Apakah Ular Kobra Mengejar Manusia? Ini Jawaban Ahli dan Fakta Ilmiahnya

1 week ago 17

Liputan6.com, Jakarta - Ketakutan terhadap ular, khususnya kobra, adalah hal yang umum di masyarakat. Banyak mitos beredar, salah satunya adalah anggapan bahwa ular kobra dapat mengejar manusia. Pertanyaan "apakah ular kobra mengejar manusia?" seringkali menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu, bahkan memicu kepanikan saat berhadapan dengan reptil ini.

Anggapan ini kerap kali diperkuat oleh cerita-cerita yang beredar luas, namun jarang didukung oleh bukti ilmiah. Padahal, memahami perilaku alami ular kobra sangat penting untuk meredam ketakutan dan mengambil tindakan yang tepat saat bertemu dengannya. Artikel ini bertujuan untuk meluruskan mitos tersebut berdasarkan fakta dan pandangan para ahli herpetologi.

Dengan mengupas tuntas perilaku defensif dan naluri alami ular, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih akurat. Ini akan membantu kita membedakan antara mitos dan fakta seputar interaksi manusia dengan ular kobra, serta cara terbaik untuk menghadapinya. Jadi simak informasi selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (30/12/2025).

Ular Kobra Tidak Mengejar Manusia

Para ahli herpetologi, ilmuwan yang mempelajari reptil dan amfibi, serta pengamat satwa liar, secara tegas menyatakan bahwa ular kobra dan ular pada umumnya, tidak mengejar manusia. Tujuan utama ular adalah menghindari konflik, melarikan diri, dan menghemat energi mereka. Manusia bukanlah mangsa bagi ular, sehingga mereka tidak memiliki motif untuk "menangkap" atau mengejar kita.

Ular justru lebih takut pada manusia daripada sebaliknya, dan mereka hanya akan menyerang jika merasa terancam atau terpojok. King kobra, misalnya, dikenal sebagai ular pemalu yang akan menghindari manusia kapan pun ada kesempatan.

Memahami Perilaku Defensif Kobra

Meskipun ular kobra tidak mengejar, ada beberapa skenario yang seringkali disalahartikan sebagai pengejaran, padahal sebenarnya ular sedang menunjukkan perilaku defensif atau mencoba melarikan diri. Salah satunya adalah "serangan palsu" atau mock charge. Kobra mungkin mengembangkan tudungnya, mendesis, dan melesat maju dalam serangan singkat untuk menakut-nakuti ancaman yang dirasakan, bukan untuk menyerang.

Skenario lain adalah kebetulan arah melarikan diri; jika manusia dan ular sama-sama terkejut, jalur pelarian terdekat bagi ular bisa jadi ke arah manusia. Ini menciptakan ilusi pengejaran, terutama jika seseorang panik dan berlari ke arah yang sama dengan ular.

Selain itu, ular yang terjepit di antara manusia dan satu-satunya jalan keluarnya, seperti di dalam bangunan, mungkin bergerak ke arah manusia untuk melewati dan mencapai keselamatan. Ular tersebut hanya mencoba melarikan diri, bukan menyerang. Ular juga bisa mendekati manusia jika mengasosiasikan kehadiran manusia dengan sumber makanan, misalnya saat ada mangsa kecil yang terganggu oleh aktivitas manusia.

Terakhir, ular juga bisa panik dan melesat secara refleks ke arah mana pun yang kebetulan ia hadapi, yang bisa jadi ke arah manusia. Ini bukan tindakan agresif, melainkan respons panik yang tidak terarah.

Langkah Tepat Saat Berhadapan dengan Kobra

Menghadapi ular kobra bisa sangat menakutkan, namun reaksi yang salah dapat memperburuk situasi. Hal terpenting adalah jangan lari panik, karena ini bisa memicu respons defensif ular atau membuat Anda tersandung.

Langkah pertama adalah berdiam diri dan tetap tenang. Jika Anda membeku atau tetap diam, kobra lebih mungkin untuk tenang dan bergerak menjauh, memberi sinyal kepada ular bahwa Anda bukan ancaman. Pakar juga menyarankan untuk tidak banyak bergerak dan mengamati pergerakan ular.

