Berapa THR untuk Anak, Ponakan, dan Anak Tetangga? Ini Nominal Wajarnya

20 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Tradisi memberi THR kepada anak-anak saat Lebaran sudah menjadi kebiasaan yang hampir selalu dinanti setiap tahun. Setelah bersalaman dan bermaaf-maafan dengan keluarga atau tetangga, momen berikutnya yang paling ditunggu oleh anak-anak biasanya adalah menerima amplop berisi uang. Tidak heran jika banyak orang dewasa mulai memikirkan anggaran THR jauh-jauh hari agar tetap bisa berbagi kebahagiaan tanpa mengganggu kondisi keuangan setelah hari raya.

Meski terlihat sederhana, menentukan nominal THR sering kali membuat orang bingung. Banyak yang bertanya-tanya berapa jumlah yang dianggap wajar untuk anak sendiri, ponakan, atau anak tetangga yang datang bersilaturahmi. Agar tidak salah langkah, penting memahami beberapa pertimbangan sebelum menentukan nominalnya. Dengan begitu, tradisi berbagi tetap terasa menyenangkan bagi semua pihak. Berikut nominal THR untuk anak, ponakan, dan anak tetangga saat Lebaran yang wajar, dirangkum Liputan6.com pada Kamis (19/3/2026). 

Tradisi Memberi THR kepada Anak-anak

Tradisi memberi THR kepada anak-anak sudah berlangsung lama dan menjadi bagian dari suasana Lebaran di banyak keluarga. Selain sebagai bentuk berbagi rezeki, pemberian THR juga menjadi simbol kebahagiaan setelah menjalani bulan puasa selama satu bulan penuh. Anak-anak biasanya merasa sangat senang ketika menerima amplop kecil dari orang tua, paman, bibi, atau tetangga yang berkunjung.

Selain memberikan kebahagiaan, tradisi ini juga mempererat hubungan keluarga dan lingkungan sekitar. Saat anak-anak berkeliling untuk bersilaturahmi ke rumah saudara atau tetangga, interaksi sosial menjadi lebih hangat dan akrab. Bagi orang dewasa, memberikan THR bisa menjadi cara sederhana untuk menunjukkan perhatian dan kasih sayang kepada generasi yang lebih muda.

Di sisi lain, momen ini juga dapat menjadi kesempatan bagi orang tua untuk mengenalkan konsep keuangan kepada anak. Banyak keluarga memanfaatkan THR sebagai sarana belajar mengelola uang, misalnya dengan mengajarkan anak menabung sebagian dari uang yang diterima. Dengan cara ini, tradisi Lebaran tidak hanya menghadirkan kebahagiaan, tetapi juga memberi nilai edukatif.

Faktor yang Menentukan Besaran THR untuk Anak-Anak

1. Kedekatan Hubungan

Kedekatan hubungan biasanya menjadi faktor utama dalam menentukan besaran THR. Anak kandung atau anak sendiri umumnya menerima nominal paling besar karena berada dalam lingkup keluarga inti. Sementara itu, ponakan biasanya menerima nominal yang sedikit lebih kecil, dan anak tetangga biasanya mendapatkan jumlah yang bersifat simbolis. Perbedaan ini dianggap wajar karena tingkat tanggung jawab dan kedekatan emosional juga berbeda.

2. Kondisi Keuangan Pemberi

Besaran THR sebaiknya selalu disesuaikan dengan kemampuan finansial pemberi. Tidak perlu memaksakan diri memberi nominal besar hanya karena mengikuti kebiasaan orang lain. Lebaran seharusnya menjadi momen bahagia, bukan sumber tekanan keuangan. Dengan menentukan anggaran sejak awal, pemberian THR tetap bisa dilakukan secara bijak tanpa membuat pengeluaran membengkak setelah hari raya.

3. Usia Anak

Usia anak juga sering menjadi pertimbangan dalam menentukan nominal THR. Anak yang masih kecil biasanya sudah merasa senang meski menerima uang dalam jumlah kecil. Sebaliknya, anak yang sudah lebih besar atau remaja mungkin menerima nominal sedikit lebih besar karena mereka mulai memahami nilai uang dan sering memiliki kebutuhan pribadi.

4. Jumlah Anak yang Akan Diberi

Jika jumlah anak yang akan menerima THR cukup banyak, nominal per anak biasanya disesuaikan agar anggaran tetap terkendali. Misalnya, seseorang yang memiliki banyak ponakan atau tinggal di lingkungan dengan banyak anak tetangga mungkin memilih nominal yang lebih kecil namun tetap merata. Dengan begitu, semua anak tetap merasakan kebahagiaan tanpa membuat pengeluaran terlalu besar.

Nominal THR yang Wajar untuk Anak Sendiri

Anak sendiri biasanya menjadi prioritas utama dalam pembagian THR karena mereka merupakan bagian dari keluarga inti. Banyak orang tua memilih memberikan nominal yang lebih besar dibandingkan penerima lainnya sebagai bentuk perhatian dan hadiah setelah menjalani bulan puasa. Selain itu, THR untuk anak sendiri sering kali dianggap sebagai tambahan uang jajan atau tabungan.

Nominal THR untuk anak sendiri sebenarnya sangat bervariasi tergantung kondisi ekonomi keluarga. Ada yang memberikan sekitar Rp100.000 hingga Rp300.000 per anak, sementara keluarga dengan kemampuan finansial lebih baik mungkin memberikan jumlah yang lebih besar. Namun, yang paling penting adalah memastikan pemberian tersebut tidak memberatkan keuangan rumah tangga.

Selain uang tunai, sebagian orang tua juga memanfaatkan THR sebagai kesempatan untuk mengajarkan anak menabung. Misalnya, sebagian uang dimasukkan ke tabungan atau digunakan untuk membeli kebutuhan yang bermanfaat. Dengan cara ini, anak tidak hanya merasa senang menerima THR, tetapi juga belajar tentang pengelolaan uang sejak dini.

Nominal THR yang Umum Diberikan untuk Ponakan

Ponakan biasanya juga menjadi penerima THR yang cukup diperhatikan saat Lebaran. Hubungan keluarga yang dekat membuat banyak orang ingin memberikan jumlah yang pantas sebagai bentuk kasih sayang kepada anak dari saudara sendiri. Namun, nominalnya biasanya tidak sebesar yang diberikan kepada anak kandung.

Secara umum, banyak keluarga memberikan THR untuk ponakan dalam kisaran Rp50.000 hingga Rp200.000 per anak. Besaran ini dianggap cukup wajar karena masih menunjukkan perhatian tanpa harus mengeluarkan anggaran yang terlalu besar, terutama jika jumlah ponakan cukup banyak dalam satu keluarga besar.

Hal lain yang sering diperhatikan adalah kesetaraan nominal antara ponakan. Banyak orang berusaha memberikan jumlah yang sama agar tidak menimbulkan rasa perbandingan di antara anak-anak. Dengan cara ini, suasana Lebaran tetap terasa menyenangkan tanpa memicu perasaan tidak nyaman di lingkungan keluarga.

Nominal THR untuk Anak Tetangga yang Datang Bersilaturahmi

Selain keluarga, anak-anak tetangga yang datang bersilaturahmi juga sering menerima THR. Tradisi ini menjadi bagian dari budaya berbagi kebahagiaan di lingkungan masyarakat saat Lebaran. Biasanya anak-anak akan datang bersama teman-temannya untuk bersalaman dengan orang dewasa di sekitar rumah.

Nominal THR untuk anak tetangga umumnya lebih kecil dibandingkan keluarga, karena sifatnya lebih sebagai simbol berbagi kebahagiaan. Banyak orang memberikan sekitar Rp10.000 hingga Rp50.000 per anak. Jumlah ini sudah cukup membuat anak-anak merasa senang tanpa membuat pengeluaran menjadi terlalu besar.

Agar lebih praktis, sebagian orang biasanya sudah menyiapkan beberapa amplop dengan nominal yang sama sebelum hari raya. Dengan begitu, ketika ada anak-anak yang datang bersilaturahmi, THR bisa langsung diberikan tanpa perlu repot menyiapkan uang saat itu juga.

Tips Mengatur Anggaran THR agar Tidak Membengkak

Memberi THR memang menyenangkan, tetapi jika tidak direncanakan dengan baik, pengeluaran saat Lebaran bisa meningkat cukup drastis. Oleh karena itu, penting untuk mengatur anggaran sejak awal agar tradisi berbagi tetap bisa dilakukan tanpa mengganggu kondisi keuangan setelah hari raya. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan.

1. Tentukan Total Anggaran THR Sejak Awal

Sebelum Lebaran tiba, tentukan terlebih dahulu berapa total uang yang akan dialokasikan untuk THR. Dengan memiliki batas anggaran yang jelas, Anda dapat membagi nominal secara lebih terencana kepada setiap penerima tanpa khawatir pengeluaran melebihi kemampuan finansial.

2. Buat Daftar Penerima THR

Membuat daftar penerima THR dapat membantu memperkirakan jumlah amplop yang perlu disiapkan. Anda bisa mengelompokkan penerima seperti anak sendiri, ponakan, dan anak tetangga. Cara ini memudahkan pembagian nominal secara adil dan menghindari pengeluaran yang tidak terkontrol.

3. Siapkan Amplop dengan Nominal Berbeda

Menyiapkan amplop dengan nominal berbeda dapat membantu mengatur pembagian THR dengan lebih praktis. Misalnya, amplop dengan nominal tertentu untuk keluarga dekat dan nominal lain untuk anak tetangga. Dengan cara ini, Anda tidak perlu repot menghitung uang setiap kali ada yang datang bersilaturahmi.

4. Prioritaskan Keluarga Inti

Jika anggaran terbatas, prioritaskan pemberian THR kepada keluarga inti terlebih dahulu. Setelah itu, barulah menyesuaikan nominal untuk ponakan atau anak tetangga. Pendekatan ini membantu menjaga keseimbangan antara tradisi berbagi dan kondisi keuangan pribadi.

5. Hindari Terpengaruh Nominal Orang Lain

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah memberi THR hanya karena ingin mengikuti nominal orang lain. Padahal kondisi keuangan setiap orang berbeda. Lebih baik memberikan sesuai kemampuan sendiri, karena yang terpenting adalah niat berbagi dan menjaga silaturahmi.

Pertanyaan dan Jawaban seputar Topik

Berapa THR yang wajar untuk anak kecil saat Lebaran?

Nominalnya bervariasi, tetapi banyak orang memberikan sekitar Rp20.000 hingga Rp100.000 untuk anak kecil.

Apakah THR untuk ponakan harus sama semua?

Tidak wajib, tetapi banyak keluarga memilih nominal yang sama agar tidak menimbulkan perbandingan di antara anak-anak.

Apakah boleh tidak memberi THR kepada anak tetangga?

Boleh saja, karena tidak ada kewajiban. Namun banyak orang tetap memberi sebagai bentuk berbagi kebahagiaan saat Lebaran.

Kapan biasanya THR diberikan kepada anak-anak?

THR biasanya diberikan saat hari pertama atau kedua Lebaran ketika anak-anak datang bersilaturahmi.

Bagaimana cara agar anggaran THR tidak berlebihan?

Cara paling efektif adalah menentukan total anggaran sejak awal dan membagi nominal berdasarkan prioritas penerima.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |