Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang masih mengira bahwa Hari Lingkungan Hidup Nasional dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia adalah peringatan yang sama. Padahal, keduanya memiliki sejarah, tujuan, dan makna yang berbeda. Perbedaan ini penting dipahami agar kita tahu konteks perjuangan lingkungan baik di level nasional maupun global.
Setiap tanggal 10 Januari, Indonesia memperingati Hari Lingkungan Hidup Nasional (HLH Nasional), sedangkan dunia internasional merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) setiap 5 Juni. Meski sama-sama berfokus pada pelestarian alam, keduanya muncul dari latar belakang sejarah dan momentum yang berbeda.
Hari Lingkungan Hidup Nasional
Hari Lingkungan Hidup Nasional ditetapkan pertama kali pada 10 Januari 1982, bersamaan dengan pengesahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. UU ini menjadi tonggak sejarah awal kesadaran ekologis di Indonesia dan menjadi dasar hukum bagi pengelolaan lingkungan hidup secara nasional.
Meski undang-undang tersebut kini telah digantikan oleh UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, tanggal 10 Januari tetap diperingati setiap tahun sebagai Hari Lingkungan Hidup Nasional. Tahun 2026, peringatan ini jatuh pada Jumat, 10 Januari 2026, bertepatan dengan Hari Gerakan Satu Juta Pohon (HGSP).
Momentum ini dimanfaatkan pemerintah untuk mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari instansi pemerintah, dunia pendidikan, komunitas hijau, hingga sektor swasta—berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam melalui kegiatan penghijauan dan penanaman pohon.
Makna Hari Lingkungan Hidup Nasional
Hari Lingkungan Hidup Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum refleksi atas kualitas lingkungan hidup di Indonesia. Salah satu indikator yang digunakan pemerintah untuk mengukur kondisi ekologis adalah Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH).
Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), IKLH nasional tahun 2024 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Provinsi Papua Barat mencatat skor tertinggi, sedangkan DKI Jakarta berada di posisi terendah. Data ini menegaskan bahwa tantangan menjaga udara bersih, air layak, dan lahan subur masih menjadi pekerjaan besar di kota-kota besar.
Menjaga lingkungan berarti menjaga seluruh aspek kehidupan: udara, air, laut, dan lahan. Maka tak heran jika Hari Lingkungan Hidup Nasional sering dikaitkan dengan gerakan penanaman pohon—karena pohon adalah simbol kehidupan yang mampu menyerap karbon, menghasilkan oksigen, serta menjaga keseimbangan ekosistem.
Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Sementara itu, Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) lahir dari Konferensi Stockholm tahun 1972 yang diadakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Konferensi tersebut menjadi momentum pertama dunia untuk membahas isu lingkungan secara internasional.
Dua tahun kemudian, pada 1974, Hari Lingkungan Hidup Sedunia mulai diperingati secara resmi oleh lebih dari 100 negara. Sejak saat itu, setiap 5 Juni, dunia merayakan peringatan ini dengan tema yang berbeda setiap tahunnya. Tema-tema yang pernah diangkat antara lain perubahan iklim, keanekaragaman hayati, pengurangan sampah plastik, hingga pemulihan ekosistem.
Tujuan utamanya adalah membangun kesadaran global dan mendorong aksi nyata untuk menekan dampak negatif aktivitas manusia terhadap lingkungan. Melalui kampanye global ini, masyarakat dunia diajak untuk mengubah pola konsumsi, mendukung energi terbarukan, dan mengurangi jejak karbon.
Perbedaan Hari Lingkungan Hidup Nasional dan Sedunia
Secara sederhana, perbedaan utama antara Hari Lingkungan Hidup Nasional dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia terletak pada cakupan, sejarah, dan tujuan peringatannya. Hari Lingkungan Hidup Nasional diperingati setiap 10 Januari, berfokus pada komitmen Indonesia dalam menjaga lingkungan berdasarkan semangat Undang-Undang No. 4 Tahun 1982. Sedangkan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh setiap 5 Juni merupakan gerakan global hasil inisiatif Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak Konferensi Stockholm 1972.
Dari sisi fokus kegiatan, Hari Lingkungan Hidup Nasional lebih menekankan pada aksi nyata masyarakat Indonesia, seperti penanaman pohon, gerakan penghijauan, serta edukasi lingkungan di tingkat lokal. Sementara Hari Lingkungan Hidup Sedunia memiliki tema global yang berubah setiap tahun, dengan isu-isu besar seperti polusi plastik, pemanasan global, dan keanekaragaman hayati. Keduanya saling melengkapi: yang satu memperkuat kesadaran nasional, sementara yang lainnya mengajak seluruh umat manusia untuk berkolaborasi menjaga bumi.