Selanjutnya, berikan ruang dan jalur pelarian yang jelas bagi ular; jangan menghalangi atau mengepungnya. Setelah ular tenang atau mulai bergerak, mundurlah dengan langkah pelan dan mantap, menjaga jarak aman dan membiarkan ular pergi dengan sendirinya.

Penting juga untuk tidak memprovokasi ular dengan mencoba melempar, mendekati, menangkap, atau membunuhnya. Sebagian besar gigitan ular terjadi ketika orang mencoba menangani, mengganggu, atau secara tidak sengaja menginjaknya. Jika ular berada di tempat yang tidak bisa ia tinggalkan dengan aman, segera hubungi petugas penanganan satwa liar atau pemadam kebakaran setempat untuk relokasi yang aman.

Meluruskan Mitos Lain Seputar Ular

Selain mitos "apakah ular kobra mengejar manusia?", banyak mitos lain tentang ular yang perlu diluruskan untuk pemahaman yang lebih baik. Salah satunya adalah mitos bahwa ular selalu berpasangan dan akan balas dendam jika salah satunya dibunuh. Faktanya, ular adalah hewan soliter dan tidak memiliki ikatan sosial atau emosional seperti itu, sehingga tidak akan "balas dendam".

Mitos lain yang sering beredar adalah ular harus melingkar terlebih dahulu sebelum bisa menyerang. Padahal, ular dapat menggigit atau menyerang dari posisi apa pun, meskipun melingkar dapat meningkatkan jangkauan serangannya.

Ada juga mitos yang menyebutkan bahwa bunyi rattlesnake dapat menunjukkan umurnya. Faktanya, ular derik menambahkan satu segmen pada deriknya setiap kali berganti kulit, yang bisa terjadi beberapa kali dalam setahun, dan segmen derik juga bisa patah, sehingga menghitungnya tidak akurat untuk menentukan usia.

Ular kobra, seperti kebanyakan ular lainnya, adalah makhluk defensif yang lebih memilih menghindari konfrontasi daripada menyerang. Anggapan "apakah ular kobra mengejar manusia?" adalah mitos yang berasal dari kesalahpahaman perilaku alami mereka.

Memahami fakta-fakta ilmiah tentang perilaku ular sangat penting untuk mengurangi ketakutan yang tidak perlu dan meningkatkan keselamatan bagi manusia maupun satwa liar. Dengan pengetahuan yang benar, kita dapat hidup berdampingan secara lebih aman dan bertanggung jawab, serta menghargai peran penting ular dalam ekosistem sebagai pengendali hama.

FAQ

A: Tidak. Secara ilmiah, ular kobra tidak mengejar manusia. Perilaku yang terlihat seperti pengejaran adalah interpretasi keliru dari sikap defensif ular atau upayanya mencari jalan selamat.

Q: Mengapa kobra kadang lari ke arah saya, bukan menjauh?

A: Kemungkinan besar Anda secara tidak sengaja menghalangi jalur pelarian terdekatnya. Kobra itu bergerak menuju tempat aman, bukan menuju Anda, atau melakukan "serangan palsu" untuk mengusir ancaman.

Q: Apa yang memicu kobra untuk bersikap defensif seperti itu?

A: Kobra akan bersikap defensif jika merasa terancam, terpojok, atau terkejut. Kehadiran manusia yang tiba-tiba, gerakan mendadak, atau upaya untuk menangkapnya adalah pemicu utama.

Q: Jika kobra tidak mengejar, apakah berarti mereka tidak berbahaya?

A: Sangat berbahaya. Ketidakmauannya mengejar bukan berarti ia tidak mematikan. Kobra memiliki bisa mematikan dan sikap defensifnya sangat berbahaya jika ia merasa terusik.

Q: Tindakan pertama apa yang harus saya lakukan jika melihat kobra di dekat rumah?

A: Jangan panik. Jaga jarak aman, awasi posisinya dari jauh, dan segera hubungi petugas penanganan satwa liar atau pemadam kebakaran setempat untuk relokasi aman.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |