Liputan6.com, Jakarta - Budidaya ikan gurame di lahan terbatas bukan lagi sekadar impian, melainkan solusi nyata bagi banyak individu yang ingin memulai usaha perikanan. Dengan memanfaatkan tandon atau drum air bekas, para pemula kini memiliki kesempatan untuk meraih keuntungan menjanjikan meskipun dengan modal yang minim. Ikan gurame sendiri dikenal sebagai komoditas perikanan air tawar yang sangat digemari di Indonesia, berkat cita rasanya yang lezat, dagingnya yang tebal, serta kandungan protein yang tinggi.
Permintaan pasar yang stabil dan harga jual yang relatif tinggi semakin menjadikan budidaya gurame sebagai peluang bisnis yang menarik. Metode inovatif ini memungkinkan pemeliharaan ikan di area terbatas seperti halaman, teras, bahkan di dalam ruangan.
Berikut cara budidaya gurame di tandon air bekas, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Senin (15/6/2026).
Modifikasi dan Sterilisasi Tandon Air Bekas
Langkah awal yang paling krusial adalah menyiapkan wadah tandon air bekas agar layak dan aman menjadi tempat hidup ikan gurame. Potong bagian atas tandon air menggunakan gerinda atau gergaji besi untuk menciptakan bukaan yang lebar agar sirkulasi udara dan cahaya matahari bisa masuk dengan baik. Jika tandon memiliki kebocoran di bagian samping atau bawah, tambal terlebih dahulu menggunakan lem pipa plastik yang kuat atau lem silikon khusus akuarium.
Setelah struktur fisik siap, lakukan pembersihan total untuk menghilangkan sisa-sisa lumut, endapan zat besi, atau bahan kimia sabun yang mungkin menempel selama pemakaian sebelumnya. Sikat seluruh dinding bagian dalam dengan air bersih, lalu bilas menggunakan larutan garam krosok atau antiseptik ringan untuk membunuh bakteri patogen dan jamur. Jemur tandon di bawah terik matahari langsung selama 2–3 hari sampai benar-benar kering dan bau plastik barunya hilang.
Proses sterilisasi ini sangat menentukan tingkat keselamatan benih ikan pada fase awal penebaran. Tandon yang bersih dan bebas dari zat beracun akan mencegah terjadinya stres atau keracunan massal pada bibit gurame yang baru beradaptasi. Jangan melewatkan tahap penjemuran karena panas matahari adalah disinfektan alami yang paling efektif untuk wadah plastik.
Persiapan Media Air dan Sistem Aerasi
Jangan langsung memasukkan ikan sesaat setelah tandon diisi air bersih; air tersebut harus melalui proses "pematangan" terlebih dahulu. Isi tandon air bekas dengan air bersih hingga mencapai ketinggian sekitar 70–80 sentimeter dari dasar wadah. Endapkan air tersebut selama 24 jam untuk menguapkan kandungan kaporit atau klorin jika Anda menggunakan air PAM, atau untuk menstabilkan zat besi jika menggunakan air sumur bor.
Setelah diendapkan, lakukan pemupukan air secara organik dengan menambahkan sedikit larutan probiotik khusus perikanan dan sejumput garam krosok untuk merangsang pertumbuhan mikroorganisme positif atau plankton. Biarkan air berubah warna menjadi sedikit kehijauan atau kecokelatan dalam waktu 3–5 hari sebagai tanda bahwa ekosistem air sudah matang dan kaya akan pakan alami. Sistem air yang matang ini akan menjaga stabilitas pH air di angka ideal, yaitu antara 6,5 hingga 7,5.
Mengingat volume tandon air cenderung terbatas dan berbentuk silinder vertikal, pasanglah sistem aerasi atau pompa udara kecil (aerator) dengan batu aerasi di dasar tandon. Aerator ini berfungsi krusial untuk menyuplai oksigen terlarut secara konstan ke seluruh lapisan air, terutama di bagian dasar yang rawan pengendapan kotoran. Oksigen yang cukup akan membuat gurame tetap aktif bergerak dan memiliki nafsu makan yang tinggi sepanjang hari.
Pemilihan dan Penebaran Benih Gurame Berkualitas
Keberhasilan panen gurame sangat dipengaruhi oleh kualitas benih yang Anda tebar di awal masa budidaya. Pilihlah benih gurame yang sehat dengan ciri-ciri bergerak aktif, tidak memiliki cacat fisik pada sirip atau ekor, ukuran tubuhnya seragam, dan responsif saat diberi sedikit pakan. Untuk budidaya di tandon air, disarankan menggunakan benih yang sudah berukuran minimal setara silet atau korek gas (sekitar 5–7 cm) agar daya tahannya lebih kuat.
Sebelum benih dilepas ke dalam tandon, lakukan proses aklimatisasi (adaptasi suhu) untuk mencegah ikan mengalami syok lingkungan. Apungkan kantong plastik berisi benih gurame di permukaan air tandon selama 15–20 menit hingga dinding plastik berembun. Setelah suhunya selaras, buka ikatan kantong dan miringkan perlahan, biarkan air tandon masuk sedikit demi sedikit ke dalam plastik sampai ikan-ikan tersebut keluar dengan sendirinya ke media baru.
Padat tebar untuk tandon air bekas berkapasitas sekitar 1.000 liter adalah 50–70 ekor benih jika target panennya adalah ukuran konsumsi (sekitar 500 gram per ekor). Jangan terlalu serakah memasukkan terlalu banyak benih karena kepadatan yang berlebihan akan memicu perebutan oksigen, menghambat pertumbuhan, dan mempercepat penularan penyakit jika ada satu ikan yang terserang bakteri.
Manajemen Pemberian Pakan Utama dan Alternatif
Gurame adalah tipe ikan omnivora yang cenderung lambat dalam mencerna makanan, sehingga manajemen pakan harus dilakukan dengan efektif untuk menekan biaya operasional. Berikan pakan utama berupa pelet terapung yang memiliki kandungan protein minimal 28–30% untuk mendukung pertumbuhan dagingnya. Berikan pakan pelet ini sebanyak 2 kali sehari, yaitu pada pagi hari (jam 08.00) dan sore hari (jam 16.00) dengan porsi secukupnya (tidak berlebihan).
Kunci untuk meraup keuntungan optimal dalam budidaya gurame di tandon adalah dengan memanfaatkan pakan alternatif hijau yang melimpah dan murah. Gurame sangat menyukai dedaunan bertekstur lunak seperti daun talas (keladi), daun singkong, tanaman azolla, atau kangkung. Daun-daun ini bisa diberikan pada siang hari sebagai camilan; kandungan serat alami dari dedaunan ini sangat baik untuk melancarkan sistem pencernaan gurame dan menghemat pengeluaran pelet hingga 30%.
Terapkan metode pemberian pakan sedikit demi sedikit secara berkala (feeding rate 2–3% dari bobot total ikan). Jika dalam waktu 5–10 menit pelet tidak habis dimakan, segera serok sisa pakan tersebut agar tidak tenggelam dan membusuk di dasar tandon. Sisa pelet yang membusuk adalah sumber utama gas amonia beracun yang bisa membunuh ikan gurame secara mendadak.
Menjaga Kualitas Air dan Pengendalian Penyakit
Meskipun gurame terkenal memiliki labirin (organ pernapasan tambahan) yang membuatnya tahan di air minim oksigen, kebersihan air tandon tetap harus dijaga demi pertumbuhan yang optimal. Pasanglah sistem pembuangan air di bagian bawah tandon (bottom drain) untuk memudahkan Anda membuang endapan kotoran fese dan sisa pakan tanpa harus menguras seluruh isi kolam. Lakukan pembuangan kotoran dasar ini sebanyak 10–15% dari total volume air setiap seminggu sekali.
Setelah membuang air kotor di bagian dasar, isi kembali tandon dengan air baru yang sudah diendapkan hingga ketinggian semula. Secara berkala setiap dua minggu sekali, Anda bisa menambahkan kembali sejumput garam krosok dan cairan probiotik untuk menjaga populasi bakteri pengurai di dalam tandon tetap seimbang. Air yang sehat untuk gurame dicirikan dengan bau yang segar khas tanah/air tawar, bukan bau busuk menyengat.
Waspadai penyakit musiman yang sering menyerang gurame seperti jamur kulit (saprolegnia), kutu ikan, atau bintik putih (white spot) yang biasa muncul saat pergantian musim atau suhu air turun drastis. Jika melihat ada ikan yang berenang lemas di permukaan atau menggosokkan badannya ke dinding tandon, segera karantina ikan tersebut ke wadah terpisah. Obati ikan yang sakit menggunakan larutan garam pekat atau obat biru (methylene blue) hingga pulih sebelum dikembalikan ke tandon utama.
Sortir Berkala dan Manajemen Waktu Panen
Pertumbuhan fisik antar-individu ikan gurame tidak selalu berjalan seragam meskipun diberi pakan yang sama; beberapa ikan pasti akan tumbuh lebih cepat dan menjadi dominan. Oleh karena itu, lakukan proses penyortiran (grading) ukuran setiap 2 atau 3 bulan sekali menggunakan serokan halus. Pisahkan gurame yang berukuran besar dengan yang berukuran lebih kecil ke dalam tandon bekas yang berbeda jika Anda memiliki lebih dari satu unit media.
Proses sortir ini sangat penting untuk mencegah terjadinya dominasi pakan, di mana ikan berukuran besar akan menghabiskan jatah makanan dan membuat ikan yang kecil semakin tertinggal pertumbuhannya. Selain itu, pemisahan ini juga memperkecil risiko kanibalisme atau intimidasi antar-ikan di dalam ruang tandon yang terbatas. Dengan penyortiran yang rutin, pertumbuhan seluruh ikan gurame di semua tandon akan menjadi lebih merata dan seragam.
Pemanenan gurame hasil budidaya tandon air bekas ini umumnya bisa dilakukan setelah memasuki bulan ke-8 hingga ke-10 dari masa tebar benih awal, tergantung pada target pasar Anda. Ukuran gurame konsumsi yang paling laku di restoran atau pasar tradisional berkisar antara 400 hingga 600 gram per ekor. Lakukan pemanenan pada pagi atau sore hari saat suhu udara sedang sejuk agar ikan tidak mengalami stres tinggi yang dapat menurunkan kualitas kesegaran dagingnya saat dijual.
Pertanyaan dan Jawaban seputar Cara Budidaya Gurame di Tandon Air Bekas
Apakah tandon air bekas berbahan plastik aman untuk mengonsumsi ikan hasil budidayanya?
Sangat aman, asalkan tandon bekas tersebut sebelumnya bukan digunakan untuk menampung bahan kimia beracun atau oli. Jika tandon tersebut dulunya adalah penampung air bersih rumah tangga, maka setelah dibersihkan dan disterilisasi, ikan yang dipelihara di dalamnya sepenuhnya sehat dan aman untuk dikonsumsi.
Berapa kali air tandon harus dikuras total dalam satu siklus budidaya?
Hindari melakukan pengurasan air secara total karena hal itu dapat membuat gurame stres berat dan merusak ekosistem bakteri baik yang sudah terbentuk. Anda hanya perlu membuang kotoran di dasar tandon (sifon) sebanyak 10–20% setiap minggu dan menggantinya dengan air baru yang segar.
Apakah budidaya gurame di tandon air wajib menggunakan tanaman eceng gondok?
Tidak wajib, namun penambahan tanaman air seperti eceng gondok atau apu-apu dalam jumlah sedikit (maksimal menutupi 20% permukaan tandon) sangat bagus sebagai peneduh alami dari terik matahari. Tanaman ini juga berfungsi sebagai penyerap racun amonia alami di dalam air.
Bagaimana cara menekan biaya pakan pelet agar keuntungan bisa maksimal?
Maksimalkan pemberian pakan alternatif hijau seperti daun talas, daun pepaya, atau kangkung setiap siang hari. Jika ikan sudah berumur di atas 4 bulan, porsi pakan hijau ini bisa ditingkatkan hingga menyamai porsi pelet utama, sehingga Anda bisa menghemat biaya pembelian pakan pabrikan secara signifikan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259861/original/009293700_1781516538-5238256054487034938.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259840/original/070373100_1781515120-12174656543120145345.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259779/original/041818300_1781512820-Gemini_Generated_Image_i2rgfi2rgfi2rgfi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259687/original/084104300_1781509877-7717454823235406512.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472724/original/039206100_1768374193-budidaya_ikan_konsumsi_di_rumah4a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259675/original/094963400_1781509590-Kolam_Ikan_dengan_Dek_Kayu_dan_Pagar_Kaca.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579939/original/018265800_1778121010-Gemini_Generated_Image_4d3ov14d3ov14d3o.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3271648/original/098569700_1603099779-cute-3284412_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259605/original/002260400_1781507898-Sistem_Aquaponik_Mini_untuk_Rumah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259615/original/022981900_1781508104-cover_ini_ajaaa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483063/original/073797000_1769324216-unnamed__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259591/original/016481600_1781507361-Gemini_Generated_Image_jebrs1jebrs1jebr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6494760/original/020749400_1779352007-unnamed__19_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6399740/original/064789000_1779273829-wayang-kulit-peringati-bulan-bung-karno-digelar-di-jakarta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259657/original/068621400_1781509263-gazebo3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259524/original/040442600_1781505159-jerigen.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259550/original/059875200_1781506619-HL_dapur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259624/original/046747500_1781508326-15772854045926122746.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3188239/original/014427500_1595489768-pink-petaled-flower-plant-inside-white-hanging-pot-906150.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259469/original/096628000_1781502137-Ketahanan_PanganCVER_BOLEH.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533446/original/043365700_1773737304-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530617/original/099175500_1773466166-mud1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522319/original/072750000_1772755216-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539244/original/040883000_1774594881-rumah_minimalis_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522345/original/079886200_1772757830-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522260/original/039984700_1772750807-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3987911/original/095414600_1649311271-jeppe-vadgaard-PnFgNgCkBXY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1045202/original/018183200_1446724420-151105-THR-PNS-Grafis-Abdillah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4401674/original/056918100_1681909694-20230419-Mudik-Jalur-Pantura-Angga-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528599/original/064914600_1773288962-Ashera_Dress_Sq1_1770721983416.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521841/original/047869500_1772701578-open_space_3a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522634/original/031632000_1772771522-Gemini_Generated_Image_68hqe168hqe168hq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522506/original/039967800_1772767694-Teras_rumah_subsidi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522537/original/050337400_1772768376-Model_Rambut_Pendek_Wanita_Cina.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522514/original/063562100_1772767710-marlon-soares-NDe1cA_jb_4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508983/original/035798900_1771646536-desain_kebun_sayur__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514811/original/095715400_1772108340-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534966/original/037393500_1773906231-Rak_Susun_Minimalis_di_Sudut_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478554/original/057404800_1768904586-Beternak_Jangkrik_Pakan_Ternak.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524816/original/031467100_1773012780-1.jpg)