Keterlibatan Indonesia dalam Gerakan Global Lingkungan
Sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia, Indonesia memegang peran strategis dalam gerakan global pelestarian lingkungan. Berbagai kebijakan dan program telah diluncurkan pemerintah, seperti rehabilitasi hutan dan lahan gambut, konservasi ekosistem laut, serta pengurangan deforestasi melalui moratorium izin baru di hutan primer.
Indonesia juga aktif berpartisipasi dalam perjanjian internasional, seperti Persetujuan Paris (Paris Agreement), yang berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca dan mengembangkan energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin.
Kontribusi ini memperlihatkan bahwa Indonesia tidak hanya memperingati Hari Lingkungan Hidup Nasional, tetapi juga mengambil bagian dalam perjuangan global yang diwakili oleh Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Langkah Nyata untuk Merayakan Kedua Hari Ini
Merayakan Hari Lingkungan Hidup, baik Nasional maupun Sedunia, seharusnya tidak berhenti pada upacara dan seremoni. Ada banyak hal kecil yang bisa dilakukan masyarakat agar semangatnya terus hidup setiap hari:
- Kurangi penggunaan plastik sekali pakai dan beralih ke tas kain atau botol isi ulang.
- Menanam pohon atau ikut dalam program adopsi pohon di daerah rawan longsor.
- Hemat energi dengan mematikan alat elektronik yang tidak terpakai.
- Gunakan transportasi publik atau bersepeda untuk menekan emisi karbon.
- Kelola sampah rumah tangga dengan memilah organik dan anorganik.
Langkah sederhana ini, bila dilakukan bersama, akan memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan hidup Indonesia dan dunia.
Pertanyaan seputar Topik
1. Kapan Hari Lingkungan Hidup Nasional diperingati?
Setiap 10 Januari. Tahun 2026, jatuh pada Jumat dan bertepatan dengan Gerakan Satu Juta Pohon.
2. Kapan Hari Lingkungan Hidup Sedunia?
Setiap 5 Juni, diperingati secara global di bawah naungan PBB.
3. Apa perbedaan Hari Lingkungan Hidup Nasional dan Sedunia?
HLH Nasional fokus pada kesadaran dan aksi di tingkat Indonesia, sedangkan HLH Sedunia adalah peringatan internasional yang melibatkan semua negara.
4. Apa tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia?
Setiap tahun temanya berbeda, biasanya menyoroti isu global seperti polusi plastik, perubahan iklim, atau restorasi ekosistem.
5. Bagaimana cara berpartisipasi?
Mulai dari hal kecil—menanam pohon, mengurangi plastik, hemat energi, hingga mendukung kebijakan hijau di sekitar kita.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5462162/original/045016400_1767511026-Screenshot_2026-01-04_141536.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4276338/original/075248600_1672306251-319876113_534171851960687_45009928706072938_n_171.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468835/original/020850800_1768020282-Gemini_Generated_Image_hn9y53hn9y53hn9y_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5024391/original/026492800_1732615708-cara-membuat-kulit-pangsit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468880/original/002253000_1768029677-Gemini_Generated_Image_iwybawiwybawiwyb_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468855/original/061562100_1768025416-ChatGPT_Image_10_Jan_2026__12.54.18.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468286/original/076537000_1767946220-Gemini_Generated_Image_xarv2qxarv2qxarv.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468839/original/018166200_1768023246-ide_takjil_kelapa5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468188/original/040675800_1767943269-dapur_granit.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468760/original/087595600_1768014411-unnamed__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324932/original/026241600_1755914564-WhatsApp_Image_2025-08-23_at_08.47.56_fb097a28.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468756/original/061327500_1768014122-Gemini_Generated_Image_c0ue3mc0ue3mc0ue_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468247/original/071741300_1767945238-Gemini_Generated_Image_29gf6329gf6329gf_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2935250/original/058528500_1570680524-broccoli-carrots-citrus-952478.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445019/original/098499900_1765797677-pexels-jakubzerdzicki-28117882.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467970/original/061089100_1767938887-Trik_membersihkan_saklar_lampu_yang_kotor_dan_hitam_efek_sering_dipencet.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468498/original/092919300_1767953415-Gemini_Generated_Image_u1lw2lu1lw2lu1lw_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468401/original/087295300_1767949295-desain_rumah_ramah_lingkungan_dengan_kebun_sayur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468193/original/036313500_1767943439-Menanam_Bayam_Brazil__Freepik_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354601/original/013523100_1758259145-ChatGPT_Image_Sep_19__2025__12_08_54_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354530/original/059277200_1758256607-Gemini_Generated_Image_5vkn9p5vkn9p5vkn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354654/original/036226500_1758261026-Gemini_Generated_Image_9notrf9notrf9not.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347981/original/048168500_1757749990-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360305/original/022331900_1758704064-DGDFE.jpg)