Liputan6.com, Jakarta Pernahkah Anda melihat ribuan laron beterbangan di sekitar lampu pada malam hari, terutama setelah hujan? Fenomena ini sebenarnya adalah bagian krusial dari siklus hidup rayap, di mana laron atau alates merupakan rayap reproduktif bersayap yang sedang dalam misi penting.
Mereka memiliki tugas utama untuk menyebar dan membentuk koloni rayap baru, yang berpotensi menimbulkan kekhawatiran besar bagi pemilik rumah. Kehadiran laron seringkali menjadi indikasi kuat adanya infestasi rayap di sekitar properti, meskipun laron itu sendiri tidak berbahaya.
Setelah laron menemukan pasangan, mereka akan melepaskan sayapnya, membentuk koloni baru, dan mulai menggerogoti struktur kayu atau material selulosa di rumah Anda. Artikel ini akan mengupas tuntas pertanyaan berapa lama rayap berubah jadi laron, menjelaskan tahapan hidupnya, faktor yang memengaruhinya, serta tips pencegahan untuk melindungi properti Anda. Simak informasi selengkapnya, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (19/11/2025).
Memahami Daur Hidup dan Kasta Rayap
Rayap adalah serangga sosial yang hidup dalam koloni terstruktur, terdiri dari tiga kasta utama: pekerja, prajurit, dan reproduktif. Setiap kasta memiliki fungsi spesifik untuk menjaga kelangsungan hidup koloni, dengan laron atau alates berasal dari kasta reproduktif yang bertugas membentuk koloni baru.
Semua jenis rayap mengalami metamorfosis tidak sempurna, melewati tiga tahap perkembangan. Nimfa muda mereka menyerupai rayap dewasa namun belum memiliki kemampuan reproduksi, dan perlu beberapa kali berganti kulit sebelum mencapai tahap dewasa.
Daur hidup rayap melewati tiga tahap perkembangan berbeda, yaitu:
- Telur
- Nimfa / larva
- Dewasa
Berapa Lama Rayap Berubah Jadi Laron?
Proses dari telur hingga menjadi laron (alates) yang siap terbang membutuhkan waktu bervariasi, umumnya antara beberapa bulan hingga 1 tahun. Durasi ini sangat bergantung pada spesies rayap dan kondisi lingkungan tempat mereka berkembang. Bagi sebagian besar spesies rayap di Indonesia, siklus hidup dari telur hingga dewasa membutuhkan waktu sekitar 2 bulan hingga 1 tahun.
Tahap telur dimulai ketika ratu rayap menghasilkan telur-telur kecil berwarna putih bening. Diperlukan waktu sekitar 30 hari bagi telur untuk menetas menjadi larva, namun lamanya bisa bervariasi tergantung faktor seperti spesies dan kondisi lingkungan.
Setelah menetas, larva atau nimfa muda akan melalui serangkaian pergantian kulit (molting) sebanyak 3-4 kali. Dalam proses ini, mereka akan berkembang menjadi salah satu dari tiga kasta: pekerja, tentara, atau reproduktif. Proses perkembangan nimfa calon reproduksi (laron) ini memakan waktu beberapa bulan.
Selanjutnya, nimfa rayap bersayap panjang akan memiliki tubuh lebih besar setelah ganti kulit, menumbuhkan mata dan tunas sayap yang akhirnya menjadi sayap penuh. Total waktu dari telur hingga menjadi laron dewasa dalam koloni dapat mencapai 2 bulan hingga 1 tahun. Penting diingat bahwa koloni rayap biasanya harus sudah matang, seringkali berusia beberapa tahun, sebelum mampu menghasilkan laron dalam jumlah besar untuk penerbangan kawin.
Tahapan Detail Rayap Berubah Menjadi Laron
Perjalanan rayap dari telur hingga menjadi laron adalah proses kompleks yang terkoordinasi dalam koloni. Berikut adalah tahapan detail bagaimana rayap bertransformasi menjadi laron:
- Tahap 1: Penetasan dan Penentuan Nasib. Telur rayap menetas menjadi nimfa atau larva yang kecil, lunak, dan berwarna putih. Feromon ratu dan kebutuhan koloni akan menentukan apakah nimfa ini akan berkembang menjadi rayap pekerja, prajurit, atau nimfa calon reproduktif (calon laron).
- Tahap 2: Perkembangan Nimfa Reproduktif. Nimfa yang ditakdirkan menjadi kasta reproduktif akan melalui serangkaian pergantian kulit (molting). Selama proses ini, tubuh mereka akan membesar, dan mereka mulai menumbuhkan mata serta tunas sayap. Nimfa calon rayap reproduksi ini akan merawat larva, raja, dan ratu sambil menunggu perkembangan penuh.
- Tahap 3: Dewasa dan Menunggu Waktu. Setelah beberapa kali ganti kulit, nimfa calon reproduktif bersayap panjang akan memiliki tubuh lebih besar dan sayap penuh, menjadikannya alates atau laron dewasa. Mereka berjenis kelamin jantan dan betina, menunggu di dalam koloni hingga kondisi lingkungan tepat untuk melakukan penerbangan kawin.
- Tahap 4: Swarming - Penerbangan Kawin. Setidaknya setahun sekali, rayap reproduktif akan melakukan proses kawin atau swarming. Ini ditandai dengan munculnya rayap bersayap dalam jumlah besar yang terbang saat cuaca atau suhu tertentu, seperti setelah hujan. Setelah mendarat, mereka akan melepaskan sayapnya, menemukan pasangan, dan mencari sarang baru untuk membangun koloni sebagai raja dan ratu.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Waktu Perubahan
Beberapa faktor kunci dapat mempercepat atau memperlambat proses rayap berubah menjadi laron, serta memicu kemunculan mereka:
- Spesies Rayap: Setiap spesies rayap memiliki karakteristik dan kecepatan perkembangan yang berbeda. Misalnya, rayap tanah bawah tanah membutuhkan 3-5 tahun untuk koloni matang, sedangkan rayap kayu kering bisa memakan waktu 2-10 tahun.
- Kondisi Lingkungan: Suhu hangat dan kelembapan tinggi sangat mendukung perkembangan laron dan memicu swarming. Kemunculan laron sering terlihat setelah hujan, menandakan kondisi lingkungan yang ideal.
- Ketersediaan Makanan: Koloni dengan akses makanan melimpah, seperti kayu atau selulosa, akan tumbuh lebih cepat dan lebih sehat. Hal ini secara langsung mempercepat kemampuan koloni untuk menghasilkan laron.
- Kesehatan dan Ukuran Koloni: Koloni yang besar dan matang akan menghasilkan lebih banyak nimfa reproduksi yang kemudian berubah menjadi laron. Koloni yang sehat dan mapan lebih efisien dalam proses ini, memastikan penyebaran yang lebih luas.
Pentingnya Mengatasi Kemunculan Laron
Meskipun laron sendiri tidak memakan kayu atau merusak properti secara langsung, kehadiran mereka adalah indikator kuat adanya koloni rayap aktif di sekitar properti Anda. Laron adalah rayap dalam fase reproduksi yang sedang mencari pasangan untuk membentuk koloni baru yang merusak.
Setiap pasangan laron yang berhasil kawin dan menemukan tempat yang cocok akan menjadi raja dan ratu dari koloni rayap yang baru. Raja dan ratu ini kemudian akan mulai bertelur, menghasilkan ribuan rayap pekerja yang akan menggerogoti struktur kayu bangunan Anda. Jika tidak dikendalikan, rayap dapat menyebabkan kerusakan struktural yang parah pada bangunan.
Oleh karena itu, menemukan laron di dalam atau di sekitar rumah adalah sinyal penting untuk segera memeriksa dan mengambil tindakan pengendalian. Jangan menunggu hingga kerusakan parah terjadi, karena perbaikan akibat infestasi rayap bisa sangat mahal dan memakan waktu.
Proses rayap berubah menjadi laron adalah bagian alami dari siklus hidupnya yang kompleks, memakan waktu bulanan hingga setahun tergantung pada spesies dan kondisi lingkungan. Kehadiran laron adalah tanda peringatan dini yang tidak boleh diabaikan, karena mereka adalah cikal bakal koloni rayap baru yang berpotensi menyebabkan kerusakan serius pada properti Anda.
Jika Anda mencurigai adanya rayap atau melihat laron di properti Anda, segera jadwalkan inspeksi rayap gratis dengan menghubungi penyedia layanan profesional. Lindungi rumah Anda dari ancaman rayap sekarang!
FAQ
Q: Berapa lama rayap berubah jadi laron?
A: Secara umum, proses dari telur hingga menjadi laron dewasa yang siap terbang membutuhkan waktu antara 2 bulan hingga 1 tahun, tergantung pada spesies rayap dan kondisi lingkungan.
Q: Apakah semua rayap berubah menjadi laron?
A: Tidak. Hanya nimfa dari kasta reproduktif yang ditakdirkan menjadi laron. Sebagian besar rayap akan menjadi pekerja atau prajurit, yang memiliki peran berbeda dalam koloni.
Q: Kapan biasanya laron muncul?
A: Laron biasanya muncul (swarming) pada awal musim hujan, saat suhu hangat dan kelembapan udara tinggi, sering kali pada sore atau malam hari, terutama di sekitar sumber cahaya.
Q: Apa yang harus saya lakukan jika melihat laron di rumah?
A: Segera hubungi jasa pengendali hama profesional untuk melakukan inspeksi menyeluruh. Keberadaan laron menandakan kemungkinan besar ada koloni rayap aktif di dekatnya yang berpotensi merusak properti Anda.
Q: Bisakah laron merusak rumah secara langsung?
A: Laron sendiri tidak memakan kayu atau merusak rumah secara langsung. Namun, setelah kawin dan melepaskan sayap, mereka akan menjadi raja dan ratu yang mulai membangun koloni baru dan bertelur, menghasilkan rayap pekerja yang akan merusak kayu.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427662/original/074436000_1764405599-desain_teras_kecil_tapi_longgar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427557/original/006454100_1764395808-model_gamis_longgar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427540/original/079115400_1764394651-model_gamis_woolpeach.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418576/original/019602200_1763622219-Gemini_Generated_Image_bhu2n9bhu2n9bhu2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4186583/original/033169100_1665391530-SVOD_-_Go_Go_Squid_-_Poster_Landscape__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379366/original/064024100_1760342880-Gemini_Generated_Image_k09528k09528k095.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427600/original/081786700_1764399970-unnamed_-_2025-11-29T140315.653.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427583/original/038793800_1764398290-unnamed_-_2025-11-29T133706.230.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403869/original/062616900_1762339506-ular_kecil__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427449/original/000760300_1764388798-Cover___Lead__8_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427382/original/078277900_1764384996-unnamed_-_2025-11-29T095239.039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427436/original/034359700_1764388266-model_gamis_chiffon_flowy__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311486/original/045216400_1754885061-ChatGPT_Image_Aug_11__2025__11_01_20_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427406/original/065025500_1764386466-unnamed_-_2025-11-29T100931.357.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3988054/original/054672600_1649316223-eduardo-jaeger-K7FJOFiCmOU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427395/original/053252400_1764385572-301b5cfb-aa90-4aa9-90cf-010c50b6899c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427376/original/005091900_1764383918-090f8ff3-10df-410d-b1f3-1f1fc46b9fd0.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427229/original/037745600_1764337636-pexels-shardar-tarikul-islam-84327533-8983394.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317655/original/048753600_1755399607-Screenshot_2025-08-17_095559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324162/original/055401400_1755843647-20250822-Lisa_M-HEL_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3955423/original/001688200_1646706636-hands-waving-flags-indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303579/original/041631700_1754114018-Gemini_Generated_Image_ruwvxaruwvxaruwv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307626/original/077318000_1754473554-bende4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302883/original/072474400_1754037653-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_15.36.16_1c69c972.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291523/original/075298800_1753175918-Gemini_Generated_Image_pszk0vpszk0vpszk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320725/original/097582500_1755607274-gal1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)