki usia produktif, sisik sehat, sirip tidak cacat, dan bergerak lincah. Memastikan indukan memiliki karakteristik ini akan sangat memengaruhi kualitas benih dan keberhasilan budidaya ikan mujair secara keseluruhan.

Untuk membedakan indukan jantan dan betina, perhatikan ciri-ciri fisik berikut. Indukan jantan memiliki dua lubang genital (anus dan lubang sperma merangkap urine), ujung sirip berwarna kemerahan yang terang, dan bagian perut lebih gelap atau kehitaman. Sementara itu, indukan betina memiliki tiga lubang urogenital (anus, lubang pengeluaran sel telur, dan lubang urine), ujung sirip kemerahan pucat, bagian perut berwarna putih, dan dagu putih. Jika perut betina ditekan, tidak akan mengeluarkan cairan.

3. Pastikan Proses Pemijahan Ikan Mujair Berjalan Efektif

Tahap pemijahan merupakan proses krusial untuk menghasilkan benih ikan mujair dari indukan yang telah dipilih. Persiapan kolam pemijahan harus dilakukan dengan cermat, idealnya berukuran sekitar 3x4 meter dengan kedalaman 60 cm. Penting untuk menambahkan lumpur halus di dasar kolam agar indukan dapat dengan mudah membuat sarang untuk bertelur.

Setelah kolam siap, masukkan indukan jantan dan betina ke dalamnya dengan rasio yang tepat, yaitu 3 jantan : 2 betina atau 1 jantan : 3 betina. Ketika proses pembuahan terjadi, indukan betina akan mengumpulkan dan menjaga sel telur di dalam mulutnya, sebuah perilaku yang dikenal sebagai mouthbrooder, hingga telur menetas. Proses inkubasi telur ini berlangsung sekitar 3-5 hari pada suhu air 25-27 derajat Celcius.

Setelah telur menetas menjadi larva, indukan betina akan terus menjaga mereka selama kurang lebih dua minggu. Setelah periode ini, larva akan dilepas dari induknya dan mulai mencari makan sendiri. Pada tahap ini, larva sudah siap untuk memasuki fase pendederan.

4. Lanjutkan dengan Penebaran Benih dan Pendederan Awal

Setelah proses pemijahan berhasil, langkah selanjutnya dalam cara budidaya ikan mujair di kolam terpal adalah penebaran benih dan pendederan. Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada sore hari untuk meminimalkan stres pada ikan akibat suhu tinggi. Kepadatan benih perlu diperhatikan dengan seksama; kolam berukuran 50x50x100 cm dapat diisi dengan 400-500 ekor benih mujair.

Pada beberapa hari pertama setelah penebaran, wajar jika ada sedikit kematian benih, biasanya sekitar 3-4 ekor. Namun, jika jumlah kematian melebihi angka tersebut, perlu segera dicari penyebabnya untuk mencegah kerugian lebih lanjut. Pengamatan rutin sangat penting di tahap awal ini.

Setelah larva berusia dua minggu, mereka dapat dilepas dari induknya untuk mencari makan sendiri. Benih ikan mujair kemudian dapat dipindahkan ke kolam pendederan setelah berumur 21 hari. Padat tebar untuk pendederan berkisar antara 10-20 ekor per meter persegi, dan tahap pendederan ini biasanya berlangsung selama 3-4 minggu untuk mempersiapkan benih ke tahap pembesaran.

5. Perhatikan Pemeliharaan Harian untuk Pertumbuhan Maksimal

Pemeliharaan harian yang konsisten adalah faktor krusial dalam cara budidaya ikan mujair di kolam terpal agar mencapai pertumbuhan maksimal. Pemberian pakan harus dilakukan secara rutin 2-3 kali sehari (pagi, siang, sore) dengan pelet yang mengandung protein 28%, lemak 30%, dan karbohidrat 15%. Porsi pakan dapat disesuaikan dengan bobot tubuh ikan yang terus bertambah. Sebagai pakan tambahan alami, dapat diberikan cacing tanah, lumut, daun kangkung, daun talas, dedak, atau ulat sutra, pastikan kangkung dan daun talas dicincang serta dicuci bersih. Pemberian pakan yang tidak tepat dapat menyebabkan penumpukan sisa pakan yang membusuk dan menurunkan kualitas air.

Manajemen kualitas air juga sangat penting untuk kesehatan ikan mujair. Kebersihan kolam harus dijaga dengan mengganti air secara rutin, setidaknya 2-3 minggu sekali. Kuras air hingga tersisa 30%, lalu tambahkan air bersih hingga penuh kembali, serta bersihkan sisa pakan yang menumpuk di dasar kolam. Penggunaan aerator dapat membantu meningkatkan kadar oksigen terlarut, dan sistem filtrasi yang baik akan menjaga kebersihan air serta mengurangi pencemaran.

Pencegahan penyakit merupakan bagian tak terpisahkan dari pemeliharaan. Lakukan karantina terhadap ikan baru sebelum dimasukkan ke kolam utama untuk mencegah penyebaran penyakit. Jaga kebersihan kolam, berikan pakan berkualitas, dan hindari perubahan drastis pada lingkungan kolam yang dapat menyebabkan stres pada ikan. Penambahan produk bakteri baik, seperti Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan, juga dapat membantu melawan bakteri, jamur, dan virus penyebab penyakit.

6. Strategi Panen Ikan Mujair yang Menguntungkan

Panen adalah tahap akhir yang paling dinanti dalam cara budidaya ikan mujair di kolam terpal, menandai keberhasilan seluruh proses. Ikan mujair umumnya siap dipanen setelah mencapai usia 4-5 bulan sejak penebaran benih. Namun, beberapa sumber juga menyebutkan bahwa ikan mujair dapat dipanen lebih cepat, yaitu dalam waktu sekitar 3 bulan, tergantung pada manajemen pakan dan kondisi budidaya.

Proses panen dapat dilakukan secara total, yaitu menguras seluruh isi kolam dan mengambil semua ikan, atau secara sebagian, dengan memilih ikan yang sudah mencapai ukuran pasar. Ikan mujair dengan kualitas baik, seperti ukuran seragam dan kondisi fisik prima, akan memiliki harga jual yang lebih tinggi di pasaran. Oleh karena itu, menjaga kualitas ikan hingga tahap panen sangatlah penting untuk memaksimalkan keuntungan.

Perencanaan panen yang matang, termasuk penentuan waktu dan metode, akan sangat membantu dalam efisiensi dan profitabilitas budidaya. Dengan manajemen yang baik dari awal hingga akhir, budidaya ikan mujair di kolam terpal dapat menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan.

Pertanyaan Umum Seputar Topik

1. Apa keuntungan utama budidaya ikan mujair di kolam terpal?

Keuntungan utamanya adalah praktis, hemat biaya, cocok untuk lahan terbatas, dan pengelolaan lingkungan budidaya yang lebih mudah.

2. Bagaimana cara mempersiapkan kolam terpal untuk budidaya ikan mujair?

Pilih lokasi strategis, gunakan terpal tebal, biarkan kolam terbuka 2-3 minggu, berikan kapur dolomit, dan isi air dengan pH 6-7,5 serta suhu 25˚-30˚C.

3. Kapan waktu yang tepat untuk memanen ikan mujair dari kolam terpal?

Ikan mujair siap dipanen apabila usianya telah mencapai 4-5 bulan setelah penebaran benih, atau sekitar 3 bulan tergantung manajemen budidaya.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |