Liputan6.com, Jakarta - Candi Prambanan menjadi salah satu destinasi wisata paling dikenal di Yogyakarta dan sekitarnya. Kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia ini terkenal karena keindahan arsitektur, dengan kisah sejarah panjangnya yang menarik.
Sebagai warisan budaya dunia, Candi Prambanan kerap menjadi tujuan wisata edukatif bagi pelajar, mahasiswa, hingga wisatawan umum. Keberadaannya yang megah di kawasan Yogyakarta, menjadikannya sebagai tujuan wisata baik oleh kalangan domestik maupun mancanegara.
Di balik popularitasnya sebagai objek wisata, ternyata terdapat fakta menarik dari Candi Prambanan yang mungkin jarang diketahui. Salah satu di antaranya adalah penamaannya yang berubah seiring bergantinya zaman. Selain itu, dulunya tempat ini juga pernah dijadikan sebagai salah satu pusat pendidikan Hindu. Lantas bagaimana kisahnya? Simak informasi selengkapnya, dirangkum Liputan6, Selasa (13/1).
1. Dulu Namanya Bukan Prambanan
Nama Prambanan yang dikenal saat ini ternyata bukan sebutan awal bagi kompleks candi ini. Dalam sumber sejarah kuno Prasati Siwagrha, di laman resmi Pemerintah Kabupaten Sleman, candi ini mulanya diberi nama Siwagrha atau Siwalaya, yang berarti Rumah Siwa. Nama tersebut merujuk pada fungsi utama candi sebagai tempat pemujaan Dewa Siwa dalam ajaran Hindu.
Penamaan Prambanan sendiri baru populer belakangan, diambil dari nama desa tempat candi ini berada. Seiring waktu, nama Prambanan lebih mudah diingat masyarakat dan akhirnya digunakan secara luas, termasuk dalam catatan wisata dan administrasi modern di Yogyakarta.
Perubahan nama ini mencerminkan bagaimana situs bersejarah dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Meski begitu, nilai sejarah dan makna spiritual Candi Prambanan tetap terjaga hingga kini.
2. Dibangun Tanpa Semen
Salah satu keunikan Candi Prambanan terletak pada teknik pembangunannya. Candi ini disusun tanpa menggunakan semen atau perekat modern. Batu-batu andesit disusun dengan sistem interlock, yakni saling mengunci satu sama lain secara presisi.
Teknik ini menjadi bukti kecerdasan dan ketelitian tinggi para arsitek pada masa lampau, karena mampu memahat dan membuat pola kuncian di batu agar dapat saling mengait kuat. Sistem interlock juga membuat Candi Prambanan mampu bertahan dari berbagai guncangan alam.
Meski sempat mengalami kerusakan akibat gempa, struktur dasarnya terbukti memiliki ketahanan luar biasa. Ini sekaligus menjadi salah satu bukti kemajuan arsitektural masyarakat Jawa kala itu, karena mampu menciptakan bangunan kokoh dengan teknik sederhana.
3.Terdapat Lebih dari 200-an Candi
Sebagaimana dimuat dalam unggahan Instagram @wisatajogja_, kompleks Candi Prambanan tidak hanya terdiri dari satu bangunan utama. Secara keseluruhan, terdapat lebih dari 200 candi yang tersebar di kawasan ini, meski tidak semuanya berdiri utuh hingga sekarang.
Candi-candi tersebut terbagi ke dalam beberapa kelompok, mulai dari candi utama, candi wahana, hingga candi perwara. Secara keseluruhan, jumlahnya ada 224, dengan 3 Candi Trimurti, 3 Candi Wahana, 2 Candi Apit, 4 Candi Kelir, 4 Candi Patok dan lebih dari 200-an Candi Perwara
Bagi pengunjung wisata, luasnya kawasan Candi Prambanan menawarkan pengalaman menjelajah sejarah yang mendalam. Setiap sudut kompleks menyimpan cerita berbeda tentang kejayaan masa lalu.
4. Wisata untuk Mempelajari Ajaran Hindu
Pada masa kejayaannya, lokasi ini pernah didatangi oleh ratusan pendeta brahmana dan murid-muridnya. Mereka berkumpul di pelataran luar candi untuk mempelajari kitab Weda dan melaksanakan berbagai ritual dan upacara Hindu
Bukti kuatnya juga ada di relief-relief yang terpahat di dinding candi menggambarkan kisah Ramayana dan ajaran moral. Relief tersebut menjadi media edukasi visual bagi masyarakat pada masa itu. Melalui cerita yang terpahat, nilai-nilai keagamaan dan filosofi hidup disampaikan secara turun-temurun.
Hingga kini, relief Candi Prambanan masih dipelajari oleh pelajar dan mahasiswa sebagai sumber sejarah dan kebudayaan. Hal ini memperkuat peran Prambanan sebagai wisata edukatif di Jogja.
5. Sempat Ditelantarkan hingga Runtuh karena Bencana
Sejarah Candi Prambanan tidak selalu berjalan mulus. Setelah masa kejayaannya berakhir, kompleks candi ini sempat ditelantarkan selama ratusan tahun. Perubahan pusat kekuasaan dan kondisi alam menjadi faktor utamanya.
Beberapa bencana alam, seperti gempa bumi dan letusan Gunung Merapi, kabarnya menjadi penyebab keruntuhan dan kerusakan sejumlah bangunan candi. Batu-batu candi berserakan dan tertutup vegetasi dalam waktu lama.
Kondisi ini membuat Candi Prambanan nyaris terlupakan hingga akhirnya ditemukan kembali dan direstorasi. Proses pemugaran menjadi langkah penting dalam menyelamatkan warisan sejarah ini.
6.Candi Ditemukan Tahun 1733 oleh Seorang Berkebangsaan Belanda
Candi Prambanan kembali dikenal dunia setelah ditemukan pada tahun 1733 oleh CA. Lons, seorang warga Belanda. Saat itu, kompleks candi berada dalam kondisi rusak dan tertimbun tanah serta semak belukar.
Penemuan ini menjadi awal dari perhatian serius terhadap situs Prambanan. Namun, upaya pemugaran baru dilakukan secara sistematis pada abad ke-20, melibatkan berbagai ahli arkeologi.
Sejak saat itu, Candi Prambanan perlahan dipulihkan dan dibuka sebagai objek wisata sejarah. Penemuan ini menjadi tonggak penting dalam pelestarian warisan budaya di Yogyakarta.
7. Letaknya di Dua Provinsi
Fakta menarik lainnya, lokasi Candi Prambanan berada di dua wilayah administrasi. Kompleks candi ini terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Sebagian kawasan masuk wilayah Kabupaten Sleman, Yogyakarta, sementara bagian lainnya berada di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Hal ini menjadikan Prambanan sebagai simbol penghubung dua daerah.
Letaknya yang strategis membuat Candi Prambanan mudah diakses dari Jogja maupun Solo. Faktor ini turut mendukung popularitasnya sebagai destinasi wisata favorit.
8. Kini Jadi Destinasi Wisata Budaya Favorit
Saat ini, Candi Prambanan berkembang menjadi destinasi wisata budaya unggulan di Jogja dan Yogyakarta. Selain wisata sejarah, pengunjung juga dapat menikmati pertunjukan seni seperti Sendratari Ramayana.
Fasilitas pendukung yang semakin lengkap membuat kawasan ini ramah bagi wisatawan dari berbagai kalangan. Mulai dari pelajar hingga wisatawan keluarga dapat menikmati pengalaman berwisata yang berkesan.
Dengan perpaduan nilai sejarah, budaya, dan pariwisata, Candi Prambanan terus menarik minat pengunjung. Keberadaannya menjadi bukti kekayaan sejarah Nusantara yang patut dijaga.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apa fungsi utama Candi Prambanan pada masa lalu?
Candi Prambanan berfungsi sebagai tempat ibadah dan pusat pemujaan Dewa Siwa dalam ajaran Hindu.
2. Di mana lokasi Candi Prambanan?
Candi Prambanan berada di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah, tepatnya di Sleman dan Klaten.
3. Berapa jumlah candi di kompleks Prambanan?
Kompleks Candi Prambanan terdiri dari lebih dari 200 candi dengan berbagai ukuran dan fungsi.
4. Mengapa Candi Prambanan sempat terbengkalai?
Perubahan pusat kekuasaan dan bencana alam membuat Candi Prambanan sempat ditelantarkan selama ratusan tahun.
5. Apa yang membuat Candi Prambanan istimewa sebagai wisata Jogja?
Keindahan arsitektur, nilai sejarah, serta pertunjukan budaya menjadikan Prambanan ikon wisata unggulan di Jogja.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473664/original/073472300_1768452138-Teras_dengan_Kanopi_Kaca__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474157/original/075486600_1768467804-unnamed__14_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5314592/original/032084300_1755096405-shiona-das-16eeXVh8od8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5455604/original/079642800_1766719911-Jualan_kue_basah_di_depan_rumah__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474256/original/088622300_1768470217-pexels-kampus-6605163.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474018/original/004020400_1768464817-Dasaran_Kolam_Ikan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474341/original/017840500_1768473324-teras_mini_dekat_dapur_rumah_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474398/original/029183700_1768475903-akuarium_dari_galon_bekas_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474003/original/068265300_1768464654-model_teras_rumah_sempit_tanpa_pagar__jadi_kebun_mini.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4791067/original/049651900_1711977504-WhatsApp_Image_2024-04-01_at_19.39.12.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2910268/original/047318100_1568355676-irene-kredenets-zNsSGYXaeP8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/730423/original/015950200_1409506754-selada_air2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474060/original/058191000_1768465683-kandang_ayam7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473921/original/083316700_1768461673-Ide_Jualan_Berbahan_Cendol.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474196/original/058448600_1768469002-gamis_rok_bertingkat1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469360/original/079402100_1768113479-Ide_Kandang_Ayam_Semi_Terbuka_dengan_Ventilasi_Maksimal_di_Samping_Rumah_Anti_Bau_Model_Dinding_Bertingkat_Ventilasi_Silang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473779/original/055132400_1768456608-Kandang_Burung_Lovebird_dari_Botol_Bekas_Model_dengan_Alas_Laci.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473805/original/012510800_1768457925-i_love_u1.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469996/original/061154600_1768193928-Ide_Jualan_Lauk_Pauk_Rumahan_untuk_Buka_Puasa_Bulan_Ramadan_2026_yang_Menyegarkan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4093894/original/027943300_1658232135-Sayuran-Hidroponik-Iqbal-4.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354601/original/013523100_1758259145-ChatGPT_Image_Sep_19__2025__12_08_54_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354530/original/059277200_1758256607-Gemini_Generated_Image_5vkn9p5vkn9p5vkn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354654/original/036226500_1758261026-Gemini_Generated_Image_9notrf9notrf9not.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360305/original/022331900_1758704064-DGDFE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)