Liputan6.com, Jakarta Hujan selama ini identik dengan kesegaran, kebersihan, dan pemurnian alam. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah penelitian global dan nasional mengungkapkan fakta yang mengejutkan: hujan kini membawa partikel plastik berukuran mikroskopis. Fenomena ini menandai babak baru dalam isu pencemaran plastik, di mana polutan tidak lagi hanya mencemari tanah dan laut, tetapi juga menyebar melalui atmosfer.
Di kota-kota besar seperti Jakarta, penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan bahwa setiap sampel hujan yang diambil mengandung mikroplastik. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas manusia di perkotaan, mulai dari penggunaan plastik sekali pakai hingga pembakaran sampah — telah menciptakan lingkaran polusi yang kembali ke manusia melalui udara dan hujan. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar: bagaimana hujan yang seharusnya menjadi simbol kesucian bisa mengandung polutan berbahaya?
Pertanyaan tersebut semakin relevan mengingat peningkatan jumlah mikroplastik yang ditemukan pada air hujan di berbagai negara. Dengan kemampuan mikroplastik untuk menyerap zat beracun seperti logam berat, hidrokarbon aromatik, dan senyawa berbahaya lainnya, kehadirannya di udara maupun hujan membuat masalah ini menjadi ancaman lingkungan dan kesehatan yang mendesak untuk dipahami. Jadi, bagaimana hujan bisa mengandung mikroplastik, berikut ulasan Liputan6.com, Selasa (18/11/2025).
1. Mikroplastik Berasal dari Aktivitas Harian Manusia
Penelitian BRIN (brin.go.id) dan ECOTON (ecoton.or.id) mengungkap bahwa mikroplastik yang ditemukan di udara dan kemudian terbawa hujan berasal dari berbagai sumber, antara lain:
- Serat sintetis pakaian yang terlepas saat dikenakan atau dicuci.
- Debu jalanan, termasuk partikel yang berasal dari ausnya ban kendaraan berbahan polibutadiena.
- Pembakaran sampah plastik, yang menyebarkan partikel plastik mikroskopis ke udara.
- Degradasi plastik di ruang terbuka, seperti kantong, botol, dan kemasan sekali pakai yang terpapar matahari.
Dr. Annisa Utami Rauf dari UGM (ugm.ac.id) menjelaskan bahwa gaya hidup perkotaan yang bergantung pada plastik sekali pakai menyebabkan volume mikroplastik di udara semakin tinggi, khususnya di kota padat seperti Jakarta dan Yogyakarta.
2. Mikroplastik Naik ke Atmosfer dan Terbawa Angin
Setelah terlepas ke udara, mikroplastik yang ukurannya lebih kecil dari 5 mm — bahkan kadang berukuran nano — dapat dengan mudah:
- terbawa angin,
- naik dalam kolom udara,
- berpindah ratusan hingga ribuan kilometer.
Studi ECOTON dan SIEJ menunjukkan bahwa Jakarta memiliki polusi mikroplastik udara tertinggi di Indonesia, dengan 37 partikel tertangkap dalam dua jam pengambilan sampel. Lokasi seperti Pasar Tanah Abang, sebagai pusat tekstil terbesar di Asia Tenggara, menjadi salah satu hotspot pelepasan serat sintetis ke udara.
Fenomena ini juga dikonfirmasi oleh laporan Science (dikutip weforum.org), yang mencatat bahwa di Amerika Serikat, lebih dari 1.000 ton mikroplastik jatuh di area taman nasional setiap tahun.
3. Mikroplastik Berinteraksi dengan Atmosfer
Setelah berada di udara, partikel mikroplastik berinteraksi dengan unsur atmosfer:
- melekat pada uap air,
- menempel pada intensitas pembentukan awan,
- ikut dalam proses kondensasi.
Penelitian di Jepang bahkan menemukan mikroplastik di dalam awan, menandakan bahwa partikel tersebut telah memasuki semua lapisan atmosfer.
Ini membuat partikel plastik dapat ikut membentuk tetesan air hujan.
4. Mikroplastik Turun Bersama Hujan (Atmospheric Deposition)
BRIN menyebut proses ini sebagai atmospheric microplastic deposition. Ketika uap air di udara berubah menjadi tetesan hujan, mikroplastik yang menempel pada awan atau polutan atmosfer lain akan ikut turun ke permukaan bumi.
Pada sampel hujan Jakarta, BRIN menemukan rata-rata 15 partikel mikroplastik per meter persegi per hari, didominasi oleh:
- polyester
- nylon
- polyethylene
- polypropylene
- polybutadiene
Temuan ini memperlihatkan bahwa hujan bukan lagi sekadar air murni yang jatuh dari langit, melainkan medium baru penyebaran polusi plastik.
5. Dampaknya bagi Lingkungan dan Kesehatan
Mikroplastik yang jatuh bersama hujan dapat:
- mencemari sungai dan laut,
- memasuki tanah dan air minum,
- mengganggu ekosistem perairan,
- masuk ke tubuh manusia melalui air, makanan, atau udara.
Dr. Rauf dari UGM menekankan bahwa meskipun penelitian kesehatan masih berkembang, mikroplastik telah ditemukan pada darah, organ tubuh, dan sistem pencernaan manusia.
Efek yang dicurigai meliputi:
- stres oksidatif,
- gangguan hormonal,
- potensi kerusakan jaringan,
- gangguan reproduksi sebagaimana terlihat pada studi hewan.
Rafika dari ECOTON menambahkan bahwa mikroplastik dapat membawa racun 106 kali lebih berbahaya daripada logam berat tunggal, karena permukaannya mengikat berbagai polutan sekaligus.
FAQ tentang Mikroplastik
1. Apa itu mikroplastik?
Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran kurang dari 5 mm, berasal dari produk plastik yang terdegradasi atau serat sintetis dari pakaian dan industri.
2. Bagaimana mikroplastik bisa masuk ke tubuh manusia?
Melalui air minum, makanan laut, udara yang dihirup, serta konsumsi makanan dan minuman yang dikemas dalam plastik.
3. Apakah mikroplastik berbahaya bagi kesehatan?
Studi awal menunjukkan potensi gangguan hormon, stres oksidatif, kerusakan sel, dan risiko reproduktif, meskipun penelitian masih berkembang.
4. Mengapa hujan bisa mengandung mikroplastik?
Karena mikroplastik di udara menempel pada uap air atau awan, kemudian turun bersama tetesan hujan (atmospheric deposition).
5. Bagaimana cara mengurangi paparan mikroplastik?
Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, tidak membakar sampah, membawa tumbler, memilih produk non-plastik, dan mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih baik.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427662/original/074436000_1764405599-desain_teras_kecil_tapi_longgar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427557/original/006454100_1764395808-model_gamis_longgar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427540/original/079115400_1764394651-model_gamis_woolpeach.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418576/original/019602200_1763622219-Gemini_Generated_Image_bhu2n9bhu2n9bhu2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4186583/original/033169100_1665391530-SVOD_-_Go_Go_Squid_-_Poster_Landscape__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379366/original/064024100_1760342880-Gemini_Generated_Image_k09528k09528k095.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427600/original/081786700_1764399970-unnamed_-_2025-11-29T140315.653.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427583/original/038793800_1764398290-unnamed_-_2025-11-29T133706.230.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403869/original/062616900_1762339506-ular_kecil__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427449/original/000760300_1764388798-Cover___Lead__8_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427382/original/078277900_1764384996-unnamed_-_2025-11-29T095239.039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427436/original/034359700_1764388266-model_gamis_chiffon_flowy__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311486/original/045216400_1754885061-ChatGPT_Image_Aug_11__2025__11_01_20_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427406/original/065025500_1764386466-unnamed_-_2025-11-29T100931.357.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3988054/original/054672600_1649316223-eduardo-jaeger-K7FJOFiCmOU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427395/original/053252400_1764385572-301b5cfb-aa90-4aa9-90cf-010c50b6899c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427376/original/005091900_1764383918-090f8ff3-10df-410d-b1f3-1f1fc46b9fd0.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427229/original/037745600_1764337636-pexels-shardar-tarikul-islam-84327533-8983394.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317655/original/048753600_1755399607-Screenshot_2025-08-17_095559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324162/original/055401400_1755843647-20250822-Lisa_M-HEL_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3955423/original/001688200_1646706636-hands-waving-flags-indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303579/original/041631700_1754114018-Gemini_Generated_Image_ruwvxaruwvxaruwv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307626/original/077318000_1754473554-bende4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302883/original/072474400_1754037653-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_15.36.16_1c69c972.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291523/original/075298800_1753175918-Gemini_Generated_Image_pszk0vpszk0vpszk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320725/original/097582500_1755607274-gal1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)